T r i n i t a s (Tritunggal);

Bapa, Putera, dan Rohulkudus

 

 

S

alah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap umat Kristen  yang sudah dewasa, dalam kehidupan beragamanya di dunia ini adalah :  dibaptis.  Baptisan adalah tanda masuk ke dalam kerajaan kerohanian Kristus. Melalui tanda masuk ini, maka orang akan memperoleh statusnya yang baru : dari anak manusia berubah menjadi anak Allah, atau dari bukan umat berubah menjadi umat Allah, atau dari warga kerajaan Iblis berubah menjadi warga kerajaan Allah. Adanya perubahan status sedemikian ini tak dapat tiada sudah harus dimengerti, sebab planet bumi ini berikut Adam dan Hawa sebagai penghuninya yang pertama, secara hukum telah jatuh ke bawah pemilikan dan kekuasan Setan, yaitu setelah keduanya berdosa melaggar Hukum Allah oleh meremehkan perintah Allah yang melarang mereka memakan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat yang terdapat di dalam Eden.

                     

Jadi, dapatlah dimengerti, bahwa sekalipun planet bumi ini berikut seluruh penghuninya sejak mula pertama telah diciptakan sendiri oleh Tuhan Allah, namun karena dosa, maka  pemilikan dan penguasaan atas seluruh planet ini sudah harus berpindah tangan. Betapapun juga Adam dan Hawa sudah bertobat dan sudah mengakui seluruh kesalahannya, kalau saja rencana penebusan oleh Jesus itu tidak ada, maka Adam dan Hawa berikut semua penduduk bumi dan seluruh isinya sudah akan menjadi milik Iblis sampai kepada hari ini.

 

Dosa  ialah pelanggaran hukum (1 Yahya 3 : 4), maka upah dosa ialah maut (Rum 6 : 23). Inilah prinsip keadilan yang dianut di dalam sorga.   

 

Prinsip keadilan itupun berlaku juga di bumi ini, dan cukup dikenal di seluruh bangsa-bangsa di bumi. Bahkan di dalam lingkungan masyarakat yang sederhana sekalipun, setiap pelanggaran itu wajib dihukum setimpal  dengan perbuatannya.

 

Jadi, jelaslah dimengerti, mengapa Tuhan Allah tidak dapat mengampuni begitu saja Adam dan Hawa setelah mereka menyatakan penyesalannya yang mendalam dan bertobat, sebab Tuhan Allah tidak mungkin melanggar hukum yang sudah diciptakan-Nya sendiri, bahwa setiap pelanggaran hukum itulah dosa, dan upahnya adalah maut atau kematian. Artinya setiap pelanggaran hukum itulah dosa, maka pelakunya harus dihukum mati untuk selama-lamanya.

 

Bukannya mengampuni, melainkan Tuhan memikul

sendiri maut itu dari kita, agar kita bebas

 

Upah dosa ialah maut atau kematian. Maut atau kematian yang dimaksud bukanlah kematian yang biasa, yang kemudian dapat bangkit kembali, melainkan kematian yang kekal. Untuk itulah, maka Kristus sudah datang ke bumi ini, untuk hidup sebagai manusia, untuk kemudian dibunuh dan mati dan dikebumikan di sini sebagai manusia biasa. Namun karena Dia sendiri tidak pernah berdosa, maka sesudah hari ketiga daripada kematianNya itu IA telah bangkit kembali.

 

Anda melihat, bahwa adalah demi mempertahankan keutuhan dan kekekalan Hukum Allah sebagai tabiat dan kehendak hati-Nya yang tidak pernah berubah sepanjang zaman, maka Kristus Putera-Nya, yang telah mencipta langit dan bumi berikut seluruh isinya itu telah merelakan diri-Nya untuk mati di bumi ini bagi penebusan umat manusia daripada hukuman mati atau maut yang kekal itu. Satu Kristus adalah memadai untuk menebus semua umat manusia di bumi ini, sebab Dialah pencipta manusia.

 

Kematian sampai dengan kebangkitanNya itulah yag harus dipahami benar oleh setiap orang berdosa di bumi ini, yang ingin merubah statusnya dari bukan umat Allah, untuk kemudian menjadi umat Allah. Dan ini  harus dibuktikannya melalui upacara baptisan. Hamba Tuhan Nyonya Ellen G. White menuliskannya sebagai berikut :

 

“Jesus sebelum  kematian-Nya telah mengukuhkan suatu peringatan akan penghancuran tubuh-Nya dan pencurahan darah-Nya karena dosa-dosa dunia di dalam upacara perjamuan Tuhan. IA mengatakan: ”Karena seberapa kali kamu makan roti ini,  dan minum daripada cawan ini, kamu memperingati kematian Tuhan itu sampai IA datang. Maka orang percaya yang bertobat, yang menempuh langkah-langkah yang dipersyaratkan dalam pertobatan, memperingati dalam b a p - t i s a n n y a, kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus. Ia masuk ke dalam air dalam kesamaan dengan kematian Kristus dan penguburan-Nya, dan ia bangkit keluar dari air dalam kesamaan dengan kebangkitan-Nya --- tidak lagi menghayati kehidupan dosanya yang lama, melainkan menghayati suatu kehidupan baru dalam Jesus Kristus.” – Ellen G. White, SDA Bible Commentary, Vol. 5, p. 1113.

 

Ini berarti sewaktu diselamkan ke dalam air, kita bagaikan mati dan dikebumikan bersama Jesus. Semua dosa pembawaan kita semenjak dari lahir terhapuskan sudah. Dan setelah keluar dari air, kita bagaikan bangkit kembali dari kematian, untuk kemudian menghayati suatu kehidupan yang baru dalam Kristus Jesus. Demikian inilah baptisan dalam arti memperingati pengorbanan Kristus dalam upaya-Nya untuk memikul sendiri maut yang kekal itu dari setiap manusia berdosa yang bertobat.

 

Dibaptis dalam n a m a  dari TRINITAS

 (Bapa, Putera, dan Rohulkudus)

 

Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

 

“Ada t i g a  pribadi yang hidup dari trio  sorgawi (the heavenly trio); maka  dalam  n a m a  dari ketiga penguasa yang besar ini --- yaitu Bapa, Putera, dan Rohulkudus --- orang-orang yang menerima Kristus oleh iman yang hidup d i b a p- t i s k a n ………” – Evangelism, p. 615.

 

Bapa, Putera, dan Rohulkudus adalah tiga penguasa besar di dalam sorga yang dikenal di bumi ini. Sekalipun masing-masing mereka itu memiliki kepribadian-Nya sendiri-sendiri, namun dalam kenyataannya mereka itu senantiasa sehati sepikir, sepakat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Ketiga ciri-ciri inilah yang membuat mereka memperkenalkan diri kepada semua umat-Nya di bumi ini dengan nama TRINITAS atau TRITUNGGAL itu.  Ini menunjukkan, bahwa ketiga penguasa sorga yang besar itu benar-benar tidak terpisahkan satu daripada yang lain. Terutama dalam fungsi penyelamatannya bagi manusia di bumi ini.

 

Dalam upaya penyelamatan manusia di akhir zaman ini, mulai dari berbagai persiapan sampai kepada baptisannya, orang harus benar-benar paham dan meyakini, bahwa dia sudah benar-benar berada dalam nama dari TRINITAS itu. Atau dengan kata lain, orang harus meyakini apakah dia benar-benar sudah sesuai dan sejalan dengan semua persyaratan hukum yang dikehendaki oleh tiga penguasa  besar yang ada di dalam sorga di atas.

 

Karena ketiga penguasa besar yang di sorga itu tidak pernah tampak, maka kita seharusnya dapat mengenal mereka itu melalui perwakilan-perwakilannya yang tampak di waktu ini. Untuk itulah, maka kami mencoba secara terbatas memperkenalkan mereka itu sebagai berikut :

 

B a p a  (Allah Bapa)

Bapa dikenal di bumi ini bukan melalui wajah-Nya, karena baik Bapa ataupun Putera-Nya belum pernah dikenal wajah-Nya di akhir zaman ini. Kristus Putera Allah itu pernah dikenal wajah-Nya selama missi-Nya di Palestina dahulu, namun karena Tuhan Allah tidak menghendaki wajah-Nya ataupun patung-Nya disembah-sembah di bumi ini, maka IA ternyata tidak meninggalkan satupun gambar wajah-Nya bagi kita. Namun demikian B a p a  (Tuhan Allah Bapa) telah dikenal di bumi ini oleh semua umat pengikut-Nya semenjak dari mula pertama melalui t a b i - a t dan k e h e n d a k  h a t i – N y a,  yaitu  K a s i h. Dan kasih dari Allah Bapa itulah yang terinci dalam Sepuluh Perintah dari Hukum Torat, sebagai landasan dari Kerajaan Allah  Hamba Tuhan menuliskannya sebagai berikut :

 

“Hukum Allah itu adalah sama suci-Nya dengan Allah sendiri. Iaitu merupakan suatu ungkapan dari kehendak hati-Nya, suatu cerminan dari tabiat-Nya, dan pernyataan kasih dan kebijakan ilahi.” – Patriarchs and Prophets, p. 52.

   

P u t e r a (Kristus)   

Kristus pernah dikenal wajah-Nya selama missi-Nya di Palestina dahulu. Namun sesudah Dia kembali ke sorga dalam tahun 31, maka sampai kepada hari ini Kristus hanya dikenal oleh semua pengikut-Nya melalui tulisan-tulisan Kesaksian-Nya: Kesaksian, Kesaksian Jesus Kristus, dan terakhir kini dikenal sebagai ROH NUBUATAN.  Rasul Yahya pernah mengatakan:

 

“Pada mula pertama ada Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah Allah. Firman itu sejak mulanya bersama-sama dengan Allah. …… Dan Firman itu sudah dibuat menjadi manusia lalu tinggal di antara kita ……….” Yahya 1 : 1, 2, 14.

 

Kristus telah juga disebut  Firman sejak dari mula pertama, maka tak dapat tiada Firman itulah yang telah berkembang sampai di akhir zaman ini menjadi ROH NUBUATAN.

 

Kristus sebagai Putera telah disamakan dengan Firman yang berkembang semenjak dari mula pertama sampai kepada akhir dunia Firman  dari  kesaksian Jesus Kristus itu tak dapat tiada merupakan peraturan-peraturan pelaksanaan dari Undang Undang Dasar atau Hukum Torat itu.

 

R o h u l k u d u s.    

“Roh Suci mewakili Kristus, tetapi lepas dari kepribadian manusia, dan olehnya itulah ia tak terikat. Terhalang oleh kemanusiaan-Nya, maka Kristus tak dapat berada di setiap tempat secara pribadi. Oleh karena itulah, demi kepentingan mereka, maka IA harus pergi kepada Bapa, lalu mengirimkan R O H  itu sebagai pengganti-Nya di bumi. …………….. Oleh ROH itulah, maka Juruselamat dapat mencapai semua orang.” – Desire of Ages, p. 669.

 

Ringkasnya : (1)  Allah Bapa kini diwakili di antara kita oleh Hukum dari Sepuluh Perintah Torat itu. Inilah Undang-Undang Dasar dari Kerajaan Allah yang meliputi seluruh alam semesta yang tak terhingga luasnya.

 

(2) Putera atau Kristus diwakili oleh tulisan-tulisan Kesaksian-Nya, yaitu Kesaksian Jesus Kristus, yang kini sudah berkembang menjadi ROH NUBUATAN  di tengah-tengah kita.

 

(3)  Rohulkudus atau Roh Suci itu tidak lagi diwakili oleh apapun juga, karena Dia akan bekerja sendiri sesuai apa saja yang diperintahkan kepada-Nya oleh Bapa atau oleh Putera-Nya.

 

Baptisan yang berhasil

 dalam n a m a dari TRINITAS

 

Sejak dahulu nabi Jesaya telah menegaskan :  “Akan hukum Torat dan akan Kesaksian, jika mereka berbicara tidak sesuai dengan semua perkataan ini, iaitu disebabkan karena tidak ada terang di dalam mereka.” – Jesaya 8 : 20.

 

Ini berarti, akan Hukum Torat dan akan Kesaksian Jesus yang sudah berkembang menjadi ROH NUBUATAN, jika para calon baptisan sudah dapat hidup dan berbicara sesuai dengan semua perkataan itu, maka iaitu membuktikan bahwa mereka itu telah dikendalikan oleh Rohulkudus ke dalam semua kebenaran dan perkara-perkara yang akan datang (Baca : Yahya 16 : 13). Dengan demikian, maka sesudah selesai dibaptis status mereka akan berubah dari bukan umat menjadi umat Allah. Mereka kemudian bersama-sama dengan ROH NUBUATAN (gabungan pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 dengan pekabaran dari malaikat Wahyu 14)  akan menerangi bumi, dimulai di dalam gereja-gereja kita Masehi Advent Hari Ketujuh di seluruh dunia.  

 

Alhasil akan tertuai kelak dari dalam sidang Masehi Advent Hari Ketujuh 144.000 buah-buah pertama umat kesucian yang hidup, yaitu 144.000 Israel akhir zaman yang kelak tidak akan pernah lagi merasai maut di bumi ini sampai kepada kedatangan Kristus yang kedua kali di dalam awan-awan di langit.

   

Kesamaan-kesamaan :

Pembagian kekuasaan di sorga / TRINITAS, dan

Pembagian kekuasaan di bumi / TRIAS POLITICA

 

Karena Kerajaan sorga itu adalah negara hukum, maka pembagian kekuasaan yang ada di sorga tampaknya tidak banyak berbeda daripada negara Indonesia, yang juga adalah sebuah negara hukum.  

Kesamaan-kesamaan yang tampak itu dapat diikuti sebagai berikut:

 

Pembagian kekuasaan secara TRINITAS :

 

  1. Allah Bapa bertugas membuat Undang-Undang Dasar, yaitu   Sepuluh Perintah dari Hukum Torat sebagai Dasar Negara (the Basic Law atau the Constitution)
  2. Putera-Nya Kristus bertugas membuat Undang-Undang (the by laws) sebagai peraturan-peraturabn pelaksanaan dari Undang-Undang Dasar dari Sepuluh Perintah Torat itu.
  3. ROHULKUDUS atau ROH SUCI bertugas memimpin umat kepada SEGALA KEBENARAN dan PERKARA-PERKARA YANG AKAN DATANG. Artinya, ROH SUCI membimbing umat untuk mematuhi dan melaksanakan HUKUM dan semua peraturan pelaksanaannya di dalam ROH NUBUATAN dengan benar.

 

Pembagian kekuasaan  secara TRIAS POLITICA :

 

  1. Badan Yudikatif bertugas membuat Undang-Undang Dasar.   
  2. Di Indonesia, misalnya, MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) bertugas membuat Undang-Undang Dasar Negara.
  3. Badan Legislatif  atau Dewan Perwakilan Rakyat bertugas membuat Undang-Undang biasa.
  4. Badan Eksekutif, yaitu Pemerintah, bertugas melaksanakan amanah dari Undang-Undang Dasar.

 

Perlu sekali diketahui, bahwa adalah TRINITAS itu sendiri yang semenjak dari mula pertama telah memperkenalkan diri mereka kepada semua warga Kerajaannya di planet bumi ini, perihal adanya pembagian kekuasaan di atas, yang berlaku di dalam Kerajaan Sorga. Jadi, bukan rekayasa manusia, sebagaimana yang dituduhkan oleh orang-orang yang bukan warga kerajaan sorga di bumi ini.

 

Selama kurang lebih 33 tahun lamanya Kristus, Putera Allah telah melaksanakan upaya penebusan umat manusia daripada semua upah dosanya di bumi ini, maka seluruh Pemerintahan di dalam sorga telah dikendalikan langsung oleh Allah Bapa dan Roh Suci. Roh Suci bertugas memantapkan ke dalam ingatan semua orang, bahwa semua pengorbanan Kristus itu adalah bagi penebusan semua upah dosa mereka, “karena sedemikian rupa  Allah mengasihi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Putera tunggal-Nya itu, agar supaya barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal.” Yahya 3 : 16.

 

Kini setelah Kristus berhasil memikul semua upah dosa manusia di planet bumi ini, oleh pengorbanan-Nya sampai mati di kayu salib di bukit Golgotha yang lalu, maka secara hukum IA tidak lagi melanggar hukum apabila Dia langsung mengampuni setiap orang berdosa yang bertobat, yang datang kepada-Nya dalam d o a.

 

Keberhasilan Kristus menebus umat manusia daripada semua upah dosanya di atas itulah yang telah menunda Adam dan Hawa daripada kematian yang kekal pada hari mereka makan daripada buah pohon pengetahuan baik dan jahat itu. Dan Itulah sebabnya, maka Adam telah berhasil diperpanjang usianya sampai 930 tahun kemudian. Dan dalam kebangkitan orang mati yang akan datang dia dan isterinya akan bangkit dalam kebangkitan orang-orang suci dari Wahyu 20 : 6. atau 1 Thesalonika 4 : 16, 17.

 

Kesimpulan Akhir dan Penutup

 

Betapa eratnya hubungan Bapa, Putera, dan Rohulkudus-Nya itu, sehingga tepatlah apabila mereka menamakan dirinya : TRINITAS, atau TRITUNGGAL, artinya, TIGA YANG BERSATU TAK TERPISAHKAN. Hamba Tuhan memperingatkan :

 

“Ada t i g a  pribadi yang hidup dari trio  sorgawi (the heavenly trio); maka  dalam  n a m a  dari ketiga penguasa yang besar ini --- yaitu Bapa, Putera, dan Rohulkudus --- orang-orang yang menerima Kristus oleh iman yang hidup  d i b a p - t i s k a n ………” – Evangelism, p. 615.

 

Dalam nama dari ketiga penguasa besar di dalam Kerajaan Sorga yang diwakili di bumi ini oleh (1) Sepuluh Perintah Torat, (2) ROH NUBUATAN, dan (3) ROH SUCI, setiap orang dapat menerima Kristus sebagai Juruselamatnya untuk kemudian memperoleh statusnya yang baru sebagai warga Kerajaan Sorga setelah dibaptis. Artinya, berlandaskan pada Undang-Undang Dasar Torat, ROH  NUBUATAN dan ROH SUCI yang telah menghantarkan untuk memahami ROH NUBUATAN itu sampai rinci, maka orang akan dapat mempertahankan statusnya sebagai warga kerajaan Allah di dunia ini, sampai kepada berdirinya kerajaan itu kelak di Palestina dalam beberapa tahun mendatang.

 

 

 

* * *

 

 

Sebagaimana Allah Bapa dan Putera Tunggal-Nya dan Roh Suci  tidak terpisahkan satu daripada yang lainnya, maka demikianlah pula betapa eratnya hubungan Undang-Undang Dasar atau Konstitusi dari sebuah negara dengan berbagai Undang-Undang yang berada di bawahnya, dan dengan pemerintah sebagai pelaksana amanah dari Undang-Undang Dasar.yang bersangkutan.