redaksi@wartaadvent.org

 

           Salut kepada Pendeta DR. Yonathan Kuntaraf untuk semua jerih payahnya mengungkapkan kepada kita apa yang selama ini dikenal dengan nama : David Koresh, berikut Branch Davidian Seventh-Day Adventistsnya yang sangat terkenal itu di Texas, USA. Sesungguhnya ada dua pergerakan di Texas, USA, yang sama-sama menggunakan nama Davidian Seventh-Day Adventists.  Keduanya adalah sama-sama pengikut Victor T. Houteff, pencetus pekabaran Tongkat Gembala melalui buku-bukunya yang sudah banyak beredar di Indonesia. Sesudah Victor T. Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955, maka kemudian daripada itu Nyonya Houteff telah muncul menggantikannya sebagai Pemimpin di Waco, Texas, USA.  Dan setelah kematian Houteff itu, maka salah seorang pengkutnya yang bernama Ben Roden lalu membangun kelompoknya sendiri dengan nama : Branch Davidian SDA, yang berlokasi di Elk, Texas, USA, yang berjarak kurang lebih tiga puluh menit berkendaraan mobil dari lokasi semula di Waco, Texas, USA.

 

Nyonya Houteff kemudian telah memanipulasikan ajaran dari pekabaran Tongkat Gembala itu dengan mengatakan, bahwa Kerajaan Batu dari nubuatan Daniel 2 : 44 itu akan berdiri di Palestina dalam tahun 1959. Setelah ramalannya itu gagal menemukan kegenapannya, maka Pusat Pergerakan yang berlokasi di Waco, Texas lalu dilikwidasi, dan akhirnya dalam tahun 1962, seluruh assetnya dijual.  Akibatnya, semua pengikut Houteff di Amerika Serikat tercerai berai ke banyak tempat di Amerika Serikat dan Canada. Baharu dalam tahun 1991  Pusat Pergerakan di Waco, Texas itu berhasil dibeli kembali, lalu disusul dengan kembalinya hampir semua pengikut Houteff menggabungkan diri ke sana sampai kepada hari ini.

 

Sementara itu di Pusat Pergerakan yang berlokasi di Elk, Texas, telah terjadi pergantian Pimpinan. Setelah Ben Roden meninggal dunia, maka isterinya telah dinikahi oleh salah seorang pemuda anggota persekutuan mereka, yaitu David Koresh, yang tampaknya sangat berambisi untuk berkuasa di sana. Di bawah kepemimpinan dari pemuda tersebut, maka telah terjadi tembak menembak dengan Polisi Federal dalam tahun 1993, yang berakibat empat orang Polisi meninggal dunia, dan seluruh markas Persekutuan Branch Davidian tersebut berikut David Koresh dan para pengikutnya yang hampir seratus orang mati terpanggang dalam api. Sementara itu Nyonya Roden, yang  kemudian telah menjadi Janda dari David Koresh masih hidup, sebab sewaktu peristiwa yang sangat menggemparkan dunia itu terjadi, ia berada di luar gedung.

 

Pada waktu ini sepengetahuan kami markas besar Branch Davidian yang berlokasi di Elk, Texas itu sudah dibangun kembali dan sudah bergiat kembali pada lokasinya yang semula.

 

Sementara itu, setelah berhasil dikuasai kembali dalam tahun 1991, maka Pusat Pergerakan Davidian yang sejak semula telah dibangun sendiri oleh Houteff dengan nama, General Association of Davidian Seventh-Day Adventists, kini sudah makin banyak dikenal di seluruh dunia.

 

David Koresh berikut Branch Davidiannya bukan hanya dikenal di Indonesia karena kebejatan moralnya, melainkan juga di seluruh dunia. Sebaliknya  General Association of Davidian SDA sudah sejak tahun 1950 an dikenal di Indonesia bukan hanya karena nama besar dari Victor T. Houteff, yang telah berhasil mengungkapkan berbagai nubuatan dari Wasiat Lama dan buku Wahyu dengan sangat mempesona bagi para pembacanya, melainkan juga karena keunggulannya menggabungkan pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya Ellen G. White. Penggabungan dari kedua pekabaran itu telah berhasil menerangi bumi, menggenapi nubuatannya yang berbunyi :

 

          “Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberikan kuasa dan tenaga bagi pekabarannya. …….. Pekabaran ini tampaknya merupakan suatu tambahan bagi pekabaran yang ketiga, yang bergabung dengannya bagaikan seruan tengah malam yang telah bergabung dengan pekabaran malaikat yang ketiga dalam tahun 1844.” – Early Writings, p. 277.

 

Setiap umat Advent tentunya mengerti, bahwa pekabaran tiga malaikat dari Wahyu 14 :  6 – 9  itulah yang ditemukan di dalam buku-buku Roh Nubuatan dari Nyonya White. Karena setiap terang baru tidak meniadakan terang yang lama, maka pekabaran malaikat yang ketiga itu akan meliputi juga pekabaran malaikat yang pertama dan kedua, yang mendahuluinya, maka keseluruhan pekabaran tiga malaikat itulah yang akan ditemukan hanya di dalam buku-buku Roh Nubuatan dari Nyonya White. Dunia Kristen pada umumnya tidak mengenal pekabaran itu, bahkan umat Advent sendiripun belum banyak yang mengenalnya, sebab mereka tidak mengenal Nyonya White sebagai utusan Allah bagi Gereja-Gereja mereka.

 

Sebaliknya para pendeta Advent sendiri belum pernah berhasil mengungkapkan berbagai nubuatan Alkitab yang ada, sebab mereka pada umumnya enggan mengakui Victor T. Houteff sebagai utusan Allah yang telah datang menggabungkan pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 itu dengan pekabaran tiga malaikat dari Nyonya White. Mungkinkah pekabaran tiga malaikat dari Nyonya White saja dapat menerangi bumi ?  Ataukah mungkin pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 itu sendiri dapat menerangi bumi ? Bacalah kembali ucapan hamba Tuhan Nyonya White pada buku Early Writings, p. 277 di atas.   Hanya setelah kedua pekabaran itu bergabung dan menerangi bumi, baharulah dapat kita berucap bersama-sama dengan nabi Daud yang  mengatakan : “Bahwa Firman-Mu itu adalah bagaikan pelita bagi kakiku, dan bagaikan suluh bagi perjalananku.”Mazmur Daud 119 : 105.

 

          Sekali lagi kami ingin mengucapkan salut kepada Pendeta DR. Kuntaraf untuk berbagai upayanya mengungkapkan berbagai kepalsuan yang mengatas namakan Davidian Seventh-Day Adventists di Indonesia. Namun perlu juga diketahui olehnya, bahwa Branch Davidian yang pernah diketuai oleh David Koresh yang bermoral bejat itu belum pernah masuk di Indonesia sampai kepada hari ini. Oleh sebab itu semoga pada berbagai kesempatan yang akan datang beliau akan lebih banyak mengungkapkan kepada kita berbagai nubuatan dari Wasiat Lama dan dari buku Wahyu berikut semua interpretasinya yang lebih benar dan tahan uji. Ini akan jauh lebih bermanfaat bagi keselamatan umat di seluruh Indonesia daripada hanya menuduh-nuduh dan mempersalahkan barang yang sesungguhnya tidak ada di Indonesia. Sejak jauh-jauh hari sebelumnya hamba Tuhan Nyonya Ellen G. White sudah mengatakan: “Para p e n d e t a harus menyajikan perkataan nubuatan yang pasti sebagai l a n d a s a n  i m a n  dari Masehi Advent Hari Ketujuh.” — Gospel Workers, p. 148.

 

         Selanjutnya untuk memerangi berbagai kepalsuan yang telah ditemukannya, hamba Tuhan Nyonya White juga menyarankan sebagai berikut :  The best way to deal with error is to present the truth, and leave wild ideas to die out for want of notice. Contrasted with truth, the weakness of error is made apparent to every intelligent mind.” – Testimonies to Ministers, p. 165.  Artinya :  “Cara yang terbaik untuk menghadapi kesalahan ialah menyajikan k e b e n a r a n, dan biarkanlah pendapat-pendapat yang liar itu mati dengan sendirinya karena tidak diperhatikan orang. Karena bertentangan dengan kebenaran, maka kelemahan dari kesalahan akan dibuat nyata ke hadapan setiap pikiran yang sehat.”

 

            Tetapi apakah yang dimaksud dengan “k e b e n a r a n “ itu ?  Karena kebenaran itu juga yang harus menjadi l a n d a s a n  iman umat Advent, maka semua perkataan nubuatan yang pasti, hasil penggabungan pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White dengan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 dari Victor T. Houteff, yang telah menerangi bumi itulah satu-satunya, yang akan menjadi landasan iman dari umat Masehi Advent Hari Ketujuh.  Penggabungan Roh Nubuatan dari Nyonya White dengan Tongkat Gembala dari Victor T. Houteff itulah yang dikenal di akhir dunia ini dengan nama ROH NUBUATAN.  Dan itulah Kesaksian Jesus Kristus yang telah berkembang menjadi ROH NUBUATAN (dari Wahyu 19 : 10) setelah dilengkapi dengan berbagai interpretasi nubuatan-nubuatan dan perumpamaan-perumpamaan Jesus  di akhir dunia ini.  Itulah kumpulan peraturan-peraturan pelaksanaan dari Hukum Torat, yang telah dipersiapkan khusus bagi milik umat Allah yang sisa di akhir dunia sekarang ini. Untuk itulah nabi Musa sejak jauh-jauh hari sebelumnya telah memperingatkan :

         

   “……….perkara-perkara itu yang akan diungkapkan (di dalam Alkitab dan kemudian diintepretasikan di dalam ROH NUBUATAN) adalah bagi kita dan bagi anak cucu kita sampai selama-lamanya, s u p a y a  dapat kita melakukan semua perkataan dari hukum Torat ini.” —  Ulangan 29 : 29  (Tambahan di dalam kurung dari kami.)

      

          Kelengkapan kebenaran dari “Kesaksian” yang tersedia di zaman Wasiat Lama sudah cukup memadai bagi umat Allah di waktu itu, untuk melakukan semua perkataan dari Hukum Torat bagi keselamatan mereka.  Kelengkapan kebenaran dari “Kesaksian Jesus Kristus” yang tersedia selama Wasiat Baru pun, sudah cukup memadai bagi semua umat Kristen untuk melakukan semua perkataan dari Hukum Torat bagi keselamatan mereka. Demikian pula halnya di akhir dunia sekarang ini, bahwa hanya kebenaran yang lengkap yang tersedia di dalam Kesaksian Jesus Kristus atau ROH NUBUATAN  dari Wahyu 19 : 10, yang harus selengkapnya dipatuhi untuk melakukan semua perkataan dari Sepuluh Perintah Torat, bagi kelepasan kita yang akan datang.  

 

          Dapatlah disaksikan sendiri bagaimana Peraturan-Peraturan Pelaksanaan dari Sepuluh Perintah Torat itu telah berkembang dari waktu ke waktu : dari “Kesaksian” dalam Wasiat Lama menjadi “Kesaksian Jesus Kristus” dalam Wasiat Baru, dan terakhir menjadi ROH NUBUATAN di akhir zaman. ROH NUBUATAN inilah yang merupakan penggabungan Roh Nubuatan dari Nyonya White dengan Tongkat Gembala dari Victor T. Houteff. Baca : Early Writings, p. 277.

 

           Bagi kita umat akhir zaman seluruh ROH NUBUATAN itu harus diberitakan kepada semua umat untuk dipatuhi,  baharu dapat kita melakukan seluruh hukum Torat dengan benar.  Inilah tanggung jawab kita sebagai umat akhir zaman, sebagaimana yang diwajibkan kepada kita oleh Tuhan Allah sebagai berikut : “Tugas bagi akhir zaman ini adalah suatu tugas pengabaran Injil. Mengemukakan kebenaran mulai dari huruf pertama urutan abjadnya (A) sampai dengan huruf terakhirnya (Z) adalah berarti u s a h a penginjilan.” – Counsels on Health, p. 300.

 

*  *  *