Reformasi Kesehatan

 

 

 

Ellen G. White :

Kewajiban kita yang pertama, satu-satunya yang wajib kita kepada Allah, kepada diri sendiri, dan   kepada sesama manusia kita adalah mematuhi h u -   k u m – h u k u m  A l l a h. Semuanya ini termasuk  h u k u m – h u k u m  k e s e h a t a n.”--- Counsels on Health, pp. 24, 25.                       

 

 

S

ebutan “Reformasi Kesehatan” sesungguhnya baharu saja terdengar di akhir zaman, di dalam sidang Jemaat Laodikea, atau Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Ini berarti sebutan itu baharu saja muncul sesudah tahun 1844, maka dengan sendirinya sudah harus dapat dimengerti bahwa iaitu ditujukan h a n y a kepada umat Masehi Advent Hari Ketujuh. Sekalipun demikian dari pengalaman sejarah umat Allah dalam sejarah Wasiat Lama reformasi kesehatan itu sesungguhnya sudah berulang kali diperintahkan kepada umat Israel. Bahkan sampai kepada pengalaman dari Yahya Pembaptis sendiri. Kepada Adam Tuhan Allah berfirman :

 

“Lihatlah, bahwa sesungguhnya Aku telah memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji-biji di seluruh permukaan bumi, dan segala pohon yang berbuah dengan berbiji itu akan makananmu (to you it shall be for meat).”Kejadian 1 : 29.

 

Makanan manusia sejak mulanya terdiri dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Walaupun sesudah kejatuhan Adam dan isterinya dalam dosa, dan sekalipun mereka sudah dihalau keluar dari Eden yang permai itu, namun makanan mereka masih tetap sama sesuai yang diajarkan Tuhan Allah kepada mereka sejak dari  mulanya. Bahkan sampai di zaman Nuh makanan daging belum pernah diperkenalkan kepada mereka sampai datang air bah yang dahsyat itu. Hamba Tuhan menuliskannya sebagai berikut :

 

Sebelum waktu ini (waktu air bah) Allah tidak pernah mengijinkan manusia untuk memakan makanan daging. Setiap tumbuhan yang hidup pada seluruh permukaan bumi pada mana kehidupan manusia bergantung telah binasa, maka olehnya itu Allah telah mengijinkan kepada Nuh untuk memakan dari binatang-binatang halal yang telah dibawanya serta di dalam bahtera. Allah berfirman kepada Nuh : ‘Semua yang bergerak dan yang hidup itu merupakan makanan bagimu, sebagaimana juga tumbuh-tumbuhan hijau, semua telah Ku berikan kepadamu.’ Sebagaimana sebelumnya Tuhan telah memberikan kepada mereka tumbuh-tumbuhan yang berbiji di permukaan bumi dan buah-buahan dari padang, maka kini dalam suasana keadaan yang khusus, dimana mereka telah ditempatkan, IA telah mengijinkan kepada mereka untuk memakan makanan daging. Namun  aku  tampak  bahwa  d a g i n g  b i n a t a n g    adalah  b u k a n   makanan yang paling sehat bagi manusia.”Spiritual Gifts, vol. III, p. 76.

 

Makanan daging sejak mulanya diberikan kepada Nuh dan keturunannya adalah karena alasan tidak ada lagi makanan alamiah yang tersedia di permukaan bumi, akibat dari air bah. Namun setelah keturunan dari Nuh terus meningkat, dan berbagai kejahatan terus bertambah-tambah, maka salah satu pangkal sebab dari berbagai kejatuhan mereka itu adalah s e l e r a dan n a f s u.

 

Tidak bertarak mendatangkan kebinasaan

SODOM  dan  GOMORAH

 

Hamba Tuhan mengatakan :
 

“Sementara manusia terus bertambah-tambah di bumi sesudah air bah itu, maka mereka kembali lupa akan Allah, lalu mendurhaka oleh segala jalannya di hadapan Tuhan. T i d a k  b e r t a r a k  dalam segala bentuk terus meningkat, sehingga hampir seluruh dunia jatuh ke bawah arus pengaruhnya. Seluruh kota-kota telah disapu bersih dari permukaan bumi karena kejahatan-kejahatan yang hina dan dosa-dosa pemberontakan yang telah membuat mereka bagaikan sebuah n o d a  di atas medan yang indah dari karya-karya ciptaan Allah. Pemuasan terhadap selera-selera yang bukan alamiah membawa kepada dosa-dosa, yang telah menyebabkan kebinasaan Sodom dan Gomorah. Allah menunjukkan sebab kejatuhan B a b i l  kepada gelojoh dan mabuk. Pemanjaan selera serta n a f s u  adalah pangkal dari semua dosa-dosa mereka.”Counsels on Health, p. 110.

 

Penggunaan daging sebagai makanan di zaman

Israel Wasiat Lama

 

Kita selanjutnya meningkat kepada pengalaman umat Israel di zaman nabi Musa. Sebelum mereka dibawa keluar dari Mesir, mereka sesungguhnya sudah terbiasa dengan makanan daging kemewahan di Mesir. Bahkan berbagai ketentuan dari Hukum Allah termasuk hukum Sabat itu sudah tidak lagi dapat dipatuhinya dengan benar selama dalam perhambaan mereka itu. Karena sebab itulah, maka mereka telah di bawa keluar dari perhambaan itu di bawah kepemimpinan dari Musa. Hamba Tuhan menuliskannya sebagai berikut :

 

“Dalam memilih makanan manusia di Eden Tuhan telah menunjukkan makanan mana yang terbaik. Dalam menentukan makanan bagi Israel, IA telah memberikan pelajaran yang sama. IA menghantarkan umat Israel meninggalkan Mesir dan mengusahakan latihan-latihan bagi mereka, agar mereka  boleh menjadi suatu umat bagi milik-Nya sendiri.  Melalui mereka Ia ingin memberikan berkat serta pelajaran bagi dunia. Ia melengkapi mereka dengan  makanan  yang  terbaik  dan  cocok  untuk  maksud  ini, b u k a n  d a g i n g, melainkan m a n n a, yaitu ‘roti dari sorga’. Adalah hanya oleh ketidak puasan dan persungutan mereka untuk mendapatkan makanan daging kemewahan Mesir (flesh-pots of Egypt), maka makanan daging telah diperkenankan kepada mereka, tetapi inipun hanya untuk suatu jangka waktu pendek. Penggunaannya telah mengakibatkan penyakit dan kematian bagi beribu-ribu orang. Namun pembatasan untuk makanan yang tidak berdaging t i - d a k  p e r n a h  diterima secara sungguh-sungguh. Hal itu terus menerus berlangsung sehingga menjadi pangkal ketidak puasan, persungutan secara terang-terangan maupun secara diam-diam, sehingga pembatasan itu tidak bisa menjadi p e r m a n e n (tetap).” – Ministry of Healing, p. 311.

 

Adalah karena berbagai ketidak puasan dan persungutan umat Israel untuk mendapatkan makanan daging sepanjang perjalanan pengembaraan mereka di padang belantara, maka makanan daging telah diperkenankan kepada mereka secara berulang kali, artinya, seringkali dilarang seringkali pula diperkenankan. Untuk itulah, maka pengaturan perihal makanan daging bagi mereka itu telah dibukukan oleh Musa di dalam bukunya  Immamat pasal 11. Jadi, jelaslah bahwa pengaturan perihal makanan daging pada Immamat pasal 11 itu, sesuai penjelasan hamba Tuhan Nyonya White di atas, h a n y a  untuk suatu jangka waktu pendek. Pengaturan itu tidak berlaku permanen. Dan  b u k a n  untuk selamanya sampai kepada kita di akhir zaman, sebab ternyata beberapa tahun kemudian umat Israel itu kembali diperkenankan menggunakan makanan daging. Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

 

Sesudah mereka menetap di Kanaan, baharu umat Israel itu diperkenankan lagi dengan pemakaian makanan daging, tetapi dengan pembatasan-pembatasan yang sangat ketat untuk mengurangi akibat-akibat yang buruk. Penggunaan daging babi adalah dilarang, dengan tujuan seperti juga daging dari binatang-binatang lainnya, burung-burung dan ikan yang dagingnya telah dinyatakan haram. Dari daging-daging yang diperkenankan itu, maka penggunaan l e m a k  dan  d a r a h adalah sangat dilarang.”Ministry of Healing, pp. 311, 312.

 

Saudara ! Perhatikanlah dengan saksama ucapan hamba Tuhan Nyonya White berikut ini :

 

“Tuhan memberikan petunjuk kepada Israel kuno itu agar supaya jika mereka mau berpegang teguh pada-Nya serta melakukan semua permintaan-Nya, maka Ia mau melindungi mereka daripada segala penyakit seperti yang telah ditimpakan kepada orang-orang Mesir. Tetapi janji ini diberikan dengan syarat penurutan. Kalau saja umat Israel mematuhi perintah yang telah diterimanya lalu mengambil manfaat dari segala kesempatan yang menguntungkan itu, maka mereka sudah akan menjadi sebuah objek pelajaran kesehatan dan kebahagiaan bagi dunia. Umat Israel telah gagal untuk memenuhi maksud Allah, dan demikianlah mereka telah gagal untuk memperoleh berkat-berkat yang seharusnya menjadi milik mereka. Tetapi oleh Jusuf dan Daniel, oleh Musa dan Eliyah serta oleh banyak lagi orang lainnya kita telah memperoleh contoh-contoh yang mulia mengenai hasil–hasil dari rencana kehidupan yang benar. Kesetiaan yang   s a m a  d i w a k t u  i n i  akan menghasilkan juga hasil-hasil yang sama.”Counsels on Diet and Foods, pp. 26, 27.

 

Reformasi Kesehatan dalam kehidupan

Daniel dan Rekan-Rekannya

 

Hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

 

“Orangtua Daniel telah melatihnya sejak masa kanak-kanaknya kepada kebiasaan-kebiasaan pertarakan yang sungguh-sungguh. Mereka telah mengajarkan kepadanya bahwa ia harus menyesuaikan diri kepada hukum-hukum alam dalam segala kebiasaannya; agar supaya cara makan dan minumnya dapat mempengaruhi langsung tubuhnya, mentalnya dan keadaan moralnya, dan agar supaya ia dapat dipertanggung jawabkan kepada Allah untuk semua kemampuannya, karena semuanya itu telah ia miliki sebagai suatu karunia dari Allah, sehingga seharusnya tidak oleh cara apapun juga baginya untuk merendahkan atau melumpuhkan semua karunia itu.

 

“Sebagai hasil dari cara pendidikan ini, maka hukum Allah telah ditinggikan di dalam ingatannya, dan dimuliakan di dalam hatinya. Selama tahun-tahun permulaan dari masa tawanannya, Daniel telah melewati suatu cobaan yang bertujuan untuk membiasakannya kepada kemewahan istana, dan kemunafikan serta kekapiran. Sesungguhnya sesuatu sekolah yang aneh, yang membuatnya pantas bagi suatu kehidupan yang sederhana, tekun dan setia. Namun ia telah hidup dengan tidak berdosa walaupun di bawah suasana kejahatan yang mengelilinginya.

 

“Pengalaman Daniel dan rekan-rekan orang mudanya menggambarkan berbagai manfaat yang dapat diperoleh karena suatu pertarakan makanan, dan menunjukkan apa yang akan Allah lakukan bagi mereka yang mau bekerjasama dengan-Nya dalam menyucikan dan meninggikan jiwa. Mereka telah menjadi suatu kemuliaan bagi Allah, dan suatu terang yang cerah dan bersinar-sinar di dalam istana Babil.


”Dalam ceritera sejarah ini kita mendengar suara Allah yang mengamanatkan kepada masing-masing kita, mengundang kita untuk menghimpunkan semua cahaya terang yang mulia mengenai pokok pertarakan Kristen ini, dan supaya menempatkan diri kita sendiri dalam ikatan yang benar pada hukum-hukum kesehatan itu.

 

“Dalam peristiwa Daniel dan ketiga rekannya itu terdapat hotbah-hotbah mengenai r e f o r m a s i   k e s e h a t a n.” – Counsels  on Diet and Foods, pp. 154, 155, 379.

 

Yahya Pembaptis, Reformator Kesehatan, yang

 mempersiapkan jalan bagi kedatangan Jesus yang pertama

 

Hamba Tuhan mengatakan : 

“Yahya adalah seorang reformator. Malaikat Jibrail datang langsung dari sorga memberikan pelajaran mengenai reformasi kesehatan kepada ayah dan ibu dari Yahya. Dikatakannya, bahwa Yahya tidak diperkenankan minum air anggur atau minuman keras, dan bahwa ia akan dipenuhi dengan Roh Suci sejak dari kelahirannya.

 

“Yahya telah memencilkan dirinya dari semua teman-teman serta dari semua kemewahan hidup. Kesederhanaan pakaiannya, serta bajunya yang teranyam dari rambut onta merupakan tantangan nyata kepada kemewahan dan pameran dari imam-imam Yahudi, dan dari semua umat pada umumnya. Makanannya, yang khusus tubuh-tumbuhan locust dan madu hutan merupakan suatu tantangan kepada semua pemanja selera makan dan semua orang yang rakus yang berada dimana-mana. Nabi Maleakhi menyatakan : ‘Bahwasanya Aku menugaskan kepadamu Eliyah nabi itu dahulu daripada datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu, maka ia akan membalikkan hati bapa-bapa kepada anak-anaknya, dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.’ Di sini nabi itu menggambarkan sifat dari pekerjaan itu. Orang-orang yang akan mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus yang kedua kali dilambangkan oleh Eliyah yang setia itu, sebagaimana halnya Yahya telah datang dengan Roh Eliyah mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus yang pertama.” Counsels on Diet and Foods, pp. 70, 71.

 

Seruan Reformasi Kesehatan

Bagi umat Allah di akhir zaman

 

Hamba Tuhan Nyonya White pertama sekali memperoleh khayal mengenai  reformasi kesehatan ini dalam tahun 1863. Kemudian sekali lagi dalam tahun 1871. Di bawah ini kami kutip beberapa ucapannya sebagai berikut :

 

Tahun 1863 :

“Tuhan telah menyajikan ke hadapan saya suatu rencana umum. Kepada saya ditunjukkan, bahwa Allah hendak memberikan kepada umat pemelihara hukum-hukum-Nya suatu makanan yang baru (a reform diet), dan bahwa jika mereka menerima ini, maka berbagai penyakit dan penderitaan-penderitaan akan sangat berkurang. Kepada saya ditunjukkan bahwa pekerjaan ini akan m a j u  p e s a t.” --- Counsels on Health, p. 531.

 

Apa yang dimaksudkannya  dengan “makanan yang  baru” itu dapat diikuti pada   tulisan berikut ini  :

 

“Berulang kali kepada saya ditunjukkan bahwa Tuhan Allah sedang berusaha membawa kita kembali langkah demi langkah kepada rencana-Nya yang semula ……. Bahwa manusia harus hidup dari hasil-hasil alam bumi ini.”

 

“Sayur-sayuran, buah-buahan dan biji-bijian seharusnya membentuk menu makanan kita.  Jangan membiarkan sedikitpun makanan daging memasuki perut kita. Makanan daging itu secara alamiah tidak dikenal. Kita harus kembali kepada rencana Allah  yang semula dalam penciptaan manusia.

 

“Setiap pelanggaran terhadap prinsip dalam hal makan dan minum akan menumpulkan berbagai kemampuan berpikir, membuatnya tidak mungkin lagi bagi mereka untuk menyukai dan menghargai perkara-perkara samawi atau menempatkan nilai yang sebenarnya pada perkara-perkara itu.” Counsels on Diet and Food, p. 380.

 

Berbagai makanan daging mendatangkan penyakit bagi tubuh yang sehat, maka kita harus belajar hidup tanpa sekaliannya itu. Orang-orang yang hidup dimana mungkin sekali baginya untuk mendapatkan suatu menu makanan dari sayur-sayuran, tetapi  memilih mengikuti keinginan-keinginan mereka sendiri dalam hal makan dan minum sesuai kesukaannya, cepat ataupun lambat mereka akan tidak lagi mengacuhkan petunjuk yang sudah Tuhan berikan berkenan dengan berbagai tahapan lainnya dari kebenaran sekarang, sehingga mereka akan kehilangan pengertiannya terhadap apa artinya kebenaran, mereka pasti akan kelak menuai apa yang sudah mereka tabur.”Review and Herald, vol. 6, p. 17.

 

Tahun 1871 :

“Pada tanggal 10 Desember 1871 kepada saya sekali lagi ditunjukkan, bahwa reformasi kesehatan adalah salah satu cabang dari p e k e r j a a n   b e s a r, yang akan mempersiapkan suatu umat bagi kedatangan Tuhan yang akan datang. Reformasi kesehatan itu sangat erat hubungannya dengan pekabaran malaikat yang ketiga, bagaikan hubungan lengan dengan tubuh.” --  Testimony Treasures, vol. 1, p. 320.

 

Kita semua memahami bahwa pekabaran malaikat yang ketiga itu juga dikenal dengan nama pekabaran tiga malaikat dari Wahyu 14 : 6 – 9. Dan inilah pekabaran yang telah datang di akhir zaman oleh perantaraan hamba Tuhan Nyonya Ellen G. White sejak tahun 1844 yang lalu, yang dikenal dengan nama : “Roh Nubuatan.” Ternyata pekabaran perihal “Reformasi Kesehatan” itu juga telah diberikan Tuhan kepadanya untuk melengkapi pekabaran malaikat yang ketiga atau Roh Nubuatannya itu bagi kita.

 

Hubungan di antara Roh Nubuatan dengan Reformasi Kesehatan itu adalah sedemikian eratnya, sehingga telah dinyatakan bagaikan hubungan di antara lengan dengan tubuh. Ini berarti ajaran Reformasi Kesehatan itu juga merupakan bagian dari Roh Nubuatan. Bahkan kedua pekabaran itulah yang secara tak terpisahkan, akan mempersiapkan umat Advent bagi kedatangan Jesus kedua kali yang akan datang. Untuk inilah hamba Tuhan kembali menekankan :

 

“Reformasi Kesehatan itu adalah sama erat hubungannya dengan pekabaran malaikat  yang ketiga bagaikan lengan dengan tubuh. Tetapi lengan tidak mungkin dapat menggantikan tubuh. Pemberitaan pekabaran malaikat yang ketiga, perintah-perintah Allah dan kesaksian Jesus Kristus itu adalah beban pekerjaan kita. Pekabaran itu akan diberitakan dengan suatu seruan keras, dan akan pergi ke seluruh dunia. Penyampaian prinsip-prinsip kesehatan itu harus digabungkan dengan pekabaran ini. Jangan sekali mengajarkannya tersendiri lepas daripada pekabaran malaikat yang ketiga, ataupun menggantikannya.” — Counsels on Diet and Foods, p. 75.

Perhatian! Penyampaian prinsip-prinsip kesehatan itu harus digabungkan dengan pekabaran malaikat yang ketiga atau Roh Nubuatan. Jangan sekali mengajarkannya tersendiri lepas daripada pekabaran malaikat yang ketiga, ataupun menggantikannya. Bahkan jangan sampai tidak mengajarkan sama sekali kedua pekabaran itu.

 

Bereformasi  Kesehatan, prasyarat untuk memperoleh Terang Baru

dari pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1

 

Terang baru dalam pengertian Alkitab ialah pokok doktrin reformasi yang terbaru. Martin Luther dikenal oleh pokok doktrin reformasinya yang berjudul: ”Orang Benar Hidup oleh Iman”. Itu adalah pokok doktrin reformasi yang pertama  dalam sejarah Wasiat Baru. Martin Luther telah muncul sebagai bapa reformasi Protestan dalam zaman kegelapan agama yang lalu, setelah agama Kristen berhasil digelapkan oleh Penguasa Gereja Romawi Katholik selama hampir seribu tahun. Karena ia hanya mampu bekerja selama 16 tahun untuk memulihkan kepada kita semua ajaran Alkitab yang telah digelapkan, maka perjuangannya itu ternyata perlu diteruskan oleh para reformator berikutnya sampai di akhir zaman. Dengan demikian, maka hamba Tuhan Nyonya Ellen G. White telah muncul sebagai reformator yang ke-6 dengan pokok doktrinnya : Sabat Hari Yang Ketujuh dan Pehukuman di dalam kaabah kesucian sorga., dan kemudian Sdr. Victor T. Houteff sebagai reformator yang ke-7 dengan pokok doktrinnya : Seratus empat puluh empat ribu umat pilihan Allah, dan panggilan bagi suatu pembangunan dan reformasi rohani. Pokok doktrin yang terakhir inilah yang merupakan terang baru itu, yang terungkap dari seluruh nubuatan dari para nabi Wasiat Lama, dari buku Wahyu dan dari berbagai perumpamaan Jesus dari Wasiat Baru. Setelah datangnya terang yang terbaru dari pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu sejak tahun 1929 yang lalu, menggabungkan pekabarannya dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White, maka baharulah seluruh isi Alkitab itu terungkap pengertiannya. Baharulah genap ucapan hamba-hamba Tuhan, Yahya Pewahyu dan Nyonya White di bawah  ini :

 

Dan sesudah segala perkara ini aku tampak seorang malaikat lain turun dari langit, yang memiliki kuasa besar, maka bumi akan diterangi dengan kemuliaannya.”Wahyu 18 : 1.

 

“Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberikan kuasa  dan tenaga bagi pekabarannya. …….. Pekabaran ini tampaknya merupakan suatu tambahan bagi pekabaran yang ketiga, yang bergabung dengannya bagaikan seruan tengah malam yang telah bergabung dengan pekabaran malaikat yang  kedua dalam tahun 1844.”Early Writings, p. 277.

 

Setelah adanya penggabungan kedua pekabaran itu seperti yang dinyatakan di atas, maka Reformasi Kesehatan + Pekabaran malaikat yang ketiga saja, tidak akan lagi cukup dan memadai, untuk mempersiapkan umat Advent bagi kedatangan Jesus yang akan datang.  Ini tentunya dapat dimengerti, sebab setelah terungkapnya semua nubuatan dan perumpamaan-perumpamaan Jesus itu, maka terungkaplah pula berbagai peristiwa penting di akhir zaman ini, yang harus terlebih dulu dilewati sebelum kita sampai pada menyambut Jesus pada kedatangan-Nya kedua kali yang akan datang.

 

Penggabungan doktrin Reformasi Kesehatan + Pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White, dengan Pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 dari Sdr. Victor T. Houteff itu, akan merupakan kumpulan peraturan-peraturan pelaksanaan yang lengkap dari Hukum Dasar Torat, yaitu hukum positif yang mengikat bagi semua umat Allah di akhir  zaman ini. Demikian inilah, maka umat akhir zaman di waktu ini akan dikenal dari ciri-ciri kerohaniannya, yaitu Penganut Sepuluh Perintah dari Hukum Allah dan Kesaksian Jesus Kristus atau ROH NUBUATAN. Bacalah : Wahyu 12 : 17 ; 19 : 10.

 

Karena terang yang terbaru dari pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu ditawarkan h a n y a di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, maka beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat diberkahi dengan pekabaran itu, oleh hamba Tuhan dikemukakan sebagai berikut :

 

Reformasi Kesehatan bertugas sebagai sarana milik Tuhan untuk mengurangi penderitaan di dalam dunia kita, serta untuk menyucikan sidang-Nya. …… Pekerjaan ini memperoleh bubuhan tanda tangan sorga, dan akan membuka pintu-pintu bagi masuknya k e b e n a r a n – k e b e n a r a n  berharga lainnya (terang baru).Counsels on Diet and Foods, p. 77 (Dalam kurung dari penulis)

 

Hanya mereka yang sedang menghayati terang (Roh Nubuatan) yang dimilikinya, yang akan menerima terang yang lebih besar lagi. Jika kita tidak setiap hari maju terus dalam memperlihatkan kebaikan sifat-sifat Kristen yang giat, maka kita tidak akan dapat mengenali berbagai manifestasi dari Roh Suci dalam hujan akhir (terang baru dari Tongkat Gembala) itu. Ia itu mungkin turun pada hati orang-orang di sekeliling kita, tetapi kita sendiri tidak dapat mengenali ataupun menerimanya.” Testimonies to Ministers, p. 507 (Dalam kurung dari penulis).

 

“Sekiranya Jesus berada dengan kita pada waktu ini, maka Ia sudah akan mengatakan kepada kita seperti halnya kepada para murid-Nya di masa lalu : ‘Aku masih memiliki banyak lagi perkara untuk dibicarakan (terang baru) kepadamu, tetapi kamu belum dapat menerimanya sekarang.’ (Yahya 16 : 12).” --- Selected Messages, Book 1, p. 403. (Dalam kurung dari penulis)

 

Kronologi dari beberapa

amanat Nyonya E.G. White

 

1863

“Kepada saya ditunjukkan bahwa Allah hendak memberikan kepada umat pemelihara hukum-hukum-Nya suatu makanan yang baru (a reform diet), dan bahwa jika mereka menerima ini, maka penyakit-penyakit dan berbagai penderitaan akan sangat berkurang. Kepada saya ditunjukkan bahwa pekerjaan ini akan maju pesat.” – Counsels on Health, p. 531.

 

1864

“Sejak Tuhan perlihatkan kepada saya dalam bulan Juni 1863 perihal makanan daging, dalam hubungannya kepada kesehatan, maka saya telah meninggalkan pemakaian daging itu.” – Spiritual Gifts, vol. 4, p. 153.

 

1868

“Kita tidak usah ragu-ragu untuk mengatakan bahwa makanan daging itu tidak perlu bagi kesehatan ataupun bagi kekuatan……..Akibatnya penyakit telah meningkat s e p u l u h  k a l i  l i p a t  oleh penggunaan  makanan daging. Kecerdasan, moral dan kekuatan-kekuatan fisik menyusut oleh kebiasaan menggunakan makanan daging. Penggunaan makanan daging mengacaukan kelancaran tubuh, menggelapkan daya berpikir, dan menumpulkan perasaan-perasaan moral. Kami tegaskan kepadamu, Saudara-Saudari yang kekasih, jalanmu yang terbaik adalah meninggalkan daging itu.” – Testimonies, vol. 2, p. 64.

 

1869

“Jika pernah ada sesuatu masa apabila makanan itu hendaknya sesederhana mungkin, maka sekaranglah waktunya. Daging seharusnya tidak boleh disajikan ke hadapan anak-anak kita. Pengaruhnya akan merangsang dan menguatkan nafsu-nafsu yang rendah, dan cenderung untuk mematikan kekuatan-kekuatan moral. Biji-bijian dan buah-buahan yang dipersiapkan tanpa lemak, dan sedapat mungkin dalam keadaan alamiahnya hendaklah menjadi makanan untuk disajikan di meja orang-orang yang mengatakan bersedia untuk diubahkan ke sorga.” – Testimonies, vol. 2, p. 352.

 

“Makanan daging akan menurunkan mutu darah.” – Sda., p. 368.

 

1870

“Mereka yang kadang-kadang menyimpang untuk memuaskan selera dengan makanan daging seekor kalkun gemuk atau makanan daging lainnya, mereka memutar balikkan selera makan mereka, maka bukanlah mereka yang akan membenarkan berbagai manfaat dari cara reformasi kesehatan itu. Mereka itu dikontrol oleh perasaan lidah dan bukan oleh prinsip.”—Sda. p.487.

 

1872

“Kami mengemukakan petunjuk yang pasti melawan tembakau, berbagai  minuman keras, tembakau ciuman, teh, kopi, berbagai makanan daging, mentega (dari lemak daging), rempah-rempah, kue-kue tart yang mewah, sejenis makanan pastel yang dipotong-potong, terlalu banyak garam, dan semua bahan-bahan perangsang  yang digunakan sebagai bahan makanan.” – 3 Testimonies, p. 21.

 

1875

“Meja-meja dari banyak wanita Kristen setiap harinya dipenuhi dengan berbagai macam hidangan yang merangsang perut dan menghasilkan suatu kegelisahan di dalam aliran tubuh. Makanan-makanan daging merupakan bahan-bahan makanan pokok dari meja beberapa keluarga, sehingga darah mereka dipenuhi dengan benih-benih kanker dan penyakit kelenjar. Tubuh mereka tersusun dari apa yang mereka makan. Tetapi apabila penderitaan dan penyakit datang menghinggapi mereka, ini lalu dianggap sebagai suatu bencana yang ditakdirkan Tuhan (atau sesuatu cobaan dari Tuhan).” – 3 Testimonies, p. 563.

 

1883

“Daging adalah tidak penting bagi kesehatan maupun kekuatan, karena jika tidak demikian Tuhan telah melakukan kekeliruan sewaktu Ia memberikan makanan kepada Adam dan Hawa pada sebelum kejatuhan mereka. Semua unsur-unsur gizi ada terkandung di dalam buah-buahan, sayur-syuran dan biji-bijian.” – Counsels on Diet and Foods, p. 395.

 

1887

Kebiasan menggunakan daging dari binatang-binatang mati membawa pengaruh yang buruk kepada moral, sebagaimana juga halnya kepada keadaan fisik. Kesehatan yang buruk dalam berbagai bentuk, jika efeknya diteliti kembali sampai kepada pangkal sebabnya, maka akan terlihat sebabnya yang pasti oleh makanan daging.” – Counsels on Diet and Foods, p. 380.

 

1890

“Berulang kali kepada saya ditunjukkan bahwa Allah terus mencoba memimpin kita kembali, langkah demi langkah kepada rencana-Nya yang semula, ---- bahwa manusia harus hidup dari hasil-hasil alam bumi ini.” – Councels on Diet and Foods, p. 380.

 

1896

“Bermacam-macam kanker, tumor, dan semua penyakit radang adalah terutama disebabkan oleh makanan daging.”

 

“Dari terang yang telah diberikan Allah kepada saya, merajalelanya kanker dan tumor adalah terutama disebabkan oleh kehidupan yang kasar, yang bergantung pada daging binatang mati.

 

“Binatang-binatang terkena penyakit; maka oleh mengambil dagingnya kita menanamkan benih-benih penyakit itu ke dalam jaringan dan darah kita sendiri. Lalu apabila terbawa ke pada perubahan-perubahan dalam suatu suasana malaria, maka benih-benih penyakit ini akan lebih mudah dirasakan; juga apabila kita terbawa ke tempat dimana penyakit-penyakit menular dan epidemi telah merajalela, maka susunan tubuh tidak akan mampu untuk melawan penyakit itu.” – Counsels on Diet and Foods, pp. 388, 386.

 

1897

“Makanan daging adalah permasalahan yang serius. Haruskah manusia hidup bergantung pada daging binatang-binatang mati? Jawabnya, sesuai terang yang Allah berikan adalah t i d a k, sekali-kali tidak. Lembaga-lembaga reformasi kesehatan hendaknya mengajarkan masalah ini. Dokter-dokter yang mengaku mengerti susunan tubuh manusia hendaknya tidak menganjurkan kepada para pasien untuk bergantung pada daging binatang-binatang  mati.” – Counsels on Diet and Foods, p. 388.

 

1902

“Kalau saja umat Masehi Advent Hari Ketujuh mempraktikkan apa yang mereka mengaku mempercayai, jika mereka betul-betul adalah reformator-reformator kesehatan yang setia, maka mereka sesungguhnya akan menjadi suatu tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia. Dan mereka akan menunjukkan suatu semangat yang lebih besar lagi untuk menyelamatkan orang-orang yang masih belum mengenal kebenaran.

 

“Reformasi-reformasi yang lebih besar seharusnya tampak di antara orang-orang yang  mengatakan dirinya sedang menunggu kedatangan Kristus yang segera itu. Reformasi kesehatan akan melaksanakan di antara orang-orang kita suatu tugas yang sebelumnya belum pernah dilaksanakan. Mereka itulah yang seharusnya waspada terhadap bahaya dari memakan daging, yaitu mereka yang masih  memakan daging-daging binatang, yang dengan demikian membahayakan kesehatan fisik,  mental dan rohani. Banyak orang yang kini h a n y a setengah bertobat dalam permasalahan makanan daging akan pergi meninggalkan umat Allah, lalu tidak akan lagi berjalan bersama mereka.” – Counsels on Health, p. 575.

 

Mereka yang menggunakan daging sebagai makanannya melalaikan semua amaran yang Allah telah berikan mengenai masalah ini. Mereka tidak memiliki bukti bahwa mereka sedang berjalan pada jalan-jalan yang aman sentosa. Mereka tidak akan sedikitpun dimaafkan untuk memakan daging binatang-binatang yang mati. Kutuk Allah itu ada bersama-sama dengan binatang ciptaan. Seringkali apabila daging dimakan, maka iaitu membusuk di dalam perut lalu  menciptakan penyakit. Kanker, tumor dan penyakit-penyakit paru-paru adalah terutama disebabkan oleh  makanan daging.” – Counsels on Diet and Foods, p. 383.

 

“Pendeta-pendeta kita yang mengenal kebenaran hendaknya membangunkan semua umat daripada kondisi mereka yang lumpuh, lalu membina mereka untuk membuang semua perkara itu, yang  menciptakan selera kepada makanan daging. Jika mereka lalai bereformasi, maka mereka akan kehilangan kekuatan rohani, dan akan  menjadi makin hina oleh memanjaan dosa. Kebiasaan-kebiasan yang menjijikkan di hadapan alam semesta, kebiasaan-kebiasaan yang merendahkan manusia lebih rendah daripada binatang sedang dipraktikkan di dalam banyak rumah tanggal. Hendaklah mereka yang mengenal kebenaran, mengatakan :  ‘Tinggalkanlah semua keinginan daging yang berperang melawan jiwa.’

 

“Hendaknya tidak seorangpun pendeta-pendeta kita menunjukkan suatu contoh jahat dalam memakan daging. Hendaklah mereka itu berikut semua anggota keluarganya hidup sesuai terang dari reformasi kesehatan itu. Hendaklah pendeta-pendeta kita tidak membinatangkan keadaan diri mereka sendiri berikut keadaan anak-anak mereka.” – Counsels on Diet and Foods, p. 399.

 

1903

“Jika segala perkara itu adalah sebagaimana seharusnya di dalam rumah-rumah tangga yang membentuk sidang-sidang kita, maka dapatlah kiranya kita melaksanakan dua kali pelayanan bagi Allah. Terang yang diberikan kepada saya adalah agar suatu pekabaran yang menentukan harus disampaikan perihal reformasi kesehatan itu. Mereka yang  menggunakan daging sebagai makanannya menguatkan kecenderungan-kecenderungan yang rendah serta mempersiapkan jalan bagi penyakit untuk mengikat menguasai mereka.” – Counsels on Diet and Foods, p. 390.

 

1905

“Mereka yang memakan daging adalah hanya memakan biji-bijian dan sayur-sayuran secara tidak langsung, karena binatang-binatang memperoleh dari biji-bijian dan sayur-sayuran itu gizi yang menghasilkan pertumbuhan. Kehidupan yang terdapat di dalam biji-bijian dan sayur-sayuran berpindah kepada sipemakan.  Kita memperolehnya dari memakan daging binatang itu. Alangkah baiknya jika mendapatkannya langsung oleh memakan makanan yang Allah telah sediakan bagi makanan kita !

 

“Daging tidak pernah merupakan makanan yang terbaik, bahkan penggunaannya di waktu ini dicela berlipat ganda, karena penyakit yang terkandung di dalam binatang adalah sedemikian cepat meningkatnya. Mereka yang menggunakan daging sebagai makanannya sedikit sekali memahami akan apa sebenarnya yang  mereka makan. Seringkali jika dapat mereka saksikan binatang-binatang itu semasa hidupnya dan mengetahui akan mutu dari daging yang dimakannya, maka mereka sudah akan meninggalkannya dengan perasaan muak. Banyak orang sedang terus menerus memakan daging yang penuh dengan benih-benih TBC dan kanker. TBC, kanker dan penyakit-penyakit berbahaya lainnya dengan cara inilah menularnya.

 

“Di banyak tempat ikan banyak dicemarkan oleh berbagai kotoran yang dimakannya, sehingga menjadi penyebab penyakit. Hal ini terutama dimana ikan-ikan itu bertemu dengan kotoran-kotoran yang berasal dari kota-kota besar. Ikan yang telah dikenyangkan dengan kotoran-kotoran dari saluran-saluran atau genangan-genangan air ini dapat saja berpindah ke lautan bebas, sehingga dapat iaitu ditangkap di tempat-tempat yang airnya bersih dan segar. Dengan demikian apabila digunakan sebagai makanan, ikan-ikan itu akan membawa penyakit dan kematian bagi mereka yang tidak mencurigai akan bahaya-bahayanya.

 

“Bukankah sekarang waktunya agar semua orang supaya bertekad untuk meninggalkan makanan daging itu ? Bagaimanakah mungkin mereka yang berusaha untuk menjadi sempurna bersih dan suci, supaya mereka dapat berteman dengan malaikat-malaiakat sorga, terus menerus menggunakan sebagai makanannya sesuatu yang sangat berbahaya akibatnya bagi jiwa dan tubuh ? Bagaimana bisa mereka mengambil nyawa mahluk-mahluk ciptaan Allah sehingga mereka boleh menghabiskan dagingnya sebagai sesuatu kemewahan? Hendaklah mereka sebaliknya kembali kepada makanan yang sehat dan lezat yang telah diberikan kepada manusia pada mula pertama, dan hendaknya mereka sendiri mempraktikkan serta mendidik anak-anaknya untuk mempraktikkan kasih sayang kepada mahluk-mahluk bisu yang telah Allah ciptakan dan tempatkan di bawah kekuasaan  pemerintahan kita.” – Ministry of Healing, pp. 313, 314, 315, 317. 

 

1913

“Hendaknya para pemuda dan pemudi diajarkan bagaimana caranya bertanak (memasak makanan) yang hemat, dan supaya meninggalkan segala perkara yang berhubungan dengan makanan daging. Jangan sekali memberikan anjuran untuk mempersiapkan makanan yang terdiri sedikitpun dari makanan daging, karena ini membawa kepada kegelapan dan kebodohan Mesir, dan bukan kepada kesucian dari reformasi kesehatan.” – Counsels on Diet and Foods, p. 475.

 

R e f o r m a s i   K e s e h a t a n

Bukan h a n y a untuk menjadi Vegetarian

 

Vegetarian artinya orang pemakan sayur. Ini menunjukan kepada orang-orang yang menu makanannya bebas daripada makanan hewani. Jadi,  sekalipun ajaran reformasi kesehatan itu pada dasarnya mewajibkan kita untuk kembali kepada makanan buah-buahan, biji-bijian dan sayur-sayuran,  yang merupakan hasil-hasil dari alam bumi ini, namun dalam memilih-milih dan mempersiapkannya bagi menu makanan kita, orang harus mengerti berbagai nilai gizi yang terkandung di dalam setiap bahan makanan yang tersedia. Tuhan Allah, oleh kasih sayang-Nya yang begitu besar terhadap kita umat akhir zaman,sudah akan mengklasifikasikan semua  bahan-bahan makanan itu sesuai mutu dan gizinya bagi kita. Sekaliannya itu sudah akan ditemukan di dalam ajaran dari Reformasi Kesehatan. Bahkan dalam Reformasi Kesehatan itupun akan diajarkan kepada kita perihal reformasi pakaian, yang akan membedakan umat Allah daripada orang-orang pencinta berbagai mode pakaian yang terus berkembang di akhir zaman ini. Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

 

“Untuk melindungi umat Allah daripada pengaruh-pengaruh dunia yang menyeleweng, serta untuk memajukan kesehatan fisik dan moral, maka reformasi pakaian telah diperkenalkan di antara kita. Iaitu bukan dimaksudkan untuk menjadi suatu beban yang mengikat, melainkan suatu berkat, bukan untuk menambah pekerjaan, melainkan untuk menghemat pekerjaan, bukan untuk menambah biaya perbelanjaan pakaian, melainkan untuk menhemat biaya. Reformasi pakaian akan membedakan umat Allah daripada dunia, sehingga dengan demikian berlaku bagaikan batas pemisah terhadap mode-mode dan berbagai kebodohannya. Dia yang kenal akan akhirat semenjak dari mulanya, yang memahami keadaan kita serta berbagai kebutuhan kita, yaitu Juruselamat  yang Pengasih itu, Dia sudah lebih dulu menyaksikan berbagai bahaya dan kesulitan-kesulitan kita, lalu turun memberikan kepada kita amaran yang tepat pada waktunya serta petunjuk perihal kebiasaan-kebiasaan hidup kita, juga dalam hal memilih makanan dan pakaian yang baik.

 

“Setan senantiasa menciptakan beberapa model pakaian yang baru, yang kelak terbukti merupakan  gangguan bagi kesehatan fisik maupun moral. Dia tertawa gembira apabila dilihatnya orang-orang yang mengakui dirinya Kristen dengan bersemangat menyambut mode-mode yang telah diciptakannya. Jumlah penderitaan fisik yang timbul akibat dari pakaian yang tidak sehat dan tidak alamiah itu tak terkirakan. Banyak yang telah menjadi tidak berdaya seumur hidupnya karena penyesuaian diri mereka dengan berbagai tuntutan dari mode.” – Counsels on Health, p. 598.

 

Saudara !  Reformasi Kesehatan yang dibicarakan di sini baharu hanya berupa sebuah pengantar. Anda dipersilahkan membaca sendiri ajaran-ajaran dari reformasi kesehatan itu di dalam buku-buku terbitan hamba Tuhan Nyonya Ellen G. White. Kemudian berbagai petunjuk perihal reformasi pakaian pun sudah akan dapat diperoleh melalui buku-buku terbitan kami, yang kini disebarkan secara gratis di antara kita.

 

Reformasi Kesehatan membimbing kepada

Tubuh yang sehat, dan Rohani yang sehat

 

Kita hendaknya sepenuhnya menyadari, bahwa tubuh manusia itu dibangun dan dibentuk oleh semua yang dimakannya. Sekaliannya itu juga yang akan pertama sekali dicernakan di dalam perut, untuk kemudian berubah menjadi darah,  untuk selanjutnya dialirkan ke seluruh bagian tubuh manusia. Tuhan Allah sedang menghantarkan kita kembali langkah demi langkah kepada rencana-Nya yang semula, bahwa manusia harus hidup dari berbagai hasil alam bumi ini. Buah-buahan, biji-bijian, sayur-sayuran, dan akar-akaran, harus menjadi makanan kita. Makin bersih makanan kita, maka makin bersih pula darah kita, yang dihasilkan dari makanan-makanan itu. Kemudian makin lancar peredaran darah-darah itu, maka makin sehatlah kita. Hamba Tuhan mengatakan :

 

“Mereka yang tidak sehat memiliki darah yang tidak bersih.”

“Suatu sirkulasi yang jelek membiarkan darah menjadi kotor, mendorong kemacetan di dalam otak dan paru-paru, lalu menimbulkan penyakit jantung, lever, dan paru-paru.”

 

“Oleh mengganggu sirkulasi darah, maka seluruh tubuh menjadi kacau.”

“Satu-satunya alasan yang utama mengapa banyak orang menjadi tidak berdaya ialah karena darahnya tidak bersirkulasi dengan bebas, maka perubahan-perubahan dalam cairan yang vital yang diperlukan bagi kehidupan dan kesehatan tidak terlaksana. Mereka tidak berolahraga, dan juga tidak memberikan kepada paru-parunya makanan yang bersih, udara segar; maka sebab itu tidaklah mungkin bagi darahnya untuk dibuat berdaya-guna, lalu iaitu menempuh jalan yang lamban ke seluruh tubuh.” --  EGW. Healthful Living, 1898 Edition, p. 180.

 

Jadi, jelaslah bahwa Reformasi Kesehatan bukan saja memberikan kepada kita  jenis-jenis makanan yang sehat, cara-cara mempersiapkannya, waktu untuk makan dan minum, dan seberapa banyak yang harus dimakan, melainkan juga kepada kita diberikan petunjuk tentang bagaimana dan dimana berolah-raga  untuk melacarkan peredaran darah, serta juga tentang rumah dan kebersihan lingkungan. Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan, bahwa sakit adalah dosa karena semua penyakit itu adalah akibat daripada pelanggaran hukum. Ia selanjutnya menambahkan :

 

Agama yang benar dan Hukum-Hukum Kesehatan berjalan bersama-sama. Adalah tidak mungkin untuk bekerja bagi penyelamatan pria dan wanita tanpa menawarkan kepada mereka perlunya melepaskan diri daripada berbagai pemanjaan dosa, yang merusak kesehatan, merendahkan jiwa, dan menghalangi kebenaran Ilahi mempengaruhi pikiran.” Counsels on Health, p. 445.

                                                              

“Sebagaimana Adam telah jatuh karena sebab selera makan lalu kehilangan Eden yang permai itu, maka anak-anak Adam dapat melalui Kristus mengalahkan selera makan mereka, lalu oleh pertarakan dalam segala perkara kembali menguasai Eden. Tidak ada maaf sekarang bagi ketidak tahuan untuk melanggar hukum. Terang menyinari cukup jelas, maka tidak seorangpun perlu menjadi bodoh, karena Allah yang Besar itu sendiri adalah Pembimbing manusia.”--  3 Testimonies, pp. 161 – 162.

 

Kesimpulan dari ajaran hukum Kesehatan itu akan segera tampak dari gambar bagan berikut ini. 

 

 

 

Makanan daging

 Memperpendek usia Manusia

 

“Sesudah air bah itu makanan daging telah diijinkan untuk m e m p e r p e n d e k  u s i a  manusia. Iaitu telah diijinkan karena sebab keras hati dari manusia itu sendiri.” – MS. Nov. 5, 1890.

   

Tuhan Allah telah berfirman kepada Adam dan Hawa semenjak dari pertama kali mereka mendiami Eden yang permai itu : “Dari setiap pohon di dalam taman engkau boleh dengan bebas memakan buahnya. Tetapi dari pohon pengetahuan akan hal baik dan jahat itu, janganlah makan daripadanya, karena dalam hari (in the day) engkau memakan daripadanya engkau p a s t i akan mati.” Kejadian 1 : 16, 17.

 

Upah dosa bagi Adam dan Hawa di atas ialah hukuman mati, dan itulah kematian yang kekal atau mati yang kedua. Namun karena telah “diselamatkan oleh karunia”, oleh adanya upaya penebusan dari Jesus yang telah memikul sendiri hukuman maut itu daripada kita, maka Adam dan Hawa ternyata tidak jadi mati. Sekalipun segera setelah kejatuhannya itu mereka telah diusir keluar dari Eden, namun pada kenyataannya Adam telah diperpanjangkan usianya di luar Eden sampai mencapai 930 tahun. Dan Nuh bahkan telah mencapai 950 tahun. Dari ROH NUBUATAN dapat diketahui,  bahwa tak lama setelah kejatuhan mereka itu mereka sudah kembali bertobat. Mereka kemudian terus menerus memohon kepada Tuhan untuk kiranya diijinkan kembali menetap di Eden, namun pada kenyataannya penyelamatan oleh karunia saja belum cukup untuk memungkinkan mereka diselamatkan kembali ke dalam Eden. Mereka hanya diijinkan untuk berdoa dan melaksanakan kebaktiannya di depan pintu-pintu gerbang Eden, yang terus didjaga dengan ketat oleh malaikat-malaikat yang gagah perkasa. Untuk beberapa ratus tahun lamanya Eden masih terus dibiarkan berada di bumi, sampai kemudian diangkat keluar setelah begitu banyak kejahatan meningkat dengan pesatnya. Adam dan Hawa tampaknya telah dibiarkan hidup sekian lamanya untuk menyaksikan sendiri berbagai akibat daripada kejatuhan mereka dalam dosa. Rata-rata umur manusia sebelum air bah yang lalu adalah sedikit di bawah 1000 tahun. Tetapi segera sesudah air bah, maka rata-rata itu secara mencolok  telah turun menjadi hanya sedikit di atas 300 tahun. Rata-rata umur manusia di akhir zaman ini ternyata hanya berada di sekitar 80 tahun saja. Kata-kata dari ucapan nabi Daud di dalam Mazmur 90 : 10 itu tampaknya benar-benar telah digenapi di waktu ini.

 

Kini benar-benar terbukti bahwa Tuhan Allah dalam kasih sayang-Nya yang begitu besar terhadap kita, telah membiarkan daging dari binatang-binatang yang halal menjadi bagian dari menu makanan manusia sesudah air bah yang lalu, bukan saja untuk memenuhi keinginan manusia yang keras hati, melainkan terutama untuk memperpendek umur manusia di bumi ini. Jadi, menjadikan daging sebagai bagian dari makanan kita pada dasarnya bukan dosa, sebab mustahil Tuhan Allah telah menjerumuskan manusia ke dalam dosa, dengan cara memberikan daging ke dalam menu makanan mereka. Bahkan Jesus sendiri pernah memberikan ikan dan roti kepada sekitar lima ribu pendengar-Nya di masa lalu, yang telah datang kepada-Nya untuk mendengarkan firman. Tetapi makanan daging ternyata telah mendatangkan dosa bagi sebagian besar penduduk bumi, sebab akibat dari penggunaannya yang tidak benar telah mendatangkan berbagai penyakit. Hamba Tuhan mengatakan :

 

“Kepada saya diperintahkan untuk menegaskan, bahwa jika pernah di masa lalu makan daging itu sehat, maka iaitu tidak lagi sehat di w a k t u   i n i.”Counsels on Diet and Foods, p. 384.

 

Adalah d o s a  yang membuat sakit, karena semua penyakit itu merupakan a k i b a t daripada pelanggaran (hukum kesehatan). Banyak orang menderita sebagai akibat daripada pelanggaran (hukum kesehatan) para orangtua mereka.”— Counsels on Health, p. 37.

 

Karena kita kini sudah berada di akhir zaman, dan karena polusi dan berbagai kotoran bumi sudah meracuni planet ini dimana-mana, maka tepatlah apabila Tuhan Allah langsung memperingatkan kepada semua umat-Nya untuk sesegera mungkin bereformasi kesehatan. Setiap pemakan daging di akhir dunia sekarang ini tidak mungkin lagi sehat, baik tubuhnya maupun rohaninya.

 

 

*  *  *