Penuaian-Penuaian di Akhir Zaman

(Wahyu 14 : 14 – 20)

 

 

 

 

E. G. White :

 

“Terutama pada pekerjaan penghabisan bagi s i d a n g, dalam m a s a p e m e t e r a i a n  mereka 144.000 itu, yang akan berdiri tanpa salah di hadapan tahta Allah. Mereka akan sangat merasakan secara mendalam kesalahan-kesalahan dari umat Allah. Ini dikemukakan dengan tegas sekali dalam ilustrasi yang diberikan oleh n a b i itu (nabi Jehezkiel pasal 9) mengenai pekerjaan terakhir dengan memakai ibarat orang-orang yang masing-masingnya membawa senjata pembantai di dalam tangannya.” –Testimonies, vol. 3, p. 266.

 

Pekerjaan Penghabisan bagi sidang adalah suatu pekerjaan yang sangat menentukan bagi nasib Saudara dan saya sebagai umat Allah di akhir zaman. Sekalipun demikian, tidak banyak di antara kita yang mengakui dirinya umat Allah menyadarinya. Banyak orang mengira bahwa sebentar lagi Jesus akan datang melayang-layang di angkasa, lalu akan disambut begitu saja oleh semua umat-Nya dalam kondisi fisik dan rohaninya yang ada.  Mereka pada umumnya lupa, bahwa cahaya kedatangan Jesus berikut cahaya kedatangan dari semua malaikat pengiring-Nya yang akan datang, tak dapat tiada akan jauh lebih mematikan daripada cahaya yang pernah membutakan mata rasul Paulus dalam perjalanannya ke Damaskus, dan yang pernah melumpuhkan para prajurit Romawi yang  bertugas mengawal Jesus di dalam kubur-Nya yang lalu.

 

Pekerjaan Penghabisan bagi sidang itu tak dapat tiada dimaksudkan kepada p e n y u c i a n sidang itu sendiri, yaitu pembubuhan meterai tanda kelepasan pada dahi-dahi mereka 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang, dan pembantaian terhadap orang-orang jahat yang sedang menguasai GEREJA Masehi Advent Hari Ketujuh di waktu ini. Untuk inilah hamba Tuhan menuliskannya sebagai berikut :

 

“Hari pembalasan Allah sudah ada di depan kita. Meterai Allah itu akan ditempatkan pada dahi dari hanya mereka yang berkeluh-kesah dan berteriak karena sebab segala kekejian yang dibuat di dalam negeri. ………….. Tidak semua yang mengaku memelihara Sabat akan dimeteraikan. Ada banyak, bahkan di antara mereka yang mengajarkan kebenaran kepada orang-orang lain, mereka itu tidak akan memperoleh meterai Allah pada dahinya.” --- Testimony Treasures, vol. 2, pp. 67, 68.

 

T a n d a  k e l e p a s a n (Meterai Allah) itu akan diberikan kepada mereka yang berkeluh-kesah dan berteriak karena sebab segala kekejian yang telah dibuat.”The Great Controversy, p. 656.

 

“Tetapi hari-hari p e n y u c i a n s i d a n g itu sedang mendekat dengan cepatnya. Allah hendak memiliki suatu umat yang s u c i  dan b e n a r.” --- Testimonies, vol. 5, p. 80.

 

“Tuhan akan bekerja menyucikan sidang-Nya. Saya tegaskan dengan serius bagimu, bahwa Tuhan sedang akan membolak-balikkan di dalam lembaga-lembaga yang terpanggil dengan nama-Nya. Berapa cepatnya proses penyucian ini akan dimulai belum dapat saya ucapkan, namun iaitu tidak akan lama lagi tertunda.”Testimonies to Ministers, p. 373.

      

Kiranya jelaslah dimengerti bahwa hanya orang-orang yang sudah “disucikan oleh pembenaran Kristus” (sanctified by Christ’s righteousness) yang akan kelak dapat memandang Allah. Mereka itu sudah dapat disucikan karena  mereka  sudah  memiliki “i - m a n  yang membenarkan itu” (Justified by Faith). Iman mereka itulah yang telah membenarkan mereka, sehingga pantaslah bagi mereka untuk disucikan oleh pembenaran Kristus, lalu memperoleh kehidupan yang kekal. Dalam kesuciannya yang sedemikian itulah baharu dapat mereka memandang Allah pada kedatangan-Nya yang akan datang.

 

Masa Pemeteraian adalah sama dengan Masa Penuaian

 

Masa pemeteraian menunjukkan kepada suatu masa periode, dalam mana pemeteraian hamba-hamba Allah itu akan terjadi. Berbicara mengenai pemeteraian hamba-hamba Allah itu, maka kita tak dapat tiada akan dibawa kepada ucapan Yahya Pewahyu pada bukunya Wahyu 7 : 1 – 8 sebagai berikut :

 

“Maka sesudah semua perkara ini aku tampak empat malaikat berdiri pada empat penjuru bumi, menahan empat angin  bumi itu, agar supaya angin-angin itu tidak bertiup ke atas bumi, atau ke atas lautan, ataupun ke atas sesuatu pohon kayu. Lalu  ku tampak s e o r a n g  malaikat lain  n a i k dari s e b e l a h    t i m u r, membawakan m e - t e r a i dari Allah yang hidup :  maka berteriaklah ia dengan suara besar kepada keempat malaikat itu, yang telah ditugaskan untuk melukai bumi dan lautan, katanya, ‘Janganlah melukai bumi, atau lautan, ataupun pohon-pohon kayu itu, s e b e l u m kami selesai memeteraikan  h a m b a – h a m b a Allah kita itu pada dahi-dahi mereka.

    

“Maka ku dengar angka bilangan jumlah mereka itu (the number of them) yang telah dimeteraikan: maka telah dimeteraikan  seratus  empat  puluh  empat  ribu  orang  d a - r i  s e m u a  suku bangsa bani Israel. Dari suku bangsa Jehuda telah dimeteraikan dua belas ribu orang. Dari suku bangsa Ruben telah dimeteraikan dua belas ribu orang. Dari suku bangsa Gad telah dimeteraikan dua belas ribu orang. Dari suku bangsa Aser telah dimeteraikan dua belas ribu orang, ……..dan seterusnya.”Wahyu 7 : 1 – 8.

 

       Jika pada Wahyu 7 : 4 – 8 Yahya mengatakan bahwa ia m e n d e n g a r angka bilangan jumlah mereka yang telah dimeteraikan itu, maka pada Wahyu 14 : 1  ia telah benar-benar m e n y a k s i k a n sendiri jumlah mereka itu, yaitu 144.000 orang. Bahkan pada Wahyu 14 : 4 ia kembali menegaskan  bahwa :

 

       “Inilah mereka itu yang tidak tercemar dirinya dengan wanita-wanita karena mereka adalah anak-anak dara. Inilah mereka itu yang mengikuti Anak Domba itu kemana saja Ia pergi. Mereka ini ditebus dari bumi merupakan buah-buah pertama bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.”Wahyu 14 : 4.

 

      Artinya, mereka 144.000 umat pilihan itu bukan berasal dari Gereja-Gereja Kristen Babil di luar yang dilambangkan oleh wanita-wanita yang cemar itu, karena mereka itu berasal dari kelas lima anak dara yang bijaksana atau kelas gandum yang ada di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Mereka juga disebut  merupakan “buah-buah pertama”, yaitu hasil penuaian yang pertama dari dalam Gereja milik Tuhan Allah sendiri yang dilambangkan dengan 12 suku bangsa bani Israel itu. Berarti masih akan ada satu penuaian lagi untuk mengumpulkan buah-buah kedua, yang akan dituai dari antara semua penduduk bumi yang bukan berasal dari “12 suku bangsa bani Israel” itu.

 

      Jika sebagai anak-anak dara yang bijaksana mereka 144.000 itu akan dipilih melalui proses pemeteraian atau pembubuhan tanda kelepasan pada dahi-dahi mereka; maka  sebagai gandum mereka 144.000 itu akan dihimpun melalui proses penuaian. Pemeteraian atau penuaian mereka 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang, akan dilaksanakan pada akhir masa pemeteraian atau masa penuaian. Jadi, masa pemeteraian atau masa penuaian itu sendiri tak dapat tiada akan dimulai semenjak dari kedatangan malaikat pembawa meterai 144.000 itu, yang telah naik dari sebelah timur Amerika Serikat di kota Portland, Maine, dalam tahun 1845 oleh perantaraan hamba Tuhan Ellen G. White dengan berbagai tulisannya perihal pemeteraian mereka 144.000 umat pilihan itu, dan yang telah turun di sebelah barat Amerika Serikat di kota Los Angeles, California dalam tahun 1929 oleh perantaraan Sdr. Victor T. Houteff, yang telah mengungkapkan berbagai nubuatan Alkitab dan perumpamaan-perumpamaan dari Jesus perihal mereka 144.000 itu.

 

      “Malaikat” di dalam nubuatan Wahyu memiliki dua pengertian: malaikat yang mengangkat suaranya itu melambangkan pekabaran dari sorga, yaitu sesuatu terang baru atau kebenaran baru. Malaikat yang diam itu melambangkan para penguasa atau pemimpin. Contoh : malaikat sidang jemaat Laodikea yang melambangkan General Conference of SDA berikut semua pendetanya di seluruh dunia. Kebenaran perihal 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang itu mulai diperoleh oleh hamba Allah nyonya White dalam tahun 1845 dalam khayalnya yang pertama. Namun karena nubuatan-nubuatannya yang berkaitan dengan mereka 144.000 itu belum seluruhnya terungkap sampai kepada akhir hayatnya dalam tahun 1915, maka itulah sebabnya ia masih juga mengatakan :

  

      “Adalah bukan kehendak-Nya bahwa mereka harus terlibat dalam pertikaian mengenai berbagai permasalahan yang tidak akan membantu mereka secara rohani, seperti misalnya siapa-siapa yang akan membentuk 144.000 umat itu. Permasalahan mereka yang akan menjadi orang-orang pilihan Allah itu akan kelak dalam waktu yang tidak lama lagi akan diketahui tanpa masalah.”– Selected Messages, Book 1, p. 174.

 

      Jadi jelaslah dimengerti bahwa masa pemeteraian atau masa penuaian mereka 144.000 itu baharu dimulai sejak tahun 1929, semenjak pekabaran atau kebenaran perihal 144.000 umat pilihan yang akan datang itu dipromosikan di seluruh sidang jemaat Laodikea. Kita semua kini masih berada dalam masa pemeteraian atau masa penuaian itu. Apabila masa pemeteraian atau masa penuaian itu kelak berakhir, maka akan segera terlaksana pemeteraian atau penuaian itu di dalam gereja-gereja kita, yang akan disusul dengan pembantaian yang telah dinubuatkan pada Jehezkiel pasal 9 itu di tengah-tengah kita.

 

Penuaian – Penuaian dari Wahyu 14 : 14 – 20

 

Yahya Pewahyu menuliskannya sebagai berikut :

 

      Lalu ku pandang, maka terlihat sebuah awan putih, dan di atas awan itu duduk seseorang yang bagaikan Anak Manusia, yang bermahkota emas pada kepalanya, dan di dalam tangannya ada sebilah sabit yang tajam. Maka keluarlah lagi seorang malaikat dari kaabah yang berseru dengan suara besar kepada dia yang duduk di atas awan itu. Ayunkanlah sabitmu dan  menuailah karena tuaian bumi sudah masak. Lalu dia yang duduk di atas awan itu mengayunkan sabitnya ke bumi, lalu bumi itu tertuailah.”Wahyu 14 : 14 – 16

 

      Maka keluarlah lagi seorang malaikat yang lain dari kaabah di dalam sorga, ia juga memiliki sebilah sabit yang tajam. Lalu seorang malaikat yang lain lagi keluar dari medzbah, yaitu yang berkuasa atas api; maka berserulah ia dengan suara besar kepada dia yang memiliki sabit yang tajam itu, katanya:  Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu, dan kumpulkanlah rangkaian-rangkaian buah anggur bumi itu karena anggur-anggurnya sudah sepenuhnya masak. Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke dalam tanah, lalu mengumpulkan anggur-anggur bumi itu, lalu mencampakkannya ke dalam irikan anggur besar dari murka Allah. Lalu irikan anggur itu dipijak-pijak orang di luar kota, maka mengalirlah darah keluar dari irikan anggur itu, bahkan sampai setinggi kang di mulut kuda, sejauh seribu enam ratus setadi.” --- Wahyu 14 : 17 – 20.

 

      Untuk mengungkapkan kedua penuaian di atas, maka seyogyanya kita mengetahui dahulu siapa-siapa yang dilambangkan oleh malaikat-malaikat itu. Sebagaimana yang sudah kami ungkapkan sebelumnya, maka m a l a i k a t di dalam nubuatan Wahyu memiliki dua pengertian sebagai berikut:

  1. Malaikat yang mengangkat suaranya selalu dimaksudkan kepada sesuatu pekabaran dari sorga berikut jurukabarnya, baik seorang ataupun lebih. Contoh : Malaikat-malaikat dari Wahyu 14 : 6 – 9, dan malaikat dari Wahyu 18 : 1.
  2. Malaikat yang diam selalu diartikan kepada orang-orang atau para pemimpin. Contohnya : malaikat-malaikat dari tujuh sidang jemaat di Asia, yang melambangkan para penguasa dari sidang-sidang jemaat itu, yaitu para pendetanya.

 

Karena sudah diketahui dari berbagai penjelasan hamba Tuhan Nyonya White sebelumnya bahwa hanya ada dua penuaian atau pemeteraian yang akan menghimpun semua umat Allah dalam sejarah yang akan datang, yaitu (1) penuaian buah-buah pertama mereka 144.000 itu dari dalam sidang Masehi Advent Hari Ketujuh, dan (2) penuaian buah-buah kedua, rombongan besar orang banyak yang akan dipanggil keluar dari dunia Babil yang besar itu (baca : Wahyu 7 : 9), maka kedua penuaian yang dinubuatkan pada Wahyu 14 : 14 – 20 di atas sudah akan terungkap dengan sendirinya.

 

Penuaian dari Wahyu 14 : 14 – 16

 

       Penuai yang pertama itu adalah Jesus sendiri. Adanya mahkota emas pada kepala-Nya membuktikan bahwa Dialah Raja atas planet bumi ini, karena Dia sudah diberi duduk pada tahta Bapa-Nya semenjak dari kemenangan-Nya di bukit Golgotha pada tahun 31 TM yang lalu. Hal ini diketahui jelas dari ucapan kata-kata-Nya sendiri yang berbunyi : “Kepada d i - a yang menang akan Ku berikan dia duduk bersama-Ku pada tahta-Ku, sama seperti Aku juga dulu menang, dan kini Aku duduk bersama dengan Bapa-Ku pada tahta-Nya.Wahyu 3 : 21. Tidaklah mengherankan apabila pada kedatangan-Nya yang akan datang bagi penuaian mereka 144.000 hamba-hamba pilihan Allah itu nanti di Gunung Sion di Palestina, Dia juga akan dikawal dan diikuti oleh beribu-ribu malaikat pengiring-Nya.

 

      Malaikat dari Wahyu 14 : 15  yang keluar dari kaabah, yang kemudian telah mengangkat suaranya dengan nyaring itu, tak dapat tiada melambangkan pekabaran dari sorga perihal pemeteraian dan penuaian mereka 144.000 itu, yang telah dibawa oleh Nyonya Ellen G. White dan Sdr. Victor T. Houteff.  Pekabaran itulah yang kini selengkapnya tersedia di dalam ROH NUBUATAN, yaitu gabungan pekabaran Malaikat Wahyu 14 : 6 – 9  dari Nyonya Ellen G. White, dengan pekabaran Malaikat Wahyu 18 : 1 dari Sdr. Victor T. Houteff, yang menggenapi nubuatannya pada Wahyu 19 : 10.

 

Penuaian dari Wahyu 14 : 17 – 19

 

        Penuaian dari Wahyu 14 : 17 – 19 itu akan melibatkan hanya malaikat-malaikat. Malaikat yang diam dari ayat 17 dan 19 itu tak dapat tiada melambangkan mereka 144.000 itu saja, karena hanya mereka itulah yang setelah memperoleh curahan Roh Suci Hujan Akhirnya, kemudian keluar ke seluruh dunia memberitakan seruan keras dari pekabaran malaikat yang ketiga dengan kuasa besar. Hanya mereka itulah yang akan menuai di luar sidang Masehi Advent Hari Ketujuh dalam sejarah yang akan datang, yang akan menyelesaikan pekerjaan Injil di dunia ini. Baharu kemudian berakhir masa kasihan di dalam kaabah kesucian sorga, dan berakhirlah semua kesempatan untuk bertobat bagi semua umat manusia di bumi ini.

 

       Dengan demikian akan jelas pula dipahami, bahwa malaikat dari Wahyu 14 : 18 itu yang telah berseru dengan suara besar kepada malaikat pemegang sabit yang diam itu, tak dapat tiada dimaksudkan kepada sebuah pekabaran dari sorga. Dan itulah satu-satunya pekabaran dari malaikat Wahyu pasal 18 yang akan mengulangi kembali pekabaran malaikat yang kedua dari Wahyu 14 : 8 kepada Babil dalam tahun 1844 yang lalu. Hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

 

       “Aku tampak seorang malaikat lain turun dari langit, dengan kuasa besar; maka bumi ini diterangi dengan kemuliaannya. Maka berteriaklah ia dengan sekuat-kuatnya dengan suatu suara besar, katanya : Babil yang besar itu sudah roboh, sudah roboh, dan sudah menjadi tempat tinggal setan-setan, dan tempat bertahan setiap roh jahat, dan sebuah kandang dari setiap burung yang najis dan dibenci.”  “Maka aku dengar sebuah suara yang lain lagi dari langit, bunyinya : Keluarlah daripadanya hai kaumku, supaya jangan kamu terlibat dengan dosa-dosanya, dan supaya tidak kamu ikut menerima segala bela-belanya.” – Wahyu 18 : 1, 2, 4.

 

       “Injil ini menunjuk ke depan kepada suatu masa apabila pemberitahuan perihal kerobohan Babil itu, sebagaimana yang pernah dibuat oleh malaikat yang kedua dari Wahyu 14 (ayat 8)  akan kembali d i u l a n g i, dengan disertai tambahan ucapan tentang berbagai penyelewengan yang telah memasuki berbagai organisasi yang membentuk Babil itu, semenjak dari pekabaran itu pertama kali diberitakan, dalam musim panas tahun 1844. Suatu kondisi yang mengerikan yang berkenan dengan dunia agama adalah digambarkan di sini. Dengan setiap penolakan terhadap kebenaran maka pikiran orang banyak itu menjadi makin gelap, hati mereka menjadi makin keras, sehingga mereka akhirnya terkurung dalam kekerasan hati orang kapir.” – The Great Controversy, p. 603.

 

       Ucapan hamba Tuhan Nyonya White di atas ini belum terlaksana, sebab malaikat pemegang sabit dari Wahyu 14 : 17 dan 19, yang melambangkan 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang itu belum lagi muncul. Bahkan penuaian buah-buah pertama di dalam Sidang Masehi Advent Hari Ketujuh itu juga belum terlaksana, sebab penuainya yang bermahkota emas pada kepalanya dan sebilah sabit di dalam tangannya itu juga belum lagi datang.

 

Perhatian !

       Pekabaran dari Malaikat Wahyu 18 : 1 itu sudah datang menggabungkan suaranya dengan pekabaran malaikat yang ketiga, dan sudah menerangi bumi dengan kemuliaannya dimulai di dalam Gereja kita Masehi Advent Hari Ketujuh. Gabungan pekabaran-pekabaran itu akan sekali lagi diberitakan kepada dunia oleh mereka 144.000 buah-buah pertama hasil dari penuaian yang pertama itu.  Hamba Tuhan Houteff mengatakan :  Oleh sebab itu adalah kesempatan istimewa kita bukan saja untuk menghantarkan t e r a n g Allah itu kepada Gereja dimana buah-buah pertama (mereka 144.000 – Wahyu 14 : 4) yang berasal dari penuaian rohani yang besar itu berada, melainkan juga untuk menghantarkan t e r a n g  y a n g  s a m a  i t u kepada buah-buah kedua, kepada rombongan besar orang banyak yang akan dihimpun keluar dari segala bangsa, suatu jumlah yang tidak seorangpun dapat menghitungnya (Wahyu 7 : 9).”Timely Greetings, vol. 1, No. 46, p. 6.

       

       Tetapi pekabaran dari Malaikat Wahyu 18 : 2 - 4 itu belum digenapi sekarang, sebab iaitu baharu akan disampaikan kepada dunia yang akan datang di bawah kuasa Roh Suci Hujan Akhir,  oleh mereka 144.000 itu dalam rangka menuai dan mengumpulkan buah-buah kedua dari Babil dan dari segala bangsa. 

 

*  *

 

Penyelesaian Pekerjaan Injil ke seluruh Dunia

dengan Penuh Kuasa dari Roh Suci Hujan Akhir

 

Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

      Curahan Roh di zaman rasul-rasul dahulu ialah Hujan Awal, dan gilang gemilang hasilnya. Tetapi Hujan Akhir (Roh Suci Hujan Akhir) yang akan datang akan lebih berlimpah-limpah lagi.”Testimony Treasures, vol. 3, p. 211.

 

       Artinya, jika oleh kuasa Roh pada hari Pentakosta pertama di zaman rasul-rasul yang lalu, tiga ribu jiwa telah berhasil ditobatkan pada setiap harinya, maka oleh kuasa dari Roh yang sama itu juga pada hari Pentakosta kedua yang akan datang, akan lebih banyak lagi jiwa-jiwa yang akan ditobatkan pada setiap harinya. Keadaan inilah yang telah diucapkan oleh Yahya Pewahyu setelah ia menyaksikan sendiri hasil penuaian buah-buah pertama mereka 144.000 itu dari dalam sidang jemaat Laodikea kita. Demikian itulah ia mengatakan :

 

       Sesudah ini (sesudah menyaksikan pemeteraian mereka 144.000 itu dari seluruh bani Israel) aku melihat, maka heran, suatu jumlah besar orang-orang yang tidak seorangpun dapat  menghitungnya, yang berasal dari segala bangsa, dan suku-suku bangsa, dan umat dan bahasa-bahasa, mereka itu berdiri di depan tahta, dan di hadapan Anak Domba, dengan berpakaian jubah-jubah putih, dan pelepah kurma di dalam tangan mereka. Maka berteriaklah mereka itu dengan suara besar, katanya, Selamat bagi Allah kita yang duduk di atas tahta, dan bagi Anak Domba itu. Maka semua malaikat yang berdiri berkeliling tahta dan mengelilingi para tua-tua serta keempat binatang itu lalu jatuh tersungkur dihadapan tahta dengan wajah mereka ke bawah, sambil menyembah Allah.” -- Wahyu 7 : 9 – 10.

          

       Jadi janganlah mengira bahwa Tuhan Allah hanya mau menyelamatkan 144.000 orang yang masih hidup dari seluruh muka bumi ini pada hari kelepasan mereka yang akan datang. Jangan pula mengira bahwa angka bilangan itu sudah akan termasuk juga semua mereka yang sudah lebih dulu meninggal dunia mendahului kita, sebab semua umat Allah yang sudah meninggal akan dibangkitkan pada dua kesempatan kebangkitan yang berbeda, yang masih akan datang. Demikian pula semua umat Allah yang masih hidup akan diselamatkan dari dua tempat yang berbeda : Mereka 144.000 itu akan lebih dulu diambil dan dipilih dari dalam sidang jemaat Laodikea, dan baharu kemudian mereka yang tak terhitung banyaknya itu akan dipanggil keluar dari antara segala bangsa, suku-suku bangsa, bahasa-bahasa, dan umat yang ada di seluruh muka bumi ini. Proses pemanggilan inilah yang juga telah dinubuatkan oleh nabi Jesaya sebagai berikut :

 

“Maka aku akan mengutus orang-orang yang luput dari mereka itu kepada s e g a l a bangsa, ke Tarshis, ke Pul, dan Lud, orang pemanah ke Tubal dan ke Jawan, kepada semua pulau yang jauh-jauh yang b e l u m pernah mendengar kemasyuran namaku, dan juga belum pernah melihat kemuliaanku, maka mereka akan menyatakan kemuliaanku di antara semua bangsa kapir. Maka mereka akan menghantarkan semua saudaramu keluar dari semua bangsa bagi suatu persembahan bagi Tuhan  dengan mengendarai kuda dan kereta dan onta berpelana dan bagal dan kuda sembrani, sampai ke gunung kesucianku Jerusalem, demikianlah firman Tuhan, sebagaimana bani Israel menghantarkan persembahan di dalam sebuah bejana yang  bersih ke dalam rumah Tuhan.” — Jesaya 66 : 19 - 20.

      

K e s i m p u l a n

 

        Sebagaimana halnya pada hari Pentakosta yang lalu, Roh Suci Hujan Awal tidak dicurahkan di sembarangan tempat, maka demikian itu pula kelak akan jadi dengan Roh Suci Hujan Akhir yang akan datang. Untuk itulah, maka kepada kita hamba Tuhan Nyonya White mengingatkan :

 

       “Kita memerlukan suatu reformasi yang menyeluruh di dalam s e m u a Gereja kita. Kuasa Allah yang mentobatkan itu harus datang memasuki sidang. Carilah Tuhan dengan sungguh-sungguh, buangkanlah semua  dosamu, dan  t u n g g u l a h di J e r u - s a l e m sampai  kamu kelak diisi dengan  k u a s a   y a n g  d a r i a t a s. Biarkanlah Allah  menempatkan  kamu  secara  terpisah  bagi  pekerjaan  itu. S u c i k a n l a h  j i -w a m u  o l e h  m e m a t u h i  k e b e n a r a n. Iman tanpa perbuatan adalah m a t i.”Testimonies to Ministers, p. 443.

 

“Saudara-Saudaraku yang kekasih !  Hendaklah kiranya perintah-perintah Allah dan Kesaksian Jesus Kristus itu senantiasa berada di dalam ingatanmu, dan hendaklah sekaliannya itu mengusir keluar semua ingatan dan perhatian keduniawian. Apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun, hendaklah perintah-perintah Allah dan Kesaksian Jesus Kristus itu selalu menjadi re-nunganmu. Hidupkan dan bertindaklah sepenuhnya sambil memandang kepada kedatangan Anak Manusia itu. Masa pemeteraian itu adalah s a n g a t  s i n g k a t, dan akan segera berakhir. Kinilah waktunya, selagi empat malaikat itu masih menahan empat angin-angin itu untuk menjamin dan memastikan panggilan dan pemilihan kita.”Early Writings, p. 58.

 

 

 

*  *  *