Sebuah Panggilan

untuk Masuk Barisan

[Dari khayal tahun 1903]

 

 

 

 

Hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

 

          “Dalam khayal saya melihat dua bala tentara berada dalam pertikaian yang hebat. Bala tentara yang satu dipimpin oleh panji-panji yang bertuliskan tanda pengenal dunia;  bala tentara yang lainnya dipimpin oleh bendera yang ternoda darah dari Putera Mahkota Immanuel. Panji demi panji tertinggal menelusur di tanah sementara pasukan demi pasukan dari bala tentara Tuhan menggabungkan diri dengan musuh, dan suku demi suku dari berbagai barisan musuh menggabungkan diri dengan umat Allah pemelihara hukum. Seorang malaikat yang beterbangan di tengah langit meletakkan bendera Immanuel itu ke dalam banyak tangan, sementara seorang jenderal perkasa berseru dengan keras : “M a s u k  B a r i s a  n  !  Hendaklah mereka yang setia pada perintah-perintah Allah dan kesaksian Kristus sekarang mengambil tempatnya. Keluarlah dari antara mereka itu, dan berpisahlah kamu, dan janganlah menjamah barang yang keji, maka Aku akan menyambut kamu, dan akan menjadi Bapa bagimu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan perempuan.”

 

          “Peperangan itu berlangsung sengit. Kemenangan secara silih berganti dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya. Kini prajurit-prajurit salib menepi, “bagaikan sewaktu seorang pembawa bendera kehabisan tenaga.” Jesaya 10 : 18. Tetapi kenyataan mundurnya mereka hanya untuk memenangkan suatu posisi yang lebih menguntungkan. Pekikan-pekikan kegembiraan terdengar. Sebuah nyanyian pujian naik kepada Allah, lalu suara-suara malaikat bergabung dalam nyanyian itu, sementara prajurit-prajurit Kristus menancapkan bendera-Nya di atas tembok dari benteng-benteng sampai kemudian dipertahankan oleh musuh. Kapten Penyelamat kita sedang memerintahkan peperangan itu dan mengirim bantuan bagi para prajurit-Nya.  Kuasa-Nya dipamerkan dengan hebatnya, mendorong mereka itu menyerang maju sampai ke pintu-pintu gerbang. Ia mengajarkan mereka itu akan perkara-perkara yang mengerikan dalam kebenaran sementara dipimpin-Nya mereka itu maju langkah demi langkah, dalam kemenangan dan untuk memenangkan.

 

          “Pada akhirnya kemenangan dicapai. Bala tentara yang mengikuti bendera yang bertuliskan, “perintah-perintah Allah dan iman Jesus,” mencapai kemenangan gemilang. Para prajurit Kristus sudah berada dekat di samping pintu-pintu gerbang kota itu, maka dengan kegembiraan kota itu menerima Rajanya. Kerajaan yang penuh damai dan kegembiraan dan kebenaran yang kekal itu berdirilah.

 

          “Kini sidang adalah berjuang. Kini kita sedang berhadapan dengan sebuah dunia dalam kegelapan tengah malam, yang hampir seluruhnya tunduk kepada penyembahan berhala. Tetapi  h a r i  i t u  s e d a n g   a k a n  d a t a n g  dalam mana peperangan itu  akan berlangsung, lalu kemenangan dicapai. Kehendak Allah akan jadi di bumi, seperti halnya di dalam sorga. Kemudian bangsa-bangsa tidak akan lagi memiliki hukum yang lain, selain dari hukum sorga saja. Semua orang akan menjadi suatu keluarga yang bersatu dan berbahagia, yang akan berpakaikan jubah-jubah pujian dan syukur --- yaitu jubah pembenaran Kristus. Semua alam dalam keindahannya yang begitu dominan, akan mempersembahkan kepada Allah suatu penghormatan yang tetap berupa pujian dan hormat. Dunia akan bermandikan terang dari sorga. Tahun-tahun berikutnya akan berlalu dalam kegembiraan. Terang dari  bulan akan kelak sama dengan terang dari matahari, maka terang dari matahari akan menjadi tujuh kali lebih besar daripada yang ada sekarang. Pada seluruh pemandangan itu bintang-bintang fajar akan bernyanyi bersama-sama, dan anak-anak Allah akan  berteriak-teriak kegembiraan, sementara itu Allah dan Kristus akan bergabung dalam memberitakan:  “Tidak akan ada lagi dosa, juga tidak akan ada lagi kematian.”

 

          Inilah gambaran yang diperlihatkan kepada saya. Tetapi sidang masih harus berperang melawan musuh-musuh yang tampak maupun yang tidak tampak. Agen-agen dari Setan dalam bentuk manusia kini berada di tanah. Orang-orang telah bersekutu (berkonfederasi) untuk melawan Tuhan serwa sekalian alam. Semua persekutuan ini akan terus berlangsung sampai Kristus kelak meninggalkan tempat pembelaan-Nya di depan kursi grafirat lalu mengenakan jubah-jubah pembalasan. Agen-agen Setan berada di setiap kota, sementara sibuk mengorganisasikan ke dalam kelompok-kelompok orang-orang yang menentang hukum Allah. Umat kesucian dan orang-orang yang tidak percaya mengambil pendirian lalu berpihak kepada kelompok-kelompok ini. Kini tidak ada lagi waktu bagi umat Allah untuk menjadi orang-orang yang lemah. Kita tidak bisa lagi lalai sejenakpun untuk berjaga.” -- Testimonies, vol. 8, pp. 41, 42.

 

         Sesudah hamba Tuhan Nyonya White menyampaikan kepada kita panggilan bagi suatu pembangunan dan reformasi rohani di dalam majalah Review and Herald tertanggal 25 Pebr. 1902, maka dalam tahun berikutnya Jesus telah memberikan kepadanya khayal di atas.  Khayal adalah bukan mimpi, sebab khayal disaksikan selama seseorang masih dalam keadaan sadar. Nyonya White telah menyaksikan adanya dua bala tentara yang sedang bertikai atau berperang.  Bala tentara yang satu terdiri dari orang-orang yang berpegang pada hukum Allah dan Kesaksian Jesus Kristus, dan bala tentara yang lainnya adalah orang-orang yang mengenakan tanda-tanda pengenal dunia ini. Karena  Hukum Allah dan Kesaksian Jesus Kristus itu hanya dapat dijumpai  di dalam sidang jemaat milik Tuhan Allah di akhir zaman, maka peperangan itu tak dapat tiada akan berlangsung hanya di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, karena hanya inilah satu-satunya Gereja yang dinubuatkan dengan nama “Sidang Jemaat Laodikea.” Selanjutnya Nyonya White mengatakan : “Tetapi  h a r i  i t u   s e d a n g   a k a n  d a t a n g  dalam mana peperangan itu akan berlangsung, lalu kemenangan dicapai.  Kehendak Allah akan jadi di bumi, seperti halnya di dalam sorga. Kemudian bangsa-bangsa tidak akan lagi memiliki hukum yang lain, selain dari hukum sorga saja.  

 

Sesuai dengan ucapan Nyonya White di atas, peperangan itu ternyata b u k a n dimulai dalam tahun 1903, bahkan sampai kepada akhir hayatnya dalam tahun 1915 pun, peperangan itu sama sekali belum tampak. Ini hendaknya dapat dimengerti, sebab nyonya White selama masa hidupnya terus dikenal sebagai pembawa pekabaran malaikat yang ketiga atau Roh Nubuatan, yang ikut mendirikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sejak dari mulanya. Sampai kepada akhir hayatnya beliau terus dihormati oleh General Conference dan para pendetanya, khususnya oleh mereka yang mengenal Roh Nubuatan sebagai pekabaran malaikat yang ketiga. Jadi, baik hamba Tuhan Nyonya White maupun para penganut Roh Nubuatan pengikutnya, semua mereka itu belum pernah diserang oleh orang-orang jahat sebagaimana yang tampak dalam khayal itu. Bahkan pada waktu ini bekas rumah peninggalan Nyonya White yang beralamat di Elmshaven, 125 Glass Mountain Lane, St. Helena, CA 94574, USA masih terus dikunjungi oleh para pendeta maupun umat dari hampir seluruh dunia yang berkunjung ke Amerika Serikat. Jadi, kita semua tak dapat tiada harus benar-benar mengetahui,

                                                                     

Kapan  Peperangan itu dimulai ?

 

Karena yang akan diserang itu adalah umat Allah penganut Hukum Allah dan Kesaksian Jesus Kristus, yang hidup sesudah masa hidupnya Nyonya White, maka ini tak dapat tiada baharu akan jadi setelah pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 datang bergabung dengan malaikat yang ketiga dari Nyonya White, menghasilkan terang besar yang  menerangi bumi. Tegasnya, setelah pekabaran Tongkat Gembala bergabung dengan Roh Nubuatan, menghasilkan ROH NUBUATAN yang dinubuatkan pada Wahyu 19 : 10 bagian akhir itu, maka baharulah pertikaian atau peperangan itu dimulai.  Peperangan ini akan berlangsung h a n y a  di dalam sidang  jemaat Laodikea di akhir zaman, yaitu di antara orang-orang bijaksana penganut Hukum Allah dan nubuatan-nubuatan Daniel, Wahyu, dan lain-lainnya di satu pihak, melawan orang-orang jahat yang tidak mengerti. Perhatikanlah ucapan malaikat Jibrail kepada nabi Daniel yang mengatakan: “…….segala perkataan itu tertutup dan tersegel sampai di akhir zaman. (Baharu di akhir zaman). Banyak orang akan disucikan, diputihkan, tetapi d i u j i (diserang oleh orang jahat); tetapi orang jahat akan makin melakukan kejahatan, dan tidak seorangpun dari mereka akan mengerti; tetapi orang yang bijaksana akan mengerti.”Daniel 12 : 9, 10.

 

Orang-orang yang diserang itu adalah orang-orang dari kelas lima anak dara yang bijaksana, yaitu mereka yang mengerti berbagai nubuatan dari Wasiat Lama, buku Wahyu, dan berbagai perumpamaan dari Wasiat Baru sebagaimana yang sudah terungkap di dalam ROH NUBUATAN. Sekalipun kondisi kerohanian mereka itu belum suci, namun mereka telah digolongkan sebagai warga kerajaan sorga atau “orang benar, yang jatuh tujuh kali tetapi bangun kembali, tetapi orang jahat itu akan jatuh ke dalam ke kebinasaannya.” – Amzal Solaiman 24 : 16.

 

Sampai kapankah peperangan itu berlangsung ?

 

         Peperangan itu akan berlangsung lama sekali. Iaitu akan terus berlangsung sampai mereka penganut Sepuluh Perintah dari Hukum Allah dan Kesaksian Jesus Kristus atau ROH NUBUATAN mencapai kemenangannya secara gemilang. Ini baharu akan terbukti apabila ucapan doa-doa mereka yang berbunyi: BAPA KAMI YANG DI SORGA, DIPERSUCIKANLAH KIRANYA NAMA-MU, DATANGLAH KERAJAAN-MU. JADILAH  KEHENDAKMU DI BUMI INI SEPERTI HALNYA DI DALAM SORGA  …… .……..” – Matius 6 : 9, 10,sudah benar-benar menjadi kenyataan di b u m i  ini. Tetapi kerajaan yang manakah itu ?

 

         Jesus telah mengajarkan kepada kita suatu bentuk doa yang paling sederhana, singkat, tetapi sangat mantap dan bermakna. Bentuk doa ini dikenal dengan nama “DOA BAPA KAMI.” Seluruh umat kita pada umumnya sangat fasih mengucapkan doa ‘Bapa Kami’ itu, tetapi ternyata tidak sedikit dari kita mengucapkannya hanya seperti burung beo saja, artinya, kita terus menerus mengucapkannya tanpa sedikitpun memahami makna dan artinya. Ini berarti, banyak sekali doa yang telah diucapkan, padahal si pemohon belum sepenuhnya mengerti apa yang sesungguhnya diharapkan dari doanya itu.

 

         Perlu sekali dimengerti, bahwa kedatangan KERAJAAN itu, dan TERJADINYA KEHENDAK  ALLAH DI BUMI SEPERTI HALNYA DI DALAM SORGA, sekali-kali   b u  k a n dimaksudkan kepada kedatangan Kristus yang kedua kali. Ini seyogyanya dapat dimaklumi, sebab pada kedatangan Jesus kedua kali yang diucapkan oleh rasul Paulus pada 2 Tesalonika 4 : 16, 17 itu, Jesus tidak sampai menjejakkan kaki-Nya di bumi. Ia hanya melayang-layang di angkasa sambil menyambut umat-Nya yang diangkat keluar dari bumi ini.  Jadi, yang manakah gerangan kerajaan itu yang sebenarnya ? Nabi Daniel sejak jauh-jauh hari sebelumnya telah  menubuatkannya sebagai berikut :

 

“Dan pada zaman raja-raja ini  Allah dari sorga akan  mendirikan sebuah kerajaan, yang kelak tidak pernah dapat dibinasakan; maka kerajaan itu tidak akan ditinggalkan kepada bangsa lain, tetapi iaitu akan menghancur-luluhkan, dan menghapuskan sama sekali semua kerajaan-kerajaan ini, lalu ia akan berdiri untuk selama-lamanya.” Daniel 2 : 44.

 

          Kita sekarang hidup di akhir zaman, yaitu pada zaman raja-raja yang dilambangkan oleh sepuluh jari kaki dari patung besar, yang terlihat dalam mimpi raja Nebuchadnezar. Patung itulah yang telah diungkapkan pengertiannya oleh nabi Daniel di dalam Daniel pasal 2. Di akhir zaman sekarang inilah, di mana raja-raja yang dilambangkan oleh sepuluh jari kaki dari patung besar itu, telah melepaskan semua daerah jajahannya menjadi begitu banyak negara yang merdeka dan berdaulat, Tuhan Allah akan mendirikan kerajaan itu di bumi ini, di antara keberadaan semua negara-negara yang merdeka dan bedaulat itu. Kerajaan itu akan merupakan sebuah kerajaan yang kekal yang tidak akan pernah lagi binasa. Pada waktu itulah baharu kehendak Allah akan sepenuhnya berlaku di bumi ini seperti halnya di dalam sorga. Kemudian semua bangsa tidak akan lagi memiliki hukum yang lain, selain dari hukum sorga saja. Artinya, akan hanya ada satu negara yang berkuasa di waktu itu, dan semua bangsa di bumi harus tunduk kepadanya. Demikian inilah baharu mereka yang menganut Hukum Allah dan kesaksian Kristus itu mencapai kemenangannya yang gemilang, dan baharu pertikaian atau peperangan dari khayal Nyonya White dalam tahun 1903 itu berakhir untuk selamanya.

 

         Mereka yang menganut  Hukum Allah dan kesaksian Kristus itulah yang telah mematuhi seruan hamba Tuhan Nyonya White yang berbunyi : “Marilah kita berjuang dengan semua kemampuan yang sudah dikaruniakan Allah pada kita untuk masuk di antara mereka yang  144.000  itu.”—Review and Herald, March 9, 1905. Dan mereka itulah yang kelak akan berdiri bersama Kristus di gunung Sion menggenapi ucapan Yahya pewahyu yang mengatakan : “Maka tiba-tiba ku pandang, maka heran, seekor anak domba berdiri di gunung Sion, dan bersama-sama dengannya adalah mereka seratus empat puluh empat ribu itu, yang memiliki nama Bapa-Nya tertulis pada dahi-dahi mereka.” – Wahyu 14 : 1. 

 

         Sebagai ‘seekor anak domba’, Jesus tentunya masih dalam status-Nya sebagai Juruselamat. Ini berarti kedatangan-Nya di gunung Sion, di Palestina itu,  akan jadi s e b e l u m  masa kasihan berakhir, sebelum Ia menanggalkan jubah keimmamatan-Nya di dalam kaabah kesucian sorga. Inilah kedatangan-Nya yang tidak resmi karena Ia datang hanya bagi kepentingan umat-Nya. Demikianlah kerajaan itu akan berdiri di gunung Sion, Palestina, dimulai dengan 144.000 warga kerajaannya yang pertama. Kemudian daripada itu Roh Suci Hujan Akhir akan dituangkan atas mereka, lalu mereka akan keluar dengan kuasa besar ke seluruh bumi dengan kemenangan dan untuk memenangkan. Baharu kemudian daripada itu masa kasihan bagi seluruh umat manusia untuk bertobat berakhirlah untuk selama-lamanya.

 

Bagaimana

 Peperangan itu berlangsung Sekarang ini ?

         

Sementara peperangan itu berlangsung sengit sekarang ini, maka hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

  

          “Panji demi panji tertinggal menelusur di tanah sementara pasukan demi pasukan dari bala tentara Tuhan menggabungkan diri dengan musuh, dan suku demi suku dari berbagai barisan musuh menggabungkan diri dengan umat Allah pemelihara hukum. Seorang malaikat yang beterbangan di tengah langit meletakkan bendera Immanuel itu ke dalam banyak tangan, sementara seorang jenderal perkasa berseru dengan suara keras : “M a s u k    B a r i s a n  !  Hendaklah mereka yang setia pada perintah-perintah Allah dan kesaksian Kristus sekarang mengambil tempatnya.  Keluarlah dari antara mereka itu, dan berpisahlah kamu, dan janganlah menjamah barang yang keji, maka Aku akan menyambut kamu, dan akan menjadi Bapa bagimu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan perempuan.”

 

           Malaikat yang beterbangan di tengah langit yang meletakkan bendera Immanuel ke dalam banyak tangan itu, tak dapat tiada dimaksudkan kepada malaikat dari Wahyu 18 : 1 itu saja. Malaikat itulah yang melambangkan pekabaran yang terkandung di dalam buku-buku terbitan Tongkat Gembala, yang telah mengungkapkan perihal “Kerajaan kekal” yang akan datang, yang akan didirikan Allah di bumi ini,  sebagai sebuah terang baru, yang paling baru diketahui di akhir zaman ini. Orang-orang yang telah menerima bendera Immanuel itu tak dapat tiada dimaksudkan kepada h a n y a mereka yang setia pada perintah-perintah Allah dan kesaksian Kristus (Roh Nubuatan dari Nyonya White). Mereka itulah yang harus mengambil tempatnya tersendiri, yang terpisah dari orang-orang jahat yang kini sedang terlibat dalam berbagai penolakan terhadap pekabaran baru dari malaikat Wahyu 18 : 1 di dalam sidang jemaat Laodikea. Untuk itulah, maka kepada mereka telah diserukan sendiri oleh Jesus dengan suara keras: Masuk Barisan ! Hendaklah mereka yang setia pada perintah-perintah Allah dan kesaksian Kristus sekarang juga mengambil tempatnya.”

 

           Sesudah panggilan bagi suatu pembangunan dan reformasi rohani itu terlaksana, dan setelah Organisasi General Conference selesai ditata kembali menjadi General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, USA, maka baharu kemudian seruan keras dari Jesus untuk masuk barisan itu dapat dipatuhi.  Demikian itulah, maka semua penganut setia kepada Hukum Allah dan Kesaksian Kristus diwajibkan untuk keluar dan berpisah dari malaikat sidang jemaat Laodikea dan para pengikut setianya, lalu memasuki barisannya sendiri, yaitu General Association of Davidian SDA. Sejak itulah baharu ucapan hamba Tuhan yang berikut ini berlaku.

 

          Peperangan itu berlangsung sengit. Kemenangan secara silih berganti dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya. Kini prajurit-prajurit salib menepi, “bagaikan sewaktu seorang pembawa bendera kehabisan tenaga.” Jesaya 10 : 18. Tetapi kenyataan mundurnya mereka hanya untuk memenangkan suatu posisi yang lebih menguntungkan. Pekikan-pekikan kegembiraan terdengar. Sebuah nyanyian pujian naik kepada Allah, lalu suara-suara malaikat bergabung dalam nyanyian itu, sementara prajurit-prajurit Kristus menancapkan bendera-Nya di atas tembok dari  benteng-benteng sampai kemudian dipertahankan oleh musuh. Kapten Penyelamat kita sedang memerintahkan peperangan itu dan mengirim bantuan bagi para prajurit-Nya. Kuasa-Nya dipamerkan dengan hebatnya, mendorong mereka itu menyerang maju sampai ke pintu-pintu gerbang. Ia mengajarkan mereka itu akan perkara-perkara yang mengerikan dalam kebenaran sementara dipimpin-Nya mereka itu maju langkah demi langkah, dalam kemenangan dan untuk memenangkan.”

 

Kemenangan secara silih berganti

 

         Apa yang disaksikan oleh hamba Tuhan Nyonya White di atas ini sesungguhnya sudah banyak yang digenapi, bahkan masih terus terjadi di waktu ini. Tidak sedikit dari mereka yang menganut Hukum Allah dan Kesaksian Kristus, yang sudah memasuki barisannya sendiri, ternyata kembali keluar bergabung dengan musuh. Dan tidak sedikit juga mereka yang tadinya menentang telah berbalik bergabung dengan saudara-saudaranya di dalam barisan. Semua pengalaman di atas umumnya dimulai segera setelah kematian hamba Tuhan Victor T. Houteff  dalam tahun 1955. Peristiwa  yang sangat melumpuhkan itu terjadi sesudah tahun 1959, sewaktu Nyonya Houteff yang menggantikan suaminya sebagai Presiden dari General Association of DSDA di Waco, Texas, USA mengumumkan secara resmi bahwa semua ajaran Tongkat Gembala adalah tidak sehat, lalu kemudian melikwidasikan Organisasi berikut seluruh asset kekayaannya dalam tahun 1962. Bahkan peristiwa yang juga telah sangat memalukan ialah berbagai ulah dari mereka yang menamakan dirinya “Branch Davidian” yang berlokasi di Elk, Texas, Amerika Serikat, yang telah terlibat dalam tembak menembak dengan polisi Federal, yang mengakibatkan begitu banyak jiwa telah melayang sia-sia.

 

          Bahkan tanpa disangka-sangka para penganut Hukum Allah dan kesaksian Kristus yang dilambangkan oleh kelas lima anak dara yang bijaksana atau kelas gandum itu, ternyata masih harus pecah lagi, karena terbukti masih ada sekam yang memiliki tipu di mulutnya, yang masih terus menempel dengan butir-butir gandum yang ada. Keadaan inilah yang telah memunculkan berbagai perselisihan faham di antara umat pemelihara Hukum Allah dan Kesaksian Kristus itu sendiri di waktu ini. Dan Tuhan Allah ternyata telah membiarkannya sedemikian itu sampai mereka yang berkualitas “sekam” yang memiliki tipu di mulut akan tersingkir dengan sendirinya. Hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

 

          “Allah akan membangunkan umat-Nya. Kalau saja cara-cara yang lain gagal, maka berbagai perselisihan faham akan  masuk di antara mereka, yang akan menyaring  mereka  itu untuk  m e m i -s a h k a n   s e k a m  daripada  g a n d u m.  Tuhan Allah berseru kepada semua orang yang percaya pada firman-Nya  untuk bangun daripada tidur.  T e r a n g  yang berharga sudah datang, yang benar-benar sesuai bagi zaman ini.” – 5 Testimonies, p. 707.

 

         S e k a m  tidak sama dengan l a l a n g.  Secara alamiah sekam selalu berada bersama dengan gandum. Pada mulanya, karena menolak pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 yang datang bergabung dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White, maka Gereja  kita telah pecah menjadi dua kelas, yaitu kelas lima anak dara yang bijaksana atau kelas gandum di satu pihak, dan kelas lima anak dara yang bodoh atau kelas lalang di lain pihak. Kelas lalang itulah yang kini sedang menguasai gereja-gereja kita di dunia ini, karena mereka itulah malaikat sidang jemaat Laodikea atau General Conference of SDA dan para pendetanya, berikut semua pengikut setianya yang ada.  

 

         Karena pada hakekatnya s e k a m berasal dari g a n d u m, yang baru akan muncul kemudian setelah terjadi pergesekan-pergesekan, maka kita hendaknya waspada bahwa tidak semua penganut Hukum Allah dan kesaksian Kristus itu benar-benar berkwalitas gandum yang murni. Artinya tidak semua mereka yang menyambut ROH NUBUATAN, yang telah ‘Masuk Barisan’ menjadi anggota dari General Association of Davidian SDA akan benar- benar merupakan calon-calon bagi rombongan 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang. Inilah yang akan dapat diketahui dari ucapan Yahya Pewahyu  sebagai berikut :

 

“Maka tiba-tiba aku tampak seekor Anak Domba berdiri di gunung Sion, dan bersama-sama dengan-Nya adalah mereka yang 144.000 itu ………. Inilah mereka itu yang tidak tercemar dirinya dengan wanita-wanita karena mereka adalah a n a k – a n a k d a r a. ……. Maka di dalam mulut mereka tidak didapati t i p u, karena mereka itu adalah  t a n p a  salah di hadapan tahta Allah.”Wahyu 14 : 1, 5.

 

          Wanita-wanita itu melambangkan GEREJA-GEREJA BABIL yang cemar di luar, dan anak-anak dara itu melambangkan kelas lima anak dara yang bijaksana atau kelas gandum di dalam GEREJA kita Masehi Advent Hari Ketujuh.  Karena hanya anak-anak dara bijaksana atau g a n d u m yang tidak memiliki t i p u  di dalam mulutnya, yang akan terpilih bagi rombongan 144.000 itu, maka tak dapat tiada akan ada sebagian anak-anak dara atau gandum yang tergolong sekam yang memiliki tipu di dalam mulutnya, yang tidak akan ikut terpilih bagi rombongan 144.000 umat Allah yang akan datang.

 

          Mereka yang memiliki tipu dimulutnya itulah yang telah terlibat dalam dosa yang dinubuatkan pada Wahyu 22 : 18 dan 19.  Itulah satu-satunya dosa yang tidak akan melibatkan siapapun yang lain, selain daripada h a n y a  mereka itu yang tergolong sekam.  Ini hendaknya dipahami, sebab sebagai penganut ROH NUBUATAN mereka itu seharusnya sudah mempelajarinya dari A – Z, sehingga tidak lagi beralasan baginya untuk menambah-nambah atau mengurang-ngurangi sesuatu dari dalam seluruh kelengkapan ROH NUBUATAN yang ada. 

 

         Davidian-Davidian yang berkualitas sekam itu akan selalu tampak dari bentuk-bentuk dosa yang disebut pada Wahyu 22 : 18 dan 19, yaitu menambah-nambah atau  mengurang-ngurang. Mereka selalu mempromosikan kepada kita kemurnian pekabaran Tongkat Gembala dari Houteff yang diajarkannya, sampai-sampai pekabaran Roh Nubuatan  yang begitu luas  dari hamba Tuhan Nyonya White tidak banyak lagi disentuh, dan hampir sama sekali tidak digali dan dikembangkan bagi kita. Padahal Houteff sudah sejak jauh-jauh hari sebelumnya memperingatkan bahwa “karena Alkitab dan buku-buku Roh Nubuatan (dari Nyonya White) merupakan satu-satunya sumber dari pekabaran Tongkat Gembala, maka apabila Tongkat itu diajarkan, Alkitab dan Roh Nubuatan, harus diajarkan.” – Fundamental Beliefs, pp. 28, 29.   Inilah bentuk-bentuk fundamentalisme sempit yang kaku (the narrow-minded fundametalisme) yang telah dianut oleh sebagian pemuka-pemuka Davidian, segera setelah kematian hamba Tuhan Victor T. Houteff dalam tahun 1955.  Demikian itulah, maka jauh sebelum kematiannya itu ia telah mengingatkan kepada kita sebagai berikut :

    Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang telah dimanifestasikan melawan pekabaran sorga di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan  kalah untuk selama-lamanya. ……Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam kesebelas (umat Davidian) secepatnya dan dengan teguh memperkuat diri melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang  mematikan kepadanya. Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu juga akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Lagi pula, terutama supaya diwaspadai bahwa Musuh itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertama-Nya itu, yang kini masih tersembunyi, yaitu mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9). Musuh akan mencoba apa saja yang mungkin untuk mengacau, untuk menggelapkan, dan untuk menudungi Kebenaran, terutama perihal mereka 144.000 itu.” ---Pembina Gedung Putih, hal. 31, 32 (Edisi Lama).

 

           Dapatlah dengan jelas terlihat, bahwa di akhir dunia sekarang ini, bukan saja malaikat sidang jemaat Laodikea dan para pendetanya yang sedang “mengacau untuk menggelapkan dan untuk menudungi Kebenaran terutama perihal mereka 144.000 itu,” di dalam gereja-gereja kita,  melainkan juga sebagian para penguasa di General Association of Davidian SDA itu sendiri, kini sedang ikut terlibat di dalamnya. Demikianlah betapa sulitnya bagi kita untuk mengarungi suatu kehidupan beragama yang benar di akhir dunia sekarang ini. Dan mungkin inilah alasannya yang utama, mengapa hamba Tuhan Nyonya White sampai mengatakan :  Marilah kita b e r j u a n g  dengan segala kemampuan yang sudah Tuhan karuniakan pada kita untuk masuk dalam rombongan 144.000 itu.”Review and Herald, march 9, 1905.  (“Let us strive with all the power GOD has given us to be among the hundred fourty four thousand).

 

Keluarlah dan Berpisahlah.

Janganlah menjamah barang yang keji

 

Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan:     

          “Seorang  jenderal  perkasa berseru dengan suara keras: “M a s u k  B a r i s a  n  !  Hendaklah mereka yang setia pada perintah-perintah Allah dan kesaksian Kristus sekarang mengambil tempatnya. Keluarlah dari antara mereka itu, dan berpisahlah kamu, dan janganlah menjamah barang yang keji, maka Aku akan menyambut kamu, dan akan menjadi Bapa bagimu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan perempuan.”

                    

           Karena sidang jemaat Laodikea adalah sidang jemaat yang terakhir dalam sejarah dunia, yang melambangkan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sebagai sebuah badan yang terorganisasi, maka semua umat penganut pekabaran tiga malaikat yang memelihara hukum Allah dan kesaksian Jesus Kristus tidak mungkin dapat berada di luarnya. Kemudian karena Gereja ini juga yang telah menggenapi perumpamaan Jesus perihal kerajaan sorga yang tediri dari sepuluh anak dara itu, maka kedua kelas anak-anak dara itulah yang akan membentuk Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di waktu ini. Bertolak dari pengertian inilah, maka “Barisan” yang hendak dimasuki itu tak dapat tiada dimaksudkan kepada kelompok dari kelas lima anak dara yang bijaksana itu saja. Tidak ada lagi yang lain. Oleh karena itulah, maka Organisasi General Association of Davidian SDA sebagai hasil dari re-organisasi atau penataan kembali Organisasi General Conference of SDA, mau tak  mau harus diakui berada di dalam sidang jemaat Laodikea itu juga.  Tidak mungkin berada di luarnya.

 

          Jika sebelumnya kita selalu berada di bawah asuhan malaikat sidang jemaat Laodikea, yang melambangkan General Conference of SDA berikut semua organisasi bawahannya, maka sesuai petunjuk dari khayal tahun 1903 itu,  kita  harus keluar dan berpisah daripadanya. Ini berarti kita harus memasuki Barisan kita sendiri, yaitu General Association of Davidian SDA.  Karena terus menolak pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1, baik pada kedatangannya yang pertama dalam tahun 1888, maupun pada kedatangannya yang kedua dalam tahun 1929, maka General Conference of SDA telah melalaikan sama sekali panggilan ilahi bagi suatu pembangunan dan reformasi rohani. Akibatnya, mereka sudah diludahkan keluar dari mulut Jesus sejak kira-kira tahun 1935, sehingga Ia tidak lagi mau mengakui mereka sebagai anak-anak-Nya. Hamba Tuhan mengatakan: “Allah menyerukan suatu pembangunan rohani dan suatu reformasi rohani. Jika ini tidak terlaksana, maka mereka yang suam itu akan terus bertumbuhmakin menjijikkan di hadapan Tuhan, sampai kelak Ia akan menolak mengakui mereka sebagai anak-anak-Nya.”— Review and Herald, Feb. 25, 1902.

     

           Jadi jelaslah kiranya dipahami, mengapa dalam khayal itu kepada kita diserukan:  “Keluarlah dari antara mereka itu, dan berpisahlah kamu, dan janganlah menjamah barang yang keji, maka Aku akan menyambut kamu, dan akan menjadi Bapa bagimu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan perempuan.”

     “Tidak ada lagi waktu kini untuk menjajarkan diri kita pada pihak orang-orang pelanggar hukum Allah itu, untuk melihat dengan mata mereka, untuk mendengar dengan telinga mereka, dan untuk mengerti dengan indera-indera pemahaman mereka yang kacau itu. Kita harus merapat bersama-sama. Kita harus bekerja untuk menjadi suatu kesatuan, untuk menjadi suci dalam kehidupan dan bersih dalam tabiat. Hendaklah orang-orang yang mengaku dirinya hamba-hamba dari Allah yang hidup jangan lagi tunduk kepada pendapat-pendapat manusia yang didewakan, jangan lagi memperbudak diri kepada setiap nafsu yang memalukan, jangan lagi menghantarkan kepada Tuhan suatu persembahan yang sudah kotor, yaitu suatu jiwa yang ternoda dosa.” – Testimonies to Ministers, p. 471.

      

          Sebagai ‘o r a n g   b e n a r ‘ yang jatuh tujuh kali lalu bangun kembali -- Amzal Solaiman 24 : 16, kita diwajibkan untuk tidak lagi menjajarkan diri kita pada pihak orang-orang pelanggar hukum Allah itu, yaitu malaikat sidang jemaat Laodikea dan para pengikut setianya, yang sesungguhnya sudah jatuh berdosa melawan Roh Suci, dan sudah diludahkan Kristus keluar dari mulut-Nya. Roh Suci sudah meninggalkan mereka, maka jalan kepada pertobatannya sudah tidak mungkin lagi jelas.

 

 

* * *