Panggilan Bagi Suatu Pembangunan

dan Reformasi Rohani

(Review & Herald, February 25, 1902)

 

 

 

Hamba Allah Nyonya Ellen G. White menuliskannya sebagai berikut:

      

        “Meskipun demikian aku sedang menentang kamu, sebab kamu sudah meninggalkan kasihmu yang mula-mula. Oleh sebab itu ingatlah dari  mana kamu jatuh, lalu bertobatlah, dan lakukanlah perbuatan-perbuatanmu yang pertama itu; atau jika tidak aku akan datang kepadamu segera, dan aku akan mengalihkan kakidianmu daripada tempatnya, terkecuali engkau bertobat.

 

        “Saya diperintahkan untuk mengatakan bahwa semua perkataan ini adalah berlaku bagi gereja-gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dalam kondisi mereka yang sekarang. Kasih Allah sudah hilang, dan ini berarti tidak ada terdapat kasih di antara sesamanya. Sifat mementingkan diri, sifat mementingkan diri, sifat mementingkan diri sedang dipelihara, dan sedang berjuang bagi keunggulan. Berapa lamakah hal ini akan terus berlangsung ? Tanpa terdapat sesuatu pertobatan  kembali, maka segera akan terjadi suatu kegagalan peribadatan yang sedemikian rupa, sehingga sidang akan dilambangkan oleh sebatang pokok ara yang tidak berbuah.  Terang besar telah dikaruniakan kepadanya. Ia telah memperoleh kesempatan yang luas untuk berbuat. Tetapi sifat mementingkan diri telah masuk, maka Allah berfirman : ‘Aku ……….akan memindahkan kakidianmu daripada tempatnya, terkecuali engkau bertobat.’

 

        “Jesus memandang pada pokok ara yang sombong dan tidak berbuah itu, lalu dengan keragu-raguan yang penuh kesedihan mengucapkan kata-kata celakanya. Lalu di bawah kutukan dari suatu Allah yang murka, layulah pokok ara itu. Kiranya Allah berkenan membantu umat-Nya untuk memanfaatkan pelajaran ini selagi masih ada waktu.

 

        “Menjelang kenaikan-Nya Kristus mengatakan kepada murid-murid-nya :  ‘Semua kuasa telah dikaruniakan kepada-Ku di sorga maupun di  bumi. Oleh sebab itu pergilah kamu dan ajarkanlah semua bangsa, sambil membaptiskan mereka dalam nama Bapa, nama Anak, dan Roh Suci : sambil mengajarkan kepada mereka supaya  mematuhi  s e g a l a  p e r k a r a  apapun juga yang sudah Kuperintahkan kepadamu; maka tengoklah, Aku menyertai kamu selalu, bahkan sampai kepada akhir dunia.’  Umat Allah pada waktu ini sedang tidak menggenapi penugasan ini sebagaimana yang seharusnya. Sifat mementingkan diri menghalangi mereka daripada menyambut semua perkataan ini dalam pengertiannya yang penting.

 

         “Dalam banyak hati orang hampir-hampir tidak lagi tampak sesuatu tarikan nafas kerohanian. Ini membuat saya sangat sedih. Saya takut kalau-kalau peperangan seru melawan dunia, daging, dan melawan iblis tidak lagi dapat dipertahankan. Hendakkah kita terus bersukaria oleh suatu kekristenan yang sudah setengah mati, sifat mementingkan diri, roh tamak dunia ini yang sedang mengikut-sertakan kekapirannya dan sedang senyum karena kepalsuannya ?  T i d a k !  Oleh kemurahan Allah, marilah kita berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran. ‘Janganlah kita lengah dalam kegiatan ; tabahlah dalam roh; sambil melayani Tuhan.’  Hanya s a t u majikan kita, yaitu Kristus. Kepada-Nyalah kita harus memandang. Dari Dialah kita akan memperoleh kepintaran kita. Oleh karunia-Nya kita akan mempertahankan keterpaduan kita, sambil berdiri di hadapan Allah dalam rendah hati dan pertobatan lalu mewakili Dia kepada dunia.

 

        “Hotbah-hotbah banyak dibutuhkan di dalam gereja-gereja kita. Para anggota telah bergantung pada deklamasi-deklamasi mimbar gantinya bergantung pada Roh Suci. Karunia-karunia roh yang dikaruniakan pada mereka tidak dibutuhkan dan tidak dimanfaatkan, sehingga iaitu telah menyusut menjadi lemah …….

 

        “Terhadap para pendeta dan umat, Allah menyampaikan tuduhan berat karena kelemahan rohani, kata-Nya: ‘Aku tahu segala perbuatanmu bahwa engkau adalah dingin tidak  hangatpun tidak; Aku ingin engkau dingin atau hangat. Sebab itu karena engkau adalah s u a m, dan dingin tidak hangatpun tidak, maka Aku akan meludahkan engkau keluar dari mulut-Ku. Sebab engkau mengatakan: Aku kaya, dan telah melimpah kekayaanku, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi, padahal tidak engkau ketahui bahwa engkau adalah orang yang malang dan sengsara, dan miskin, dan buta dan bertelanjang. Aku menasehatkan kamu supaya membeli kepada-Ku emas yang teruji di dalam api supaya engkau menjadi kaya; dan pakaian putih supaya engkau berpakaian dan supaya malu ketelanjanganmu tidak tampak, dan supaya menggosok matamu dengan salp mata supaya engkau dapat melihat.

 

       “Allah menyerukan suatu pembangunan rohani dan suatu reformasi rohani. Jika ini tidak terlaksana, maka mereka yang suam itu akan terus bertumbuh makin menjijikkan di hadapan Tuhan, sampai kelak Ia akan menolak mengakui mereka sebagai anak-anak-Nya.”

 

         “Suatu pembangunan dan suatu reformasi harus terlaksana di bawah bimbingan Roh Suci. Pembangunan dan reformasi adalah dua hal yang berbeda. Pembangunan berarti suatu pembaharuan kembali kehidupan rohani, suatu kebangkitan kuasa-kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan dari mati rohani.  Reformasi berarti suatu r e – organisasi, suatu perobahan dalam pemikiran-pemikiran dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan. Reformasi tidak akan mengeluarkan buah pembenaran yang baik tanpa iaitu dikaitkan dengan pembangunan dari Roh. Pembangunan dan reformasi akan melaksanakan tugasnya yang t e l a h  d i t e n t u k a n, maka dalam melaksanakan tugas ini keduanya harus bergabung.   

 

        “’Kamu adalah bukan milikmu sendiri ; karena kamu sudah dibeli dengan sesuatu harga: maka sebab itu muliakanlah Allah dalam tubuhmu, dan dalam rohmu, yang merupakan milik Allah.’ ‘Hendaklah terangmu bercahaya di hadapan orang-orang, supaya dapat mereka menyaksikan perbuatan-perbuatan baikmu, lalu memuliakan Bapamu yang di dalam sorga.’  Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya bagi suatu keturunan bangsa manusia yang sudah jatuh, meninggalkan bagi kita suatu teladan agar dapat kita ikuti pada langkah-langkah-Nya. Kepada dia yang melakukan ini akan diucapkan kata-kata persetujuannya yang berbunyi: ‘Baiklah, kamu hamba yang baik dan setia ;  …….. masuklah engkau ke dalam kebahagiaan Tuhanmu.’

 

       “Perkataan Tuhan tidak pernah mengekang kegiatan manusia. Iaitu meningkatkan kegunaan manusia oleh membimbing berbagai kegiatannya kepada arah yang benar. Tuhan tidak membiarkan manusia sendiri tanpa sesuatu tujuan yang dikejar. Ia mewariskan ke hadapannya suatu peninggalan yang kekal, dan mengaruniakan kepadanya kebenaran yang memuliakan, supaya dapat ia maju berkembang pada suatu lorong yang aman dan pasti, dalam mengejar apa yang patut untuk dipersembahkan dari berbagai kemampuannya yang tertinggi, --- yaitu sebuah mahkota dari kehidupan yang kekal.

 

        “Manusia akan bertambah-tambah dalam kemampuan sementara ia terus mengikuti untuk mengenal Tuhan. Sementara ia berusaha untuk mencapai standard ukuran yang tertinggi, maka Alkitab adalah bagaikan sesuatu terang yang akan  membimbing langkah-langkahnya untuk pulang ke rumah. Dalam perkataan itulah ia akan menemukan bahwa ia adalah rekan pewaris bersama Kristus untuk mendapatkan suatu harta yang kekal. Buku Pembimbing itu akan mengarahkannya kepada berbagai harta kekayaan sorga yang jauh dari penemuan itu. Oleh terus mengikuti untuk mengenal Tuhan, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan yang tak terhingga. Dari hari ke hari kedamaian Allah akan merupakan pahala baginya, dan oleh iman ia akan menyaksikan sebuah rumah dengan sinar matahari yang kekal, yang bebas dari kesusahan dan kekecewaan. Allah akan mengarahkan langkah-langkahnya, dan akan menjaganya daripada kejatuhan.

 

       “Allah mencintai sidang-Nya. Sekalipun terdapat lalang-lalang yang bercampuran dengan gandum, namun Tuhan mengenal  akan milik-Nya  sendiri.  ‘Engkau memiliki juga sejumlah kecil nama di Sardis yang tidak  mencemarkan jubah-jubah mereka; maka mereka itu akan berjalan bersama-Ku dalam jubah-jubah putih : karena merekalah yang sepatutnya. Dia yang menang, kepadanyalah akan dipakaikan pakaian putih; maka Aku tidak akan mencoret namanya keluar dari  buku kehidupan, melainkan Aku akan me- ngakui namanya di hadapan Bapa-Ku, dan di hadapan malaikat-malaikat-Nya. Dia yang bertelinga, hendaklah ia mendengar apa yang dikatakan oleh Roh kepada sidang-sidang jemaat itu.’

 

       “Tidakkah nasehat dari Kristus itu kelak berpengaruh bagi sidang-sidang jemaat itu ? Mengapakah berhenti di antara dua pendapat, hai kamu yang mengenal kebenaran ? ‘Jika Tuhan itu Allah, maka ikutilah Dia ; tetapi sekiranya Dewa Baal itu Allah, ikutilah dia.’ Para pengikut Kristus tidak berhak untuk berdiri pada landasan yang netral. Ada lebih besar harapan bagi seseorang yang benar-benar musuh daripada bagi  seseorang yang netral.

 

      “Sidang hendaknya supaya menjawab ucapan kata-kata nabi itu: ‘Bangunlah, bangunlah; karena terangmu ada datang, dan kemuliaan Tuhan sudah naik atas kamu. Karena, tengoklah, kegelapan akan menudungi bumi, dan kegelapan pekat menudungi orang banyak itu: tetapi Tuhan akan  bangkit  atas kamu, dan kemuliaanNya akan tampak di atas kamu.’

 

       “Umat Allah telah kehilangan kasih mereka yang mula-mula. Mereka harus bertobat sekarang lalu melangkah maju secara tetap pada lorong kesucian. Berbagai maksud Allah akan mencapai setiap tahap kehidupan. Sekaliannya itu adalah tidak berubah, kekal; maka kelak pada saatnya yang telah ditentukan sekalian mereka itu akan dihukum. Untuk selama sesuatu waktu mungkin tampaknya Setan telah memiliki semua kuasa di dalam tangannya; namun harapan kita adalah pada Allah. Apabila kita datang dekat kepada-Nya, maka Ia akan datang menghampiri kita, dan akan bekerja dengan maha kuasa-Nya untuk menyelesaikan berbagai rencana kemurahan-Nya.

 

       “Allah menegur mempersalahkan umat-Nya karena dosa-dosa mereka, supaya dapat Ia merendahkan hati mereka itu, lalu  menghantarkan mereka untuk mencari wajah-Nya. Sementara mereka bereformasi, dan kasih-Nya kembali hidup di dalam hati mereka, maka berbagai jawaban-Nya yang penuh kasih sayang akan datang memenuhi berbagai permintaan mereka. Ia akan menguatkan mereka dalam kegiatan bereformasi, meninggikan bagi mereka sebuah standard untuk melawan musuh. Berkat-Nya yang limpah akan menetap pada mereka, maka dalam sinar-sinar cahaya yang cerah mereka akan memantulkan terang dari sorga. Kemudian serombongan besar orang banyak  yang berasal bukan dari iman mereka, setelah menyaksikan Allah berada bersama umat-Nya, maka mereka itu akan menggabungkan diri dengan mereka dalam perbaktian kepada Juruselamat.” --- Review and Herald, February 25, 1902.

 

Ringkasan  Penjelasan

 

      Panggilan bagi suatu pembangunan dan reformasi rohani di atas ini, muncul keluar empat tahun kemudian sesudah malaikat sidang jemaat Laodikea atau General Conference of SDA menolak pekabaran Pembenaran Oleh Iman, yang ditawarkan oleh pendeta-pendeta Waggoner dan Jones dalam tahun 1888 di General Conference Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat. Panggilan itu terutama sekali dialamatkan kepada para penguasa Gereja kita di General Conference berikut semua pendetanya karena kondisi kerohanian mereka itu yang sudah miskin, buta, dan telanjang. Dan kemudian  ditujukan kepada kita semua yang sudah jatuh terlibat dalam dosa-dosa  yang sama.

 

       Dari Wahyu 3 : 14 – 20 dapat diketahui, bahwa setelah pekabaran yang datang  dalam tahun 1888 itu ditolak, Tuhan Allah ternyata masih menawarkan lagi kepadanya emas, pakaian putih, dan salp mata, yang melambangkan pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 dari Victor T. Houteff, yang akan bergabung suaranya dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14 : 6 – 9 dari Nyonya Ellen G. White.  Jadi, dapatlah dengan jelas terlihat, bahwa “panggilan bagi suatu pembangunan dan reformasi rohani”  itu tak dapat tiada baharu akan merupakan bagian dari pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 yang akan datang kemudian. Sebab terbukti sampai kepada akhir hayatnya dalam tahun 1915 panggilan bagi suatu pembangunan dan reformasi rohani itu belum juga terlaksana dibawah pimpinan Nyonya White. 

 

       Kemudian karena ternyata Tuhan Allah juga sudah lebih dulu memberitahukan kepadanya (Nyonya White) melalui khayalnya yang terakhir : Dalam khayalku yang terakhir kepada saya diperlihatkan, bahwa bahkan pekabaran dari Saksi Yang Benar yang menentukan inipun tidak berhasil menyelesaikan rencana Allah. Orang banyak itu  (orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh) terus saja tidur dalam dosa-dosa mereka. Mereka terus saja menyatakan dirinya kaya dan tidak berkekurangan. Banyak yang bertanya : Mengapa semua tegoran ini diberikan ? Mengapa Kesaksian-Kesaksian itu terus menerus menuduh kami murtad dan berdosakan dosa-dosa besar ?  Kami mencintai kebenaran, kami sedang maju berkembang, kami tidak membutuhkan Kesaksian-Kesaksian yang  berisikan amaran dan tegoran ini  ……” – Testimonies, vol. 3, pp. 253 – 255, maka dapatlah dimengerti mengapa dalam panggilan bagi suatu pembangunan dan reformasi rohani itu telah diperintahkan juga oleh Tuhan Allah  kepadanya untuk  mengatakan sebagai berikut :      

       

       “Saya diperintahkan untuk mengatakan bahwa semua perkataan ini adalah berlaku bagi gereja-gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dalam kondisi mereka yang sekarang. Kasih Allah sudah hilang, dan ini berarti tidak ada terdapat kasih di antara sesamanya. Sifat mementingkan diri, sifat mementingkan diri, sifat mementingkan diri sedang dipelihara, dan sedang berjuang bagi keunggulan. Berapa lamakah hal ini akan terus berlangsung? Tanpa terdapat sesuatu pertobatan kembali (pembangunan dan reformasi), maka segera akan terjadi suatu kegagalan peribadatan yang sedemikian rupa, sehingga sidang akan dilambangkan oleh sebatang pokok ara  yang  tidak  berbuah.  T e r a n g   b e s a r telah dikaruniakan kepadanya. Ia telah memperoleh kesempatan yang luas untuk berbuah dengan limpah. Tetapi sifat mementingkan diri telah masuk, maka Allah berfirman : ‘Aku ……….akan memindahkan kakidianmu daripada tempatnya, terkecuali engkau bertobat.’

 

       “Jesus memandang pada pokok ara yang sombong dan tidak berbuah itu, lalu dengan keragu-raguan yang penuh kesedihan mengucapkan kata-kata celakanya (= meludahkan keluar malaikat sidang jemaat Laodikea dari mulut-Nya). Lalu di bawah kutukan dari suatu Allah yang murka, layulah pokok ara itu. Kiranya Allah berkenan membantu umat-Nya untuk memanfaatkan pelajaran ini selagi masih ada waktu.” Review and Herald, Feb. 25, 1902  (Dalam kurung dari kami)

 

Kasih Allah sudah hilang

 

       Tuduhan bahwa kasih Allah sudah hilang, sehingga tidak lagi terdapat kasih di antara sesama umat Masehi Advent Hari Ketujuh di waktu ini, mungkin saja akan sangat diragukan bagi sebagian besar umat kita. Namun hendaklah dipahami bahwa kasih yang dimaksud oleh hamba Allah Nyonya White itu, tak lain daripada tabiat dari Tuhan Allah sendiri, yang telah dijabarkan-Nya di dalam Sepuluh Perintah dari hukum Torat, dan yang telah diperinci dalam berbagai peraturan pelaksanaannya di dalam ROH NUBUATAN. 

 

       Adalah karena kasih sayang-Nya kepada kita, maka Tuhan Allah telah berbicara khusus kepada kita umat-Nya dalam bahasa nubuatan dan perumpamaan-perumpamaan, supaya semua rencana-Nya bagi keselamatan kita sepanjang akhir zaman ini akan dapat dimengerti dan dipatuhi, tetapi pada saat yang sama iaitu juga dirahasiakan daripada semua musuh-musuh-Nya. Tetapi mengapakah kita memilih menjadi musuh Allah, yang sama sekali buta terhadap nubuatan-nubuatan-Nya ? Karena terus menolak terang besar dari ROH NUBUATAN itu sampai kepada hari ini, maka dapatlah dimengerti sendiri bagaimana kasih Allah itu dengan sengaja telah dilalaikan sama sekali di dalam gereja-gereja kita, bukan ?   

 

Penugasan :

Pergilah dan Ajarkanlah Semua Bangsa !

 

       “Menjelang kenaikan-Nya Kristus mengatakan kepada murid-murid-nya: ‘Semua kuasa telah dikaruniakan kepada-Ku di sorga maupun di bumi. Oleh sebab itu pergilah kamu dan ajarkanlah semua bangsa, sambil membaptiskan mereka dalam nama Bapa,  Anak, dan Roh Suci : sambil mengajarkan kepada mereka supaya mematuhi  s e g a l a p e r k a r a  apapun juga yang sudah Kuperintahkan kepadamu; maka tengoklah, Aku menyertai kamu selalu, bahkan sampai kepada akhir dunia.’ Umat Allah pada waktu ini sedang tidak menggenapi penugasan ini sebagaimana yang seharusnya. Sifat mementingkan diri menghalangi mereka daripada menyambut semua perkataan ini dalam pengertiannya yang penting.” – Review and Herald, February 25, 1902.

 

       Perumpamaan perihal Sepuluh Anak Dara dari Matius 25 : 1 – 4  sesuai penjelasannya dari Nyonya White, pertama sekali telah digenapi dalam sejarah dari sidang jemaat Philadelfia sebelum tahun tahun 1844. Dengan demikian, maka sidang jemaat Laodikea sejak mulanya telah muncul terdiri dari mereka lima anak dara yang bijaksana itu saja. Dalam kondisi kerohanian yang prima itulah, maka penugasan dari Jesus kepada mereka untuk pergi dan ajarkan semua bangsa, sambil membaptiskan mereka itu dalam nama Bapa, Anak dan Roh Suci, iaitu telah dilaksanakan dengan baik.  Pekabaran tiga malaikat yang merupakan pekabaran Roh Nubuatan dari Nyonya White itu secara mentaajubkan telah berhasil memasuki banyak negara di dunia ini.  Sejarah bahkan telah mencatat bagaimana pekabaran itu telah berhasil memasuki Cina Daratan dan sebagainya. Semua perkara apapun yang telah diperintahkan oleh Jesus sampai kepada saat itu, sekaliannya itu juga yang telah diberitakan kepada dunia.

       

       Tetapi setelah Jesus kembali mengungkapkan kepada kita “terang baru” dari pekabaran  malaikat Wahyu 18 : 1 yang digabungkan-Nya dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White, maka para penguasa Gereja lalu menolaknya,  bahkan sampai kepada hari ini. Akibatnya yang terakhir, mereka sendiri telah diludahkan keluar dari mulut Jesus.  Dalam kondisi kerohanian yang sudah jatuh itu, dengan kebenarannya yang sudah tidak lengkap, mereka masih terus mencoba untuk menyelamatkan dunia. Oleh sebab itulah, maka tepatlah ucapan Juruselamat di atas yang mengatakan :  Umat Allah pada waktu ini sedang tidak menggenapi penugasan ini sebagaimana yang seharusnya.  Sifat mementingkan diri  menghalangi mereka daripada menyambut semua perkataan ini dalam pengertiannya yang penting.

 

Arti dari Pembangunan dan Reformasi

 

       Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan : “Suatu pembangunan dan suatu reformasi harus terlaksana di bawah bimbingan Roh Suci. Pembangunan dan reformasi adalah dua hal yang berbeda. Pembangunan berarti suatu pembaharuan kembali kehidupan rohani, suatu kebangkitan kuasa-kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan dari mati rohani. Reformasi berarti suatu r e – organisasi, suatu perobahan dalam pemikiran-pemikiran dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan.  Reformasi tidak akan mengeluarkan buah pembenaran yang baik tanpa iaitu dikaitkan dengan pembangunan dari Roh. Pembangunan dan reformasi akan melaksanakan tugasnya yang t e l a h  d i t e n t u k a n, maka dalam melaksanakan tugas ini keduanya harus bergabung.” – Review and Herald, February 25, 1902.

 

       Suatu pembangunan dan reformasi harus terlaksana di bawah bimbingan Roh Suci, artinya, pembangunan dan reformasi itu harus sesuai dengan petunjuk dari nabi Tuhan Allah. Karena sampai kepada akhir hayatnya dalam tahun 1915 pembangunan dan reformasi itu belum juga terlaksana di bawah bimbingan Nyonya White, maka berarti pembangunan dan reformasi itu baharu akan terlaksana kemudian di bawah bimbingan Sdr. Victor T. Houteff.  Arti dari pembangunan dan reformasi itu adalah sebagai  berikut :

 

Pembangunan,  artinya :

1.

Suatu pembaharuan kembali kehidupan rohani

]

Bersifat pribadi

2.

Suatu kebangkitan kuasa pikiran dan hati

3.

Suatu kebangkitan dari mati rohani

 

 

 

Reformasi,  artinya :

1.

Suatu  r e – o r g a n i s a s i

]

Bersifat organisasi

2.

Suatu perubahan dalam pemikiran-pemikiran dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan

 

 

Jelas sekali terlihat, bahwa panggilan bagi suatu pembangunan rohani itu ditujukan kepada seluruh umat Laodikea, mulai dari mereka yang berkuasa di Pusat Organisasi di General Conference sampai kepada masing-masing kita dimanapun kita berada. Akibat dari penolakan pekabaran “Pembenaran Oleh Iman” dalam tahun 1888, maka seluruh umat Allah telah jatuh ke dalam “suam rohani.” Suam rohani itulah yang telah sangat melemahkan kemampuan berpikir dan perasaan hati kita, bahkan sampai membuat kita mati rohani. Dan inilah yang perlu dibangkitkan kembali melalui “suatu pembangunan” yang harus terlaksana di bawah bimbingan Roh Suci.

 

       Dalam pada itu panggilan bagi suatu reformasi rohani b u k a n  ditujukan kepada kita secara pribadi, melainkan kepada malaikat sidang jemaat Laodikea, yaitu kepada para penguasa yang memimpin di General Conference of SDA di Amerika Serikat. Panggilan reformasi itu mewajibkan para penguasa di General Conference menghayati suatu perobahan dalam pemikiran-pemikiran dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan, lalu menata kembali (mengre-organisasikan) Organisasi General Conference mereka berlandaskan pada perobahan-perobahan itu. Nyonya White selanjutnya mengatakan :  Reformasi tidak akan mengeluarkan buah pembenaran yang baik tanpa iaitu dikaitkan dengan pembangunan dari Roh. Pembangunan  dan  reformasi  akan  melaksanakan  tugasnya  yang t e l a h  d i t e n t u k a n, maka dalam melaksanakan tugas ini keduanya harus bergabung.  

 

       Artinya, upaya menata kembali Organisasi General Conference tidak mungkin dapat mengeluarkan buah pembenaran yang baik, jika manusia-manusia yang berkuasa di sana belum juga membangun kembali rohani mereka sendiri sesuai yang digariskan di atas.   

 

Pembangunan dan Reformasi

Dalam Pelaksanaannya

 

       Karena sampai kepada hari ini para penguasa yang memimpin di General Conference of SDA pada kenyataannya masih tetap saja menganut pemikiran-pemikiran dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan yang lama di zaman Nyonya White, bahkan tanpa sedikitpun adanya perobahan, maka seyogyanya kita juga harus tahu pemikiran-pemikiran dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan  mana saja yang masih terus dipertahankannya sampai sekarang.

 

Pemikiran-Pemikiran dan Teori-Teori :

       Pemikiran-pemikiran dan teori-teori yang ada di Pusat Organisasi General Conference umumnya tampak pada lembaga-lembaga pendidikan tinggi Advent, khususnya di Amerika Serikat, lalu kemudian disampaikan kepada lembaga-lembaga yang berada di  bawahnya, kemudian kepada kita melalui mimbar gereja-gereja pada hari Sabat, melalui buku-buku Sekolah Sabat dan melalui berbagai majalah resmi yang dikeluarkan oleh Organisasi. Salah satu contoh dari pemikiran-pemikiran dan teori-teori terhadap buku-buku nubuatan Daniel dan Wahyu, yang masih dipertahankan sampai sekarang, ialah yang pernah diangkat oleh Pendeta Uriah Smith di dalam bukunya : The Thought on Daniel and the Revelation. Pendeta Uriah Smith meniggal dunia dalam tahun 1903 setelah bekerja sebagai editor majalah Review and Herald selama hampir lima puluh tahun.

 

       Karena pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 yang mengungkapkan berbagai nubuatan dari para nabi dan buku Wahyu telah ditolak, maka buku The Thought on Daniel and the Revelation itulah satu-satunya interpretasi yang terus dipertahankannya sampai kepada hari ini.  

 

       Satu lagi contoh yang lain, yaitu adanya Sekolah Alkitab tertulis: SUARA NUBUATAN, yang masih terus mengumandangkan suaranya ke seluruh dunia melalui siaran-siaran radio. Padahal tidak ada satupun nubuatan yang berhasil diungkapkannya  sampai kepada hari ini, sekalipun berbagai pemikiran dan teori-teori perihal jalan kepada keselamatan begitu banyak telah dipromosikan.

 

Kebiasaan-Kebiasaan dan Perbuatan-Perbuatan

 

       Kebiasaan-kebiasaan menetapkan target pengumpulan dana yang dibuat selama jam-jam perbaktian yang suci pada hari Sabat, terus saja mencemarkan kesucian hari Sabat Tuhan Allah sampai kepada hari ini. Bahkan juga kebiasaan-kebiasaan menetapkan jumlah target penarikan jiwa, yang telah mendorong para pendeta dan para tua-tua sidang menawarkan baptisan kepada orang-orang baru, yang sama sekali belum diisi pengetahuannya dengan kebenaran yang memadai. Konon target penarikan jiwa yang terakhir kami ketahui, telah ditetapkan sebesar satu milyard (1.000.000.000) jiwa. Padahal hamba Tuhan secara jelas telah mengatakan : “Marilah kita berjuang dengan segala kemampuan yang sudah dikaruniakan Allah pada kita supaya masuk dalam rombongan 144.000 itu.” – Review and Herald, March 9, 1905.

 

       Alkitab mengatakan : “Janganlah  memadamkan Roh itu. Jangan meremehkan nubuatan-nubuatan. Periksalah segala perkara; peganglah teguh pada mana yang baik. Jauhkanlah diri daripada semua yang tampak jahat.” – 1 Tessalonika 4 : 19 – 22.

 

Tetapi pada kenyataannya sampai kepada hari ini, kami penganut terang baru dari  ROH NUBUATAN dari nubuatan Wahyu 19 : 10 itu terus saja diintimidasi, dipecat dari keanggotaan sidang, bahkan dilarang menghadiri perbaktian di gereja-gereja. Kami dituduh mendirikan Gereja baru, mengajarkan yang aneh-aneh yang tidak masuk akal, padahal semua yang diajarkan itu semata-mata bersumber dari dalam ROH NUBUATAN itu sendiri.  Berdosakah kami apabila berbagai nubuatan yang sudah terungkap di dalam ROH NUBUATAN itu dipromosikan kepada semua umat ?  Berdosakah kami apabila kami menyajikan berbagai perkataan nubuatan yang pasti sebagai landasan iman dari Masehi Advent Hari Ketujuh ?

 

       Bahkan sekalipun cara-cara untuk mengungkapkan isi Alkitab kepada sidang jemaat Laodikea telah diharuskan mengikuti prosedur yang telah dinubuatkan pada Zakharia pasal 4, yaitu bukan oleh kekuatan (pribadi pendeta) juga bukan oleh kekuasaan (Organisasi General Conference), melainkan oleh Roh-Ku saja, yaitu melalui mangkok keemasan yang melambangkan ROH NUBUATAN, namun pada kenyataannya para penguasa sidang jemaat Laodikea masih terus menyampaikannya begitu saja langsung dari Alkitab kepada para hadirinnya. Bukankah ini membuktikan bahwa para penguasa General Conference dan para pendetanya telah ikut juga terlibat dalam dosa Gereja-Gereja Babil  di luar yang  telah dinubuatkan pada Yesaya 4 : 1 ?

 

Sesudah terang baru dari malaikat Wahyu 18 : 1 datang menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga

 

       “Pembangunan  dan  reformasi  akan  melaksanakan  tugasnya  yang  t e -l a h  d i t e n t u k a n (their appointed work), maka dalam melaksanakan tugas ini keduanya harus bergabung.” Demikian kata hamba Tuhan Nyonya White. Arti dari pembangunan dan reformasi yang diucapkannya di atas, sesungguhnya baharu merupakan garis-garis besarnya saja, yang masih harus dilengkapi lagi dengan berbagai penugasan yang lebih terinci. Rincian dari penugasan itu baharu  akan sepenuh tampak di bawah  terang besar dari  ROH NUBUATAN, yaitu gabungan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 dengan pekabaran malaikat yang ketiga. Karena malaikat sidang jemaat Laodikea yang melambangkan General Conference dan para pendetanya menolak pekabaran yang terakhir, maka utusan pembawa pekabaran  malaikat Wahyu 18 : 1 itu bersama  dengan para pengikutnya lalu melaksanakan sendiri pembangunan dan reformasi itu bagi kita.  Demikian itulah, maka Victor T. Houteff sebagai hamba utusan Allah yang terakhir, lalu menata kembali (mengre-organisasikan) Organisasi General Conference of SDA itu menjadi General Association of Davidian SDA yang berkududukan di Waco, Texas, Amerika Serikat sejak kira-kira tahun 1935. Dan sejak itulah, maka malaikat sidang jemaat Laodikea lalu diludahkan keluar dari mulut Jesus, dan genaplah ucapan Jesus yang berbunyi : ‘Aku ……….akan memindahkan kakidianmu daripada tempatnya, terkecuali engkau bertobat.’

 

       Nubuatan Zakharia pasal 4 yang telah dijelaskan kepada kita oleh Nyonya White, menunjukkan bahwa “kakidian” atau “kaki pelita” itu melambangkan sidang jemaat Laodikea yang berada di bawah asuhan malaikat sidang jemaatnya. Setelah malaikat sidang jemaatnya diludahkan keluar dari mulut Jesus, maka sidang jemaat Laodikea yang dilambangkan oleh kakidian itu lalu dipindahkan ke bawah asuhan hamba-hamba pilihan-Nya yang baru, yaitu ke bawah General Association of Davidian SDA yang berkedudukan di Waco, Texas, Amerika Serikat.

 

       Karena hanya ada s a t u  malaikat sidang jemaat Laodikea di akhir zaman ini, maka munculnya General Association of Davidian SDA sekali-kali tidak berarti telah muncul kembali malaikat sidang jemaat Laodikea yang baru, yang tidak lagi suam kerohaniannya. Sekali-kali tidak, sebab tidak pernah dinubuatkan sedemikian itu. Adalah karena penolakan malaikat sidang jemaat Laodikea terhadap setiap pekabaran baru yang ditawarkan kepadanya, maka sidang jemaat Laodikea telah pecah menjadi dua kelas umat, masing-masing sidang jemaat Laodikea itu sendiri sebagai kelas lima anak dara yang bijaksana atau kelas gandum di satu pihak, dan malaikat sidang jemaat Laodikea berikut para pengikut setianya sebagai kelas lima anak dara yang bodoh atau  kelas lalang di lain pihak. Dengan demikian, maka sidang jemaat Laodikea sebagai orang-orang yang memberitakan pehukuman atau pekabaran tiga malaikat akan kelak bertugas memberitakan pehukuman kepada dunia sampai kepada akhir masa kasihan yang akan datang, “Kemudian serombongan besar orang  banyak  yang berasal bukan dari iman mereka, setelah menyaksikan Allah berada bersama umat-Nya, maka mereka itu akan menggabungkan diri dengan mereka dalam perbaktian kepada Juruselamat.” --- Review and Herald, February 25, 1902.

 

“Aku  menghendaki  engkau dingin atau panas  ……..”

 

       Karena menolak pekabaran tahun 1888, maka kepada malaikat sidang jemaat Laodikea Jesus sebagai Saksi Yang Setia dan Benar itu lalu mengatakan: ‘Aku tahu semua perbuatanmu, bahwa engkau adalah dingin tidak panaspun tidak. Aku menghendaki engkau dingin atau panas. Oleh sebab itu karena sebab engkau adalah  s u a m, dan dingin tidak panaspun tidak, maka Aku akan meludahkan engkau  keluar dari mulut-Ku.” – Wahyu 3 : 15 – 16.

 

Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

       Tidakkah nasehat dari Kristus itu kelak berpengaruh bagi sidang-sidang jemaat (tujuh sidang jemaat atau sidang jemaat Laodikea) itu ? Mengapakah berhenti di antara dua pendapat, hai kamu yang mengenal kebenaran ? ‘Jika Tuhan itu Allah, maka ikutilah Dia ; tetapi sekiranya Dewa Baal itu Allah, ikutilah dia.’ Para pengikut Kristus tidak berhak untuk berdiri pada landasan yang netral. Ada lebih besar harapan bagi seseorang yang benar-benar musuh daripada bagi  seseorang yang netral.” – Review and Herald, Feb. 25, 1902 (Dalam kurung dari kami).

 

       “Ketidak acuhan dan n e t r a l  dalam sesuatu krisis agama, oleh Allah dianggap sebagai suatu kejahatan besar dan sama dengan bentuk permusuhan yang terburuk melawan Allah.” – 3 Testimonies, p. 281.

 

       Kebanyakan umat Advent pada waktu ini tidak lagi tampak serius beragama. Mereka tidak lagi berambisi untuk berusaha mendapatkan dan mematuhi ROH NUBUATAN yang menyelamatkan itu.  Sekalipun mereka sepenuhnya menyadari bahwa baik hotbah-hotbah maupun pelajaran-pelajaran Sekolah Sabat, yang diterimanya pada setiap Sabat,  adalah hanya itu-itu saja yang sudah kering dan tidak lagi menggairahkan kerohaniannya, namun mereka juga tidak banyak menghiraukan begitu banyak emas, pakaian putih dan salp mata yang terus ditawarkan kepadanya dalam rangka pembangunan dan reformasi rohani di akhir dunia sekarang ini. Mereka lebih cenderung untuk bergantung pada pendeta hanya karena alasan nama besar Gerejanya. Padahal berbagai sikap tidak acuh dan netral dalam krisis agama kita sekarang ini, justru oleh Allah dianggap sebagai suatu kejahatan besar, yang sama dengan bentuk permusuhan yang terburuk melawan-Nya. Dan inilah pula yang telah dituduhkan kepada malaikat sidang jemaat Laodikea dan semua pengikut setianya dengan kata-kata : “s u a m“  itu. Para pengikut Kristus tidak berhak untuk berdiri pada landasan yang netral. Ada lebih besar harapan (untuk bertobat) bagi seseorang yang benar-benar musuh (benar-benar dingin atau panas) daripada bagi seseorang yang netral atau yang suam kerohaniannya.

 

Seruan Reformasi Luther yang belum selesai

 

        Panggilan bagi suatu pembangunan dan reformasi rohani dari hamba Tuhan Nyonya White di atas sesungguhnya tidak berdiri sendiri, sebab iaitu adalah lanjutan dari  seruan reformasi dari DR.Martin Luther yang sesungguhnya belum selesai.  Untuk inilah  Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

       

        “Reformasi itu tidaklah sebagaimana banyak orang menyangka telah berakhir dengan Luther. Iaitu akan diteruskan sampai kepada akhir sejarah dunia ini. Luther memiliki suatu tugas besar dalam memantulkan kepada orang-orang lain terang yang Allah telah berkenan memancarkan atasnya. Tetapi ia belum memperoleh semua terang yang akan dikaruniakan  kepada dunia. Semenjak dari waktu itu sampai kepada hari ini, terang baru terus menerus menyinari Alkitab, maka kebenaran-kebenaran baru terus diungkapkan.” – The Story of Redemption, p. 353.

 

Artinya :

1.   Ada reformasi karena adanya terang baru atau kebenaran baru untuk disampaikan kepada umat Tuhan.

2.   Reformasi akan terus berlanjut sampai kepada akhir sejarah dunia seiring dengan terang baru atau kebenaran baru yang terus bertambah.

3.   Luther adalah reformator yang pertama sesuai dengan terang atau kebenaran yang pertama yang diberikan Tuhan kepadanya.

4.   Adanya terang baru yang terus terungkap sampai di akhir zaman membuktikan bahwa akan datang lagi reformator-reformator sejenis Luther sampai di akhir zaman.

 

“Kristus berdiri di sisi Luther, dan di sisi semua para reformator yang telah ditugaskan-Nya untuk pergi keluar melakukan berbagai pergerakan yang agresif  untuk memajukan pekabaran Allah di dalam dunia kita. IA tidak mengutus mereka itu keluar sendirian saja.” Review and Herald, Vol. 2, p. 385.

 

Percayakah Saudara bahwa Nyonya Ellen G. White adalah seorang reformator yang telah diutus Allah untuk memajukan pekabaran tiga malaikat atau Roh Nubuatan sebagai terang baru bagi kita ? Hanya mereka yang sudah mengakui dan berhasil memahami Ellen G. White dan Roh Nubuatannya, yang akan mengerti makna dari sesuatu terang baru. Terang baru adalah b u k a n buku-buku baru dari Nyonya White yang terbit kemudian, melainkan sesuatu pokok ajaran yang baru, yang pada umumnya belum pernah dikenal sebelumnya. Dengan demikian, maka setelah buku Daniel, buku Wahyu, dan semua buku-buku Alkitab lainnya yang bertemu dan berakhir di buku Wahyu, terakhir diungkapkan oleh Sdr. Victor T. Houteff  bagi kita, maka dapatlah dimengerti bahwa kita kini telah sampai kepada masa periode reformasi yang terakhir dari seluruh masa periode yang telah dimulai semenjak dari Luther. Dalam terang besar dari ROH NUBUATAN, yang merupakan gabungan terang baru dari Nyonya White dengan terang baru dari Victor T. Houteff, yang kini sedang menerangi bumi dimulai di dalam gereja-gereja kita, maka tidak akan ada lagi alasan bagi siapapun juga untuk menolak bangun dan bereformasi. Hamba Tuhan telah menegaskan: “Allah menyerukan suatu pembangunan rohani dan suatu reformasi rohani. Jika ini tidak terlaksana, maka mereka yang suam itu akan terus bertumbuh makin m e n j i j i k k a n  di hadapan Tuhan, sampai kelak Ia akan menolak mengakui mereka sebagai anak-anak-Nya.

     

        “Jesus memandang pada pokok ara yang sombong dan tidak berbuah itu, lalu dengan keragu-raguan yang penuh kesedihan mengucapkan kata-kata celakanya. Lalu di bawah kutukan dari suatu Allah yang murka, layulah pokok ara itu. Kiranya Allah berkenan membantu umat-Nya untuk memanfaatkan pelajaran ini selagi masih ada waktu.”—Review & Herald, Feb.25, 1902.

 

 

 

* * *