Mengapakah Kita Harus tahu

“Kapan Dekatnya” Kedatangan Jesus ?

 

 

                 

H

amba Tuhan mengatakan : “Firman itu berbunyi : ‘Akan h a r i dan j a m n y a tidak seorangpun tahu, tidak seorangpun, bahkan malaikat-malaikat sorgapun tidak, terkecuali Bapa-Ku saja’. — Matius 24 : 36 ………….. Satu ucapan dari Juru Selamat tidak boleh digunakan untuk merusak ucapan lainnya. Sekalipun tidak seorangpun tahu akan h a r i  ataupun  j a m dari  kedatangan-Nya itu, namun kepada kita diberikan petunjuk dan diwajibkan  supaya mengetahui k a p a n  d e - k a t n y a. Kepada kita selanjutnya diajarkan bahwa mengabaikan amaran-Nya, dan menolak atau lalai  untuk mengetahui kapan dekatnya kedatangan-Nya itu, akan kelak sama bahayanya bagi kita seperti halnya bagi orang-orang yang  hidup di zaman Nuh, yang tidak  mengetahui kapan Air Bah itu akan datang.” – The Great Controversy, pp. 370 – 371.

 

           Di zaman rasul-rasul sampai dengan Nyonya White, nubuatan yang berkenan dengan berdirinya kerajaan Daud bersama mereka 144.000 umat pilihan itu di gunung Sion di Palestina yang akan datang belum terungkap. Oleh karena itu, maka yang paling didambakan pada waktu itu hanyalah kedatangan Jesus yang kedua kali. Sekalipun demikian akan h a r i dan j a m - n y a tidak seorangpun tahu, karena hanya Allah Bapa saja yang tahu, dan baharu akan diberitahukan kepada kita pada menjelang kedatangan itu. Namun, sekalipun demikian kita diwajibkan untuk terus mencari tahu kapan dekatnya kedatangan itu, agar pengalaman umat manusia di zaman Nuh supaya tidak terulang kembali. Ini berarti sekalipun hari dan jamnya masih tetap dirahasiakan, namun bulan dan tahunnya pasti akan ditemukan kemudian, karena kepada kita telah diberi petunjuk dan bahkan diwajibkan untuk mengetahui “k a p a n   d e k a t n y a“ kedatangan itu.

           

Di Zaman William Miller

 

          William Miller dan rekan-rekannya kemudian telah menemukan 22 Oktober 1844 sebagai hari, bulan dan tahun kedatangan Jesus memasuki tempat yang maha suci dari kaabah kesucian di dalam sorga. Penemuannya itu ternyata tidak salah, sebab hamba Tuhan Nyonya White sendiri telah membenarkannya  sebagai  berikut : “Aku  tampak  bahwa  mereka  itu b e - n a r  dalam menghitung masa-masa nubuatan itu; masa nubuatan itu berakhir dalam tahun 1844, lalu Yesus memasuki Tempat Yang Maha Suci untuk menyucikan kaabah kesucian pada akhir dari hari-hari itu (2300 hari itu). K e k e l i r u a n mereka adalah karena tidak memahami a p a yang dimaksudkan dengan k a a b a h   k e s u c i a n  itu dan b a g a i m a - n a  iaitu disucikan.” --- Early Writings, p. 243.

 

Di Zaman Nyonya E. G. White,

Sesudah tahun 1844

 

          Sesudah tahun 1844, setelah muncul Nyonya White sebagai n a b i, yang menyuarakan suara Allah di akhir zaman, maka pada beberapa tulisannya ia mengatakan sebagai berikut :  

 

“Kristus tidak menyerahkan nyawa-Nya sebelum Ia menyelesaikan tugas untuk mana Ia telah datang untuk melaksanakannya, maka dengan hembusan nafas-Nya yang terakhir Ia berseru : “Sudah Genap”. Yahya 19 : 30. Peperangan telah dimenangkan. Tangan kanan-Nya dan lengan-Nya yang suci telah membawakan kepada-Nya kemenangan. Sebagai pemenang Ia telah menanamkan panji-panji-Nya pada semua ketinggian yang kekal. Tidakkah terdapat kegembiraan di antara malaikat-malaikat ? Seluruh sorga bersukaria kemenangan oleh kemenangan Juruselamat. Setan telah dikalahkan, dan ia mengetahui bahwa kerajaannya telah hilang. “Bagi malaikat-malaikat dan penduduk dunia–dunia yang tidak jatuh, seruan “Sudah Genap”, itu mempunyai arti yang dalam. Bagi mereka maupun bagi kita tugas besar penebusan itu sudah berhasil diselesaikan.” – The Desire of Ages. p. 758.

 

       “Setan telah membawa manusia ke dalam dosa, lalu rencana penebusan dibuat untuk dilaksanakan. Selama 4000 tahun Kristus bekerja bagi pengangkatan manusia, sedangkan Setan mengusahakan kehancuran dan kehinaannya. Dan seluruh alam semesta menyaksikan sekaliannya.” --- The Desire of Ages, p. 759.

 

         Pada pertengahan minggu itu Ia akan menghentikan korban dan pembakaran itu. Dalam tahun 31 Tarikh Masehi, tiga setengah tahun sesudah baptisan-Nya, Tuhan kita telah disalibkan. Dengan korban yang besar itu yang dipersembahkan di Golgota, berakhirlah upacara mengenai berbagai persembahan yang selama e m p a t  r i b u   t a h u n  telah menunjuk ke depan kepada Anak Domba Allah. Contoh telah menemukan contoh saingannya, maka semua korban dan pembakaran dari upacara bayangan lalu berakhirlah di situ.“ --- The Great Controversy, pp. 327, 328.

 

          “Dalam musim semi pada tahun 31 Tarikh Masehi, Kristus, korban yang sebenarnya itu telah dipersembahkan di Golgotha.” --- Prophets and Kings, p. 699.

 

          “Pekerjaan pembinasaan Setan itu untuk selama-lamanya berakhir. Selama 6000 tahun ia telah melaksanakan kehendaknya, memenuhi bumi ini dengan sengsara dan menimbulkan kesedihan di seluruh alam semesta. Seluruh mahluk ciptaan menggerutu dan bersama-sama gelisah kesakitan. Kini semua mahluk Allah untuk selama-lamanya lepas daripada kehadirannya dan gangguannya . . . . . Maka sebuah suara pujian dan kemenangan naik dari seluruh alam yang setia. ‘Suara orang-orang yang beramai-ramai’ seperti bunyi banyak air yang menderu, dan seperti bunyi guntur yang besar-besar terdengar mengatakan : Halleluyah, karena Tuhan kita, Allah yang maha kuasa memerintah.” --- Great Controversy, p. 673.

 

Tuhan Allah belum pernah sedetikpun berhenti memerintah. Oleh sebab itu kata-kata di atas : ‘Halleluyah, karena Tuhan kita, Allah Yang Maha Kuasa memerintah,’  membuktikan bahwa Kristus baharu saja menanggalkan jubah keimammatan-Nya untuk kembali menjadi raja. Peristiwa ini terjadi pada akhir dari masa kasihan, pada saat Ia mengumumkan dengan resmi : “Orang yang jahat biarlah ia terus melakukan kejahatan, dan orang yang cemar biarlah ia terus cemar, dan orang yang benar biarlah ia terus berlaku benar, dan orang yang suci biarlah ia terus bertambah suci.” --- Early Writings, p. 280.

 

          Dari semua ucapan hamba Tuhan di atas dapatlah disimpulkan, bahwa semenjak dari kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa sampai kepada kematian Kristus di Golgotha terdapat 4000 tahun. Karena tahun kematian Kristus di Golgotha sudah diketahui jatuh pada tahun 31 TM yang lalu, maka kita akan mendapatkan tahun 3969 sebelum TM sebagai tahun kejatuhan manusia dalam dosa. Penghitungannya adalah  4000 tahun – 31 tahun = 3969 tahun sebelum Tarikh Masehi.

 

          Kemudian karena Setan hanya berhasil menguasai manusia dalam dosa selama 6000 tahun, maka seluruh masa enam ribu tahun itu akan berakhir pada tahun 2031. Pada saat itu juga seluruh masa pengampunan bagi manusia untuk bertobat akan berakhir.

 

          Namun sebelum masa kasihan berakhir masih ada suatu peristiwa penting yang akan jadi. Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

      

          “Allah akan segera melakukan perkara-perkara besar bagi kita, jika kita percaya dan berbaring merendah pada kaki-Nya. …….. Lebih dari s e - r i b u orang akan segera bertobat dalam  s e h a r i, yang kebanyakan dari mereka itu akan meninjau kembali pengakuan-pengakuan mereka yang mula-mula setelah membaca buku-buku kita.” – Review & Herald, Nov. 10, 1885, p. 700.                                

                                       

“Curahan R o h di zaman rasul-rasul dahulu ialah ‘hujan awal’, dan gilang-gemilang hasilnya. Tetapi ‘hujan akhir’ itu akan  menghasilkan  lebih b e r - l i m p a h – l i m p a h  lagi.” – Testimony Treasures, vol. 3, p. 211.

 

Di bawah curahan Roh Hujan awal yang lalu telah bertobat rata-rata 3000 orang Yahudi pada setiap harinya, tetapi dengan Roh Hujan akhir yang akan datang akan lebih besar lagi jumlahnya. Karena kita kini hidup di akhir zaman sementara Roh Hujan akhir itu masih di depan, maka tak dapat tiada akan ada sedikit Roh Suci yang akan turun sebentar lagi untuk memungkinkan seribu orang itu untuk bertobat dalam sehari. Permasalahan ini akan kita ikuti selanjutnya apabila malaikat dari Wahyu 18 : 1 sudah datang menggabungkan  suaranya dengan  malaikat yang ketiga dari Wahyu 14 : 6 - 9, dan telah menerangi bumi ini.

 

Di Zaman Victor T. Houteff

Sesudah Tahun 1929

 

          Kemudian setelah datang Victor T. Houteff sebagai nabi yang terakhir menyuarakan suara Allah di akhir zaman ini, maka ia kemudian juga mengatakan :

 

“Oleh sebab itu, angka bilangan simbolis kita mengenai masa Alkitab, 600, harus dikalikan dengan 10. Dengan demikian 600 x 10 = 6000 tahun masa kasihan. Ini membuktikan jangka waktu Kristus akan menjadi Juruselamat bagi orang-orang berdosa; dan bahwa dunia kita yang penuh dosa ini akan mencapai 6000 tahun usianya apabila masa kasihan berakhir; dan bahwa kita sekarang hidup dalam masa akhir zaman.” --- Penuaian (Traktat No. 3, Pengembangan), hal. 7.

 

         Tulisan ini membuktikan bahwa Houteff juga mengukuhkan masa periode 6000 tahun itu sebagai masa kasihan atau masa pengampunan, karena selama itu Kristus bertugas sebagai Juruselamat manusia yang berdosa. Kemudian ia mengatakan sebagai berikut :

 

          Sidang di zaman Kristus telah bertekad untuk mendirikan kerajaan pada masa itu, sewaktu b e l u m semua orang bersedia baginya. Sidang d i w a k t u  i n i bertekad b u k a n untuk mendirikannya sekarang, sewaktu ‘akhir dari segala perkara sudah dekat’ (1 Petrus 4 : 7), -- sewaktu masanya sepenuhnya sudah sampai.” – Gunung Sion pada Jam Kesebelas, hal. 73 (bahasa Inggris). “Orang-orang Yahudi menghendaki sebuah kerajaannya sendiri, yaitu sebuah kerajaan dari dunia ini (orang-orang suci dan orang-orang berdosa di dalamnya). Mereka menghendaki sebuah kerajaan di bumi, bukan di dalam sorga. Apalagi, mereka menghendakinya 2000 (dua ribu) tahun lebih cepat daripada yang direncanakan. Secara bertentangan, dalam masa pendirian kembali kerajaan itu sekarang ini, ORGANISASI mengambil sikap sebaliknya : Ia menghendaki sebuah kerajaan di dalam sorga, bukan di bumi.” –- Timely Greetings, vol. 1, No. 15, p. 20.  

   

         Karena sampai kepada hari ini kerajaan itu ternyata belum juga berdiri, dan karena hanya kerajaan itu berikut 144.000 warganya, yang akan memelopori penyelesaian pekerjaan Injil ke seluruh dunia di bawah kuasa besar dari Roh Suci Hujan Akhir yang akan datang, maka kerajaan itu tak dapat tiada sudah harus berdiri s e b e l u m tahun 2031 yang akan datang. Oleh sebab itu kalau saja dapat kita ketahui kapan tepatnya orang-orang Yahudi menghendaki kerajaan itu berdiri, sesuai yang diucapkan Houteff di atas, maka kita sudah akan dapat mengetahui tahun berdirinya kerajaan itu yang akan datang.

 

           Perlu kiranya diketahui bahwa untuk memulai missi-Nya, Jesus telah datang kepada Yahya pembaptis, dalam tahun 27 TM yang lalu, untuk dibaptis. Setelah Yahya mengetahui, bahwa yang telah datang kepadanya itu adalah Jesus, Messias yang sudah lama ditunggu-tunggu itu, maka ia kemudian telah mengumumkan kepada semua umat Yahudi akan hal Jesus yang telah datang untuk menjadi Raja mereka. Yahya bahkan sampai memberitahukan pula, bahwa Jesus akan segera mendirikan Kerajaan-Nya diantara mereka. Untuk itulah, maka dalam tahun yang sama itu juga orang-orang Yahudi telah melakukan suatu penyambutan yang sangat meriah bagi-Nya, sebagaimana yang telah ditulis di dalam injil Matius 21 : 9. Hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya bagi kita sebagai berikut :

 

          Sewaktu Anak Manusia dalam kemenangan-Nya mengendarai (seekor keledai) memasuki Jerusalem, mereka (orang-orang Yahudi) menghendaki Dia supaya dimahkotai sebagai Raja. Orang banyak itu berkerumun datang dari semua daerah sekeliling, lalu berseru dan berteriak : ‘ Hosanah bagi P u t e r a  D a u d ! Matius 21 : 9’ “ – Life Sketches, p. 62.

 

          Jadi, dari ucapan hamba Tuhan Houteff itu sendiri, dapatlah diketahui, bahwa kerajaan itu tak dapat tiada akan berdiri dalam tahun 2027 yang akan datang. Ini berarti ucapan Yahya pada Wahyu 14 : 1 itu baharu akan digenapi dalam tahun 2027 karena pada waktu itulah Jesus akan turun ke bumi ini dan akan berdiri di gunung Sion bersama-sama dengan mereka 144.000 itu. Namun mendahului tahun 2027  itu akan ada suatu peristiwa penting, yaitu

 

Lebih dari Seribu Jiwa

Akan Bertobat Setiap Sehari

 

Hamba Tuhan Houteff menuliskannya sebagai berikut :

 

“Kemudian juga, bahwa “hujan akhir” rohaniah itu harus turun secara bebas dan tanpa biaya kepada para penerimanya sama seperti halnya hujan biasa. Demikianlah, bahwa dunia belum pernah sebelumnya menyaksikan sedemikian banyaknya bacaan-bacaan gratis yang tersebar dimana-mana seperti halnya bacaan-bacaan ini. Berjuta-juta ! Begitulah halnya, bahwa buku-buku kecil yang amat berarti ini, yaitu awan-awan cerah itu, yang dibebani dengan Kebenaran sekarang, kini sedang disebarkan bagaikan daun-daunan di musim gugur ke seluruh Laodikea, kepada masing-masing anggota sidang, yaitu “kepada setiap rumput” di dalam kebun anggur Tuhan. Hasil akhirnya? Ilham menyatakan, bahwa “lebih dari seribu orang akan segera bertobat dalam sehari, yang kebanyakan dari mereka itu akan menelusuri kembali pengakuan-pengakuannya yang mula-mula dengan membacakan buku-buku terbitan kita.” --- Review & Herald, Nov. 10, 1885. Dengan begitu, maka bersama-sama dengan awan-awan gelap dunia yang kini sedang menaungi orang-orang yang ragu-ragu terhadap janji-janji Allah, terdapat awan-awan cerah ini yang menaungi anak-anak Allah yang setia percaya dan berharap kepada-Nya.” --- The Timely Greetings, vol. 1, No. 17, p. 5.                          

                                     

          Perlu kiranya diketahui, bahwa buku-buku dan berbagai penerbitan yang dimaksud oleh hamba Tuhan Nyonya White pada Review & Herald di atas, adalah bukan buku-buku yang dijajakan oleh para kolportir dari rumah ke rumah selama ini, sebab di samping sangat mahal harganya, buku-buku itu sedikitpun tidak berisikan “terang besar”, yaitu gabungan dari pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 dari Houteff dan pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White.

 

           Sudah berjuta-juta buku yang disebarkan secara gratis sejak tahun 1930 yang lalu. Dan bahkan sudah ada beberapa ribu orang penganutnya di dunia ini, yang telah muncul sebagai “b a r i s a n   t e r d e p a n” (vanguard), yang akan siap untuk menyambut jiwa-jiwa baru calon 144.000 itu yang akan bertobat pada setiap harinya. Namun karena belum tampak sedikitpun Roh Suci dicurahkan di dalam gereja-gereja kita sampai kepada hari ini, maka belum juga terlihat adanya tanda-tanda mereka itu akan muncul.  Namun karena waktunya sudah sangat singkat, maka percayalah bahwa janji Tuhan Allah itu tidak akan kembali hampa kepada-Nya. Hamba Tuhan  Houteff selanjutnya mengatakan :

 

          Nama D a v i d i a n, berasal dari nama raja Israel kuno yang lalu, yang muncul dengan Persekutuan ini oleh alasan beberapa pendapat sebagai berikut: Pertama, ia berdedikasi kepada tugas memberitakan dan menyampaikan kembalinya kerajaan Daud itu dalam contoh saingannya  (seperti yang diramalkan di dalam Hosea 1 : 11; 3 : 5), yang di atas tahtanya Kristus “putera Daud itu” akan duduk. Kedua, ia menyatakan dirinya sendiri untuk menjadi yang pertama daripada buah-buah pertama orang-orang hidup, yaitu “barisan terdepan” dari antara orang-orang keturunan Yahudi yang ada sekarang yang telah membentuk Gereja Kristen yang mula-mula. Dengan munculnya barisan terdepan ini berikut bala tentaranya, buah-buah pertama itu, dari mana akan dipilih masing-masing 12.000 orang dari kedua belas suku bangsa Yakub, yaitu “mereka yang 144.000 itu” (Wahyu 14 : 1; 7 : 2 – 8) yang akan berdiri di Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu (Wahyu 14 : 1; 7 : 2 – 8), maka dimulailah pemerintahan Daud contoh saingan itu.” --- The Leviticus, p. 8.  

 

Artinya, Persekutuan Davidian dengan jumlah anggotanya yang masih sangat terbatas sekarang ini, baharu h a n y a merupakan yang pertama daripada buah-buah pertama orang-orang hidup yang 144.000 itu ;  a t a u juga disebut “b a r i s a n  t e r d e p a n”. Dengan demikian barisan terdepan ini masih akan dilengkapi lagi dengan bala tentaranya, yang akan bertobat sebanyak lebih dari seribu orang setiap harinya. Peristiwa yang sangat mempesona itu akan segera menjadi kenyataan sesudah tahun ini, dan bahkan beberapa tahun lagi s e b e l u m tahun 2027 yang akan datang.

 

Kapan Dekatnya

Kedatangan Jesus yang kedua kali ?

 

         Kedatangan-Nya di gunung Sion adalah suatu kedatangan yang tidak resmi, sebab Ia datang hanya ke kaabah-Nya (Baca : Maleakhi 3 : 1), untuk menyelamatkan umat-Nya yang teraniaya (Baca : Daniel 12 : 1). Tetapi pada kedatangan-Nya yang kedua kali, Ia datang untuk menyambut semua umat-Nya dari seluruh bangsa, bahasa dan agama, yang telah berhasil ditebus-Nya pada kedatangan-Nya yang pertama. Jadi, kedatangan-Nya yang kedua ini baharu akan terlaksana sesudah masa kasihan atau masa pengampunan berakhir bagi seluruh umat manusia dalam tahun 2031 yang akan datang. Sesudah itu akan menyusul tujuh celaka yang terakhir yang akan menimpa semua orang jahat yang tidak bertobat. Dan segera setelah celaka yang ketujuh selesai dituangkan ke bumi, maka muncullah Yesus dalam kejauhan di langit. Periode selama tujuh celaka yang terakhir itu memang dapat diketahui. Hamba Tuhan Victor T. Houteff menuliskannya sebagai berikut :

 

“Kepala Binatang yang tak tergambarkan dari Daniel tujuh, di dalam api yang bernyala-nyala bersama-sama dengan “wanita” itu, sebagaimana terlukis pada gambar bagan, adalah melambangkan peristiwa yang sama. “Binatang” itu ialah sebuah nubuatan, dan “wanita” itu ialah wahyu dari nubuatan itu. Kemudian empat malaikat dari Wahyu tujuh, yang “memegang empat angin bumi (mengendalikan bangsa-bangsa) agar angin itu tidak bertiup ke bumi, atau ke laut, atau ke sesuatu pohon kayu”, akan membiarkan angin itu “bertiup”; maka karena tidak ada lagi apa pun yang menahan bangsa-bangsa dan orang-orang dan untuk mengekang semua permusuhan, pertikaian di dalam dan di luar, maka sekaliannya itu akan berakhir dalam perang “Armagedon” yang terakhir. (Wahyu 16 : 14, 16). Dari butir gambar bagan itu (masa kasihan berakhir) sampai kedatangan Kristus yang kedua kali dan permulaan seribu tahun millennium, akan terdapat lima belas bulan --- “satu musim dan satu masa” (Daniel 7 : 11, 12).” --- 2 The Shepherd’s Rod, p. 161.

 

        Periode selama tujuh celaka yang terakhir itu telah dinubuatkan memakan waktu 15 bulan atau 1 tahun dan 3 bulan. Dengan demikian, maka kedatangan Jesus kedua kali yang akan datang tak dapat tiada akan jatuh dalam tahun 2033.

 

         Kesimpulannya adalah, bahwa dengan datangnya Houteff menyuarakan suara Allah yang terakhir bagi kita, maka “kapan dekatnya” kedatangan Jesus kedua kali yang akan datang, k i n i  sudah dapat diketahui melalui urutan tahun-tahun dari peristiwa-peristiwa yang akan datang. Sekalipun demikian h a r i dan j a m dari kedatangan itu sendiri baharu akan diberitahukan lagi oleh Tuhan Allah sendiri.

 

Menjelang Kedatangan Itu

 

          Oleh datangnya Jesus di Gunung Sion lalu berdiri bersama-sama dengan mereka 144.000 buah-buah pertama itu, maka berdirilah pula kerajaan Daud yang didambakan oleh orang-orang Yahudi itu. Kerajaan ini akan pertama sekali berdiri dalam tahun 2027 yang akan datang, dengan hanya 144.000 warganya yang pertama. Karena sudah tahu sebelumnya bahwa kedatangan Jesus kedua kali akan jatuh  pada tahun 2033, dan karena “h a r i dan j a m” nya baharu akan diberitahukan dalam tahun yang sama, paling lama satu minggu sebelumnya, maka kedatangan-Nya itu tidak banyak lagi menggemparkan, sebab seluruh warga kerajaan sesungguhnya sudah siap. Orang-orang yang akan dibangkitkan oleh Jesus pada kedatangan-Nya itupun sudah seluruhnya s u c i (baca : Wahyu 20 : 6), sehingga ucapan kata-kata : “Oleh sebab itu berjagalah, karena tidak kamu ketahui akan hari dan jamnya dimana Anak manusia akan datang.” — Matius 25 : 13 sudah tidak berlaku lagi bagi seluruh warga kerajaan di waktu itu.

 

Kapan Dekatnya

Kedatangan Jesus di gunung Sion

 

          Segera setelah pengadilan bagi orang mati berakhir di dalam kaabah kesucian sorga, dan dimulainya pengadilan orang hidup, yang didahului dengan pelaksanaan eksekusi di dalam s i d a n g  di bumi ini menggenapi nubuatannya pada Jehezkiel pasal 9, maka dalam tahun yang sama itu juga Jesus akan turun menyambut mereka 144.000 yang luput itu di gunung Sion, di Palestina. Kapan dekatnya peristiwa itu hamba Tuhan Houteff menuliskannya sebagai berikut :

 

“Saya ingin agar dapat saya memberitahukan kepadamu semua yang kamu  kehendaki,  tetapi  saya  tidak dapat mengatakan betapa  segeranya  p e m i s a h a n  itu,  p e n y u c i a n  s i d a n g  itu (Testimonies, vol. 5, p. 80) akan berlangsung. Allah saja yang  mengetahui  w a k t u nya.”2 Timely Greetings, No. 41, p. 3.

 

“Pekabaran itu (Tongkat Gembala) tidak menetapkan t a n g g a l, baik yang tepat maupun yang dikira-kira, bagi berakhirnya pengadilan orang mati, ataupun bagi permulaan pengadilan bagi orang hidup. W a k t u dari berakhirnya peristiwa yang satu dan dimulainya peristiwa yang lainnya, tidak akan dapat diketahui sampai kelak peristiwa yang satu berlalu dan peristiwa yang lainnya dimulai.” – 1 Answerer Book, p. 94.

 

“T a n g g a l dari peristiwa yang gilang-gemilang bagi umat kesucian, tetapi sangat mengerikan bagi orang-orang jahat itu, akan diberitahukan pada saat kegenapan dari ayat berikut ini :

 

“Maka malaikat mengambil perukupan itu, lalu mengisinya dengan api dari medzbah, lalu mencampakkannya ke bumi, maka terdengarlah suara-suara, dan guntur-guntur, dan kilat sambar menyambar dan gempa bumi.”  (Wahyu 8 : 5). Pencampakan api dari medzbah ke bumi itu ialah penuangan Roh Allah. Sudah kami kemukakan di depan bahwa buku Wahyu ialah sebuah ungkapan dari nubuatan-nubuatan, dan bukan merupakan sebuah nubuatan tersendiri. Oleh karena itu, maka kita akan menemukan ramalan dari peristiwa yang gilang-gemilang ini di dalam Yoel 2 : 28, 29. ‘Suara-suara, dan guntur-guntur, dan kilat-kilat itu’, menunjukkan  pembukaan sidang pengadilan bagi orang-orang hidup, sama seperti juga yang ditunjukkannya pada pembukaan sidang pengadilan bagi orang-orang mati. (Lihat Wahyu 4 : 5). Gempa bumi itu akan merupakan pertanda dari peristiwa itu.” -- 2 Shepherd’s Rod, pp. 220 – 221.

 

          Kini jelaslah dipahami, bahwa apa yang dimaksud oleh Houteff dengan “waktu” pada beberapa ucapannya di atas, adalah tak lain daripada “t a n g  - g a l” dari peristiwa-peristiwa itu saja, yang hanya Tuhan Allah saja yang mengetahuinya. Itulah t a n g g a l dari dimulainya pembersihan sidang, yang dinubuatkan pada Jehezkiel pasal 9. Itulah tanggal dari sesuatu bulan di dalam tahun 2027 yang akan datang, yang baharu akan diberitahukan kepada kita dalam bulan sebelumnya, atau di dalam bulan itu juga. “T a n g - g a l dari peristiwa yang gilang-gemilang bagi umat kesucian, tetapi sangat mengerikan bagi orang-orang jahat itu, akan diberitahukan ……..”, demikian kata Houteff.

    

Sudah menjadi kebiasaan orang di dunia ini, bahwa pemberitahuan tanggal sesuatu rencana atau peristiwa yang akan datang, ataupun tanggal keberangkatan atau kedatangan seseorang, pada umumnya diberitahukan paling lama satu bulan sebelumnya. Apabila lebih dari itu, maka biasanya di  -samping tanggalnya bulannyapun harus diberitahukan. Karena hanya tanggal dari peristiwa yang gilang-gemilang itu yang akan diberitahukan, maka segera kita memasuki tahun 2027 yang akan datang, sesegera itu pula kita harus berjaga untuk mendengarkan langsung dari Tuhan Allah sendiri tanggal kelepasan kita. Tanggal itu mungkin sekali akan diberitahukan dengan diselingi suara-suara, dan guntur, dan petir, bahkan juga gempa bumi yang akan merupakan pertanda dari peristiwa itu.Suara-suara, dan guntur-guntur, dan kilat-kilat itu’, menunjukkan pembukaan sidang pengadilan bagi orang-orang hidup, sama seperti juga yang ditunjukkannya pada pembukaan sidang pengadilan bagi orang-orang mati. (Lihat Wahyu 4 : 5). Gempa bumi itu akan merupakan pertanda dari peristiwa itu.” -- 2 Shepherd’s Rod, pp. 220 – 221.

 

Mengapa Kita Harus tahu

“Kapan Dekatnya” Kedatangan itu ?

 

          Hamba  Tuhan mengatakan : “Sekalipun  tidak  seorangpun tahu akan h a r i  ataupun j a m dari  kedatangan-Nya itu, namun kepada kita diberikan petunjuk dan diwajibkan supaya  mengetahui  k a p a n  d e k a t - n y a. Kepada kita selanjutnya diajarkan bahwa mengabaikan amaran-Nya, dan menolak atau lalai untuk mengetahui kapan dekatnya kedatangan-Nya itu, akan kelak sama bahayanya  bagi kita seperti halnya bagi orang-orang yang  hidup di zaman Nuh, yang tidak mengetahui kapan Air Bah itu akan datang.” – The Great Controversy, pp. 370 – 371.

 

          Kepada kita sudah  diberikan  petunjuk  (instructed) dan  d i w a j i b - k a n  (required) supaya mengetahui  k a p a n  d e k a t n y a  kedatangan Jesus itu. Karena ada dua kedatangan-Nya yang harus diketahui, yaitu kedatangan pertama di gunung Sion, dan yang kedua kali di angkasa, maka w a k t u dari kedua kedatangan itu tak dapat tiada akan ditemukan di dalam pekabaran dari para nabi itu sendiri.  Namun karena kedua hamba Allah itu, Ellen G. White dan Victor T. Houteff, tidak secara langsung memberitahukan kepada kita kapan dekatnya kedua kedatangan itu dalam hitungan hari, bulan, dan tahunnya yang pasti, maka kita tak dapat tiada harus menggali lebih dalam lagi dari dalam tambang-tambang kebenaran mereka itu untuk menemukannya. Dan justru sampai pada tahap inilah telah terjadi perbedaan faham yang sangat mencolok di dalam persekutuan umat Allah penganut Kebenaran Sekarang di akhir dunia sekarang ini.  Davidian-Davidian sekam penganut faham fundamentalisme sempit yang sangat ekstrim di satu pihak, karena sudah merasa puas dengan kebenaran-kebenaran yang dangkal, maka mereka itu akan selalu menghalangi berbagai upaya dari pihak para penganut faham fundametalisme liberal yang luwes untuk menggali lebih dalam lagi. Mereka akan mengeluarkan berbagai ulasannya yang tidak masuk akal untuk menggelapkan penglihatan dan mengacaukan pikiran para anggota yang luguh. Dan di sinilah baharu akan tampak dengan jelas  “t i p u” (Wahyu 14 : 5) di mulut mereka itu. Demikian inilah yang telah diamarkan sebelumnya kepada kita oleh hamba Allah Nyonya White sebagai berikut :

 

          “Allah akan membangunkan umat-Nya, kalau saja cara-cara yang lain gagal, maka berbagai perselisihan faham akan masuk di antara mereka, yang akan menyaring mereka itu, untuk memisahkan  s e k a m  daripada g a n d u m. Tuhan Allah berseru kepada semua orang yang percaya pada firman-Nya untuk bangun daripada tidur. Terang yang berharga s u d a h  datang, yang benar-benar sesuai bagi zaman ini.”5 Testimonies, p. 707.

 

          Perselisihan faham itu ternyata sudah lebih dulu masuk di lingkungan pusat pergerakan kita di Pusat Karmel di Waco, Texas. Dan pada waktu ini faham fundamentalisme sempit yang sangat ektrim itu justru sedang mendominasi sebagian besar mereka di sana. Karena terus menolak untuk menggali lebih dalam lagi ke dalam tambang-tambang kebenaran (ROH NUBUATAN) dari kedua hamba Allah yang sederhana itu, maka permasalahan s e k a m dan t i p u di m u l u t yang telah melibatkan sebagian besar umat penganut Kebenaran Sekarang di akhir dunia sekarang ini, belum juga berhasil diidentifikasikannya bagi kita. Padahal permasalahan inilah yang justru banyak sekali menyesatkan kita ke dalam dosa melawan Roh Suci, sebab para penguasa di Pusat Karmel itu sendiri yang telah lebih dulu terlibat di dalamnya.

 

          Berbeda daripada pengalaman umat Kristen di zaman William Miller yang telah menunggu “s a a t“ kedatangan Jesus yang kedua kali  di puncak-puncak gunung, di atas atap rumah dan di tempat-tempat terbuka, maka hamba Allah Nyonya White mewajibkan kita untuk hanya mengetahui “k a - p a n  d e k a t n y a”  kedatangan itu. Ini dapat dimengerti, sebab baik tanggal dari pembersihan di dalam sidang yang akan datang, maupun hari dan jam dari kedatangan-Nya itu, sekaliannya itu baharu akan diinformasikan kepada kita kemudian, setelah kapan dekatnya itu diketahui dan dicapai.

 

          Dari berbagai hasil penggalian di atas telah diketahui, bahwa untuk mengetahui kapan dekatnya kedatangan itu, maka akan pertama sekali ditemukan adanya pertobatan lebih dari seribu jiwa sehari para calon bagi 144.000 umat pilihan itu, kemudian tahun 2027 sebagai tahun pemisahan di dalam sidang yang akan disusul dengan curahan Roh Suci Hujan akhir, lalu tahun 2031 sebagai tahun berakhirnya masa pertobatan bagi umat manusia, dan baharu tahun 2033 sebagai tahun kedatangan Jesus yang kedua kali. Jadi, setelah kita memasuki tahun 2027 baharu tanggal pemisahan itu yang tepat diberitahukan, dan kemudian sesudah memasuki tahun 2033 baharu hari dan jam dari kedatangan Jesus yang kedua kali diberitahukan.  Untuk inillah, maka kepada kita Nyonya White memperingatkan :  “Berulang kali kepada saya diberi amaran berkenan dengan penetapan waktu. Tidak akan pernah ada lagi sesuatu pekabaran bagi umat Allah yang akan dilandasi pada w a k t u. Kita tidak akan mengetahui w a k t u  yang  t e p a t, baik bagi pencurahan Roh Suci itu maupun bagi kedatangan Kristus.” --- 1 Selected Messages, p. 188.

 

          Sekalipun demikian, karena alasan bahwa waktu kelepasan kita yang akan datang sudah terlalu dekat, maka dari h a r i dan  j a m yang dirahasiakan itu, h a r i n y a pada kenyataannya sudah mulai diungkapkan Allah kepada hamba-Nya. Hamba Tuhan Houteff telah menuliskannya sebagai berikut:

 

“Kita mungkin saja tidak menduga, bahwa Allah telah  mengadakan semua peristiwa  yang ada kesamaan-kesamaannya ini (peristiwa-peristiwa dari air bah di zaman Nuh) tanpa memikirkan sesuatu tujuan. Karena berhentinya hujan itu adalah suatu contoh waktu mengenai akhir dunia, maka dengan begitu kenaikan Kristus bersama-sama dengan orang-orang yang dibangkitkan dengan Dia, adalah sebuah contoh dari kenaikan orang-orang suci pada kedatangan Tuhan. Inipun mengungkapkan bahwa kedatangan Nya itu  akan  jadi  pada h a r i  R a - b u, dan kereta kemuliaan akan bertolak ke Sorga segala langit itu pada hari Kamis. Kembali lagi diberitahukan kepada kita, bahwa perjalanan orang-orang suci itu akan memakan waktu tujuh hari untuk sampai ke tahta Allah, dan bahwa kita akan beristirahat satu Sabat pada salah sebuah planet  selama dalam perjalanan itu. Dari sini jelaslah bahwa Kristus akan datang di pertengahan minggu. Demikianlah kembali kita jumpai bahwa perkara yang satu membuktikan perkara yang lainnya. Kalkulasi-kalkulasi yang ketat sedemikian ini mengenai daftar rencana peristiwa-peristiwa yang tak lama lagi akan jadi itu membuatnya menjadi nyata, bahwa akhir daripada segala perkara  sudah dekat sekali ; sebab jika tidak, maka pemberitahuan ini belum akan dikeluarkan.” – Tongkat Gembala, Jilid II, hal. 397, 398 Edisi 2002.

 

          Tetapi, sekalipun demikian, t a n g g a l bagi  pembersihan sidang yang akan datang untuk menggenapi nubuatannya pada Jehezkiel pasal 9 tetap tidak akan diketahui, sebab Pekabaran Tongkat tidak menetapkan tanggal, baik yang tepat maupun yang dikira-kira, bagi berakhirnya pengadilan orang mati, ataupun bagi permulaan pengadilan orang hidup.

 

Jadi, kesimpulannya, mengapa kita harus tahu kapan dekatnya kedatangan itu, ialah karena adanya beberapa alasan berikut ini : 

  1. Supaya kita menggali lebih dalam lagi tambang-tambang kebenaran dari ROH NUBUATAN, sebab hanya di situlah akan ditemukan jawabannya.
  2. Supaya muncul keluar berbagai faham yang bertentangan, agar mereka yang berkualitas sekam dengan tipunya di mulut dapat diidentifikasi.
  3. Supaya dapat dibedakan hasil dari upaya penetapan waktu di bawah terang dari Tongkat, daripada berbagai hasil dari upaya orang jahat yang melakukan penetapan waktu sesuai versinya sendiri.
  4. Supaya diketahui bahwa h a n y a tanggal dari pembersihan sidang, dan hari dan jam dari kedatangan Jesus yang kedua kali, yang tidak boleh diketahui oleh siapapun terkecuali oleh Bapa saja.
  5. Supaya diketahui  bahwa  firman  mewajibkan  kita  untuk  mengetahui  h a n y a “kapan dekatnya” kedatangan Jesus itu, tetapi  bukan untuk mengetahui kapan waktunya yang tepat.
  6. Sebab lalai mengetahui kapan dekatnya kedatangan itu akan sama bahayanya bagi kita seperti halnya bagi orang-orang yang  hidup di zaman Nuh, yang tidak mengetahui kapan Air Bah itu akan datang.”                               

K e s i m p u l a n

                                      

         Karena hari kedatangan Jesus ke kaabah-Nya di bumi (Maleakhi 3 : 1), dan saat berdirinya Anak Domba itu bersama mereka 144.000 di gunung Sion, di Palestina  yang akan datang (Wahyu 14 : 1), akan kelak merupakan Hari Tuhan yang besar dan mengerikan, maka iaitu bagi mereka 144.000 itu tak dapat tiada akan merupakan Hari Tuhan yang besar, sebab sejak jauh-jauh hari sebelumnya mereka sudah mengantisipasinya setelah mengetahui kapan dekatnya kedatangan itu. Tetapi bagi mereka yang terus menolak mengetahui kapan dekatnya kedatangan itu, maka hari itu akan benar-benar mengerikan, sebab kedatangannya itu akan sama sekali tidak terduga sebelumnya, sehingga kelak bagaikan pencuri pada malam hari. Mereka akan kecurian atau kehilangan sesuatu yang tak ternilai harganya, yaitu kehidupan kekalnya. “Tetapi siapakah yang dapat tahan berdiri pada hari kedatangan-Nya itu, dan siapakah yang akan berdiri apabila Ia muncul ?” -- Maleakhi 3 : 2.  Jawabannya  ditemukan pada Wahyu 14 : 1, yaitu mereka 144.000 itu saja, sebab mereka itulah yang akan berdiri bersama dengan Anak Domba atau Jesus di gunung Sion, yang akan datang di Palestina.

 

 

*  *  *