Mengapa kita harus berhenti bergantung pada Pusat Davidian MAHK di Waco, Texas, USA ?


“Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. -- The White House Recruiter, p. 33.

 


*  *

 

 

Ucapan di atas ini adalah sebagian daripada amaran dari hamba Tuhan Houteff, yang diucapkannya sebelum kematiannya dalam tahun 1955. Keseluruhan amarannya itu berbunyi sebagai berikut :
 
Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang telah dimanifestasikan melawan pekabaran sorga di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan kalah untuk selama-lamanya sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain. Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam ke sebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat diri melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang mematikan (a knockout blow) kepadanya. Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Lagi pula adalah terutama supaya diwaspadai, bahwa Musuh itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertama-Nya itu yang kini masih tersembunyi, yaitu  mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9). Musuh itu akan mencoba apa saja yang mungkin untuk mengacau, untuk menggelapkan, dan untuk menudungi Kebenaran, terutama perihal mereka 144.000 itu.” ---------- Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35 (Edisi 1999).

Setiap pembaca yang jujur sudah akan secepatnya melihat bahwa sedikitnya ada terdapat dua kali pukulan mematikan (knockout blows) yang telah dilakukan oleh usaha Musuh melawan pekabaran Allah bagi zaman ini. Bahkan seluruh duniapun sudah dapat menyaksikan sendiri, bahwa pukulan-pukulan itu sudah terjadi, segera setelah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955.    

Karena pekabaran bagi zaman ini pada waktu itu bersumber dari Pusat Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh di Waco, Texas, yaitu Markas Besarnya yang telah didirikan oleh nabi pilihan Tuhan sendiri dalam tahun 1935, maka kita harus meyakini bahwa pukulan Musuh yang mematikan yang pertama itulah yang telah mengakibatkan pembubaran Markas Besar Davidian serta dilikwidasinya seluruh Organisasi dalam tahun 1962 oleh Nyonya Houteff sebagai Presidennya. Inilah sebabnya, maka dalam amaran yang sama itu juga hamba Tuhan Houteff mengatakan : Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam ke sebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat diri melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang mematikan (a knockout blow) kepadanya.

Di antara tahun 1962 dan tahun 1991, selama hampir 30 tahun lamanya t i d a k  a d a  terdapat Markas Besar Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh di Waco, Texas. Tetapi apabila kita amati dengan lebih saksama akan amaran itu sewaktu hamba Tuhan Houteff mengatakan:  

Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Lagi pula adalah terutama supaya diwaspadai, bahwa Musuh itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertama-Nya itu yang kini masih tersembunyi, yaitu mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9). Musuh itu akan mencoba apa saja yang mungkin untuk mengacau, untuk menggelapkan, dan untuk menudungi Kebenaran, terutama perihal mereka 144.000 itu.” ---------- Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35 (Edisi 1999).

maka bagian tulisan di atas ini membawa kita selanjutnya agar dengan hati-hati menghadapi Markas Besar Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh berikutnya yang muncul kemudian dalam tahun 1991. Markas Besar Davidian yang baru itu telah didirikan oleh rekan-rekan penginjil, yaitu mereka yang tidak kurang kesetiaannya daripada para imam Yahudi di zaman Kristus. Sekalipun sudah didirikan di lokasi yang sama dengan lokasi sebelumnya, sudah juga memiliki hak cipta atas semua penerbitan buku-buku dari hamba Tuhan Victor T. Houteff, dan bahkan akan berdiri sampai kepada akhir penuaian di dalam sidang yang akan datang, mereka ternyata belum juga memperoleh restu ilahi dari Jesus. Ini semua perlu mendapatkan perhatian kita yang saksama, sebab pukulan yang mematikan berikutnya itu akan datang l a n g s u n g dari mereka. Yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama di Pusat Carmel, yang umumnya tidak dicurigai oleh sebagian besar umat penganut Kebenaran Sekarang di waktu ini. Padahal kesetiaan mereka itu tidak lebih baik daripada para imam Yahudi dari Sanhedrin di zaman Kristus.

Jika pukulan yang pertama itu merupakan hasil dari usaha Musuh untuk mengirimkannya sendiri kepada Nyonya Houteff dan rekan-rekannya setelah ditinggal mati Houteff dalam tahun 1955, maka pukulan yang kedua itu tampak jelas datang langsung dari rekan-rekan penginjil itu sendiri. Dan inilah sebabnya, kepada kita diamarkan supaya j u g a waspada dan berhati-hati, karena rekan-rekan penginjil yang sama itu adalah bukan lagi Nyonya Houteff dan rekan-rekannya, melainkan adalah para penginjil yang baru di Pusat Carmel sesudah tahun 1991 sampai kepada akhir penuaian yang akan datang.  

Musuh pertama sekali telah berhasil memanfaatkan Nyonya Houteff setelah kematian suaminya, sebab ia adalah Presiden dari Pusat Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh di waktu itu. Hasilnya cukup jelas, yaitu pekabaran Tongkat Gembala telah dinyatakan kepada publik sebagai pekabaran yang tidak sehat, setelah mana Pusat Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh itu sendiri telah di likwidasi dan dibubarkan sama sekali. Tetapi kurang lebih 30 tahun kemudian setelah berdiri kembali Pusat Davidian itu dalam tahun 1991, rekan-rekan penginjil yang tidak dicurigai itu malahan sangat menjunjung tinggi pekabaran Tongkat Gembala. Mereka sangat mendewakan hamba Tuhan Houteff sebagai nabinya. Tetapi mengapakah justru mereka yang harus kita waspadai ? Dan mengapakah pukulan yang mematikan itu datang langsung dari mereka ? Jawabnya cukup jelas, iaitu karena kesetiaan mereka itu tidak lebih baik daripada kesetiaan para imam Jahudi di zaman Kristus. Karena mereka itulah Sanhedrin contoh saingan di waktu ini.    

Menggenapi ucapan nubuatan dari nabi Jesaya

Di dalam buku Amaran Sekarang. Jilid 1, no. 43 Sdr. Houteff telah menulis bagian-bagian pekabaran yang berikut ini :  

Isaiah 63 : 3 – 5 --- “Aku seorang diri melakukan pengirikan itu, dan dari mereka itu tidak seorangpun ikut bersama-Ku : karena aku akan mengirik mereka itu dalam murka-Ku, dan menginjak-injak mereka dalam amarah-Ku; maka darah mereka akan tepercik pada baju-Ku, dan aku akan menodai seluruh pakaian-Ku. Karena hari pembalasan itu sudah ada di dalam hati-Ku, dan tahun penebusan-Ku ada datang. Dan sudah Ku pandang, tetapi tidak ada seorangpun membantu ; maka heran Aku karena tidak ada seorangpun menunjang : olehnya itu lenganKu sendirilah yang membawa keselamatan bagi-Ku; dan murka-Ku itulah yang menunjang-Ku.”
Kata-kata : “Aku seorang diri melakukan pengirikan itu,” “Sudah Ku pandang, tetapi tidak ada seorangpun membantu, maka heran Aku karena tidak ada seorang pun menunjang” (sekaliannya dalam ‘past tense’/masa lampau) menunjukkan semangat dan tekad dari Juruselamat untuk menyelamatkan umat-Nya yang sesat pada kedatangan-Nya yang pertama, sekalipun tidak ada seorangpun bersama-Nya untuk membantu, artinya, semua imam dan para pemimpin agama – General Conference di zaman-Nya (Sanhedrin) telah menentang Dia gantinya membantu dalam tugas-Nya. Tetapi kata-kata: “karena Aku akan mengirik mereka itu dalam murka-Ku, dan menginjak-injak mereka itu dalam amarah-Ku, maka darah mereka akan tepercik pada baju-Ku, dan Aku akan menodai seluruh pakaian-Ku, karena; hari pembalasan itu sudah ada di dalam hati-Ku, dan tahun penebusan-Ku ada datang; dan sudah Ku pandang, tetapi tidak ada seorangpun membantu ; dan heran Aku karena tidak ada seorangpun menunjang : oleh karena itu lengan-Ku sendiri membawakan selamat bagiKu, dan amarah-Ku, itulah yang menunjang-Ku (semuanya dalam ‘future tense’/ masa yang akan datang) --- menunjukkan kepada kondisi sidang yang sekarang yang bukan saja sama buruknya dengan kondisi pada kedatangan-Nya yang pertama, melainkan bahkan jauh lebih buruk lagi. Betapa tepatnya sejarah itu berulang! Sementara hari pembalasan itu makin mendekat, maka orang-orang yang dianggap menunjang dan membantu dalam pekerjaan penebusan, yaitu para pendeta dan para pemimpin agama, Sanhedrin contoh saingan masa kini (General Conference) kini justru tampak sedang menutup jalan, berdiri menghalangi Dia mencapai umat-Nya. Demikianlah mereka membangkitkan amarah-Nya, sehingga perlu Ia bangkit membebaskan umat-Nya dari tangan-tangan para gembala yang tidak setia itu. Merekalah yang membuat Dia menodai baju-Nya dengan darah mereka sementara Dia menginjak-injak mereka itu dalam murka-Nya.” – Amaran Sekarang, Jilid 1, no. 43.  
 
Sekalipun sewaktu ia menulis bukunya Amaran Sekarang Jilid 1, No. 43 itu, ia telah menyatakan General Conference of SDA  di Amerika Serikat sebagai Sanhedrin contoh saingan di waktu ini, yang merupakan musuh utama yang menghalangi pekabaran Kebenaran Bagi Masa ini mencapai umat, beberapa tahun kemudian sewaktu ia menulis buku Pembina Gedung Putih, pada halaman 33 ia kembali mengatakan : Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus.

Karena amaran dari buku Pembina Gedung Putih itu dialamatkan khusus kepada para penganut Kebenaran Sekarang yang kini bergabung dengan Markas Besar Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh di Waco, Texas, maka kita hendaknya meyakini bahwa mereka yang memimpin di Pusat Carmel itu, akan juga merupakan Sanhedrin contoh saingan di waktu ini.  

Bukan hanya General Conference of SDA merupakan Sanhedrin contoh saingan di waktu ini, melainkan juga General Association of Davidian SDA di Waco, Texas kini merupakan Sanhedrin contoh saingan yang terakhir.  

Sebagai tambahan kepada kata-kata nubuatan dari nabi Yesaya di atas, hamba Tuhan Sdr. Houteff mengamarkan kepada kita sebagai berikut :
 
Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang telah dimanifestasikan melawan pekabaran sorga di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan kalah untuk selama-lamanya sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain. Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam ke sebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat diri melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang mematikan (a knockout blow) kepadanya.Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35.

Amaran ini cukup keras dan umum, yang berlaku bagi keselamatan umat kita sampai kepada akhir zaman yang akan datang. Apa yang diucapkan pada amaran itu sesungguhnya sudah mulai berlaku secepatnya segera sesudah hamba Tuhan yang sederhana itu meninggal dunia dalam tahun 1955. Dan hasilnya jelas bahwa Pusat Carmel yang sejak mulanya sebagai General Conference yang sudah dire-organisir kembali sesuai Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani pada Review and Herald tgl. 25 Pebruari 1902 telah dibubarkan sama sekali.  

Tetapi dengan diperdirikannya kembali General Association of Davidian SDA itu dalam tahun 1991, yang bertempat di lokasinya yang semula, oleh rekan-rekan penginjil, yang kesetiaannya tidak lebih daripada para imam Jahudi di zaman Jesus, apakah mungkin Setan akan berdiri-diri saja sambil menonton ? Apakah anda mengira Setan akan lebih lunak pada waktu ini terhadap para pemimpin di Pusat Carmel di Waco, Texas, daripada sebelumnya di bawah kepemimpinan Nyonya Houteff ?
 
Iblis mengetahui bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan kalah untuk selamanya --- sehingga ia tidak akan lagi memiliki kesempatan yang lain. Demikian kata Houteff. Ini membuktikan bahwa dengan berdirinya kembali Pusat Carmel itu dalam tahun 1991, Iblis sudah akan makin agresif daripada sebelumnya. Dan ini terbukti bahwa sesudah Setan berhasil memukul jatuh Nyonya Houteff dan semua rekannya, maka kepada kita diingatkan bahwa pukulan yang sama itu juga akan datang lagi, dan akan datang langsung dari Sanhedrin contoh saingan yang terakhir itu sendiri. Sanhedrin yang terakhir yang telah didirikan sejak tahun 1991 yang lalu, ternyata tidak pernah lagi membantu Jesus dalam pekerjaan penuaian mereka 144.000, umat pilihan yang akan datang. Mereka justru kini tanpa sedikit pun menyadarinya, sedang memukul roboh (knock out) semua umat penganut Kebenaran Sekarang yang masih terus bergantung pada kepemimpinannya di Pusat Carmel itu. Dan ini akan terus berlangsung sampai kepada akhir penuaian yang akan datang. Demikianlah yang terungkap dari nubuatan nabi Jesaya di atas.

Contoh menemukan Contoh saingannya !
Mengirik anggur di Edom dan di Bozrah  :
Pembantaian Jehezkiel 9 di General Conference dan di General Association of Davidian SDA

Marilah kita membaca kembali buku Amaran Sekarang, Jilid 1, No. 43 itu, dimana hamba Tuhan Houteff  telah menulis sebagai berikut :  

--------------------------------------------------------------------------------

“Karena anda kini mengetahui dengan pasti bahwa pasal-pasal ini berkaitan dengan anda dan saya, maka kita kini siap untuk mulai mempelajarinya pasal demi pasal -----

Jesaya 63 : 1 --- “Siapakah ini yang datang dari Edom, dengan baju yang terlabur merah dari Bozrah ? inilah yang mulia pakaian-Nya, yang berjalan dalam kebesaran kekuatan-Nya ? Aku yang berbicara dalam kebenaran, berkuasa untuk menyelamatkan.”  

Dalam khayal nabi itu menyaksikan seseorang dengan baju yang terlabur merah bergegas-gegas kembali dari Edom dan Bozrah. Terhadap pertanyaan nabi itu yang berbunyi : “Siapakah ini yang datang dari Edom, dengan baju yang terlabur merah dari Bozrah ?” jawabannya berbunyi : “Aku yang berbicara dalam kebenaran, berkuasa untuk menyelamatkan.”
 
Siapakah lagi orang ini kalau bukan Tuhan sendiri, Juruselamat dunia, Dia yang berkuasa untuk menyelamatkan itu ?

Kembali lagi nabi itu bertanya,

Jesaya 63 : 2 --- “Mengapakah pakaian-Mu semerah itu, dan baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur ?

Jawaban terhadap semua pertanyaan ini memperlihatkan suatu rangkaian peristiwa-peristiwa penting, yaitu peristiwa-peristiwa yang dicatat pada  

Isaiah 63 : 3 – 5 --- “Aku seorang diri melakukan pengirikan itu, dan dari mereka itu tidak seorangpun ikut bersama-Ku : karena aku akan mengirik mereka itu dalam murka-Ku, dan menginjak-injak mereka dalam amarah-Ku; maka darah mereka akan tepercik pada baju-Ku, dan aku akan menodai seluruh pakaian-Ku. Karena hari pembalasan itu sudah ada di dalam hati-Ku, dan tahun penebusan-Ku ada datang. Dan sudah Ku pandang, tetapi tidak ada seorangpun membantu ; maka heran Aku karena tidak ada seorangpun menunjang : olehnya itu lenganKu sendirilah yang membawa keselamatan bagi-Ku; dan murka-Ku itulah yang menunjang-Ku.”

Kata-kata : “Aku seorang diri melakukan pengirikan itu,” “Sudah Ku pandang, tetapi tidak ada seorangpun membantu, maka heran Aku karena tidak ada seorang pun menunjang” (sekaliannya dalam ‘past tense’/masa lampau) menunjukkan semangat dan tekad dari Juruselamat untuk menyelamatkan  umat-Nya yang sesat pada kedatangan-Nya yang pertama, sekalipun tidak ada seorangpun bersama-Nya untuk membantu, artinya, semua imam dan para pemimpin agama – General Conference di zaman-Nya (Sanhedrin) telah menentang Dia gantinya membantu dalam tugas-Nya. Tetapi kata-kata: “karena Aku akan mengirik mereka itu dalam murka-Ku, dan menginjak-injak mereka itu dalam amarah-Ku, maka darah mereka akan tepercik pada baju-Ku, dan Aku akan menodai seluruh pakaian-Ku, karena; hari pembalasan itu sudah ada di dalam hati-Ku, dan tahun penebusan-Ku ada datang.; dan sudah Ku pandang, tetapi tidak ada seorangpun membantu ; dan heran Aku karena tidak ada seorangpun menunjang : oleh karena itu lengan-Ku sendiri membawakan selamat bagiKu, dan amarah-Ku, itulah yang menunjang-Ku (semuanya dalam ‘future tense’/ masa yang akan datang) --- menunjukkan kepada kondisi sidang yang sekarang yang bukan saja sama buruknya dengan kondisi pada kedatangan-Nya yang pertama, melainkan bahkan jauh lebih buruk lagi. Betapa tepatnya sejarah itu berulang.! Sementara hari pembalasan itu makin mendekat, maka orang-orang yang dianggap menunjang dan membantu dalam pekerjaan penebusan, yaitu para pendeta dan para pemimpin agama, Sanhedrin contoh saingan masa kini (General Conference) kini justru tampak sedang menutup jalan, berdiri menghalangi Dia mencapai umat-Nya. Demikianlah mereka membangkitkan amarah-Nya, sehingga perlu Ia bangkit membebaskan umat-Nya dari tangan-tangan para gembala yang tidak setia itu. Merekalah yang membuat Dia menodai baju-Nya dengan darah mereka sementara Dia menginjak-injak mereka itu dalam murka-Nya.”  

Jesaya 63 : 6 --- “Maka aku akan menginjak-injak orang banyak itu dalam murka-Ku, dan membuat mereka mabuk dalam amarah-Ku, maka Aku akan meruntuhkan kekuatan mereka itu sampai ke tanah.”  

Penjelasan singkat akan keadaan ini dari Tuhan telah diperluas oleh nabi Jehezkiel. Ia mengatakan :  

“Dia berseru juga pada telingaku dengan suara nyaring, katanya: ‘Suruhkanlah mereka yang bertugas menjaga kota itu untuk datang ke sini, yaitu setiap orang dengan senjata pembantainya di tangannya. Maka, tengok datanglah enam orang dari jalan pintu gerbang yang lebih tinggi, yang terletak arah ke utara, masing-masingnya dengan sebuah alat pembantai di tangannya; maka salah seorang dari antara mereka itu berpakaian linen dan di sisinya terdapat suatu alat penulis; lalu masuklah mereka dan berdiri di sisi medzbah tembaga. Maka kemuliaan Allah dari Israel sudah naik dari atas cherub, tempatnya yang semula, ke ambang pintu rumah itu. Lalu dipanggilnya orang yang berpakaian linen itu, yang mempunyai alat penulis di sisinya. Lalu firman Tuhan kepadanya: ‘Berjalanlah di tengah-tengah kota, sepanjang tengah-tengah Jerusalem, dan bubuhlah suatu tanda pada dahi-dahi orang-orang yang berkeluh kesah dan berteriak karena sebab segala perbuatan keji yang dilakukan di tengah-tengahnya. Dan kepada yang lainnya katanya pada pendengaranku: Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu lalu bunuhlah. Janganlah matamu menaruh sayang dan jangan kenal belas kasihan. Bunuhlah seluruhnya, baik orang-orang tua maupun orang-orang muda, baik anak-anak dara maupun anak-anak kecil dan perempuan-perempuan. Tetapi janganlah menghampiri setiap orang yang padanya terdapat tanda itu. Dan mulailah pada kaabah kesucianku. Lalu mulailah mereka terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu.” -- Ezekiel 9 : 1 – 6. --- Timely Greetings, Vol. 1, No. 43.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dari penjelasan Sdr. Houteff di atas dapat kita temukan bahwa Kristus pada kedatanganNya yang pertama, Ia sudah melakukan pengirikan anggur itu sendiri bukan hanya di Edom, melainkan juga di Bozrah. Karena sejarah itu berulang kembali di akhir zaman ini, maka peristiwa contoh di masa lalu tak dapat tiada akan berulang kembali dalam contoh saingannya di akhir zaman ini. Dengan demikian, maka nubuatan Jehezkiel 9 : 1 – 6 itu yang sama pengertiannya dengan pengirikan anggur di atas, tak dapat tiada akan digenapi, bukan hanya di Edom contoh saingan di waktu ini, dimana Esau-Esau contoh saingan kini menguasai dengan ketat semua umat Advent di dalam Gereja, melainkan juga di Bozrah contoh saingan, dimana hamba-hamba Tuhan yang berkumpul di Pusat Carmel telah l a l a i menyambut pekabaran Panggilan Jam Ke-Sebelas itu dalam pemahamannya yang benar. Akibatnya mereka tidak lagi ikut membantu pekerjaan, sehingga Tuhan harus melakukan pengirikan anggur itu sendiri. Atau dengan kata lain, akibatnya Tuhan harus menyelesaikan sendiri penuaian buah-buah pertama gandum di dalam sidang tanpa ikut serta mereka sebagai Sanhedrin contoh saingan yang kini berpusat di waco, Texas, USA.

Sasaran utama dari pekabaran
Panggilan Jam Ke-11 kini terungkap sudah

Panggilan Jam Ke-Sebelas merupakan pekabaran yang terakhir dari malaikat Wahyu 18 : 1, yang akan bergabung suaranya dengan malaikat yang ketiga dari Wahyu 14. Penggabungan itulah yang kini dikenal dengan nama : ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10 (bagian akhir).
 
Karena pekabaran yang terakhir ini telah ditolak oleh General Conference of SDA sejak pertama kali kemunculannya, dan bahkan akan terus ditolak sampai kepada akhir dunia yang akan datang, maka sasaran dari Panggilan Jam Ke-Sebelas itu tak dapat tiada adalah para anggota Sidang biasa. Untuk inilah hamba Tuhan Nyonya White sejak lama meramalkannya sebagai berikut : 

“Kata-kata ucapan Kristus itu berlaku bagi S i d a n g : “Mengapakah berdiri-diri saja kamu di sini sepanjang hari menganggur ? Mengapakah kamu tidak bekerja pada sesuatu jenis pekerjaan di dalam kebun anggur-Nya ? Berulang kali Ia telah mengundang kamu. Masuklah kamu juga ke dalam kebun anggur itu, maka apapun yang pantas, iaitu akan kamu terima.” Tetapi panggilan kemurahan dari sorga ini telah dilalaikan oleh bagian terbesar orang-orang.” – Testimonies for the Church, vol. 5, p. 203.

Sdr Victor T. Houteff adalah seorang penganggur di pasar di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang telah menyambut pekabaran Panggilan Jam Ke-Sebelas itu pertama sekali., sehingga ia secara khusus telah dipilih Tuhan untuk menjadi juru bicaraNya bagi kita. Sebagaimana biasanya  “Allah memiliki sebuah sidang, dan sidang itu memiliki suatu dinas pelayanan pilihan ilahi. ‘Maka IA memberikan sebagian orang rasul-rasul, dan sebagian orang nabi-nabi, dan sebagian orang penginjil-penginjil, dan sebagian orang gembala-gembala dan guru-guru, bagi penyempurnaan umat kesucian, bagi pekerjaan pelayanan, bagi memberi makan tubuh Kristus. …….”Testimonies to Ministers, p. 52. Dengan demikian, sebagai salah seorang dari dinas pelayanan pilihan ilahi dalam tahun 1935 yang lalu, Sdr. Houteff tidak sendirian menata kembali General Conference of SDA ke dalam General Association of Davidian SDA, yang berlokasi di Waco, Texas, USA.

Dan proses penataan kembali Organisasi General Conference itu tidak salah, sebab mereka telah bertindak sesuai untuk menggenapi Seruan bagi suatu Pembangunan Rohani dan suatu Reformasi Rohani, yang diatur dalam sebuah pekabaran dari hamba Tuhan Nyonya White sebelumnya di dalam Review and Herald, tertanggal 25 Pebruari 1902. General Conference of SDA sebagai malaikat sidang Jemaat Laodikea sudah saatnya untuk diludahkan keluar dari mulut Jesus, karena sudah dinubuatkan sebelumnya. Ini adalah akibat dari dosa-dosanya yang sudah bertumpuk-tumpuk dari waktu ke waktu melawan Roh Kebenaran, maka tahun 1935 tampaknya sudah tiba saatnya baginya untuk diganti oleh General Association of Davidian SDA. Tetapi seberapa lamakah General Association of Davidian SDA dapat tahan berdiri ? Dan berapa kuatkah ia melawan Naga merah dari Wahyu 12 : 17 di akhir zaman ini ?
 
Selama hidup Sdr. Houteff yang lalu ia ternyata telah cukup kuat bertahan, maka selama itu pula ia telah berhasil menginterpretasikan semua nubuatan dari Wasiat Lama, dan semua perumpamaan Jesus dari Wasiat Baru. Ia telah membuktikan bagi kita bahwa kita kini hidup di akhir zaman, dimana Roh Kebenaran dari Yahya 16 : 13 telah menghantarkan kepada kita bukan saja SEGALA KEBENARAN, melainkan juga menunjukkan kepada kita PERKARA-PERKARA YANG AKAN DATANG. Kita juga sudah memiliki HUKUM dan Kesaksian dari Jesus Kristus di dalam ROH NUBUATAN. Dan untuk itulah kita seharusnya mampu bertahan melawan ular naga  itu.  Untuk itulah ia telah memperingatkan :     

“Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang telah dimanifestasikan melawan pekabaran sorga di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan kalah untuk selama-lamanya sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain. Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam ke sebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat diri melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang mematikan (a knockout blow) kepadanya. Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35 (Edisi 1999).

Tetapi  ternyata semua amaran dari hamba Allah yang sederhana itu sama sekali tidak dipatuhi. Sebagaimana halnya General Conference of SDA sebagai malaikat sidang Jemaat Laodikea telah jatuh sedemikian dalamnya, setelah ditinggal mati oleh Pendirinya, Nyonya EG. White, dalam tahun 1915., maka General Association of Davidian SDA pun bahkan telah dibubarkan sama sekali dalam tahun 1962, setelah ditinggal mati oleh Pendirinya dalam tahun 1955. Bahkan pekabaran Panggilan Jam Ke-Sebelas itupun telah dinyatakan secara resmi kepada umum sebagai pekabaran yang tidak sehat.
 
Betapa pula kelak nasib General Association of Davidian SDA yang kini berlokasi di Waco, Texas, yang pendirinya hanya rekan-rekan penginjil biasa yang kesetiaannya tidak lebih baik daripada para imam Jahudi di zaman Kristus.  

Sasaran dari pekabaran Panggilan Jam Ke-Sebelas itu kini terungkap sudah, karena memang sudah diramalkan sebelumnya. Melalui ucapan hamba-Nya, Tuhan sendiri telah mengatakan  :

“Kata-kata ucapan Kristus itu berlaku bagi S i d a n g : “Mengapakah berdiri-diri saja kamu di sini sepanjang hari menganggur ? Mengapakah kamu tidak bekerja pada sesuatu jenis pekerjaan di dalam kebun anggur-Nya ? Berulang kali Ia telah mengundang kamu. Masuklah kamu juga ke dalam kebun anggur itu, maka apapun yang pantas, iaitu akan kamu terima.” Tetapi panggilan kemurahan dari sorga ini telah dilalaikan oleh bagian terbesar orang-orang.” – Testimonies for the Church, vol. 5, p. 203.

Kata-kata ucapan Kristus itu berlaku hanya bagi para anggota biasa di dalam S i d a n g. Bukan lagi kepada mereka dari Organisasi. Inilah sasaran utama dari pekabaran Panggilan Jam Ke-Sebelas itu. sejak mulanya. Untuk itulah hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

“Adalah suatu kekeliruan yang sangat berbahaya untuk mengira bahwa pekerjaan penyelamatan jiwa-jiwa itu bergantung hanya pada dinas kependetaan (Organisasi) .…….. Allah akan mengirim keluar ke dalam kebun anggurnya b a n y a k  o r a n g yang belum pernah didedikasikan ke dalam dinas kependetaan oleh tumpangan tangan.” The Acts of the Apostles, p. 110. (In brackets added).

Jika anda mau mengakui bersama kami, bahwa k i n i “kebun anggur” itu melambangkan S i d a n g atau Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, dimana buah-buah pertama bagi penuaian yang akan datang itu berada, maka anda hendaknya mengakui juga, bahwa banyak orang sebagai barisan terdepan dari buah-buah pertama (vanguard) akan muncul keluar dari antara anggota-anggota biasa di dalam Sidang, sebagai gembala-gembala dan guru-guru pilihan ilahi, tanpa terlebih dulu diurapi di bawah tumpangan tangan, baik di Pusat Carmel di Waco, Texas, atau dimanapun saja. Ini menunjukkan bahwa akan banyak bermunculan gembala-gembala dan guru-guru pilihan ilahi tanpa sepengetahuan mereka yang memimpin di Pusat Carmel di Waco, Texas.

Demikianlah kelak halnya, agar jangan lagi kita mengira bahwa pekabaran Tongkat Gembala sebagai Panggilan Jam Ke-Sebelas, sesudah iaitu diterbitkan dan diberitakan oleh Sdr. Houteff, maka iaitu harus diteruskan dan bahkan diselesaikan pemberitaannya di dalam kebun anggur oleh hanya mereka yang kini memimpin di Puncak Carmel di Waco, Texas, USA. 
 
Sebagian besar buku-buku terbitan Tongkat Gembala itu sesungguhnya sudah lama mencapai banyak umat di lapangan. Sdr. Houteff sendiri telah mengatakan : “Berjuta-juta ! Demikianlah halnya bahwa buku-buku kecil yang cukup berarti ini sebagai awan-awan cerah yang mengandung Kebenaran Sekarang, kini sedang berceceran bagaikan daun-daunan di musim gugur di seluruh Laodikea kepada setiap anggota sidang, kepada setiap rerumputan di dalam kebun anggur Tuhan. Hasil akhirnya kelak ? Lebih daripada seribu orang akan segera bertobat dalam sehari. ……” TG. Vol. 1, No. 17, p. 5.
 
Bagaimana menghadapi bagian-bagian
pelajaran yang tampaknya  bertentangan 

Sekalipun Sdr. Houteff sudah berhasil menginterpretasikan s e m u a nubuatan dan perumpamaan-perumpamaan dari Jesus ke dalam ROH NUBUATAN, ia tidak lagi hidup di waktu ini, dimana nubuatan-nubuatan maupun perumpamaan-perumpamaan Jesus itu satu demi satu sedang menemukan kegenapannya.di akhir zaman sekarang ini. Oleh karena itu apabila terdapat bagian-bagian pelajaran dari pekabaran, yang tampak bertentangan ataupun kurang jelas, maka kita hendaknya tidak lagi mangharapkan pemecahan masalahnya kepada gembala-gembala dari Pusat Carmel di Waco, Texas. Kita hendaknya tidak lagi bergantung pada Sanhedrin contoh saingan yang sudah jatuh itu, karena Tuhan Allah sudah akan menyediakan bagi kita gembala-gembala dan guru-guru yang baru, yang mungkin sekali tidak lagi dikenal oleh mereka yang berkuasa di Pusat Carmel itu. Oleh sebab itu marilah kita mengikuti petunjuk dari hamba Tuhan Sdr. Houteff berikut ini dengan saksama.  

“Karena Alkitab dan buku-buku Roh Nubuatan merupakan satu-satunya sumber dari pekabaran Tongkat Gembala, maka apabila Tongkat itu diajarkan, Alkitab dan Roh Nubuatan akan diajarkan.  ………….. oleh karena itu, sebagai guru-guru dari Tongkat Gembala kita harus mengajar h a n y a di bawah terang dari Tongkat bagian-bagian pekabaran itu, yang dalam satu dan lain hal perlu diinterpretasikan. Hanya demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan dapat sehati dan sepikir, sepakat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama.” – Fundamental Beliefs, pp. 26, 27.

Bagian-bagian pekabaran manapun juga yang masih perlu diinterpretasikan, biarkanlah sekaliannya itu diinterpretasikan oleh seseorang guru pilihan ilahi penganut pekabaran Tongkat Gembala. Hasilnya sudah pasti akan berbeda dan bertentangan dengan mereka yang berkuasa di Pusat Carmel di Waco, Texas.  

Sebuah contoh :   

Sebagian dari sebuah hotbah dari hamba Tuhan Houteff berjudul, “Hari ini jika engkau mau mendengar suara-Nya, maka janganlah mengeraskan hatimu!  Hamba Tuhan Houteff mengatakan :  

“Sebagaimana Amos mengatakan : ‘Tempat-tempat tinggal dari para gembala akan meratap,’ adalah jelas bahwa nubuatan Amos itu masih akan jadi di depan, karena kata-kata ‘tempat-tempat tinggal‘ (tempat-tempat) itu terdapat dalam bentuk jamak yang tidak mungkin dapat diaplikasikan kepada satu tempat tinggal gembala (gereja) saja, melainkan kepada semua gereja yang berada pada waktu itu. Sebutan ‘gembala-gembala’ berarti, sebagaimana difahami, sama dengan ‘para tua-tua yang berada di depan rumah itu’ --- yaitu para pendeta. ‘Testimonies for the Church, vol. 5, p. 211. Perhatikanlah bahwa para gembala itu sendiri tidak meratap, melainkan hanya ‘tempat-tempat tinggal mereka’ (rumah-rumah mereka); artinya, para anggota dari gereja-gereja, kenyataan mana mengungkapkan bahwa yang sedemikian itu akan jadi apabila rombongan orang banyak yang tertidur dalam gereja-gereja bangkit dari lumpuh (knocked-out blows) kerohanian mereka itu lalu menemukan bahwa para gembala (Karmel) mereka itu yang sudah mereka sepenuhnya percaya bagi penyelamatannya justru telah menyesatkan mereka semua.

Nabi Jeremiah dalam kata-kata berikut ini menjelaskan bahwa ratap tangis ini dari mereka yang sedemikian itu telah disesatkan akan jadi pada akhir masa kasihan. Karena mereka akan mengatakan ‘penuaian sudah berlalu, musim panas sudah berakhir, dan kami belum juga selamat’ (Jeremiah 8 : 20). Artinya, sesudah penuaian, masa dimana mereka sudah harus dapat diselamatkan, akan mereka sadari bahwa masa kasihan sudah berakhir. Pada waktu itulah ‘tempat-tempat tinggal dari para gembala itu akan meratap, dan puncak Karmel akan layu.’ Sebab itu, sebelum masa itu puncak Karmel tak dapat tiada harus hijau keadaannya dengan padang rumput yang luas, sebab jika tidak, maka tidak akan ada yang layu; artinya, sekalipun Karmel pada waktu ini (tahun 1935) melimpah rerumputan hijaunya (Kebenaran sekarang), apabila masa kasihan berakhir iaitu harus ditinggalkan (‘layu’), karena Roh Nubuatan mengatakan : ‘Dalam masa kesusahan itu kita semua melarikan diri dari kota-kota dan kampung-kampung.’ Early Writings, p. 34. – The Symbolc Code, Vol. 1 No. 14 (August 1935), pp. 5 – 7.

Hotbah ini disampaikan dalam tahun 1935, dimana Gunung Carmel itu pertama sekali secara resmi didirikan sebagai suatu lokasi yang permanen bagi General Association of Davidian SDA. Tetapi dari ucapan yang berbunyi : “Pada waktu itulah ‘tempat-tempat tinggal dari para gembala itu akan meratap, dan puncak Karmel akan layu.” terlihat jelas bahwa seluruh hotbah itu telah meramalkan n a s i b dari hanya umat penganut Kebenaran sekarang, yang telah bergabung dengan mereka yang memimpin di Pusat Carmel di Waco, Texas, USA.  

Hamba Tuhan Houteff dalam pekabarannya telah menyatakan Pemimpin General Conference of SDA sebagai Sanhedrin contoh saingan di waktu ini. Sekalipun malaikat sidang jemaat Laodikea itu sudah diludahkan keluar dari mulut Jesus dalam tahun 1935 yang lalu, ia masih akan berdiri dengan megahnya sampai kepada akhir masa kasihan yang akan datang. Dan mengenai markas besar General Asssociation of Davidian SDA di Waco, Texas, sekalipun tidak langsung dinyatakan sebagai Sanhedrin contoh saingan di waktu ini, adanya ucapan bahwa kesetiaan mereka itu sama dengan kesetiaan para imam Jahudi di zaman Kristus, itupun sudah cukup membuktikan bahwa mereka itupun pantas untuk disebut Sanhedrin contoh saingan di waktu ini. Mereka pun akan tetap berdiri dengan megahnya di Puncak Carmel itu sampai kepada akhir masa penuaian yang akan datang, yaitu sampai kepada saatnya Puncak Carmel itu layu, untuk kemudian menhadapi kedatangan rombongan besar orang banyak yang meratap tangis, yang sudah sekian lama disesatkannya.  

Mengapa Allah mengambil 
kendali pemerintahan dalam tangan-Nya sendiri

Hamba Tuhan Nyonya EG. White telah meramalkannya sebagai berikut:

“Mari kuberitahukan kepadamu, bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sama sekali berbeda daripada biasanya, dan dalam cara yang bertentangan dengan setiap rencana manusia. Akan ada orang-orang di antara kita yang selalu ingin mengontrol pekerjaan Allah, untuk mendikte sampai kepada pergerakan apa saja yang akan dibuat apabila pekerjaan itu bergerak maju di bawah pengarahan dari malaikat itu yang bergabung dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran (ROH NUBUATAN) yang akan diberikan kepada dunia. Allah akan menggunakan cara-cara dan sarana oleh mana iaitu akan tampak, bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pekerja akan terpesona oleh sarana-sarana yang sederhana yang akan digunakan-Nya untuk membuat dan memantapkan pekerjaan pembenaran-Nya.” -- Testimonies to Ministers, p. 300. – (dalam kurung tambahan)

Jika kita dapat meyakini bahwa pekabaran yang terakhir dari Panggilan jam ke-Sebelas itu ialah pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1, yang kini bergabung dengan pekabaran dari malaikat yang ketiga dari Wahyu 14, yang keduanya  kini sedang menerangi gereja-gereja kita di seluruh Laodikea, maka ini benar-benar merupakan pekabaran yang terakhir. Inilah pekabaran dari ROH NUBUATAN itu yang akan menyelesaikan semua penuaian di bumi di akhir zaman ini: pertama menuai buah-buah pertama di dalam sidang jemaat Laodikea, dan kemudian menuai buah-buah kedua di seluruh bumi. Lalu berakhirlah masa kasihan di dalam kaabah kesucian di dalam sorga.   

Karena Kristus harus bekerja sendiri tanpa adanya bantuan dari hamba-hamba-Nya di Sahedrin, baik dari General Conference of SDA maupun dari General Association of Davidian SDA, maka tidaklah mengherankan apabila hamba-Nya Nyonya White sejak jauh-jauh hari sebelumnya sudah mengingatkan sebagai berikut : 

“Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sama sekali berbeda daripada biasanya, dan dalam cara yang bertentangan dengan setiap rencana manusia.” Apakah artinya ini? Marilah kita kembali kepada perumpamaan Jesus perihal penuaian itu di akhir zaman ini. Hamba Tuhan menuliskannya sebagai berikut :
 
“Dan walaupun masa penuaian adalah yang tersingkat dari pada semua periode tahun penuaian, namun pekerjaan pengumpulan itu bukannya dilakukan dalam sekejab mata saja. Iaitu memakan waktu. Hasilnya itu bukanlah dikumpulkan dengan cara membalikkan ladang langsung ke dalam lumbung ; bukan supaya kelak merupakan segumpal besar barang gantinya  sebuah hasil penuaian. Pertama-tama gandum itu dipotong dengan sabit, selanjutnya gandum itu diikat menjadi berberkas-berkas ikatan, kemudian diinjak-injak, sesudah itu dimasukkan ke dalam lumbung; dan kemudian daripada itu s e k a m dan l a l a n g  dibinasakan. Karena pekerjaan ini diselesaikan selama musim gugur, maka iaitu menunjukkan bahwa penuaian adalah suatu periode musim setelah musim panas berlalu, bahwa iaitu diikuti dengan periode musim gugur yang tidak menghasilkan buah. 
Demikian itulah harus jadi dengan penuaian rohani, sebab jika tidak, maka penuaian rohani itu tidak mungkin dilukiskan dengan penuaian yang sebenarnya. Janganlah meremehkan hikmah kepintaran Allah; gambaran lukisan-lukisan-Nya adalah sempurna.”
-- The Judgment and the Harvest, p. 65. 

Untuk membantu mempercepat pekerjaan penuaian itu di akhir zaman ini hamba Tuhan Houteff mengatakan : 

“Karena pekerjaan itu sedemikian besar luasnya, perluasannya adalah begitu luas, dan kepentingannya pun sedemikian besar, maka Allah telah mengilhami ilmu pengetahuan modern untuk mencipta, dan membangun peralatan yang cepat untuk secepatnya menyelesaikan pekerjaan-Nya. “Tetapi akan dikau, hai Daniel, tutuplah semua perkataan itu, dan meteraikan kitab itu, bahkan sampai kepada akhir zaman : banyak orang akan berlarian pergi datang, dan pengetahuan akan ditingkatkan. Banyak orang akan disucikan, dan diputihkan, dan di u j i, tetapi orang jahat akan makin melakukan kejahatan, dan tidak seorangpun orang jahat itu akan mengerti; tetapi orang yang bijaksana akan mengerti (Daniel 12 : 4, 10)” -- 2 Shepherd’ Rod, p. 229.

“Banyak orang akan disucikan, dan diputihkan, dan d i u j i,” artinya, sebagai gandum mereka itu akan dipotong dan kemudian diikat menjadi berberkas-berkas, kemudian diinjak-injak atau d i u j i selama suatu jangka waktu singkat dari masa kesusahan Jakub, yang akan datang, mendahului kelepasan mereka ke Kerajaan di Palestina (lumbung). 

Oleh sebab itu sebagai hasil dari penuaian di dalam sidang, b a n y a k kelompok-kelompok persekutuan baru Davidian akan muncul di banyak tempat di seluruh dunia Laodikea. Dan untuk memberi makan tubuh Kristus, Tuhan sudah akan mengangkat lebih banyak lagi guru-guru dan gembala-gembala dari buah-buah pertama umat panggilan yang ada. Inilah yang pernah disampaikan oleh hamba Tuhan sebelumnya sebagai berikut : 
 
“Allah akan mengutus keluar ke dalam kebun anggurNya (Sidang) banyak orang yang belum pernah didedikasikan ke dalam tugas kependetaan melalui tumpangan tangan.” -- The Acts of the Apostles, p. 110.

Allah telah mengilhami ilmu pengetahuan modern untuk mencipta, dan untuk membangun peralatan yang cepat sebagai cara-cara dan sarana untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya dengan cepat. Dan IA akan memberkahi semua cara dan sarana-sarana itu untuk dimanfaatkan dengan cukup berhasil. Dengan demikian akan kelak tampak, bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri.


*  *  *