Kepada

Saudara-saudara sesama umat MAHK, penyelidik nubuatan - nubuatan Alkitab dan ROH NUBUATAN yang kami hormati !

 

 

Kita semua salut kepada Pendeta DR. Kuntaraf untuk berbagai upayanya untuk mengungkapkan kepada kita berbagai pergerakan reformasi di dunia ini dengan menggunakan nama Davidian Seventh-Day Adventists.  Apa yang diungkapkannya itu memang benar karena itulah kenyataannya. Namun kita juga harus mengerti mengapa sekaliannya itu sampai terjadi.

 

Davidian SDA dengan pekabaran Tongkat Gembalanya sebagai terang baru pertama sekali dibangun oleh Sdr. Victor T. Houteff sejak tahun 1929. Bacalah SDA Bible Encyclopedia, p. 328. Selama di bawah kepemimpinan Houteff, maka hanya ada s a t u  Davidian SDA di Amerika Serikat dengan pusat pergerakannya di  Gunung Karmel yang telah dinubuatkan, yaitu Waco, Texas. Tetapi setelah Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955, maka di bawah pimpinan yang baru dari Nyonya Houteff, maka Nyonya Houtefflah yang telah membubarkan Davidian SDA  di Waco, Texas, setelah terlebih dulu memanipulasikan pekabaran Tongkat Gembala itu.  Jadi, sejak tahun 1962 tercerai-berailah umat Davidian SDA ke dalam berbagai kelompok di Amerika Serikat dan Canada, setelah markas besarnya di Waco, Texas, dilikwidasi.

 

Tetapi sejak tahun 1991 gedung-gedung dan tanah di Waco, Texas, telah dikuasai kembali, dan sebagian besar umat Davidian lalu kembali bergabung ke sana. Sebagian besar lainnya tidak mau lagi bergabung ke Waco, Texas. Jadi, apa yang diucapkan oleh DR. Kuntaraf itu sudah benar.  

 

Semua yang dialami oleh Davidian SDA di Amerika Serikat itu sejak jauh-jauh hari sebelumnya sudah lebih dulu diramalkan oleh Houteff sendiri sebagai hamba Tuhan Allah sebagai berikut :

 

          Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang telah dimanifestasikan di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan  kalah untuk selama-lamanya sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain. Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam sebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat diri melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang mematikan kepadanya. Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu juga akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Lagi pula adalah terutama supaya diwaspadai, bahwa Musuh itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertama-Nya itu yang kini masih tersembunyi, yaitu  mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9). Musuh itu akan mencoba apa saja yang mungkin untuk mengacau, untuk menggelapkan, dan untuk menudungi Kebenaran, terutama perihal mereka 144.000 itu. ----------------   Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35 (Edisi 1999).

 

          Jadi, apa yang terjadi semenjak tahun 1962 itu merupakan suatu pukulan yang benar-benar telah melumpuhkan pergerakan reformasi Davidian SDA itu sampai sekarang. Sebab apa ? Sebab sesudah itu, setelah Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas dikuasai kembali dalam tahun 1991, ternyata masih ada lagi musuh-musuh yang tidak dicurigai, yaitu rekan-rekan penginjil yang sama yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Siapakah mereka itu ? Kita harus mencarinya di Waco, Texas, sebab hamba Tuhan Houteff telah menegaskan bahwa Gunung Karmel yang dinubuatkan itu terdapat hanya di Waco, Texas, AS. Houteff sebagai hamba Allah tidak mengakui adanya pusat gunung Karmel di tempat lain, selain di Waco, Texas.

 

          Kita akan mengenali mereka itu dari kesetiaan mereka yang s a m a dengan imam-imam di zaman Kristus. Karena imam-imam itu telah memusuhi Kristus selama missi-Nya di Palestina dahulu, maka rekan-rekan penginjil yang menguasai Pusat Karmel di Waco, Texas  sejak tahun 1991 sampai kini harus diwaspadai. Dan ternyata pada waktu ini Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas sedang dikuasai oleh  penginjil-penginjil penganut faham fundamentalisme sempit dan kaku (the narrowminded fundamentalisme), yang terlalu banyak mengagungkan Houteff dan pekabaran Tongkat Gembalanya daripada Nyonya White dengan Roh Nubuatannya.  Padahal kedua pekabaran itu sudah bergabung menjadi satu, yaitu ROH NUBUATAN menggenapi nubuatannya pada Wahyu 19 : 10 bag. akhir., yang harus menjadi landasan iman umat yang sisa. Bacalah Wahyu 12 : 17.

 

           Akibat dari faham fundamentalisme sempit yang kaku itu, maka kami sebagai salah seorang pendiri Davidian SDA  di Indonesia  memutuskan untuk tetap mengakui Waco, Texas, sebagai satu-satunya lokasi dari gunung Karmel yang telah dinubuatkan, tetapi tidak mau lagi tunduk kepada kepemimpinan dari rekan-rekan penginjil yang kerohaniannya sama dengan imam-imam Yahudi itu.

 

          Akibatnya, maka Davidian SDA di Indonesia yang tadinya beraffiliasi dengan Pusat Pergerakan di Waco, Texas, kini terpecah dua. Sebagian anak-anak muda di Jakarta yang lebih banyak bergantung pada manusia-manusia Amerika karena nama besar negara  mereka itu, sejak tahun 2000 yang lalu telah memisahkan diri dari kelompok kami. Ciri-ciri mereka itu adalah sama dengan ciri-ciri dari biangnya di Waco, Texas, yaitu h a n y a   mengajarkan pekabaran Tongkat Gembala kepada semua umat.  Dan sedikit sekali atau hampir-hampir tidak lagi mengajarkan kepada kita Roh Nubuatan dari Nyonya White. Dan demi untuk mempertahankan kemurnian doktrin, mereka sama sekali tidak membenarkan para penginjil atau pendeta yang bertalenta untuk menulis apapun juga. 

 

Terkutuklah  Orang

Yang  Bergantung  Pada Manusia

(Jeremiah 17 : 5)

 

          Kita diperingatkan agar jangan menaruh harap pada manusia, dan jangan membuat manusia menjadi sandaran bagi kita. Suatu kutuk ada diucapkan bagi semua orang yang berbuat demikian. Testimonies to Ministers, p. 367 Tuhan Allah tidak mungkin dapat memuliakan nama-Nya melalui umat-Nya sementara mereka bersandar pada manusia dan membuat manusia menjadi pegangannya. 5 Testimonies, p 729. Setan sedang terus berusaha untuk menarik perhatian orang kepada manusia gantinya kepada Allah. Ia membawa orang-orang untuk memandang kepada para bishops, kepada para pendeta, kepada para professor theologia, sebagai pembimbing-pembimbing mereka, gantinya menyelidiki sendiri Alkitab untuk mencari tahu kewajiban-kewajiban mereka. Spirit of Prophecy, vol. 4, p. 414.

 

           Ucapan hamba Tuhan di atas ini tampaknya bertentangan dengan apa yang diajarkan kepada kita oleh rasul Paulus, yang juga telah disampaikan sendiri oleh Nyonya White sebagai berikut :

 

          Allah memiliki sebuah s i d a n g, dan sidang itu memiliki suatu dinas pelayanan pilihan ilahi. 'Maka Ia memberikan sebagian orang rasul-rasul, dan sebagian orang nabi-nabi, dan sebagian orang penginjil-penginjil, dan sebagian orang gembala-gembala dan guru-guru, untuk menyempurnakan umat kesucian bagi tugas melayani, bagi membangun moral tubuh Kristus, sampai kita semua masuk dalam kesatuan iman dan pengetahuan akan Anak Allah Testimonies to Ministers, p. 52. 

 

          Apakah setelah ditinggal mati Houteff dalam tahun 1955, kita tidak perlu lagi menaruh harap dan bersandar pada para penginjil, para gembala (pendeta), dan para guru, yang justru telah membangun moral kita sampai kini ? Sesungguhnya ucapan hamba-hamba Tuhan di atas tidak mungkin saling bertentangan, sebab sekaliannya itu berasal dari Roh Kebenaran yang sama. Oleh sebab itu kita harus lebih dulu mengikuti perjalanan sejarahnya. Dan kemudian belajar dari pengalaman.

 

          Setelah sidang jemaat Laodikea muncul dalam tahun 1844  dengan Nyonya White sebagai hamba Allah yang telah membangun tubuh Kristusnya, maka 44 tahun kemudian, malaikat sidang jemaat Laodikea yang melambangkan General Conference of SDA dan para pendetanya sudah jatuh berdosa karena menolak terang. Dan sekalipun kejatuhan mereka itu sudah sepenuhnya diungkapkan olehnya, namun sesudah 40 tahun kemudian, maka sejak tahun 1929 sampai kepada hari ini, mereka kembali jatuh dalam jenis dosa yang sama, yang pada akhirnya terludahkanlah mereka itu keluar dari dalam  mulut Jesus sejak kira-kira tahun 1935 yang lalu.

 

         Pada kenyataannya dari pengalaman itu, hanya orang-orang yang sepenuhnya bergantung dan berharap pada Tuhan melalui Alkitab dan Roh Nubuatan, yang masih celek penglihatan rohaninya, yang kemudian telah bergabung dengan Houteff dan pekabaran Tongkat Gembalanya sejak mulanya. Tetapi setelah Houteff sendiri meninggal dunia, dan setelah satu demi satu kepemimpinan Tongkat Gembalanya yang silih berganti sampai kepada hari ini masih juga menghianati tugasnya, maka tampak jelas bahwa ucapan nubuatan dari nabi Jeremiah 17 : 5 itu masih perlu terus dipatuhi.

 

           Oleh sebab itu, maka ketahuilah bahwa kini bukan lagi waktunya bagi kita untuk terus bergantung dan bersandar pada malaikat sidang jemaat Laodikea atau General Conference of SDA dan para pendetanya, yang sudah suam rohani itu untuk berpikir bagi kita. Kita juga tidak perlu lagi bergantung pada para penginjil yang berkuasa di Markas Besar Davidian SDA di Waco, Texas, AS. yang sudah sangat kaku dan sempit pengertiannya itu, karena mereka itupun telah dinyatakan sebagai anak-anak dara yang memiliki tipu di mulut (Wahyu 14 : 5). Sekalipun demikian sebagai tubuh Kristus kita masih akan terus dibangun oleh para penginjil, gembala-gembala, dan guru-guru. Yaitu mereka yang tidak lagi suam rohaninya, dan masih tetap berada dalam jangkauan kita. Siapakah mereka itu yang sedang membangun tubuh Kristus di Indonesia di akhir dunia sekarang ini ? Bacalah kembali Epesus 4 : 11 14, dan ketahuilah bahwa hanya para penginjil,  gembala-gembala, dan guru-guru pilihan Ilahi, yang mampu membangun tubuh Kristus di akhir dunia sekarang ini. Mereka itu dikenal bukan oleh upacara pentahbisannya di depan umum di dalam sidang, atau karena memiliki sesuatu gelar akademis dalam ilmu Theologia Advent, melainkan hanya karena kemampuan mereka mengajarkan ROH NUBUATAN kepada kita. Inilah yang membuktikan bahwa hanya mereka itulah yang berada langsung di bawah bimbingan Roh Suci.

 

Selanjutnya karena jumlah umat Davidian SDA di dunia pada waktu ini masih sangat terbatas, maka kita hendaknya tidak perlu berkecil hati, sebab sesuai dengan ucapan hamba Tuhan Houteff di atas, mereka 144.000 hamba-hamba buah pertama-Nya itu kini masih tersembunyi.

 

Mengapakah

perpecahan demi perpecahan itu sampai terjadi ?

 

Apa yang terjadi terhadap umat Davidian sesudah kematian Houteff dalam tahun 1955 yang lalu sampai kepada hari ini benar-benar sangat membingungkan. Sementara mereka terus  berusaha  untuk  mendapatkan b a n y a k   yang terpanggil, sekalipun nanti hanya sedikit --- 144.000 yang terpilih, jumlah keanggotaan mereka itu tampaknya tidak banyak bertambah. Houteff bahkan mengatakan bahwa 144.000 hamba-hamba buah pertama pilihan Allah itu kini masih tersembunyi. Jadi tidaklah mengherankan apabila jumlah umat Davidian yang ada sekarang masih sangat terbatas. Namun hamba Tuhan Nyonya White sejak jauh-jauh hari sebelumnya telah meramalkan : 

 

          Allah akan membangkitkan umat-Nya, jika cara-cara yang lain gagal, maka berbagai perselisihan faham akan masuk di antara m e r e k a, yang akan menyaring mereka itu, memisahkan  s e k a m daripada gandum. Tuhan menyerukan kepada s e m u a  yang percaya pada firman-Nya untuk bangun daripada tidur. Terang yang berharga s u d a h datang, yang cocok bagi zaman ini. 5 Testimonies, p. 707.

 

          Karena lalang yang melambangkan General Conference berikut semua pengikut setianya sudah lebih dulu terpisah daripada gandum atau lima anak dara bijaksana yang melambangkan umat Davidian SDA, maka pemisahan dari ucapan Nyonya White di atas tak dapat tiada akan jadi di dalam kelompok gandum saja, yaitu umat Davidian SDA. Tuhan Allah akan membiarkan berbagai perselisihan faham terjadi di dalam umat Davidian-Nya yang dilambangkan oleh gandum itu, untuk menyaring keluar s e k a m yang ada di antara mereka.

 

         Umat Allah di Indonesia sudah dapat berbesar hati, sebab Davidian-Davidian  yang  berkualitas  sekam  itu  sudah  keluar  memisahkan  diri  dari k a m i  sebagai gandum kelompok induknya sejak tahun 2000 yang lalu. Ini berarti tidak akan terlalu lama lagi akan kelak muncul calon-calon bagi 144.000 hamba-hamba pilihan Allah yang akan datang di Indonesia.

 

          Jadi jelaslah kiranya dimengerti, bahwa Tuhan Allah sengaja telah membiarkan umat Davidian SDA, penganut ROH NUBUATAN-Nya mengalami perpecahan demi perpecahan sekarang ini, adalah untuk menyaring dan menguji kesetiaan mereka. Adalah supaya mereka itu benar-benar mengerti, bahwa dimana para pemimpin didapati tidak setia, maka Tuhan Allah akan mengendalikan sendiri umat-Nya. Untuk inilah hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

 

         Kita telah cenderung mengira, bahwa dimana tidak terdapat pendeta-pendeta yang setia, tidak mungkin akan ada orang-orang Kristen yang sejati. Namun ini adalah bukan masalahnya. Allah telah berjanji, bahwa dimana para gembala didapati tidak benar, maka Ia akan menggembalakan sendiri kawanan domba itu. Allah tidak pernah membiarkan kawanan domba-Nya sepenuhnya bergantung pada alat-alat manusia. Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sudah dekat sekali. Allah hendak memiliki suatu umat yang suci dan benar. Dalam penyaringan yang hebat, yang segera akan jadi kita akan lebih mampu mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda menunjukkan, bahwa masa itu sudah dekat apabila Tuhan akan menyatakan, bahwa sapu-Nya sudah ada di dalam tangan-Nya, dan Ia akan membersihkan sepenuhnya seluruh lantai-Nya.--- 5 Testimonies, p. 80.

 

Mengapa tidak ada perpecahan

 di pihak Organisasi General Conference

  dan  Organisasi-Organisasi bawahannya ?

 

         Banyak orang beragama hanya untuk mencari ketenangan dan kedamaian. Oleh sebab itu mereka lebih memilih Organisasi agama yang damai. Padahal landasan dari agama yang benar di akhir dunia sekarang ini adalah Sepuluh Perintah Allah dari Hukum Torat dan kelengkapan peraturan-peraturan pelaksanaannya di dalam ROH NUBUATAN. Betapapun juga sesuatu agama berkembang pesat secara lahiriah dalam bentuk pembangunan phisik, yang berupa gedung-gedung gereja, sekolah-sekolah, rumah-rumah sakit, dan gedung-gedung sosial lainnya, sekaliannya itu tidak akan berhasil menyelamatkan satu jiwapun, apabila landasan agamanya tidak lengkap.  Oleh sebab itu, maka sasaran yang selalu diincar oleh Setan untuk dihancurkan ialah l a n d a s a n  iman  dari  agama yang benar itu. Untuk itulah, maka Setan telah berhasil menyusupkan agen-agennya sampai ke dalam Pusat Pergerakan Reformasi Davidian MAHK di Waco, Texas, lalu mengacaukannya dari dalam. Inilah yang sejak jauh-jauh hari sebelumnya telah diamarkan sendiri oleh hamba Tuhan Houteff sebagai berikut :       

  

          Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang telah dimanifestasikan di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan  kalah untuk selama-lamanya sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain .. - Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35 (Edisi 1999).

 

          Tetapi mengapakah tidak ada terjadi perpecahan pada pihak Organisasi General Conference of SDA dan Organisasi-Organisasi bawahannya selama ini ? Apakah memang karena landasan agama mereka itu sudah benar dan kuat ataukah sebaliknya ? Dalam seruan pembangunan dan reformasi dari hamba Allah Nyonya White tertanggal 25 Pebruari 1902 (Bacalah artikel kami : PANGGILAN BAGI SUATU PEMBANGUNAN DAN REFORMASI ROHANI)  hamba Tuhan Nyonya White  memperingatkan :

 

           Allah menyerukan suatu pembangunan rohani dan suatu reformasi rohani. Jika ini tidak terlaksana, maka mereka yang suam itu akan terus bertumbuh makin menjijikkan di hadapan Tuhan, sampai kelak Ia akan menolak mengakui mereka sebagai anak-anak-Nya.

 

          Suatu pembangunan dan suatu reformasi harus terlaksana di bawah bimbingan Roh Suci. Pembangunan dan reformasi adalah dua hal yang berbeda. Pembangunan berarti suatu pembaharuan kembali kehidupan rohani, suatu kebangkitan kuasa-kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan dari mati rohani. Reformasi berarti suatu r e organisasi, suatu perubahan dalam pemikiran-pemikiran dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan.  Reformasi tidak akan mengeluarkan buah pembenaran yang baik tanpa iaitu dikaitkan dengan pembangunan dari Roh. Pembangunan dan reformasi akan melaksanakan tugasnya yang    t e l a h  d i t e n t u k a n, maka dalam melaksanakan tugas ini keduanya harus bergabung. Review and Herald, February 25, 1902.  

 

          Perhatikanlah dengan saksama ucapan hamba Tuhan di atas yang berbunyi : Jika ini (pembangunan dan reformasi) tidak terlaksana, maka mereka  (malaikat  sidang  jemaat  Laodikea  dan  para  pendetanya)  yang  s u a m itu akan terus bertumbuh makin menjijikan di hadapan Tuhan.

 

           Sejarah  membuktikan, bahwa karena General Conference of SDA terus menolak terang baru dari pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 untuk menggabungkannya dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White, maka mereka telah kehilangan terang besar dari Roh Suci (ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10) yang akan menerangi bumi dengan kebenarannya, yang akan membimbing mereka itu untuk membangun dan bereformasi. Akibatnya, mereka itu belum pernah membangun dan bereformasi, sehingga kondisi kerohanian mereka yang sedianya sudah suam itu, kini telah bertumbuh makin menjijikan di hadapan Tuhan. Sekaliannya itu akan tampak jelas dari berbagai hotbah dan pelajaran-pelajaran Sekolah Sabat yang pada umumnya sudah tidak lagi bermutu, dan tidak lagi layak untuk menyelamatkan. Tidak ada lagi satu nubuatanpun yang berhasil diungkapkannya secara tertulis dengan benar dan pasti bagi kita, sementara Roh Nubuatan dari Nyonya White itupun sudah tidak banyak lagi dikuasai pengertiannya.

 

          Dalam kondisi kerohanian yang sedemikian itu, tidaklah mengherankan apabila Setan tidak lagi mau mengusik mereka. Tuhan Allah juga tidak lagi mau membiarkan berbagai perselisihan faham masuk di antara mereka, yang akan menyaring mereka  itu,  untuk  memisahkan  s e - k a m  daripada gandum, sebab sesungguhnya sudah tidak ada lagi s e k a m  maupun gandum yang tersisa di tengah-tengah mereka itu. Karena semua mereka itu adalah hanya l a l a n g  semata-mata.

 

          Oleh sebab itu, janganlah mengira bahwa sidang Jemaat Laodikea yang melambangkan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh    k i n i sudah memiliki malaikat sidang jemaatnya (General Conference of SDA dan para pendeta) yang tidak lagi suam kerohaniannya, sehingga Setan tidak lagi mampu untuk memecah-belah mereka. Setan justru tidak lagi mau mengusiknya, sebab kerohaniannya s u d a h  m a t i.  Hamba Tuhan Nyonya White  mengatakan :

 

          Kondisi s i d a n g   pada waktu ini diperlihatkan dalam kata-kata dari Juruselamat di dalam Wahyu :  'Engkau memiliki suatu nama bahwa engkau itu hidup, padahal engkau sudah m a t i.  Dan kepada mereka yang menolak untuk bangkit daripada kesentausaan kelalaian mereka diberikan amaran penting sebagai berikut : 'Sebab itu jika engkau tidak berjaga, maka Aku akan  mendatangimu seperti pencuri, dan tidak akan engkau ketahui jam berapa Aku akan mendatangimu. Wahyu 3 : 1, 3. The Great Controversy, pp. 309, 310.

 

          Alangkah besarnya kesesatan yang dapat menguasai pikiran manusia daripada keyakinan bahwa mereka adalah b e n a r,  padahal mereka samasekali k e l i r u. Pekabaran dari Saksi Yang Benar itu menemukan umat Allah dalam suatu kesesatan yang sangat menyedihkan, namun mereka jujur dalam kesesatan itu.  Mereka tidak mengetahui, bahwa kondisi mereka adalah sangat menyedihkan dalam pemandangan Allah.  Sementara orang-orang yang ditegor itu menyombongkan dirinya bahwa mereka sedang berada dalam kondisi kerohanian yang prima, maka pekabaran dari Saksi Yang Benar memecahkan ketenangan mereka dengan tuduhan-tuduhan yang mengejutkan mengenai kondisi mereka yang sebenarnya, yaitu buta rohani, melarat dan malang. Kesaksian yang sedemikian keras dan tajam itu tidak mungkin salah, karena adalah Saksi Yang Benar itu sendiri yang mengucapkannya, maka kesaksian-Nya itu tak dapat tiada harus benar.

Dalam khayalku yang terakhir kepada saya diperlihatkan, bahwa bahkan pekabaran dari Saksi Yang  Benar yang menentukan inipun tidak berhasil menyelesaikan rencana Allah. Orang banyak itu terus saja tidur dalam dosa-dosanya. Mereka terus saja menyatakan dirinya kaya dan tidak berkekurangan. Banyak yang bertanya :  Mengapa semua tegoran ini diberikan ? Mengapa kesaksian-kesaksian itu terus menerus menuduh kami murtad dan berdosakan dosa-dosa yang besar ? Kami mencintai kebenaran, kami sedang maju berkembang, kami tidak membutuhkan kesaksian-kesaksian yang  berisikan amaran dan tegoran ini. ..

 

Kepada saya ditunjukkan bahwa a l a s a n  y a n g  u t a m a  mengapa umat Allah kini ditemukan dalam kondisi  buta rohani ini, ialah karena mereka t i d a k  m a u menerima t e g o r a n. Testimonies, vol. 3, pp. 253 255.

 

K e s i m p u l a n

 

           Dalam rangka membangun tubuh Kristus, maka hamba Tuhan  Yahya Pewahyu dan Nyonya White menulis sebagai berikut :

 

          Maka sesudah segala perkara ini aku tampak seorang malaikat lain turun dari langit dengan kuasa besar; maka bumi diterangi dengan kemuliaannya. Wahyu 18 : 1.

 

          Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberikan kuasa dan tenaga bagi pekabarannya. Pekabaran ini tampaknya merupakan suatu tambahan bagi pekabaran yang ketiga, yang bergabung dengannya bagaikan seruan tengah malam yang telah  bergabung dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844. Early Writings, p. 277.

 

         Kalau saja pekabaran malaikat yang ketiga yang melambangkan Roh Nubuatan dari Nyonya White itu sudah sepenuhnya dikuasai pengertiannya, maka pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 di atas tidak akan mungkin ditolak sampai sekarang.  Penggabungan dari pekabaran-pekabaran itulah yang telah menghasilkan ROH NUBUATAN, menggenapi nubuatannya pada Wahyu 19 : 10 bag. akhir, yang kini sedang menerangi bumi, dimulai di dalam GEREJA kita Masehi Advent Hari Ketujuh.

 

 

*  *  *  *