Landasan Iman Mereka
Calon-Calon 144.000 itu akan terus berkembang seiring dengan bagian-bagian pekabaran dari Tongkat Gembala yang terus terungkap

 




 PENGANTAR

 

Salah satu ciri-ciri kerohanian dari umat Allah di akhir dunia sekarang ini, yang digariskan di dalam nubuatan ialah :  Penganut Hukum Dasar Kerajaan Sorga (the basic Law / Constitution) dan Undang-Undang Hukum Biasa (the by - laws). Rasul Yahya Pewahyu menuliskannya sebagai berikut :

“Maka naiklah amarah naga akan perempuan itu, lalu pergi memerangi mereka yang tersisa daripada benihnya, yaitu mereka yang memeliharakan Hukum-Hukum Allah dan berpegang pada Kesaksian Jesus Kristus.” Wahyu 12 : 17.

“…………sembahlah Allah, karena Kesaksian Jesus Kristus itu ialah ROH NUBUATAN.”Wahyu 19 : 10 (bagian akhir).

Karena Kebenaran Alkitab yang terakhir di akhir zaman ialah Pekabaran dari Malaikat Wahyu 18 : 1 yang dibawakan oleh nabi terakhir, Sdr. Victor T. Houteff, maka Roh Nubuatan dari pekabaran Tiga Malaikat dari Wahyu 14, yang dibawa oleh nabi Nyonya Ellen G. White itu tak dapat tiada masih harus dilengkapi lagi dengan pekabaran Tongkat Gembala dari nabi yang terakhir itu. Dan inilah yang dimaksud dengan ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10 (bagian akhir) itu. Dengan demikian, maka ROH NUBUATAN itu akan berisikan seluruh peraturan pelaksanaan dari Hukum Dasar Torat, yang patut dipatuhi oleh semua umat Allah warga Kerajaan Sorga yang hidup di akhir dunia sekarang ini. Dan demikian inilah baharu genap ucapan nabi Musa, penulis Hukum Allah yang pertama itu, yang terkenal dalam sejarah Alkitab sebagai seorang ahli hukum dan ahli sejarah dunia. Untuk itulah sejak mulanya dia telah mengatakan sebagai berikut :

“Perkara-perkara yang rahasia itu  adalah milik Tuhan Allah kita, tetapi perkara-perkara itu yang sudah diungkapkan adalah bagi milik kita dan bagi anak cucu kita sampai selama-lamanya, s u p a y a  d a p a t  kita melaksanakan segala perkataan dari hukum Torat ini.” Ulangan 29 : 29.

Sebagai umat Allah dan warga Kerajaan Sorga kita semua adalah cucu cicit dari nabi Musa, maka kewajiban hukum yang diamanatkan oleh nabi yang sangat dikasihi Allah itu sejak lebih dari 3500-an tahun yang lalu hendaknya jangan dilalaikan.

Perkara-perkara itu yang sudah diungkapkan bagi milik kita sampai dengan buku Wahyu yang sangat misterius itu, yang diungkapkan dalam tahun 96 TM yang lalu, kini sudah terhimpun seluruhnya di dalam sebuah Alkitab.

Dan bahkan Alkitab yang bagian terbesarnya berisikan sejarah, nubuatan-nubuatan, dan berbagai perumpumaan Jesus, yang pada umumnya masih saja misterius sampai kepada hari ini, sekaliannya itupun sudah diinterpretasikan habis oleh nabi-nabi Akhir zaman ke dalam apa yang kini dikenal di antara kita sebagai : ROH NUBUATAN. Melalui nubuatan Zakharia pasal 4, sekaliannya itu sudah habis diinterpretasikan sesuai prosedur dari gambar nubuatan itu di bawah ini. Dengan demikian, maka sesungguhnya seluruh isi Alkitab itu sudah sepatutnya dapat dimengerti. Tetapi bagaimanakah kita kini setelah ditinggal mati oleh nabi-nabi itu ?

 

Setelah ditinggal mati oleh
 nabi yang terakhir V.T. Houteff dalam tahun 1955

E.G. White :

“Allah memiliki sebuah s i d a n g, dan sidang itu memiliki suatu dinas pelayanan pilihan ilahi. ‘Maka Ia memberikan sebagian orang rasul-rasul, dan sebagian orang nabi-nabi, dan sebagian orang penginjil-penginjil, dan sebagian orang gembala-gembala dan guru-guru, untuk menyempurnakan umat kesucian bagi tugas melayani, bagi membangun moral tubuh Kristus, sampai kita semua masuk dalam kesatuan iman dan pengetahuan akan Anak Allah ……” – Testimonies to Ministers, p. 52.

* * *

Sesudah nabi yang terakhir di akhir zaman meninggal dunia, maka kita tidak lagi dapat mendengar suara para nabi secara langsung. Namun karena mereka sudah meninggalkan bagi kita semua ajarannya secara tertulis, maka genaplah ucapan nubuatan Yahya Pewahyu berikut ini :

“Berbahagialah d i a yang m e m b a c a, dan m e r e k a yang m e n d e n g a r segala perkataan dari nubuatan ini, dan mematuhi perkara-perkara itu yang tertulis di dalamnya, karena masanya sudah dekat.” Wahyu 1 : 3.  

Artinya, berbahagialah setiap orang yang membaca Alkitab, Roh Nubuatan, dan Tongkat Gembala ……… dan semua mereka yang mendengar kepada suara guru-guru Tongkat Gembala yang mengganti kan nabi itu untuk melanjutkan tugas pemberitaan pekabaran Tongkat Gembala sampai kepada berdirinya Kerajaan Daud yang akan datang di Palestina.

PERHATIAN !  Perkataan “Berbahagialah” itu hanya sekali diucapkan, bukan hanya untuk membaca, melainkan untuk membaca dan mendengar.  Lagi pula, karena tidak mungkin setiap orang dapat berkomunikasi langsung dengan guru-guru Tongkat Gembalanya, maka tak dapat tiada guru-guru Tongkat Gembala itu sudah akan juga menulis dan memanfaatkan berbagai hasil dari ilmu pengetahuan dan tekhnologi modern untuk menyampaikan pekabaran Tongkat Gembala itu kepada semua pihak dimanapun mereka itu berada jauh daripadanya.

Jadi jelaslah dimengerti, bahwa setelah hamba Tuhan Victor T. Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955 yang lalu, ia sudah akan diwakili dan diganti oleh guru-guru Tongkat Gembala pilihan Ilahi. Demikian itulah, maka sejak jauh-jauh hari sebelumnya ia telah memesankan kepada kita sebagai berikut :

“ …… sebagai guru-guru dari Tongkat Gembala (terbitan-terbitan resmi dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh), k a m i harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat itu, bagian-bagian pekabaran (passages) yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan. Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa memiliki pemikiran yang sama, sependapat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama (1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Yesaya 52 : 8).“ – KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN DASAR DAVIDIAN MAHK, HAL. 26, 27.
 
Houteff adalah seorang n a b i, maka ucapannya di atas baharu akan digenapi sesudah kematiannya. Artinya, sesudah kematiannya baharu guru-guru Tongkat Gembala pilihan Ilahi itu muncul untuk mengajarkan dan menginterpretasikan bagian-bagian pekabaran Tongkat Gembala, di dalam mangkok keemasan dari Zakharia pasal 4, yang dalam satu dan lain hal perlu diinterpretasikan lebih lanjut.

Artinya, sebelum guru-guru Tongkat Gembala pilihan Allah itu muncul di dunia maya dengan berbagai hasil interpretasinya yang paling baru melengkapi Roh Nubuatan dan Tongkat Gembala yang ada, maka mustahil para penganut Kebenaran Sekarang, calon-calon 144.000 umat pilihan yang akan datang itu dapat muncul ke permukaan.

Calon-calon 144.000 umat pilihan Allah itu akan dikenal dari ciri-ciri kerohaniannya yang utama, yaitu mereka selalu sepakat, sehati dan sepikir, dan mereka selalu mampu untuk membicarakan perkara-perkara yang sama. Ini sekaligus membuktikan, bahwa semua mereka itu senantiasa berada di bawah bimbingan dari Roh Kebenaran yang sama.

Kesatuan dan persatuan yang sedemikian itu tidak bisa direkayasa sendiri, dengan cara apapun juga, sebab itu adalah hasil kerja dari Roh Kebenaran. Jadi, hanya setelah guru-guru Tongkat Gembala mengajarkan kepada mereka bagian-bagian pekabaran dari Tongkat Gembala, yang dalam satu dan lain hal perlu diinterpretasikan lebih lanjut di bawah terang dari Tongkat Gembala, maka petunjuk-petunjuk yang baru itulah yang akan senantiasa membuat mereka sepakat, sehati sepikir, dan berkemampuan untuk membicarakan perkara-perkara yang sama. Demikian itulah, maka mereka akan senantiasa bersatu sampai kepada hari Tuhan yang besar dan mengerikan pada peristiwa besar kegenapan nubuatan Jehezkiel pasal 9 yang akan datang.  

Sebaliknya, para penganut Kebenaran sekarang yang tidak dapat bersekutu dengan cara di atas, mereka itu sudah akan masuk kategori kelompok lima anak dara bijaksana yang memiliki tipu di mulut (Wahyu 14 :  5), atau juga disebut “s e - k a m.”

Kondisi Kerohanian
 Umat Penganut Kebenaran Sekarang Selama Ini

Beberapa tahun sebelum hamba Tuhan Houteff meninggal dunia, ia sudah lebih dulu mengamarkan kepada kita sebagai berikut :

“Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang telah dimanifestasikan di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan kalah untuk selama-lamanya sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain. Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam ke-sebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat diri melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang  mematikan kepadanya.

Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu juga akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Lagi pula adalah terutama supaya diwaspadai, bahwa Musuh itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertama-Nya itu yang kini masih tersembunyi, yaitu  mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9). Musuh itu akan mencoba apa saja yang mungkin untuk mengacau, untuk menggelapkan, dan untuk menudungi Kebenaran, terutama perihal mereka 144.000 itu.”
---------------  Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35 (edisi 1999).

Ucapan hamba Tuhan Houteff itu mulai digenapi sesudah kematiannya dalam tahun 1955 yang lalu. Bahkan pada kenyataannya semua yang diramalkannya itu masih saja tampak sampai kepada hari ini.

Orang-orang yang bijaksana tentunya sudah dapat memahami, mengapa sampai kepada hari ini calon-calon 144.000 umat pilihan Allah itu belum juga tampak di permukaan. Jawabnya adalah : Karena landasan iman mereka itu sama sekali belum cukup dibangun.

Landasan iman mereka itu belum cukup dibangun, sebab guru-guru Tongkat Gembala pilihan Allah bagi mereka itu belum banyak dikenal di antara kita. Bahkan ada guru-guru Tongkat Gembala pilihan Allah yang dipecat oleh Pusat Organisasi karena dinyatakan sebagai pengawal yang tidak setia, hanya karena mereka itu menulis berbagai temuannya melalui buku-buku, selebaran-selebaran, maupun melalui berbagai sarana di internet. Pusat Organisasi Davidian MAHK di Waco, Texas, USA  berpendirian, bahwa sesudah kematian nabi Houteff, keutuhan dan kesucian Pekabaran Tongkat Gembala itu harus dipelihara semurni-murninya. Mereka berpendirian, bahwa sesudah ditinggal mati oleh nabi Houteff, maka tugas pemberitaan pekabaran Tongkat Gembala kepada Gereja MAHK sudah dengan sendirinya beralih kepada Organisasi Pusat Karmel di Texas.

Padahal mereka itu sesungguhnya lupa, bahwa sesudah malaikat sidang jemaat Laodikea diludahkan Kristus dari mulut-Nya dalam tahun 1935 sampai kepada hari ini, kondisi kerohanian umat Advent sesungguhnya sudah sangat merosot. Akibatnya, maka berbagai makanan keras dari pekabaran Tongkat Gembala itu sudah makin sulit untuk dicerna. Itulah sebabnya, maka hamba Tuhan Houteff telah memerintahkan kepada guru-guru Tongkat Gembalanya sebagai berikut :

“Tetapi, dalam membicarakan atau belajar bersama seseorang yang anda ketahui adalah seseorang baru yang belum lama bertobat, maka anda hendaknya bertindak sangat hati-hati dan adil, dan bijak dalam memberikan pertama-tama sekali hanya kebenaran-kebenaran reformasi yang paling sederhana, sehingga tidak membingungkan pikiran seseorang yang baru hanya seorang “bayi” (seorang Mahershalalhashbaz) dalam Alkitab firrman Allah.”Tanya-Jawab, Buku 5, hal. 50.

Artinya, pekabaran Tongkat Gembala itu hendaknya terlebih dulu disederhanakan sedemikian rupa oleh para guru pilihan ilahi, supaya apabila diajarkan kembali, baik secara lisan maupun tertulis, pekabaran itu sebagai makanan keras kelak akan dapat tercerna dengan lebih baik.

Landasan Iman dari
 Mereka calon-calon 144.000 Umat Pilihan itu

Landasan iman umat Allah yang hidup di akhir zaman sekarang ini sesuai ucapan Yahya Pewahyu pada Wahyu 12 : 17, dan Wahyu 19 : 10 (bagian akhir) ialah Hukum Dasar Torat dan Kesaksian Jesus Kristus atau ROH NUBUATAN. Karena yang terus berkembang itu adalah ROH NUBUATAN, maka ROH NUBUATAN yang sudah berkembang sesudah kematian hamba Tuhan Houteff yang lalu sampai kepada hari ini adalah sebagai berikut :

 I.     Roh Nubuatan dari Nyonya Ellen G. White,
 II.    Tongkat Gembala dari Sdr. Victor T. Houteff
 III.  Bagian-Bagian Pekabaran dari Mangkok Keemasan Zakharia
         pasal 4 yang dalam satu dan lain hal, dalam terang dari Tongkat,
         perlu diajarkan dan diinterpretasikan lebih lanjut oleh
         guru-guru Tongkat Gembala pilihan Allah.

Jadi jelaslah kiranya dipahami, bahwa calon-calon 144.000 umat pilihan Allah itu tak dapat tiada akan terdiri dari guru-guru Tongkat Gembala pilihan Allah di satu pihak, dan orang-orang yang memiliki pemikiran yang sama dengan mereka itu, yang sepakat dengan mereka, dan yang membicarakan perkara-perkara yang sama dengan mereka itu.   

Orang-orang penganut guru-guru Tongkat Gembala pilihan ilahi itu kini berada dalam kelompok-kelompok kecil, yang tercerai-berai di seluruh dunia menggenapi nubuatannya pada Zakharia 13 : 6, 7 yang berbunyi :

“Maka seseorang akan mengatakan kepadanya : Luka-luka apakah ini pada tangan-tanganmu ? Maka akan dijawabnya : Sekaliannya itu aku terluka di rumah rekan-rekanku. Bangkitlah hai pedang, melawan gembalaku, dan melawan orang itu yaitu rekanku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, maka domba-domba itu akan tercerai-berai : maka aku akan mengalihkan tanganku ke atas mereka yang kecil-kecil.” Zakharia 13 : 6, 7.

Nubuatan ini pertama sekali digenapi pada pribadi Jesus pada kedatanganNya yang pertama di Palestina. Namun karena semua nubuatan Wasiat Lama itu berlaku terutama bagi akhir zaman, maka nubuatan Zakharia 13 : 6, 7 itu tak dapat tiada harus kembali berlaku terhadap Houteff dan semua umat pengikutnya di akhir zaman.  

Karena pekabaran Tongkat Gembala itu juga merupakan pekabaran Panggilan Jam Ke-11, yang dialamatkan kepada para penganggur di pasar (sidang), maka guru-guru Tongkat Gembala pilihan ilahi itu berikut para penganut ajaran-ajaran mereka  tak dapat tiada harus berasal dari pasar-pasar Gereja MAHK. Jadi mereka itu tidak mungkin ditemukan berasal   dari dalam General Conference of SDA ataupun dari dalam General Association of Davidian SDA di Amerika Serikat. Tegasnya, mereka itu tidak mungkin ada di dalam Organisasi Pusat manapun juga.

Sesudah Houteff meninggal dunia, maka Tuhan Allah sudah akan mengalihkan tangan-Nya dari atas mereka yang besar-besar : pertama dari pada mereka “malaikat sidang jemaat Laodikea” sejak tahun 1935 sesudah mereka itu diludahkan Jesus dari dalam mulutNya, dan kemudian dari pada mereka yang berkuasa di Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, sesudah ditinggal mati oleh nabinya dalam tahun 1955.

Jesus kini memegang kendali
 Pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri

Nyonya White mengatakan :

“Mari kuberitahukan kepadamu, bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sama sekali berbeda daripada biasanya, dan dalam cara yang bertentangan dengan setiap rencana manusia. Akan ada orang-orang di antara kita yang selalu ingin mengontrol pekerjaan Allah, untuk mendikte sampai kepada pergerakan apa saja yang akan dibuat apabila pekerjaan itu bergerak maju di bawah pengarahan dari malaikat itu yang bergabung dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran (ROH NUBUATAN) yang akan diberikan kepada dunia. Allah akan menggunakan cara-cara dan sarana oleh mana iaitu akan tampak, bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pekerja akan terpesona oleh sarana-sarana yang sederhana yang akan digunakan-Nya untuk membuat dan memantapkan pekerjaan pembenaran-Nya.”Testimonies to Ministers, p. 300. – (dalam kurung tambahan)

Ucapan hamba Tuhan di atas ini baharu benar-benar digenapi setelah nubuatan Zakharia 13 : 6, 7 di atas memenuhi kegenapannya sesudah tahun 1955. Sekalipun ada banyak orang yang ingin mengontrol pekerjaan pemberitaan Tongkat Gembala itu melalui Organisasi Pusat Gunung Karmel, namun Tuhan Allah mau bekerja dengan cara-Nya sendiri yang berbeda daripada biasanya, dan yang bertentangan dengan setiap rencana manusia yang berkuasa di Pusat Gunung Karmel di Texas, USA.

Jika Saudara percaya pada ucapan hamba Tuhan Nyonya White di atas, maka maukah Saudara juga percaya, bahwa tangan Tuhan kini berada di atas mereka calon-calon 144.000 umat pilihan itu, yang kini tercerai berai di sana sini dalam kelompok-kelompok kecil-kecil ? Tidakkah ini juga membuktikan bahwa Jesus sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri, sementara memimpin langsung mereka itu oleh hanya sebuah Tongkat Gembala-Nya yang sangat mempesona itu ?

Kita semua sudah membaca Alkitab, Roh Nubuatan dari Nyonya White, dan Tongkat Gembala dari hamba Tuhan Houteff. Maukah juga kita datang mendengar kepada guru-guru Tongkat Gembala pilihan Jesus, yang akan mengajarkan kepada kita lebih lanjut bagian-bagian pekabaran itu di bawah terang dari Tongkat, yang dalam satu dan lain hal masih perlu untuk diinterpretasikan lebih lanjut ?  “Berbahagialah d i a  yang membaca, dan m e r e k a yang mendengar kepada suara guru-guru Tongkat Gembala itu, yang kini sedang mewakili Jesus di tengah-tengah kita!” Hanya dengan demikian semua penganut Kebenaran Sekarang (calon-calon 144.000 itu) akan senantiasa memiliki pemikiran yang sama, sependapat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama.

Jangan memeteraikan
perkataan-perkataan nubuatan dari kitab ini
(Wahyu 22 : 10)

Kehendak baik dari Organisasi untuk mempertahankan kemurnian dan keutuhan firman di dalam mangkok emas dari Zakharia pasal 4 itu sesungguhnya tidak salah. Namun karena mereka menuduh guru-guru Tongkat Gembala yang bertalenta menulis, dengan tuduhan menambah-nambah atau mengurang-ngurang,  yang dituduhkan pada Wahyu 22 : 18, 19, maka akibatnya banyak bagian-bagian pekabaran dari Tongkat Gembala yang kembali ditutup atau disegel. Gantinya diajarkan di bawah terang dari Tongkat bagian-bagian pekabaran itu yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan, kini justru kembali ditutup dan dibiarkan gelap. Akibatnya, sekalipun hamba Tuhan Houteff pernah mengatakan :

“Karena pekerjaan adalah sedemikian besar luasnya, perluasannya pun sedemikian besar, dan kepentingannya begitu luasnya, maka Allah telah mengilhami ilmu pengetahuan modern untuk mencipta dan membangun peralatan yang cepat untuk secepatnya menyelesaikan pekerjaan-Nya.“2 Shepherd’s Rod, p. 229.

Ternyata, sarana yang sudah disediakan Allah bagi kita itu tidak banyak dimanfaatkan. Hanya karena sebab guru-guru Tongkat Gembala yang bertalenta menulis telah dilarang menyalurkan hasil-hasil termuan mereka pada berbagai sarana hasil ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang tersedia. Lalu siapakah yang wajib memanfaatkan sarana-sarana pemberian ilahi itu bagi penyelesaian pemberitaan Tongkat Gembala bagi kita ?

Memang tidak dapat disangkal, bahwa Alkitab, Roh Nubuatan dan Tongkat Gembala, semuanya kini sudah dapat dibaca pada situs-situs internet yang tersedia. Tetapi manakah suara dari guru-guru Tongkat Gembala itu yang sepatutnya juga didengar suara mereka oleh kita semua ? Bukankah suara dari guru-guru Tongkat Gembala itulah yang justru akan melengkapi landasan iman dari para calon-calon 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang ?

Melarang guru-guru Tongkat Gembala mengajarkan dan menulis dengan bebas hasil-hasil penemuan mereka dari dalam mangkok keemasan  Zakharia pasal 4, hanya karena alasan mempertahankan kemurnian kebenaran dari Tongkat Gembala / ROH NUBUATAN, adalah sama dengan memagari diri di dalam hanya bagian-bagian pekabaran itu, yang belum sepenuhnya jelas dipahami. Untuk itulah hamba Tuhan Houteff telah memperingatkan sebagai berikut :

“Memeliharakan hukum sesuai dengan hurufnya adalah sama dengan membangun sebuah tembok mengelilinginya seperti yang diperbuat oleh orang-orang Parisi yang sombong dahulu. Kami kutip 1 Yahya 3 : 15 yang berbunyi  sebagai berikut : ‘Siapapun juga yang membenci saudaranya ialah pembunuh.’ Oleh karena itu, walaupun kita tidak membunuh, tetapi membenci saudara kita, kita telah mematuhi hukum itu dengan tidak bersalah sesuai dengan hurufnya, tetapi b u k a n sesuai dengan Rohnya. Mematuhi hukum sesuai dengan Roh mempunyai pengertian yang lebih luas daripada yang dapat ditangkap oleh pikiran tabiat yang berdosa. Jika saya harus mematuhi semua hukum, maka saya harus mematuhi seluruh firman Allah dalam segala hal, sebab jika tidak, maka saya akan menghina Dia, dan saya akan menjadi seorang pelanggar hukum seperti seorang anak durhaka yang mempermalukan orangtuanya di bumi, dan menjadi bersalah melawan perintah yang ke-lima di dalam hukum itu.”2 Tongkat Gembala, hal. 115, par. 2.

Ternyata, bahwa faham yang mengajarkan agar biarkanlah Alkitab dan ROH NUBUATAN itu menginterpretasikan dirinya sendiri, sudah sangat dimanipulasikan pengertiannya. Sedemikian rupa diputarbalikkan pengertiannya, sehingga guru-guru Tongkat Gembala pilihan Ilahi itu dianggap seolah-olah mereka itu bertugas hanya untuk mengutip sana dan mengutip sini bagian-bagian dari Tongkat Gembala / ROH NUBUATAN, lalu menyajikannya kepada umat begitu saja tanpa boleh diinterpretasikan lebih lanjut. Atau supaya disertakan dengan interpretasi yang sangat terbatas, demi untuk menghindari masuknya interpretasi pribadi dari guru-guru yang bersangkutan.

P e n u t u p

E.G. White :

“Allah memiliki sebuah s i d a n g, dan sidang itu memiliki
 suatu dinas pelayanan pilihan ilahi.‘
– Testimonies to Ministers, p. 52.

Sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia, dan sesudah fungsi kerja dari Pusat Gunung Karmel ciptaannya itu berakhir setelah kematiannya, maka pemberitaan pekabaran Panggilan Jam Ke-Sebelas itu tak dapat tiada sudah akan dilanjutkan oleh Dinas Pelayanan Pilihan Allah saja yang akan terdiri dari guru-guru Tongkat Gembala pilihan-Nya sendiri.  

Karena tidak lagi terdapat sesuatupun petunjuk dari hamba Tuhan sebelum kematiannya, agar Pusat Gunung Karmel ciptaannya itu supaya dibangun kembali, baik mengenai waktunya maupun lokasinya, maka jelaslah terbukti, bahwa sesudah ucapan nubuatan nabi Zakharia 13 : 6, 7 itu menemui kegenapannya di akhir zaman, maka semenjak itulah Tuhan Allah sudah akan memegang kendali pemerintahan di dalam tanganNya sendiri. Artinya, semenjak itulah ucapan hamba Tuhan Nyonya White berikut ini mulai digenapi sepenuhnya: 

“Mari kuberitahukan kepadamu, bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sama sekali berbeda daripada biasanya, dan dalam cara yang bertentangan dengan setiap rencana manusia. Akan ada orang-orang di antara kita yang selalu ingin mengontrol pekerjaan Allah, untuk mendikte sampai kepada pergerakan apa saja yang akan dibuat apabila pekerjaan itu bergerak maju di bawah pengarahan dari malaikat itu yang bergabung dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran (ROH NUBUATAN) yang akan diberikan kepada dunia. Allah akan menggunakan cara-cara dan sarana oleh mana iaitu akan tampak, bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pekerja akan terpesona oleh sarana-sarana yang sederhana yang akan digunakan-Nya untuk membuat dan memantapkan pekerjaan pembenaran-Nya.” Testimonies to Ministers, p. 300. – (dalam kurung tambahan)
 
Tuhan Allah tidak lagi bekerja melalui Pusat-Pusat Organisasi manapun juga di bumi ini, karena IA sudah mengalihkan tangan-NYA langsung ke atas mereka yang kecil-kecil. Artinya, IA sudah akan mengendalikan sendiri semua umat penganut Kebenaran Sekarang itu di dalam berbagai kelompok-kelompok kecil mereka, yang kini tercerai berai di sana-sini di seluruh muka bumi ini.

SAUDARA ! Sekalipun nabi-nabi akhir zaman yang telah mengisi mangkok keemasan / Zakharia pasal 4 itu sudah tiada, namun masing-masing kita sudah dapat membaca sendiri semua ajaran mereka itu. melalui buku-bukunya. Namun pada kenyataannya sekaliannya itu saja belum cukup untuk mempersiapkan kita bagi pemeteraian 144.000 umat pilihan yang akan datang. Kita semua masih harus mendengar lagi kepada suara dari guru-guru Tongkat Gembala pilihan Allah, yang akan mengajarkan kepada kita dalam terang dari Tongkat Gembala bagian-bagian dari pekabaran itu, yang dalam satu dan lain hal masih perlu untuk diinterpretasikan lebih lanjut. 

“HANYA DENGAN DEMIKIAN INILAH SEMUA PENGANUT KEBENARAN SEKARANG AKAN SENANTIASA MEMILIKI PEMIKIRAN YANG SAMA, SEPENDAPAT, DAN MEMBICARAKAN PERKARA-PERKARA YANG SAMA. (1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Yesaya 52 : 8).“ – KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN DASAR DAVIDIAN MAHK, HAL. 26, 27.

Untuk selanjutnya memperoleh meterai tanda kelepasannya yang akan datang, apabila hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu kelak tiba.   

 * * *