Terang yang lebih kecil

(lesser light) menghantarkan kepada Terang yang lebih besar (greater light)


 

Ellen G. White :

Sedikit sekali perhatian diberikan kepada Alkitab, maka Tuhan telah mengaruniakan sebuah terang yang lebih kecil (lesser light) untuk menghantarkan pria dan wanita kepada terang yang lebih besar (greater light). Evangelism, p. 257.


 

B

acalah dengan saksama ucapan hamba Tuhan nyonya White di atas!  Beliau mengatakan, bahwa karena perhatian yang diberikan kepada Alkitab sedikit sekali, maka Tuhan Allah telah mengaruniakan kepada kita sebuah terang yang lebih kecil, yaitu Roh Nubuatan, atau pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14, yang berfungsi untuk mengantarkan kita, pria dan wanita, kepada terang yang lebih besar itu. Ada tiga hal penting yang perlu diketahui dari ucapan Nyonya White itu, yaitu : (1) Alkitab, yang sedikit sekali diperhatikan orang, (2) Sebuah Terang yang lebih kecil, yaitu Roh Nubuatan dari pekabaran malaikat yang ketiga bawaannya sendiri, dan (3) Terang yang lebih besar itu.

 

Sekalipun tujuan utama dari ucapannya itu adalah supaya Alkitab itu kembali benar-benar diperhatikan, namun ia tidak langsung menyebut Alkitab itu sebagai Terang besar. Ia justru mengatakan bahwa Tuhan telah mengaruniakan sebuah Terang yang lebih kecil yang akan menghantarkan pria dan wanita kepada Terang yang lebih besar itu. Ini berarti, kalau saja kita mau jujur mengakui bahwa Terang yang lebih kecil itulah Roh Nubuatan dari Nyonya White, atau pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14, maka kita tak dapat tiada harus mengakui juga, bahwa sebelum kita dapat kembali kepada Alkitab sebagai benar-benar sebuah Terang Dunia yang besar, maka kita harus lebih dulu dibawa kepada Terang yang lebih besar itu. Nyonya White pernah mengatakan :

 

Pertanyaan pernah disampaikan kepada saya, apakah anda mengira Tuhan masih memiliki lagi sesuatu Terang bagi kita sebagai umat? Saya menjawab bahwa IA memliki Terang yang masih baru bagi kita, namun itu adalah terang lama yang berharga yang akan memancar keluar dari firman kebenaran itu. Kita baru hanya memiliki kelip-kelip dari sinar-sinar terangnya yang masih akan datang bagi kita. Review and Herald. Vol. 2, p. 399.

 

Masih banyak kebenaran yang berharga yang akan diungkapkan bagi umat di masa yang gelap dan berbahaya ini, namun adalah maksud dan tekad dari Setan untuk menghalangi Terang kebenaran itu supaya tidak menyinari ke dalam hati manusia. .. Kebenaran-kebenaran yang berharga yang sudah lama tersembunyi akan diungkapkan dalam sebuah Terang yang akan memanifestasikan nilai kesuciannya; karena Allah akan memuliakan firman-Nya, sehingga ia itu akan tampak dalam sebuah Terang dimana kita belum pernah menyaksikannya sebelumnya. Counsels on Sabbath School Work, p. 25.

 

Tidak akan ada maaf bagi setiap orang yang mengambil pendirian bahwa tidak akan ada lagi kebenaran yang akan diungkapkan, dan bahwa semua pengungkapan Alkitab kita itu adalah tanpa kesalahan. -- Counsels to Writers and Editors, pp. 33 35.

 

Kebenaran-kebenaran yang berharga (seperti misalnya nubuatan-nubuatan Wasiat Lama, perumpamaan-perumpamaan Jesus, dan buku Wahyu) yang sudah lama tersembunyi itu, sekaliannya itu akan diungkapkan dalam sebuah Terang Baru dimana kita belum pernah menyaksikannya sebelumnya. Sebelum kebenaran-kebenaran yang berharga itu terungkap pengertiannya, maka mustahil Alkitab itu dapat dinamakan Terang Besar.

 

Bagaimana Roh Nubuatan

menghantarkan kita kepada Terang yang lebih besar itu

 

Yahya pewahyu menubuatkannya sebagai berikut :

 

Maka sesudah semua perkara ini aku tampak seorang malaikat lain turun dari langit, memiliki kuasa besar, dan bumi diterangi oleh kemuliaannya. Wahyu 18 : 1. 

 

Nyonya White sebagai nabi dan pendiri Gereja kita   menginterpretasikan ayat itu sebagai berikut :

 

Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberikan kuasa dan dorongan kepada pekabarannya. Kuasa besar dan kemuliaan telah diberikan kepada malaikat itu, maka sementara ia turun, bumi akan diterangi dengan kemuliaannya .Pekabaran ini tampaknya merupakan suatu tambahan kepada pekabaran yang ketiga, yang bergabung dengannya bagaikan seruan tengah malam yang bergabung dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844. Early Writings, p. 277.

 

'Malaikat' dalam buku Wahyu melambangkan beberapa objek. Malaikat yang berteriak selalu melambangkan sebuah pekabaran, misalnya pekabaran malaikat pertama, kedua dan ketiga dari Wahyu 14 : 6 9. Malaikat yang diam selalu melambangkan suatu umat atau suatu kepemimpinan Gereja, misalnya malaikat sidang jemaat Laodikea yang melambangkan General Conference of SDA dan semua pendetanya di seluruh dunia. 

 

Kita semua sudah biasa mendengar pekabaran malaikat yang ketiga yang melambangkan Roh Nubuatan dari nabi Nyonya White. Pendeta-pendeta juga mengakui hal ini. Tetapi heran, mengapa mereka selalu menolak mengakui nabi Victor T. Houteff yang telah datang dalam tahun 1929 mengungkapkan kepada kita pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 itu yang disebut di dalam buku Early Writings, p. 277? Roh Nubuatan dari pekabaran malaikat yang ketiga saja tidak akan mampu menerangi bumi, sebab iaitu baharu hanya sebuah terang yang lebih kecil.  Bahkan pekabaran dari malaikat keempat dari Wahyu 18 : 1 itu  pun tidak akan mungkin dapat menerangi bumi sendiri, sebab itu baharu merupakan sebuah terang yang lebih besar. B u k a n terang besar. Oleh sebab itulah, maka kombinasi dari kedua terang itu (Roh Nubuatan dari Nyonya White + Tongkat Gembala dari Houteff) di dalam ROH NUBUATAN yang dinubuatkan di dalam Wahyu 19 : 10, yang akan menerangi seluruh bumi, dimulai di dalam sidang Tuhan Allah sendiri, yaitu Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.  Baharulah  kita akan mampu berjalan dalam Terang Besar dari seluruh i s i Alkitab sebagaimana halnya nabi Daud pada zamannya dahulu, sewaktu ia mengatakan : Firmanmu itu adalah bagaikan sebuah pelita bagi kakiku, dan sebuah terang bagi perjalananku. Mazmur 119 : 105.   

 

Roh Nubuatan sebagai sebuah Terang yang lebih kecil, ternyata akan lebih dulu menghantarkan kita kepada Terang yang lebih besar dari pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu. Artinya, tanpa pengarahan dari Roh Nubuatan, orang tak akan pernah dapat mengenal Tongkat Gembala, sebagai pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1. itu. Namun sesuai dengan perkataan nubuatan itu sendiri, Roh Nubuatan sendiri tidak akan mampu menerangi bumi, artinya Roh Nubuatan itu tidak akan mampu mengungkapkan sendiri seluruh i s i Alkitab itu sampai rinci bagi kita. Roh Nubuatan itu harus lebih dulu bergabung dengan Tongkat Gembala, ke dalam suatu kesatuan yang akan memiliki kuasa besar yang akan menerangi seluruh bumi ini. Baharulah Alkitab itu terungkap pengertiannya menjadi sebuah Terang Besar yang akan menerangi seluruh bumi, dimulai di dalam Gereja kita sendiri. Gabungan Roh Nubuatan dan Tongkat Gembala itulah yang kini dikenal di akhir dunia ini dengan nama: ROH NUBUATAN, yaitu Kesaksian Jesus Kristus, yang sudah berkembang sampai di akhir zaman ini, menggenapi nubuatannya di dalam Wahyu 12 : 17, 19 : 10. Dan inilah yang kini merupakan satu-satunya identitas dari umat Allah di akhir zaman ini.

 

Tongkat Gembala  +  Roh Nubuatan  =  TERANG BESAR

FIRMAN di dalam Alkitab terungkap habis pengertiannya di dalam ROH NUBUATAN

 

Pekabaran malaikat ketiga sebagai sebuah terang tidak akan meniadakan setiap terang yang sudah ada mendahuluinya. Inilah prinsip yang dianut di dalam Alkitab. Itulah pula sebabnya, maka oleh datangnya pekabaran Tongkat Gembala dari malaikat Wahyu 18 : 1,  sebagai Terang Baru sejak tahun 1929 yang lalu, maka pekabaran itu lalu bergabung dengan Roh Nubuatan ke dalam apa yang disebut Kesaksian Jesus Kristus dari Wahyu 19 : 10, dan Kesaksian Jesus Kristus yang terakhir inilah ROH NUBUATAN itu, yaitu TERANG BESAR  dari ALKITAB.   

 

Sebagaimana Raja Daud pada zamannya menyatakan: FirmanMu itu adalah bagaikan sebuah pelita bagi kakiku, dan sebuah terang bagi perjalananku. Mazmur 119 : 105, maka kita umat akhir zaman kini sudah juga dapat mengatakan, bahwa Alkitab yang sudah terungkap habis pengertiannya di dalam ROH NUBUATAN itu, adalah bagaikan sebuah pelita bagi kaki kita, dan sebuah terang atau obor bagi perjalanan kita ke depan sampai kepada berdirinya Kerajaan Daud di Palestina  yang akan datang.  Rasul Yahya selanjutnya mengatakan :   

 

Pada mula pertama ada Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah Allah. Firman itu sejak mulanya bersama-sama dengan Allah. Dan Firman itu sudah dibuat menjadi manusia lalu tinggal di antara kita . -- Yahya 1 : 1, 2, 14.

 

Semenjak dari mula pertama Firman yang melambangkan Kristus itu senantiasa berada bersama-sama dengan Allah Bapa-Nya. Demikian pula halnya di akhir dunia sekarang ini, Alkitab sebagai FIRMAN yang sudah diinterpretasikan habis ke dalam ROH NUBUATAN, iaitu tidak mungkin terpisah lepas daripada HUKUM DASAR TORAT yang mewakili Allah Bapa-Nya. Ini hendaknya dapat dimengerti, sebab HUKUM DASAR TORAT itu baharu dapat dipatuhi apabila peraturan-peraturan pelaksanaannya sudah lengkap tersedia.

 

Peraturan-peraturan pelaksanaan itulah FIRMAN di dalam ALKITAB, maka sesudah FIRMAN di dalam ALKITAB itu terungkap seluruh pengertiannya di akhir zaman ini, semenjak dari tahun 1929 yang lalu, maka semenjak itulah kita sebagai umat akhir zaman akan dituntut bertanggung jawab untuk mematuhi dan melaksanakan FIRMAN sesuai semua peraturan pelaksanaannya di dalam ROH NUBUATAN. 

 

Roh Nubuatan ialah

 Pekabaran malaikat ketiga dari Wahyu 14, yang juga meliputi Pekabaran malaikat pertama dan kedua

 

Ketiga pekabaran malaikat itu oleh Yahya Pewahyu diramalkan sebagai berikut :

 

Maka aku tampak seorang malaikat yang lain terbang di tengah langit, dan padanya ada Injil yang kekal yang hendak diberitakannya kepada semua orang yang diam di bumi ini, yaitu kepada setiap bangsa, dan suku, dan bahasa, dan kaum, sambil katanya dengan suara besar: Takutlah akan Allah dan hormatilah Dia karena masa pehukumannya sudah sampai, dan sembahlah Dia yang sudah menjadikan langit dan bumi serta laut dan segala mata air.

 

Maka ada yang lain lagi, yaitu malaikat yang kedua mengikuti dia sambil mengatakan: 'Sudah roboh Babil, sudah roboh Babil negeri yang besar itu, yang memberi segala bangsa minum air anggur yang menaikkan hawa nafsu zinahnya.

 

Maka ada yang lain pula, yaitu malaikat yang ketiga mengikuti keduanya itu sambil berkata dengan suara besar: 'Jika barang seorang menyembah binatang itu dengan patungnya, serta menerima tanda di dahinya atau di tangannya, maka ia juga akan minum kelak daripada air anggur, yaitu murka Allah yang tersedia dengan tiada bercampur di dalam cawan murkanya itu; maka ia akan disiksa dengan api dan belerang, dihadirat segala malaikat yang suci, dan dihadirat Anak Domba itu. -- Wahyu 14 : 6 - 9.

 

(1) Perihal malaikat yang pertama :

 

Kita semua memahami, bahwa kita kini hidup di akhir zaman, dalam masa periode dari sidang jemaat Laodikea, yaitu Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Sidang nubuatan sebelumnya tak dapat tiada adalah sidang jemaat Philadelfia di zaman hamba Tuhan William Miller.sejak dari tahun 1831 sampai tahun 1844. William Miller itulah yang telah memberitakan bahwa kedatangan Jesus kedua kali ke bumi ini akan jatuh pada 22 Oktober 1844 yang lalu. Sekalipun pekabarannya itu keliru, namun tidak seluruhnya pekabaran itu dipersalahkan Tuhan.  Inilah yang dinyatakan oleh hamba Tuhan Nyonya White berikut ini,

 

Yesus bukan datang ke bumi seperti yang di harap-harapkan oleh rombongan orang-orang yang menantikanNya dengan penuh kegembiraan itu, untuk menyucikan k a a b a h  k e s u c i a n  oleh membersihkan b u m i dengan a p i.

 

Aku tampak bahwa mereka itu benar dalam menghitung masa-masa nubuatan itu; masa nubuatan itu berakhir dalam tahun 1844, lalu Yesus memasuki Tempat Yang Maha Suci untuk menyucikan kaabah kesucian pada akhir dari hari-hari itu (2300 hari itu). K e k e l i r u a n mereka adalah karena  tidak  memahami a p a yang dimaksudkan dengan k a a b a h  k e - s u c i a n  itu dan b a g a i m a n a  ia itu disucikan. --- Early Writings, p. 243.

 

Malaikat-malaikat Allah mengiringi William Miller dalam missinya itu. Ia bersikokoh, dan tidak takut memberitakan pekabaran itu yang sudah dipercayakan kepadanya:Takutlah akan Allah dan hormatilah Dia karena  masa  pehukumannya sudah sampai. Early Writings, p. 232.

 

(2) Perihal malaikat yang kedua :

 

Maka ada yang lain lagi, yaitu malaikat yang kedua mengikuti dia sambil mengatakan : Sudah roboh Babil, sudah roboh Babil negeri yang besar itu, yang memberi segala bangsa minum air anggur yang menaikkan hawa napsu zinahnya. Wahyu 14 : 8.  Apa yang diartikan oleh Babil yang roboh di atas ini oleh Nyonya White dijelaskan sebagai berikut :

 

Mengenai Babil, lambang dari Gereja yang jatuh murtad itu, Tuhan mengatakan kepada para pelaksana hukum-Nya, bahwa dosa-dosanya sudah sampai ke sorga, dan Allah ingat akan semua kejahatannya. Christ's Object Lessons, p. 179.

 

Pekabaran malaikat yang kedua itu meramalkan kejatuhan dunia Kristen pada tahun 1844 yang lalu. Karena Jesus ternyata tidak datang pada waktu yang telah ditetapkan oleh ajaran William Miller itu, maka dunia Kristen kemudian telah mengalami suatu kekecewaan yang tak terhingga dalamnya. Kejatuhan dunia Kristen yang sedemikian pahitnya itu telah menggenapi ramalan dari pekabaran malaikat yang kedua, yang telah mempersamakan mereka itu dengan Babil yang sudah roboh. Babil itu berasal dari menara Babil dahulu, yang melambangkan kekacauan.

 

(3) Perihal malaikat yang ketiga :

 

Oleh jatuhnya dunia Kristen menjadi Babil pada waktu itu, maka pada masa yang sama itu pula telah muncul ke atas pentas sejarah dunia, para pelopor dari Kristen Laodikea yang terdiri dari  Nyonya Ellen G. White dan rekan-rekannya. Demikianlah semenjak dari saat itu dunia Kristen telah terbagi dua, masing-masing dunia Kristen Babil di satu pihak dengan hanya ALKITAB sebagai landasan imannya, dan Kristen Laodikea di lain pihak dengan ALKITAB dan Roh Nubuatan (dari Nyonya White) sebagai landasan imannya. Kedua kubu Kristen inilah yang terus berkembang sampai kepada saat ini. Sesuai dengan namanya, maka Kristen Babil kini sudah berkembang menjadi sekian banyak sekte yang mungkin tidak lagi terhitung banyaknya, yang masih tetap memberitakan kedatangan Kristus kedua kali yang harus ditunggu. Sementara itu Kristen Laodikea kembali pecah menjadi beberapa kelompoknya sebagai berikut :

  1. General Conference of SDA berikut seluruh pengikut setianya kembali kepada ALKITAB sebagai satu-satunya TERANG BESAR  yang menjadi landasan iman mereka. Ini tampak dari logo-nya yang baru, yang telah menggantikan logo lama bergambar TIGA MALAIKAT, yang melambangkan Roh Nubuatan dari pekabaran tiga malaikat dari Wahyu 14. Karena hanya mengandalkan ALKITAB sebagai landasan imannya, sementara begitu banyak rahasia di dalam ALKITAB yang belum terungkap, maka mereka inipun ikut memberitakan kedatangan Jesus kedua kali dalam masa ini, mengikuti rekan-rekannya Kristen Babil di atas.
  2. Kelompok penganut pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 yang bergabung suaranya dengan pekabaran dari malaikat yang ketiga di dalam ROH NUBUATAN sebagai TERANG BESAR, yang akan menerangi bumi, dimulai di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sendiri. 
  3. Beberapa kelompok lainnya, sempalan dari kelompok penganut pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 yang bergabung suaranya dengan pekabaran dari malaikat yang ketiga dari Nyonya E. G. White.
  4. Dan lain-lain.

Di bawah

  Terang dari nubuatan Zakharia pasal 4

 

Ikutilah dengan saksama gambar bagan nubuatan Zakharia pasal 4 berikut ini, sebagaimana yang telah disajikan kepada kita oleh hamba Tuhan Sdr. Victor T. Houteff.

 

 

Yang pertama sekali mengungkapkan rahasia nubuatan ini adalah nabi Tuhan Allah Nyonya Ellen G. White. Ini tampak jelas dari ucapannya kepada para pendeta Masehi Advent Hari Ketujuh di dalam bukunya yang berjudul : Testimonies to Ministers, p. 188  yang berbunyi : BACALAH DAN PELAJARILAH PASAL YANG KEEMPAT DARI ZAKHARIA.  Zakharia pasal 4 itu adalah sebuah nubuatan, yang baru terungkap pengertiannya di akhir zaman. Tidak mungkin Nyonya White mau menganjurkan membaca nubuatan itu sebelum ia mengungkapkan pengertiannya, sebab iaitu tidak akan mungkin dapat dimengerti. Jadi, jelaslah bahwa Roh Nubuatan dari Nyonya White sebagai Terang yang lebih kecil sudah lebih dulu mengungkapkannya kepada kita.            

 

Sesudah datang Terang yang lebih besar dari pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1, yang dibawakan oleh Sdr. Victor T. Houteff di dalam buku-bukunya Tongkat Gembala, maka nubuatan Zakharia pasal 4 itu sekali lagi dibicarakan kepada kita. Justru karena Terang yang lebih besar dari pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu telah ditolak dan bahkan terus ditolak sampai kepada hari ini oleh Organisasi dan para pendetanya, maka oleh nubuatan Zakharia pasal 4 : 6 Tuhan Allah lalu menegaskan sebagai :

 

Inilah firman Tuhan kepada Zerubbabel, yang mengatakan: Bukan oleh atau melalui  kekuatan (para penghotbah di Gereja), bukan juga oleh atau melalui kekuasaan (Organisasi melalui buku-buku Sekolah Sabatnya), melainkan oleh atau melalui Roh-Ku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Zakharia 4 : 6. (Tambahan dari penulis).

             

Firman Tuhan kepada Zerubbabel berikut semua umat-Nya di akhir dunia sekarang ini tidak lagi melalui hotbah-hotbah maupun melalui buku-buku Sekolah Sabat, melainkan melalui Kesaksian-Kesaksian Tertulis dari ROH SUCI-NYA. Untuk inilah hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

 

Di masa lalu Allah berbicara kepada manusia melalui mulut para nabi dan rasul (ALKITAB). Di hari-hari terakhir sekarang ini (di akhir zaman ini) IA berbicara kepada mereka melalui Kesaksian-Kesaksian dari ROH-NYA. Belum pernah ada sesuatu waktu apabila Allah menginstruksikan umat-Nya dengan lebih serius daripada yang IA menginstruksikan kepada mereka di waktu ini berkenan dengan kehendak-Nya, dan jalan yang IA ingin mereka tempuh. -- Evangelism, p. 255, 256.

 

Kesaksian-Kesaksian dari Roh Allah di akhir zaman ini akan kita jumpai berupa kesaksian-kesaksian tertulis, baik dari hamba Tuhan Nyonya White berupa Roh Nubuatan, sebagai sebuah Terang yang  lebih kecil, maupun dari hamba Tuhan Victor T. Houteff berupa Tongkat Gembala, sebagai Terang yang lebih besar. Kesaksian-kesaksian Tertulis dari kedua hamba Tuhan Allah itulah yang telah bergabung menjadi satu di dalam ROH NUBUATAN menjadi Terang Besar yang kini sedang menerangi bumi, dimulai di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh kita. Dan demikianlah prosesnya, bagaimana ALKITAB itu telah diinterpretasikan habis ke dalam mangkok keemasan dari nubuatan Zakharia pasal 4, lalu mulai menerangi bumi, dimulai di dalam Gereja kita Masehi Advent Hari Ketujuh.

 

Tidak ada seorangpun membantah bahwa ALKITAB itu adalah sebuah TERANG BESAR. Namun pada kenyataannya terbukti   ALKITAB itu baharu menjadi TERANG BESAR di akhir zaman ini, setelah terlebih dulu seluruh rahasia yang terkandung di dalamnya terungkap habis di dalam ROH NUBUATAN.

 

Ringkasan dan Penutup