Dari Yahya

kepada umat akhir zaman : 

 

“Berbahagialah Dia Yang membaca dan Mereka yang mendengar segala perkataan dari nubuatan ini ....."

(Wahyu 1 : 3)

 

* * *

 

 

U

capan rasul Yahya di atas sesungguhnya mengandung petunjuk penting bagi seluruh buku-buku yang membentuk Alkitab. Ini hendaknya dimengerti sebab hamba Tuhan Nyonya White sudah mengatakan :

“Di dalam buku Wahyu semua buku-buku Alkitab bertemu dan berakhir. Di sinilah terdapat pelengkap dari buku Daniel itu. Yang satu adalah sebuah nubuatan; yang lainnya adalah sebuah wahyu. Buku yang termeterai itu bukan buku Wahyu, melainkan sebagian dari nubuatan Daniel yang berkaitan dengan akhir zaman.” – The Acts of the Apostles, p. 585.

Sesudah kita memasuki akhir zaman semenjak dari permulaan abad ke 18 yang lalu, maka semenjak itulah bagian nubuatan Daniel yang berkaitan dengan akhir zaman mulai terungkap pengertiannya. Dan kemudian menyusul buku Wahyu yang sangat misterius itu juga terungkap pengertiannya.

Kini setelah kedatangan hamba Tuhan Victor T. Houteff dalam tahun 1929 yang lalu dengan pekabaran Tongkat Gembalanya, yang telah  mengungkapkan seluruh nubuatan-nubuatan Wasiat Lama, buku Wahyu, dan berbagai perumpamaan Jesus dari Wasiat Baru, maka kiranya genaplah sudah ucapan rasul Yahya Pewahyu di atas :  “BERBAHAGIALAH DIA YANG MEMBACA, DAN MEREKA YANG MENDENGAR SEGALA PERKATAAN DARI NUBUATAN INI ………” – Wahyu 1 : 3.

Artinya, di akhir zaman inilah seluruh buku-buku yang membentuk Alkitab itu sudah akan bertemu dan berakhir di buku Wahyu, dan seluruh Alkitab itu sudah akan dapat dibaca sendiri berikut seluruh interpretasi ilhamnya di dalam ROH NUBUATAN, dan bahkan seluruh pengertiannyapun sudah akan dapat didengar sendiri dari para agen pilihan Allah, yaitu para penginjil, gembala-gembala, dan guru-guru yang bertugas membangun tubuh Kristus (edify the body of Christ). Baca : Epesus 4 : 11 – 14.

Membaca sendiri dan Mendengar dari Penginjil, Gembala, Guru, pilihan Allah

Jika ucapan Yahya Pewahyu di atas merupakan sebuah pedoman, maka iaitu juga merupakan persyaratan yang mutlak bagi setiap orang untuk berbahagia, artinya, sampai kelak berbahagia di dalam kerajaan Allah yang akan datang di Palestina.

Kita kini sudah berada di akhir zaman. Para nabi akhir zaman yang terdiri dari hamba Tuhan Nyonya White dan Sdr. Victor T. Houteff telah menghantarkan bagi kita “SEGALA KEBENARAN” dan “PERKARA – PERKARA YANG AKAN DATANG”, yang diamanatkan oleh Jesus pada Yahya 16 : 13. Sekaliannya itu kini sudah lengkap tersedia di dalam ROH NUBUATAN. 

Karena kedua hamba Allah yang sederhana itu sudah lama meninggal dunia, maka pekabaran-pekabaran peninggalan mereka itu di dalam ROH NUBUATAN tak dapat tiada sudah akan tersedia bagi kita dalam bentuk buku-buku. Buku-buku itulah yang harus dibaca sendiri oleh masing-masing kita. Dan akibatnya, tak dapat tiada akan muncul berbagai pengertian, baik yang sama dan sejalan, ataupun yang saling bertentangan di antara berbagai pihak yang telah membaca. 

Untuk itulah, maka sejak jauh-jauh hari sebelumnya Tuhan Allah telah menugaskan Yahya untuk menyampaikan kepada kita bukan saja supaya membaca sendiri-sendiri segala perkataan nubuatan itu berikut interpretasinya di dalam ROH NUBUATAN, melainkan juga supaya semua  k i t a mendengarkan “penjelasan-penjelasan yang lebih terpercaya” dari para penginjil, gembala-gembala, dan guru-guru, pilihan ilahi. Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

“Allah memiliki sebuah sidang jemaat, dan sidang jemaat itu memiliki satu dinas pelayanan pilihan Ilahi (a divinely appointed ministry). ‘Maka Ia memberikan sebagian orang, rasul-rasul ; dan sebagian orang, n a b i – n a b i ; dan sebagian orang penginjil-penginjil ; dan sebagian orang p e n d e t a – p e n d e t a dan guru – guru, untuk menyempurnakan umat kesucian bagi tugas melayani, untuk membangun (edifying) t u b u h  Kristus, sampai kita semua masuk dalam persatuan i m a n dan pengetahuan akan Anak Allah. ……, supaya kemudian daripada itu seterusnya kita tidak lagi seperti anak-anak kecil, yang terombang-ambing ke sana ke mari, dan terbawa oleh setiap angin doktrin, oleh tipu daya orang-orang, dan berbagai siasat kelicikan mereka ……”  Testimonies to Ministers, p. 52.

Tuhan Allah memiliki hanya satu sidang jemaat-Nya di akhir zaman ini yaitu umat-Nya, yaitu mereka yang dikenal sebagai penganut Hukum Allah dan Kesaksian Jesus Kristus atau ROH NUBUATAN itu. Dan sidang jemaat inipun memiliki “satu dinas pelayanan pilihan Allah” mereka yang bertugas membangun (edifying) kerohanian mereka.

Jadi, tidak perlu lagi diragukan, bahwa sekalipun Nyonya White dan Sdr. Houteff sudah lama meninggal dunia, kita masih saja dapat membaca sendiri buku-buku tulisan mereka itu. Dan untuk memahami sekaliannya itu  dengan lebih pasti, kita masih memiliki para penginjil, gembala-gembala, dan guru-guru pilihan Allah yang akan membangun kerohanian kita berlandaskan pada pekabaran-pekabaran dari kedua hamba Allah itu, yang kini sudah terhimpun di dalam ROH NUBUATAN.

Akan ada “bagian-bagian pekabaran” yang dalam satu dan lain hal masih perlu diinterpretasikan di bawah terang dari Tongkat Gembala

Sekalipun dari nubuatan Zakharia pasal 4, sudah dapat diketahui, bahwa seluruh isi Alkitab itu sudah selengkapnya diinterpretasikan oleh hamba Tuhan Houteff dan Nyonya White ke dalam buku-buku ROH NUBUATAN (Roh Nubuatan dari Nyonya White dan Tongkat Gembala dari Sdr. Houteff), namun ternyata hamba Tuhan Houteff masih juga mengatakan seperti di atas. Kita ikuti pernyataannya itu di bawah ini sebagai berikut :

“Karena Alkitab dan buku-buku Roh Nubuatan merupakan satu-satunya sumber dari pekabaran Tongkat Gembala, maka apabila Tongkat itu diajarkan. Alkitab dan Roh Nubuatan juga harus diajarkan. Dan karena tidak satupun selain Roh Kebenaran yang telah mengirim rahasia-rahasia ilham itu, yang dapat menginterpretasikan sekaliannya, maka orang-orang yang mencoba mengajarkannya tanpa otoritas interpretasi yang diilhami ini, tak dapat tiada akan jatuh ke dalam praktik interpretasi sendiri yang terlarang itu (2 Petrus 1 : 20) --- yaitu kejahatan besar yang telah menjerumuskan dunia Kristen ke dalam perpecahannya yang hampir tak menentu sekarang ini, berikut kekacauan, persaingan dan ketidak-mampuannya yang ada.  

“Karena kami tidak berani ikut berjalan pada jalan yang sedemikian itu, maka sebagai guru-guru dari Tongkat Gembala (terbitan-terbitan resmi dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh), k a m i harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat itu, bagian-bagian pekabaran (passages) yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan. Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa memiliki pemikiran yang sama, sependapat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama (1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Yesaya 52 : 8).“ – KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN DASAR DAVIDIAN MAHK, HAL. 26, 27.

Perhatikanlah, bahwa sekalipun seluruh nubuatan Wasiat Lama, buku Wahyu, dan perumpamaan-perumpamaan Jesus dari Wasiat Baru, sudah seluruhnya diinterpretasikan oleh hamba Tuhan Houteff ke dalam buku-buku terbitan Tongkat Gembalanya, namun dari pernyataannya di atas membuktikan, bahwa tak dapat tiada masih akan ada bagian-bagian tertentu dari pekabaran Tongkat Gembalanya itu yang perlu diinterpretasikan lagi. Diinterpretasikan oleh siapa ? Yaitu oleh guru-guru Tongkat Gembala, yang harus melakukan interpretasi di bawah terang dari Tongkat.

Tampak jelas, bahwa hamba Tuhan Houteff telah mengisyaratkan bahwa setelah kematiannya dalam tahun 1955, maka tak dapat tiada akan ada bagian-bagian dari pekabaran Tongkat Gembalanya itu yang perlu diinterpretasikan lagi secara lebih luas, jelas dan terinci.

Bahkan hanya dengan demikian itulah baharu semua calon 144.000 umat pilihan Allah akan kelak memiliki pemikiran yang sama, sependapat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Artinya, baharu calon 144.000 umat pilihan Allah itu muncul ke permukaan.

Bagian-Bagian Pekabaran Itu yang perlu diinterpretasikan lebih lanjut oleh Guru-Guru Tongkat Gembala

Perlu sekali diketahui, bahwa setiap terang baru atau pekabaran baru itu tidak meniadakan terang yang lama. Demikian itulah, maka pekabaran Tongkat Gembala dari Wahyu 18 : 1 bergabung dengan pekabaran tiga malaikat dari Wahyu 14 di dalam mangkok keemasan dari nubuatan Zakharia pasal 4 di atas. Dan itulah ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10 bagian akhir.

Karena guru Tongkat Gembala harus melakukan interpretasi di bawah terang dari Tongkat Gembala, maka ia tak dapat tiada harus berbuat sesuai terang dari gambar nubuatan Zakharia pasal 4 di atas. Guru Tongkat Gembala itu juga adalah seorang pendeta, maka sesuai posisinya pada gambar di atas, ia hanya boleh melakukan interpretasi terhadap bagian-bagian pekabaran yang berada di dalam mangkok keemasan itu saja untuk selanjutnya disampaikan kepada kakidian yang melambangkan sidang jemaat. Bagian-bagian dari kedua pohon zaitun itu tidak boleh lagi dinterpretasikan, sebab sekaliannya itu sudah habis diinterpretasikan oleh kedua hamba Allah yang sudah meninggal dunia sebelumnya.

Permasalahannya kini adalah : Apakah hasil interpretasi dari guru-guru Tongkat Gembala itu juga mutlak diperlukan bagi keselamatan umat ?  Jawabannya yang meyakinkan dapat dibaca pada ucapan Yahya Pewahyu di atas : “BERBAHAGIALAH DIA YANG MEMBACA, DAN MEREKA YANG MENDENGAR …….” – WAHYU 1 : 3. 

Perkataan, “BERBAHAGIALAH“ itu hanya satu kali diucapkan bagi dia yang membaca maupun bagi mereka yang mendengar. Artinya, membaca sendiri-sendiri saja belum akan cukup, semua mereka masih harus juga mendengarkan berbagai penjelasannya dari guru-guru Tongkat Gembala. Guru-guru Tongkat Gembala itulah yang telah dipilih oleh Jesus sendiri untuk mempersiapkan umat kesucian bagi tugas melayani, dan untuk membangun tubuh Kristus (edifying the body of Christ). Epesus 4 : 11 – 14.  Mengabaikan mereka itu berarti kerohanian kita tidak akan dapat dibangun. Tidak akan berbahagia !

Jadi, guru-guru Tongkat Gembala pilihan ilahi itu juga sudah akan diilhami sendiri oleh Jesus sesuai bagian tugasnya, bukan untuk bertugas sebagai nabi-nabi, melainkan untuk memahami semua ajaran dari nabi-nabi, untuk kemudian mengajarkannya kepada kita baik secara lisan maupun secara tertulis. Demikian itulah, maka semua anak-anak keturunan Jakub di seluruh dunia sudah akan dapat dipersiapkan bagi hari Tuhan yang besar dan mengerikan yang akan datang, bukan saja melalui sarana “memancing dan berburu” sebagaimana yang dipraktikkan selama ini, melainkan sampai juga memanfaatkan berbagai sarana dan prasarana, hasil dari berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang mutakhir.  Hamba Tuhan Houteff sendiri sejak jauh-jauh hari sebelumnya telah mengatakan :

“Karena pekerjaan adalah sedemikian luas, perluasannyapun sedemikian cepat, dan kepentingannya sedemikian besar, maka Allah telah mengilhami ilmu pengetahuan modern untuk menciptakan, dan membangun peralatan yang cepat untuk secepatnya menyelesaikan pekerjaan-Nya.” – Tongkat Gembala jilid 2, hal. 229.

Pada waktu ini semua umat pencari Kebenaran di manapun mereka itu berada di seluruh pelosok dunia ini, mereka sudah dapat membaca sendiri  pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu, yang telah bergabung dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14 di dalam ROH NUBUATAN. Mereka juga sudah akan menemukan sendiri berbagai bagian-bagian pekabaran dari “mangkok keemasan” itu yang sudah diinterpretasikan lebih lanjut oleh guru-guru Tongkat Gembala melalui situs-situs internet yang tersedia.

Mengapakah bagian-bagian pekabaran itu perlu diinterpretasikan lebih lanjut oleh guru-guru Tongkat Gembala ?

Hamba Tuhan Houteff mengatakan :

“…… sebagai guru-guru dari Tongkat Gembala (terbitan-terbitan resmi dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh), k a m i harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat itu, bagian-bagian pekabaran (passages) yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan. Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa memiliki pemikiran yang sama, sependapat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama (1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Yesaya 52 : 8).“ – KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN DASAR DAVIDIAN MAHK, HAL. 26, 27.

Ucapan nabi Houteff itu mengisyaratkan kepada kita, bahwa sesudah ia  meninggal dunia, maka bagian-bagian pekabarannya yang belum diaplikasikan pada peristiwa-peristiwa sejarahnya yang baru akan digenapi kemudian, maka guru-guru Tongkat Gembalalah yang wajib melakukan interpretasi lebih lanjut, lalu mengaplikasikan perkataan-perkataan  nubuatan itu kepada peristiwa-peristiwa sejarahnya yang bersangkutan.

Hanya dengan demikian itulah, maka semua penganut Kebenaran sekarang calon 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang dapat dibuat sepakat, sehati-sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama.

Terbukti kini bahwa setelah Victor T. Houteff sebagai nabi Tuhan Allah yang terakhir meninggal dunia, maka kekuasaan untuk mengontrol keutuhan dan kemurnian ROH NUBUATAN di dalam mangkok keemasannya dari nubuatan Zakharia pasal 4 sudah akan beralih kepada guru-guru Tongkat Gembala saja. Bahkan setelah Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, USA dilikwidasi dalam tahun 1962 yang lalu, keutuhan dan kemurnian ROH NUBUATAN di dalam mangkok keemasanNya itu hanya dapat dipertahankan pada pihak guru-guru Tongkat Gembala saja. Bukan lagi pada pihak mereka yang masih menguasai Pusat Gunung Karmel itu di sana sampai kepada hari ini. Ini akan jelas terbukti karena tidak ada lagi satupun bagian-bagian pekabaran Tongkat Gembala itu, yang dalam satu dan lain hal pernah berhasil diinterpretasikan di Pusat Gunung Karmel itu di bawah terang dari Tongkat Gembala, sesudah kematian Houteff. Bahkan akan jelas sekali terbukti, bahwa Tuhan Allah tidak lagi memiliki seorangpun guru Tongkat Gembala-Nya di sana sampai kepada hari ini.

Perbuatan menginterpretasi bagian-bagian pekabaran oleh Guru Tongkat Gembala itu b u k a n dosa karena menambah-nambah

Perbuatan melakukan interpretasi terhadap bagian-bagian pekabaran itu di dalam ROH NUBUATAN adalah justru suatu kewajiban hukum yang harus dipatuhi oleh guru-guru Tongkat Gembala.  Kewajiban hukum itulah yang telah diamanatkan oleh hamba Tuhan Houteff pada buku – KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN DASAR DAVIDIAN MAHK, HAL. 26, 27.  di atas. Penugasan yang sama itu juga pernah dikeluarkan oleh Hamba Tuhan Nyonya White kepada para pendeta sewaktu ia menulis sebagai berikut :

“Para pengawal ini melambangkan dinas pelayanan, yang pada kesetiaan mereka bergantung keselamatan jiwa-jiwa. Para penatalayan rahasia-rahasia Allah ini harus berdiri sebagai pengawal-pengawal di atas semua pagar tembok Sion; maka jika mereka melihat pedang itu datang, mereka harus membunyikan tanda bahaya. Jika mereka adalah pengawal-pengawal yang mengantuk, dan kepekaan rohani mereka sudah sedemikian tumpul, sehingga mereka tidak lagi melihat dan menyadari adanya bahaya, sehingga umat itu binasa, maka Allah akan menuntut tanggung jawab darah mereka itu pada tangan-tangan para pengawal.

“Hai anak Adam, sudah Ku tempatkan dikau sebagai pengawal bagi isi rumah Israel; maka sebab itu engkau harus mendengarkan firman dari mulut-Ku.” Para pengawal harus perlu hidup dekat sekali dengan Allah untuk mendengarkan firman-Nya dan diisi dengan Roh-Nya, supaya orang banyak itu tidak sia-sia bergantung dan berharap pada mereka.” — Testimony for the Church buku 4, hal. 402, 403.

Tetapi apabila guru Tongkat Gembala lalai melakukan interpretasi terhadap bagian-bagian pekabaran itu, maka umat Allah sudah akan kelak binasa  karena sebab kelalaiannya. Dan inilah dosa karena melalaikan hukum yang harus dipatuhi. Tetapi mustahil akan ada guru-guru pilihan Allah, sebagai penatalayan rahasia-rahasia Allah yang sedemikian itu, yang berani melalaikan tugasnya di hadapan Allah-nya, bukan ?

D o s a karena menuduh guru-guru pilihan Allah melakukan penambahan-penambahan / interpretasi sendiri

Anehnya justru Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, USA telah menuduh kami melakukan berbagai penambahan-penambahan pada pekabaran Tongkat Gembala dengan cara memasukkan berbagai tafsir-tafsir pribadi kami ke dalam pekabaran itu. Dengan demikian mereka beranggapan, bahwa kemurnian kebenaran dari pekabaran Tongkat Gembala dan Roh Nubuatan itu sudah tidak lagi dapat dipertahankan setelah dicampuradukkan dengan berbagai interpretasi pribadi dari guru Tongkat Gembala terhadap bagian-bagian pekabaran itu yang dalam satu dan lain hal memang perlu untuk diinterpretasikan.

Sesungguhnya setiap siswa ROH NUBUATAN di Indonesia sudah dapat menyaksikan sendiri, bahwa tak dapat tiada ada seseorang guru Tongkat Gembala yang telah membangun (edifying the body of Christ) tubuh Kristus di Indonesia selama ini. Ini akan terbukti dari berbagai hasil karyanya yang nyata, yaitu mempersiapkan seluruh pekabaran Tongkat Gembala ke dalam bahasa Indonesia, mempersiapkan berbagai bahan bacaan dari Roh Nubuatan ke dalam bahasa Indonesia, menyebarkan seruan pembangunan dan reformasi rohani ke seluruh gereja-gereja di Indonesia, dan telah berhasil memenangkan simpati berartus-ratus orang Masehi Advent Hari Ketujuh kepada apa yang disebut ROH NUBUATAN. Semuanya ini telah diakui sendiri oleh Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, USA, dan untuk itulah kami telah dikukuhkan dalam tahun 1997 sebagai guru Tongkat Gembala.

Pengukuhan kami itu mungkin tidak lagi berarti apa-apa setelah mengetahui bahwa keberadaan Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas itu sendiri bukan lagi mewakili Tuhan Allah dan Pekabaran-Nya di waktu ini. Namun bagaimanapun juga tak dapat disangkal, bahwa semua pihak telah mengakui keberadaan kami sebagai seorang guru Tongkat Gembala pilihan Allah yang bertugas membangun tubuh Kristus. Baca : Epesus 4 : 11 – 14.  

Guru-guru Tongkat Gembala di akhir dunia sekarang ini bukan lagi dikenal karena pentahbisannya di depan umum orang banyak, melainkan karena berbagai karyanya, yaitu mengajar (baik secara lisan ataupun tertulis) hanya dalam terang dari Tongkat itu, bagian-bagian pekabaran (passages) yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan.  Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa memiliki pemikiran yang sama, sependapat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. 

Karena tidak melakukan interpretasi apapun terhadap bagian-bagian pekabaran Tongkat Gembala yang ada, sementara sebaliknya terus saja menuduh-nuduh kami guru Tongkat Gembala mencemarkan kemurnian doktrin Tongkat Gembala oleh berbagai interpretasi yang ada, maka Tuhan Allah oleh perantaraan hamba-Nya memperingatkan :

“Alkitab secara khusus mengajarkan kepada kita agar berhati-hatilah untuk tidak dengan gampang menuduh orang-orang yang Allah telah panggil untuk bertindak sebagai wakil-wakil-Nya ……………. Kita harus menghormati orang-orang itu yaitu mereka yang Allah telah menaruh hormat. Hukuman yang dikenakan terhadap Miriam hendaknya menjadi sebuah teguran kepada semua yang iri hati, dan bersungut-sungut melawan orang-orang itu pada siapa Tuhan telah meletakkan beban tanggung jawab pekerjaan-Nya.” – Patriarchs and Prophets, hal. 386.

“Allah mengijinkan orang-orang untuk ditempatkan pada jabatan-jabatan yang bertanggung jawab. Apabila mereka itu bersalah, IA memiliki kuasa untuk mengoreksi dan untuk menyingkirkan mereka itu. Kita harus berhati-hati untuk tidak memegang sendiri kuasa menghakimi itu yang sesunggguhnya adalah milik Tuhan Allah saja.” -- Gospel Workers, hal. 474. 

Karena terus menolak guru-guru Tongkat Gembala melakukan interpretasi terhadap bagian-bagian pekabaran Tongkat Gembala yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan lebih lanjut, maka Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, USA sudah tertinggal dalam kebenaran yang tidak lengkap. Mustahil Tuhan Allah akan mau menyelamatkan kita dalam kebenaran Tongkat Gembala-Nya yang belum lengkap, bukan ?  Demikian pula halnya, mustahil Tuhan Allah dapat menyelamatkan Gereja-Gereja yang terkenal di luar, yang sudah tertinggal dalam kegelapan sebagian, bukan ? Hamba Tuhan Nyonya White sejak jauh-jauh hari sebelumnya sudah memperingatkan :

“Pada waktu Nikodemus guru besar di Israel itu datang kepada Jesus, maka Tuhan membukakan ke hadapannya semua syarat kehidupan yang suci, sambil mengajarkan kepadanya urut-urutan pertobatan yang sesungguhnya mulai dari (A) sampai (Z).“ – Testimonies, vol. 6, hal. 154.

“Pekerjaan bagi akhir zaman ini ialah suatu tugas pekerjaan penginjilan. Menyajikan kebenaran, mulai dari huruf pertama abjadnya (A) sampai kepada huruf terakhirnya (Z), berarti usaha penginjilan.“ – Counsels on Health, hal. 300.

Anda melihat bagaimana prinsip mengajar dari (A) sampai (Z) itu sudah diberlakukan oleh Jesus sendiri semenjak dari zaman Nicodemus yang lalu, bahkan sampai di akhir zaman sekarang ini. Tetapi sebaliknya Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas telah membatasi kita begitu ketat melalui ucapan hamba Tuhan Houteff berikut ini.  

“Ajarkanlah pekabaran itu sebagaimana adanya --- jangan menambahkan apa-apa ke dalamnya, ........ "

Victor T. Houteff :

“Ajarkanlah pekabaran itu sebagaimana adanya --- jangan menambahkan sesuatu apapun ke dalamnya, jangan juga mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Janganlah mengira bahwa adalah kewajibanmu untuk menjawab semua pertanyaan dari setiap orang atau untuk menjelaskan seluruh isi Alkitab dan Roh Nubuatan. Hanya orang bodoh yang akan mencoba berbuat yang sedemikian itu. Gulungan suratannya belum terbuka sejauh itu. Jangan bertindak melampaui apa yang sudah dijelaskan oleh Tongkat Gembala. ……………..Belum pernah ada seorang nabipun yang mengaku dapat menjelaskan segala perkara kepada lawan-lawannya, sekalipun pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab itu berkaitan dengan pekabarannya sendiri.“ – The Symbolic Code, Vol. 1, No. 4, hal. 1 (California – 1934)

Ucapan hamba Tuhan Houteff di atas ini baharu saja keluar dalam tahun 1934 sewaktu pekabaran Tongkat Gembala yang tersedia pada waktu itu baharu hanya sebanyak buku-buku Tongkat Gembala jilid 1 dan 2., sementara buku-buku jilid 3 masih sedang dalam persiapan. Itu berarti gulungan suratan firman Allah belum selengkapnya terbuka.

Gulungan suratan firman Allah dalam tahun 1934 yang lalu belum selengkapnya terbuka, artinya, mangkok keemasan dari nubuatan Zakharia pasal 4 dalam tahun 1934 itu belum penuh terisi minyaknya. Jadi, wajar-wajar saja apabila kita diperintahkan untuk mengajarkan hanya itu --- jangan menambahkan sesuatu apapun ke dalamnya, jangan juga mengurangkan sesuatu dari dalamnya. Tetapi bagaimanakah keadaannya di waktu ini ?  

Hamba Tuhan Houteff dan Nyonya White sudah lama menyelesaikan tugas mereka mengalirkan semua minyak keemasan ke dalam mangkok keemasannya, yang melambangkan ROH NUBUATAN. Ini berarti gulungan suratan sudah sepenuhnya terbuka. Mereka bahkan sudah lama meninggal dunia meninggalkan kita. Lalu bagaimanakah mengajarkan pekabaran itu di waktu ini ?

Sesungguhnya ucapan hamba Tuhan Houteff dalam tahun 1934 itu masih tetap berlaku, yaitu : “Ajarkanlah pekabaran itu sebagaimana adanya --- jangan menambahkan sesuatu apapun ke dalamnya, jangan juga mengeluarkan sesuatu dari dalamnya ……”  T e t a p i  karena gulungan suratan kini sudah sepenuhnya terbuka, maka tak dapat tiada adalah kewajiban kita untuk menjawab semua pertanyaan dari setiap orang atau untuk menjelaskan seluruh isi Alkitab dan Roh Nubuatan sesuai semua yang sudah terungkap di dalam ROH NUBUATAN. Dengan demikian baharulah genap ucapan hamba Tuhan Nyonya White bahwa “Pekerjaan bagi akhir zaman ini ialah suatu tugas pekerjaan penginjilan. Menyajikan kebenaran, mulai dari huruf pertama abjadnya (A) sampai kepada huruf terakhirnya (Z), berarti usaha penginjilan.“ – Counsels on Health, hal. 300.

Bahkan ucapan Yahya Pewahyu pada Wahyu 1 : 3 di atas: “BERBAHAGIALAH D I A YANG MEMBACA, DAN MEREKA YANG MENDENGAR SEGALA PERKATAAN NUBUATAN INI….” – itu sudah harus juga dipenuhi. Artinya, kita harus membaca sendiri Alkitab, Roh Nubuatan, dan Tongkat Gembala, dan pemahamannya yang pasti dan benar harus dicari dan didapatkan pada guru-guru Tongkat Gembala pilihan Allah saja. Guru-guru pilihan ilahi itu akan mengajarkan kepada kita baik langsung secara lisan maupun tidak langsung melalui selebaran dan buku-buku. Bahkan mereka itulah yang akan memanfaatkan berbagai sarana dan prasarana hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutahir untuk mencapai semua umat. Untuk itulah hamba Tuhan kembali memperingatkan :

“Karena Alkitab dan buku-buku Roh nubuatan merupakan satu-satunya sumber dari pekabaran Tongkat Gembala, maka apabila Tongkat itu diajarkan, Alkitab dan Roh Nubuatan juga akan diajarkan.” – Kepercayaan-Kepercayaan Dasar Davidian MAHK, hal. 26.

Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas telah memanipulasi ucapan hamba Tuhan Houteff di atas dengan mengatakan bahwa pekabaran Tongkat Gembala itu sesungguhnya terdiri dari bagian-bagian  Alkitab dan bagian-bagian dari Roh Nubuatan yang sudah dipersatukan oleh berbagai uraian dari Houteff. Dengan demikian, maka apabila Tongkat Gembala itu diajarkan, Alkitab dan Roh Nubuatan dengan sendirinya sudah akan ikut terajarkan. Demikianlah pemahaman mereka untuk ucapan hamba Tuhan Houteff di atas. Akibatnya, tidaklah mengherankan apabila yang dipromosikan ke seluruh dunia selama ini adalah terutama TONGKAT GEMBALA saja, sementara Alkitab dan Roh Nubuatan sudah hampir-hampir tidak lagi dihiraukan.

Padahal yang dimaksud oleh hamba Tuhan Houteff di atas ialah tiga komponen yang terdiri dari Alkitab, Roh Nubuatan, dan Tongkat Gembala. Karena Alkitab dan Roh Nubuatan pada kenyataannya merupakan dua komponen yang terpisah, maka Tongkat Gembala sudah akan merupakan komponen tersendiri.

Berbagai upaya Musuh yang terakhir untuk meniadakan guru Tongkat Gembala dan membungkam suaranya

Upaya untuk membungkam suara guru-guru Tongkat Gembala pilihan Ilahi, serta upayauntuk membatasi fungsi kerja mereka itu, sesungguhnya adalah upaya yang terakhir dari Musuh, untuk membutakan mata rohani kita terhadap salah satu pedoman penting penyelamatan umat yang digariskan oleh Yahya pada Wahyu 1 : 3 di atas. Untuk itulah, maka beberapa tahun sebelum kematiannya hamba Tuhan Houteff telah memperingatkan kepada kita sebagai berikut :

“Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang telah dimanifestasikan melawan pekabaran sorga di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan  kalah untuk selama-lamanya sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain. Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam ke sebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat diri melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang  mematikan (a knockout blow) kepadanya.

Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu juga akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Lagi pula adalah terutama supaya diwaspadai, bahwa Musuh itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertama-Nya itu yang kini masih tersembunyi, yaitu  mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9). Musuh itu akan mencoba apa saja yang  mungkin untuk mengacau, untuk menggelapkan, dan untuk menudungi Kebenaran, terutama perihal mereka 144.000 itu.” ----------  Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35 (Edisi 1999).

Ucapan hamba Tuhan Houteff di atas baharu digenapi sesudah kematiannya dalam tahun 1955. Bagaimana ucapannya itu diaplikasikan pada peristiwa-peristiwa sejarahnya sesudah tahun 1955 itu, dapatlah dijelaskan sebagai berikut :

 ( A )

Sesudah Musuh mengirimkan sebuah pukulan yang mematikan kepada Nyonya Houteff, maka setelah ia gagal menyaksikan ramalannya tentang akan berdirinya Kerajaan Daud dalam tahun 1959, ia kemudian telah jatuh murtad sampai kepada hari ini, dan Pusat Gunung Karmel ciptaan Houteff di Waco, Texas, lalu dilikwidasi dalam tahun 1962. Ini adalah hasil dari pukulan yang mematikan yang datang langsung dari Musuh, demikian kata Houteff di atas.

Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, sejak tahun 1962 telah dibeli oleh Gereja Presbyterian, yang telah menguasainya sampai kurang lebih 30 tahun kemudian. Baharu dalam tahun 1991 lokasi dari Pusat Gunung Karmel temuan hamba Tuhan Houteff itu berhasil dibeli kembali oleh sekelompok orang-orang Davidian MAHK, yang telah menguasainya sampai kepada hari ini dengan nama, General Association of Davidian SDA  atau Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, USA.

( B )

Sesudah peringatan yang pertama di atas, maka menyusul peringatan yang kedua : Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu juga akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus.” 

Karena Houteff mempersamakan kesetiaan mereka itu dengan para imam Yahudi yang lalu di zaman Kristus, maka mereka itu tak dapat tiada adalah Sanhedrin contoh saingan di waktu ini, yang kini sudah kembali membangun markas besarnya di lokasi Pusat Gunung Karmel yang  pertama.

Jika pada peringatan pertama di atas pukulan yang mematikan itu dinyatakan datang dari Iblis atau Musuh umat Allah yang besar itu, maka pada peringatan kedua di atas pukulan yang mematikan itu justru datang dari rekan-rekan penginjil yang sama sekali tidak dicurigai. Karena memang mereka itulah penginjil-penginjil, gembala-gembala, dan guru-guru dari Sanhedrin contoh saingan di Waco, Texas. 

Sebagaimana para imam dari Sanhedrin di zaman Kristus adalah penganut faham fundamentalisme sempit dan kaku, maka tidaklah mengherankan apabila contoh saingannya di waktu inipun menganut faham yang sama. Mereka ini bahkan juga dinyatakan sebagai musuh-musuh “yang akan mencoba apa saja yang mungkin untuk  mengacau, untuk menggelapkan, dan untuk menudungi Kebenaran, terutama perihal mereka 144.000 itu.”

Tandailah dengan saksama, bahwa selama bagian-bagian pekabaran Tongkat Gembala itu belum selengkapnya diajarkan dan diinterpretasikan oleh guru-guru Tongkat Gembala pilihan Ilahi di bawah terang dari Tongkat, maka selama itu pula calon-calon 144.000 umat kesucian Allah yang akan datang belum akan muncul ke permukaan. Mereka itu baharu akan muncul apabila sudah tampak adanya kesepakatan, sehati-sepikir, dan berbagai pembicaraan yang sama di tengah-tengah kita. Dan ini akan membuktikan adanya Roh Suci di tengah-tengah kita, yang akan membimbing kita semua kepada segala kebenaran dan memberitahukan kepada kita perkara-perkara yang akan datang. Yahya 16 : 13.

Tandailah dengan saksama, bahwa selama usaha penginjilan di akhir zaman ini belum juga meliputi seluruh Alkitab, Roh Nubuatan dan Tongkat Gembala, semenjak dari huruf pertama abjadnya (A) sampai dengan huruf terakhirnya (Z), maka selama itu pula upaya untuk membuat sepakat, sehati-sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama umat kita, belum akan selesai, dan mereka calon-calon 144.000 umat kesucian yang akan datang belum akan muncul ke permukaan.  

PERHATIAN !

Pembangunan kembali Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas dalam tahun 1991 sesungguhnya adalah bukan lagi kehendak Allah. Sebab tidak ada satupun petunjuk di dalam ROH NUBUATAN yang membenarkan upaya yang sedemikian itu. Jadi, tidaklah mengherankan apabila mereka kini kembali mewakili Musuh mengirimkan pukulan-pukulan yang mematikan untuk menjatuhkan kita. Telitilah kembali dua artikel sebelumnya yang berjudul masing-masing, “TERKUTUKLAH ORANG YANG BERGANTUNG PADA MANUSIA”, dan “TAHUN PENEBUSAN DAN HARI PEMBALASANNYA.”       

SAUDARA, Kami telah diberkahi oleh RohNya untuk memperolah pengertian yang sama dengan pembawa pekabaran Tongkat Gembala itu sendiri, bukan untuk  berperan sebagai n a b i, melainkan supaya sebagai guru Tongkat Gembala kami dapat mengajar di bawah terang dari Tongkat bagian-bagian pekabaran itu yang dalam satu dan lain hal perlu diinterpretasikan lebih lanjut. Manfaatkanlah berbagai tulisan kami selama ini sampai kita semua kelak berbahagia di dalam kerajaan yang akan datang di Palestina.

 

 

 

*  *  *