Bukan oleh Kuat, Bukan Juga oleh kuasa,
Melainkan Oleh R O H K U Saja
[ Zakharia  4 : 6 ]


 

S

alah satu dari nubuatan-nubuatan yang diberikan oleh nabi Zakharia, yang patut diketahui di akhir zaman ini, ialah nubuatan dari buku Zakharia pasal 4.  Setiap orang yang telah membaca interpretasi ilhamnya, sebagaimana yang telah diberikan kepada kita oleh nabi-nabi akhir zaman, yaitu Nyonya Ellen G. White dan Sdr.  Victor T. Houteff, akan dapat menyaksikan sendiri bagaimana Setan telah menggunakan agen-agen pilihannya untuk menginterpretasikan berbagai rahasia yang ada di dalam Alkitab untuk menyesatkan kita. Sekalipun demikian setiap umat Allah yang bijaksana akan selalu waspada, sebab melalui perantaraan nabi Amos Tuhan juga telah memperingatkan bahwa, Sesungguhnya Tuhan Allah tidak akan berbuat apapun, melainkan diungkapkan-Nya rahasia-Nya kepada para hamba-Nya, yaitu n a b i - n a b i. Amos 3 : 7.  Hamba Tuhan mengatakan :

 

Allah memiliki sebuah sidang jemaat, dan sidang jemaat itu memiliki suatu dinas pelayanan pilihan Ilahi (a divinely appointed ministry). 'Maka Ia memberikan sebagian orang, rasul-rasul; dan sebagian orang, n a b i - n a b i; dan sebagian orang penginjil-penginjil; dan sebagian orang p e n d e - t a - p e n d e t a  dan  guru - guru, untuk menyempurnakan umat kesucian bagi tugas melayani, untuk membangun (edifying) t u b u h Kristus, sampai kita semua masuk dalam persatuan i m a n dan pengetahuan akan Anak Allah, supaya kemudian daripada itu seterusnya kita tidak lagi seperti anak-anak kecil, yang terombang-ambing ke sana ke mari, dan terbawa oleh setiap angin doktrin,  oleh tipu daya orang-orang, dan berbagai  siasat kelicikan mereka Testimonies to Ministers, p. 52.

 

Sepanjang sejarah Wasiat Baru Tuhan Allah telah memanggil dan mengangkat dinas pelayanan-Nya, yang terdiri dari jabatan-jabatan: rasul-rasul, nabi-nabi, penginjil-penginjil, pendeta-pendeta, dan guru-guru. Jabatan rasul  itu hanya dikenal selama abad yang pertama. Empat jabatan lainnya mulai dikenal semenjak dari zaman reformasi Luther sampai dengan akhir zaman ini. Di akhir zaman, terhitung sejak tahun 1844 yang lalu, Ellen G. White telah muncul sebagai n a b i, yang dengan Roh Nubuatannya ia telah membangun tubuh Kristus dari Gereja  Masehi Advent Hari Ketujuh, dan  kemudian  disusul  oleh Victor T. Houteff sebagai n a b i, dengan berbagai interpretasi nubuatan-nubuatan Alkitab dan perumpamaan-perumpamaan Jesus, ia telah membangun tubuh Kristus dari kelas lima anak dara yang bijaksana itu, di dalam sidang jemaat Laodikea atau Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di akhir zaman ini.

 

Semua umat Masehi Advent Hari Ketujuh seyogyanya mengerti, bahwa Sidang Jemaat Laodikea sejak tahun 1844 telah muncul sebagai penyandang  Pekabaran Malaikat yang Ketiga yang dinubuatkan pada Wahyu 14 : 6 - 9.  Karena sesuai prinsip dari Alkitab bahwa setiap terang baru tidak akan meniadakan terang yang lama, maka apa yang disebut,Pekabaran Malaikat yang Ketiga itu, tak lain daripada keseluruhan Pekabaran Tiga Malaikat dari Wahyu 14 : 6 - 9  itu saja, sebab Pekabaran Malaikat yang Ketiga itulah yang telah mencakup seluruh pekabaran yang dinubuatkan di dalam Wahyu 14 : 6 - 9  itu.  Jadi, Pekabaran Malaikat Ketiga  atau Pekabaran Tiga Malaikat  dari nubuatan Wahyu 14 : 6 - 9 itulah yang telah disajikan sepenuhnya oleh hamba Tuhan Ellen G. White di dalam buku-bukunya: Roh Nubuatan. Dari Roh Nubuatan itulah kepada kita diberitahukan:

 

Nubuatan mengenai Pekabaran Malaikat yang Pertama, yang dikemukakan di dalam Wahyu 14 menemukan kegenapannya dalam pergerakan Advent tahun 1840 - 1844. The Story of Redemption, p. 356.

 

Pekabaran Malaikat yang Kedua itu disampaikan kepada Babil (Gereja-Gereja) memberitahukan kerobohan mereka, dan memanggil orang-orang untuk keluar daripadanya. Testimonies to Ministers, p. 59. Seruan, 'Sudah roboh Babil itu disampaikan dalam musim panas tahun 1844, dan sebagai hasilnya kira-kira 50.000 orang menarik diri dari gereja-gereja itu. The Story of Redemption, p. 365.

 

Setelah pelayanan Jesus berakhir di dalam tempat suci, maka Ia melangkah memasuki tempat yang maha suci, lalu berdiri di depan tabut yang berisikan hukum Allah itu, Ia mengutus seorang malaikat perkasa yang lain dengan Pekabaran yang Ketiga kepada dunia.

 

Setelah Jesus membuka pintu tempat yang maha suci itu,  maka terang mengenai Sabat lalu tampak, lalu umat Allah d i u j i, seperti halnya bani Israel dahulu diuji, untuk  melihat apakah mereka mau memeliharakan hukum Allah. Early Writings, p. 254.

 

    Pekabaran Malaikat Wahyu     18 : 1

 

 

+

=

Terang Besar

Pekabaran Malaikat Ketiga

 

 

 

 

Sekalipun hamba Tuhan Nyonya Ellen G. White dengan Roh Nubuatannya, telah berhasil membangun tubuh Kristus dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, namun tak dapat disangkal bahwa ternyata sampai kepada saat kematiannya dalam tahun 1915, berbagai rahasia dari nubuatan-nubuatan Wasiat Lama dan perumpamaan-perumpamaan Jesus dari Wasiat Baru  sama sekali belum terungkap pengertiannya. Itulah pula sebabnya, dalam mengomentari kegiatan dari malaikat Wahyu 18 : 1 itu,  maka beliau menuliskannya sebagai berikut :

 

Maka sesudah segala perkara ini, aku tampak seorang malaikat lain turun dari langit, dengan kuasa besar; maka b u m i  d i t e r a n g i  dengan kemuliaannya. Maka berserulah ia dengan suara besar Wahyu 18 : 1.

 

Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya  dengan  m a l a i k a t   y a n g  k e t i g a, dan memberikan kuasa dan tenaga bagi pekabarannya ..... Pekabaran ini tampaknya merupakan suatu  t a m b a h a n  bagi pekabaran yang ketiga, yang bergabung dengannya bagaikan seruan tengah malam yang telah bergabung  dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844. --- Early Writings, p. 277.

 

Ini membuktikan bahwa sesudah datang Ellen G. White membawakan kepada kita pekabaran malaikat ketiganya itu, maka tak dapat tiada akan datang lagi seseorang n a b i yang lain, yang akan membawakan pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1. Ciri-ciri berikut ini harus dipenuhi oleh pekabaran  dari malaikat Wahyu 18 : 1 itu, yaitu:

 

Pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu harus bergabung dengan pekabaran  malaikat yang ketiga dari Nyonya White, lalu memberikan kuasa dan tenaga bagi pekabarannya.  Jadi, pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu tidak berdiri sendiri.

 

Penggabungan  dari kedua pekabaran itu harus mampu menerangi bumi, artinya, gabungan  kedua pekabaran itu harus mampu menginterpretasikan seluruh i s i  Alkitab untuk menjadi terang bagi kaki kita dan obor bagi perjalanan kita (Mazmur 119 : 105). Ini akan lebih diperjelaskan lagi melalui nubuatan dari Zakharia pasal 4.

 

Pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu harus datang melalui seseorang n a - b i, yang juga seorang penganut pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White.

        

Pekabaran yang terakhir ini memiliki kuasa dan tenaga, sehingga mereka yang    memberitakannya pada umumnya tidak bisa ditandingi di dalam Gereja manapun juga.   

 

Demikian itulah, maka Sdr. Victor T. Houteff telah datang dalam tahun 1929 dengan pekabaran Tongkat Gembala nya, yang telah menggabungkan ajarannya dengan berbagai ajaran dari Nyonya Ellen G. White,  yang akhirnya telah mengungkapkan seluruh  isi Alkitab itu bagi kita.  Di dalam bukunya,  Fundamental Beliefs of the Davidian Seventh-Day Adventists, halaman 26, ia mengatakan:

 

Karena Alkitab dan buku-buku Roh Nubuatan merupakan satu-satunya sumber dari pekabaran Tongkat Gembala, maka apabila Tongkat itu diajarkan, Alkitab dan Roh Nubuatan akan diajarkan.

 

Dengan bergabungnya pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 dengan pekabaran tiga malaikat dari Wahyu 14 : 6 - 9,  yang berupa gabungan pekabaran Tongkat Gembala dari Houteff dengan pekabaran Roh Nubuatan dari Nyonya White, maka terbentuklah Terang Besar  itu di dalam sidang jemaat Laodikea atau Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh kita. Dan dengan demikian terbentuklah apa yang disebut, Kesaksian Jesus Kristus atau ROH NUBUATAN, yaitu kumpulan peraturan-peraturan pelaksanaan dari Hukum Torat yang khusus bagi umat akhir zaman, sesuai yang dinubuatkan pada Wahyu 19 : 10.  Jadi, ringkasnya : Roh Nubuatan (dari malaikat-malaikat Wahyu 14 : 6 - 9)  +  Tongkat Gembala (dari malaikat Wahyu 18 : 1)  =  ROH NUBUATAN  (dari Wahyu 19 : 10).

 

ROH  NUBUATAN   =   KEBENARAN

 

Karena ROH NUBUATAN itu di akhir zaman ini dapat dijumpai hanya di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, maka inilah satu-satunya Gereja  milik Allah yang benar di akhir zaman ini, karena KEBENARAN yang dimilikinya.  ROH NUBUATAN  itulah yang membedakan Gereja ini daripada Gereja-Gereja lainnya.  Sekalipun demikian sejak jauh-jauh hari sebelumnya Jesus telah memperingatkan:

 

Berbahagialah mereka yang dianiaya karena sebab k e b e n a r a n, karena mereka itulah yang memiliki kerajaan sorga itu. Berbahagialah kamu, apabila orang-orang akan kelak mencela kamu, dan menganiaya kamu, dan akan memfitnah kamu dengan segala yang jahat, karena sebab Aku.  Bersuka-citalah dan bergembiralah  karena besarlah kelak upahmu di sorga, karena demikian itu pula mereka telah menganiaya nabi-nabi  yang telah mendahului kamu. Matius 5 : 10 - 12.

 

Dengarlah olehmu akan firman Tuhan, hai kamu yang gentar karena firman-Nya. Saudara-Sudaramu yang membenci kamu itu, yang membuang kamu karena sebab nama-Ku; sekalipun mereka itu mengatakan:  Agar supaya nama Tuhan dipermuliakan;  namun IA akan muncul bagi kegembiraan kamu, dan mereka itu akan dipermalukan. Yesaya 66 : 5.

 

Ucapan Berbahagialah ..  pada Injil Matius pasal 5 di atas dan perkataan nubuatan dari Jesaya 66 : 5 itu adalah berasal dari Jesus sendiri. Karena nubuatan Jesaya  baharu terungkap pengertiannya di akhir zaman, maka perkataan nubuatan itu baharu akan berlaku semenjak dari tahun 1930-an yang lalu, sejak pekabaran Tongkat Gembala pertama kali ditawarkan kepada para penguasa General Conference of Seventh-Day Adventists di Amerika Serikat.  Mengapa baharu  sejak tahun 1930-an, dan bukan semenjak tahun 1845 setelah Nyonya White pertama sekali menyampaikan Roh Nubuatannya di Amerika Serikat ? Jawabannya adalah, karena bumi baharu berhasil diterangi setelah pekabaran Tongkat Gembala dari malaikat Wahyu 18 : 1 itu  bergabung suaranya dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Roh Nubuatan. Artinya, setelah terang kebenaran menerangi perjalanan umat Allah makin jelas ke depan, baharulah  Iblis bertindak  setelah menyadari bahwa masanya sudah sangat singkat.

 

Ternyata keberadaan ROH NUBUATAN  itu sebagai KEBENARAN  di dalam gereja-gereja kita, justru telah menimbulkan kebencian di pihak mereka yang mayoritas yang telah menentang ROH NUBUATAN itu semenjak dari permulaan kedatangannya. Dan inipun telah menimbulkan penderitaan bagi mereka yang minoritas yang telah dianiaya karena mempertahankannya sebagai satu-satunya KEBENARAN dari Gereja yang benar milik Allah di akhir zaman ini.  Kondisi inilah yang telah memecah-belah umat Masehi Advent Hari Ketujuh menjadi dua kelas umat, yang sekaligus menggenapi perumpamaannya yang telah diucapkan sendiri oleh Jesus di dalam Injil Matius 25 : 1, 2, yang berbunyi: Pada waktu itu kerajaan sorga akan diumpamakan dengan sepuluh anak dara, yang membawa pelita-pelita mereka, lalu keluar hendak mengelu-elukan pengantin pria. Maka lima dari antara mereka itu adalah bijaksana, tetapi lima lainnya adalah bodoh. Mereka yang bodoh itu membawa pelita-pelita mereka, tetapi tidak membawa serta minyak bersamanya. Tetapi mereka yang bijaksana itu membawa minyak di dalam botol-botol mereka bersama-sama dengan pelita-pelitanya. Matius 25 : 1 - 4.

 

Perkataan pada waktu itu dimaksudkan kepada waktu dimana perumpamaan itu terungkap pengertiannya. Karena iaitu baharu terungkap di akhir zaman, maka tak dapat tiada perumpamaan itu akan berlaku hanya di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh saja, karena hanya inilah satu-satunya Gereja yang disebut kerajaan sorga itu di bumi ini di akhir zaman, yang mewakili Kerajaan Sorga milik Tuhan Allah yang luas di angkasa raya. Oleh sebab itu para penganiaya itu hendaknya menyadari karena Jesus telah memperingatkan, bahwa: Berbahagialah mereka itu yang teraniaya karena sebab ROH NUBUATAN, karena mereka itulah pemilik yang sebenarnya dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di akhir zaman.  Selanjutnya hamba Tuhan mengatakan :

 

Kita semua perlu menyelidiki lebih daripada sebelumnya akan perumpamaan tentang sepuluh anak dara itu. Lima  dari  mereka  itu  bijaksana, tetapi  lima  lainnya  adalah  b o d o h.  Mereka yang bijaksana membawa minyak di dalam botol-botol  mereka berikut pelita-pelitanya. Inilah minyak yang suci itu yang dilambangkan di dalam Z a k h a r i a (Zakharia  4 : 11 - 14).  Gambaran ini  memiliki konsekwensi yang sangat penting bagi orang-orang yang mengaku  mengetahui kebenaran. Tetapi jika kita tidak mempraktikkan kebenaran itu, maka kita tidak akan memperoleh minyak itu, yang telah dialirkan habis melalui  kedua pipa keemasan itu.  Minyak itu diterimakan ke dalam botol-botol yang telah dipersiapkan bagi minyak itu. Itulah R o h  S u c i  di dalam hati yang bekerja oleh kasih lalu membersihkan jiwa. -- EGW. Bible Commentary, Vol. 7 A , p. 189.

 

Bukan oleh kuat, Bukan juga oleh kuasa,

Melainkan oleh R o h K u saja

(Zakharia 4 : 6)

 

Karena nubuatan Zakharia pasal 4  memiliki konsekwensi  besar terhadap keselamatan kita, maka marilah kita membicarakannya secara lebih terinci.  Nabi Zakharia menuliskannya sebagai berikut: Maka kembalilah malaikat yang berbicara dengan aku itu, lalu dibangunkannya aku bagaikan orang yang dibangunkan daripada  tidurnya. Maka katanya kepadaku, ' Apakah yang engkau lihat ?  Maka jawabku, 'Bahwasanya aku melihat sebuah kaki pelita  yang dari emas seluruhnya, dan sebuah mangkok  terdapat pada puncaknya, dan  iaitu memiliki tujuh buah pelita, dan tujuh buah pipa yang berada di atasnya, yang menghubungkan tujuh pelita itu, dan ada dua pohon zaitun di sampingnya, yang sebuah pada sebelah kiri  dari mangkok itu, dan yang lainnya pada sebelah kanannya. Demikian jawabku lalu kataku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu, Apakah artinya semuanya ini, Tuanku ?'

 

Maka jawab malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: 'Tiadakah engkau mengetahui artinya ini ?' Maka jawabku, 'Tidak Tuan.' Maka jawabnya  dan katanya kepadaku: 'Inilah firman Tuhan kepada Zerubabel, bunyinya:  Bukan  oleh k e k u a t a n,  juga bukan oleh  k e k u a s a a n, melainkan oleh R o h - KU, demikianlah firman Tuhan sekalian alam..

 

Lagi pula firman Tuhan telah datang kepadaku, sambil mengatakan: Bahwa kedua tangan Zerubabel telah meletakkan landasan dari rumah ini;  maka tangan-tangannya juga akan menyelesaikannya; maka akan diketahui olehmu bahwa Tuhan serwa sekalian alam telah mengutus aku kepadamu. ...................... Kemudian jawabku dan mengatakan kepadanya:  'Apakah artinya kedua pohon zaitun  ini yang terdapat pada sebelah kanan dan pada sebelah kiri dari  kaki pelita itu ? Maka kembali sahutku, lalu kataku kepadanya: 'Apakah  artinya kedua cabang zaitun ini, yang melalui kedua p i p a keemasan itu mengosongkan minyak keemasan  dari dalamnya ?  Maka  jawabnya kepadaku, katanya:' ................... Inilah keduanya yang diurapi itu yang berdiri di sisi Tuhan seluruh bumi. -- Zakharia  4  :  1- 6 , 8 , 9 , 11, 12 , 14.

 

Apa yang telah dilihat oleh nabi Zakharia itu, telah dilukiskan kembali dalam sebuah gambar oleh Sdr. Victor T. Houteff, salah seorang nabi akhir zaman yang telah  mengungkapkan nubuatan itu sebagai berikut :

 

 

 

Kaki Pelita  dari Emas =   Sidang Jemaat Laodikea

Kita selanjutnya mengikuti  a p a sebenarnya yang dimaksud  dengan  gambar  itu. Kita mulai dengan  Kaki Pelita  dari emas. Di bawah Ilham yang sama, Yahya Pewahyu pernah menuliskannya sebagai berikut: Rahasia dari tujuh bintang itu yang engkau lihat di dalam tanganku, dan tujuh kaki pelita emas itu. Tujuh bintang itu ialah malaikat-malaikat dari ketujuh Sidang Jemaat  itu, dan tujuh kaki pelita itu  yang engkau lihat ialah tujuh Sidang Jemaat itu.  Wahyu 1 : 20.

Karena nubuatan ini terungkap di akhir zaman, dan karena diperuntukkan hanya bagi umat Allah di akhir zaman, dan  karena tujuh kaki pelita dari nubuatan Wahyu  itu  melambangkan tujuh Sidang Jemaat yang di Asia, maka kaki pelita yang ketujuh  yang tampak pada nubuatan Zakharia di atas tak dapat tiada harus juga melambangkan Sidang Jemaat yang ketujuh,  yaitu Sidang Jemaat. Laodikea yang ada sekarang. Inilah satu-satunya Sidang Jemaat milik Allah yang sudah akan  menjelajahi seluruh  tujuh periode sejarah Wasiat Baru.

Dua Pohon Zaitun  = Wasiat Lama  dan Wasiat Baru

Ini dapat diketahui dari ucapan nabi Zakharia:   Maka jawab malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya  ................ : Inilah f i r m a n  T u - h a n  kepada Zerubabel, bunyinya, 'Bukan oleh kekuatan, juga bukan oleh kekuasaan, melainkan oleh ROHKU  saja, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Zakharia  4 :  4, 5, 6.

 

Karena Zerubabel  melambangkan seseorang  yang harus ditemukan di akhir zaman, maka iaitu tak dapat tiada harus ditemukan di dalam Sidang Jemaat Laodikea, yang dilambangkan oleh kaki pelita itu.  Jadi, sesuai dengan gambar di atas, maka  firman Tuhan itu tidak mungkin turun langsung dari langit, melainkan harus datang melalui  kedua buku Alkitab itu,  setelah terlebih dulu diinterpretasikan oleh para nabi Wasiat Baru yang hidup di akhir zaman.  Kedua buku Alkitab itu juga yang telah dinyatakan sebagai Keduanya yang diurapi itu yang berdiri di sisi Tuhan seluruh bumiZakharia  4 : 14, juga sebagai kedua Saksi dari Jesus bagi kita di akhir zaman ini. Jesus melalui mulut Yahya Pewahyu  mengatakan:  Maka  Aku  akan  memberikan  kuasa  kepada  k e - d u a  s a k s i K u,  maka  keduanya  itu akan b e r n u b u a t    ...... Wahyu  11 : 3. Pemazmur juga mengatakan:  Bahwa firman-Mu ialah pelita bagi kakiku dan terang bagi  jalanku.  Mazmur 119 : 105.

Kedua  Pipa Keemasan  itu   =  Saluran  Ilham

Perlu  diketahui bahwa pertama sekali ada terdapat  d u a  pipa keemasan yang  utama,  yang berfungsi mengalirkan  sampai habis minyak keemasan dari dalam  cabang-cabang  pohon zaitun itu ke dalam mangkok keemasan.  Bacalah  Zakharia 4  :  12.   Kemudian  ada lagi  7 (tujuh)  pipa  yang lebih kecil, yang berfungsi  mengalirkan  minyak keemasan  itu  dari dalam mangkok emasnya  ke dalam  tujuh  pelita dari kaki pelitanya itu  yang  berada di bawahnya. Kemudian kepada nabi Zakharia malaikat  menjelaskan:  Inilah firman Tuhan kepada Zerubabel, yang mengatakan, 'Bukan oleh kekuatan, juga bukan oleh kekuasaan, melainkan  hanya oleh ROH-KU,  demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.  Ayat  6.    Artinya:    Demikian itulah prosedurnya, bagaimana  firman  Allah yang bersumber dari  kedua buku Alkitab itu disampaikan kepada  Zerubabel  di  bumi  di  akhir zaman.  Harus terlebih dulu disalurkan melalui  2 (dua)  pipa emas  yang utama ke dalam mangkok  keemasannya.  Baharu dari mangkok keemasan  itu  disalurkan kepada  Sidang Jemaat Laodikea  melalui  tujuh pipa yang lebih kecil.

Mangkok  Emas =  Buku - Buku  ROH NUBUATAN

Mangkok emas itu tak dapat tiada melambangkan sesuatu wadah untuk menampung semua hasil interpretasi Alkitab di akhir zaman. Sekaliannya itu terdiri dari  buku-buku, traktat-traktat,  dan  sebagainya, yang  ditulis oleh para n a b i.  Dalam bahasa nubuatan, Yahya Pewahyu menamakannya  ROH NUBUATAN, yaitu kumpulan  praturan-peraturan pelaksanaan dari Hukum Torat,  yang diperuntukkan bagi semua umat Allah di akhir zaman. Bacalah Wahyu 19 : 10 Bag. B.   Kedua pipa emas yang utama  itu melambangkan  saluran Ilham,  yaitu  n a b i  - n a b i akhir zaman  yang bertugas menginterpretasikan  seluruh i s i  Alkitab, lalu menyampaikannya  berupa  Segala kebenaran  (Hujan Awal)    dan Segala  Perkara  yang  akan  Datang  (Hujan Akhir)  ke dalam  ROH NUBUATAN, untuk selanjutnya diteruskan kepada kita  oleh  para penginjil, gembala-gembala, dan guru-guru  yang telah diangkat oleh Jesus sendiri, sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasul Paulus di dalam Epesus  4  : 11 - 14.  Jadi,  para penginjil, para p e n d e t a atau gembala, dan guru-guru  itulah yang dilambangkan oleh  7 (tujuh)  pipa  yang menghubungkan  mangkok keemasan dengan pelita-pelita  pada kaki pelita yang ada di bawahnya.

 

Minyak   Keemasan  =  Kebenaran  Ilham

 

            Minyak  Keemasan  itu  tak dapat tiada melambangkan  semua Kebenaran Ilham yang  diperoleh  dari seluruh hasil interpretasi Alkitab yang resmi.   Minyak keemasan itulah yang  kini ditemukan h a n y a  di dalam ROH NUBUATAN.  Interpretasi Alkitab yang resmi ialah interpretasi yang dilakukan sesuai prosedur  Hukum Allah yang diperlihatkan di dalam nubuatan Zakharia pasal 4. Inilah satu-satunya  interpretasi  Alkitab  yang dilakukan,  b u k a n   oleh  kekuatan  dan kemampuan  pribadi  dari para penguasa GEREJA, juga b u k a n  oleh kekuasaan Organisasi  GEREJA-GEREJA itu, melainkan  oleh  bimbingan dari ROH  ALLAH  saja, sesuai dengan prosedur yang telah digariskan. Bukan oleh kekuatan, bukan juga oleh kekuasaan, melainkan oleh Roh-Ku  saja, demikian firman Tuhan serwa sekalian alam.

 

Zerubabel  melambangkan  n a b i  yang  terakhir

 

            Zakharia  4 : 6, 8, 9.  berbunyi:  Kemudian  ia menjawab dan berbicara  kepadaku, katanya, 'Inilah firman Tuhan kepada Zerubabel, bunyinya, bukan oleh kekuatan, bukan juga oleh kekuasaan, melainkan oleh ROH-KU  saja, demikianlah firman Tuhan sekalian alam. ............. Lagi pula firman Tuhan datang  lagi kepadaku, bunyinya:  'Tangan-tangan Zerubabel  telah  meletakkan  pondasi  rumah ini;  tangan-tangannya  juga  akan menyelesaikannya; maka  akan  diketahui  olehmu,  bahwa Tuhan  serwa  sekalian alam  telah mengutus aku kepadamu.

 

             Karena nubuatan Zakharia itu baharu terungkap pengertiannya di akhir zaman, maka  kita tak dapat tiada  akan menemukan  2 (dua) orang n a b i   Tuhan Allah yang bertugas  bagi kita di akhir  zaman. Zakharia sebagai  n a b i  akan  melambangkan   n a- b i  yang pertama,  sebab dialah yang menyalurkan minyak keemasan dari kedua cabang Zaitun itu ke dalam mangkok untuk diteruskan kepada Zerubabel. Kemudian Zerubabel  akan melambangkan  n a - b i  yang kedua, sebab dia juga meletakkan pondasi rumah.  Kedua n a b i  itu  harus  ditemukan di dalam  Sidang Jemaat Laodikea karena  hanya inilah  GEREJA  milik Tuhan Allah  yang hidup  di akhir  zaman.             

           

Di zaman Wasiat Lama Zerubabel dikenal  sebagai kepala proyek pembangunan kembali  Jerusalem  di zaman Ezra dan Nehemia.  Dalam nubuatan ini dinyatakan bahwa tangan-tangan Zerubabel meletakkan pondasi rumah ini (ayat 9). Karena ini adalah  sebuah nubuatan, maka kata-kata, meletakkan pondasi rumah  ini  akan s a m a artinya  dengan membangun  moral  tubuh Kristus  pada Epesus  4 :  12 (Bag. Akhir). Membangun moral tubuh Kristus  (Edifying the body of Christ)  ialah membangun  moral GEREJA Kristen  dengan ajaran firman Allah. Ini adalah tugas dari nabi-nabi Wasiat Baru, maka inilah yang membuktikan, bahwa Zerubabel  benar-benar melambangkan  seorang   n a b i,  dan dialah  n a b i  yang kedua  dan  t e r a k h i r  di akhir zaman  karena  Tangan-tangan Zerubabel  telah meletakkan pondasi rumah ini; tangan-tangannya juga yang akan menyelesaikannya. (Zakharia 4 : 9).

 

Di dalam  gambar  dari nubuatan  Zakharia di atas, kedua n a b i  itu telah dilambangkan oleh  dua pipa keemasan,  yang telah mengalirkan  sampai habis minyak keemasan  ke dalam mangkok keemasannya  yang melambangkan  ROH NUBUATAN.    N a b i  yang pertama   telah ditugaskan  untuk menghimpunkan bagi kita  Segala Kebenaran   yang dilambangkan oleh  Hujan Awal,  dan n a b i  yang kedua  ditugaskan mengungkapkan  Segala Perkara yang akan Datang  yang dilambangkan oleh Hujan Akhir. Untuk ini bacalah nubuatan dari nabi Yoel di dalam bukunya Yoel 2 : 23. Kita sekarang sesungguhnya sudah berada di dalam bulan yang pertama itu.

 

Karena berasal dari Tuhan Allah yang s a m a, maka  tugas dari nabi-nabi itu  adalah saling melengkapi.  Nabi yang datang kemudian  akan melengkapi dan menyempurnakan  semua hasil kerja  dari para nabi sebelumnya.  Dengan demikian, maka tidak akan ada satupun kebenaran ilham  yang terbuang  oleh datangnya nabi-nabi  baru di  akhir zaman.

 

Oleh datangnya  nabi  yang terakhir  yang dilambangkan oleh Zerubabel, maka  lengkaplah  sudah ROH NUBUATAN  yang diramalkan pada Wahyu 19 : 10 (Bag. akhir)  itu tersedia bagi kita.  Dengan demikian terbentuklah  pula  apa yang disebut  k e j u   dari nubuatan Jesaya  7 :  15   itu.  Dan dengan demikian inilah Zerubabel   telah  meletakkan pondasi  rumah  Allah  di akhir  dunia sekarang ini. Jadi dengan adanya firman Tuhan kepada Zakharia  bahwa  Tangan-tangan Zerubabel telah meletakkan pondasi rumah ini; tangan-tangannya juga yang akan menyelesaikannya,  maka  ini berarti, bahwa seluruh  Alkitab itu sudah habis diinterpretasikan ke dalam  ROH NUBUATAN,  dan tidak akan ada lagi n a b i   yang lain yang akan datang  kemudian.

           

Kedua n a b i   akhir zaman itu k i n i  sudah tiada, sebab mereka sudah lebih dulu meninggal dunia  mendahului kita.  Namun  ROH NUBUATAN  sajian mereka itu  kini   sudah menjadi pondasi i m a n  kita umat Allah di akhir dunia sekarang ini. 

 

                      M a k n a    D a r i    N u b u a t a n    I n i

 

Semenjak dari mulanya nabi Musa telah menegaskan bahwa, Perkara-perkara yang rahasia  itu adalah milik Tuhan Allah kita, tetapi perkara-perkara itu yang diungkapkan  adalah  bagi  milik  kita  dan  anak cucu kita  sampai  selama-lamanya, s u p a y a dapatlah kita melakukan semua perkataan dari Hukum Torat ini.  Ulangan 29 : 29.        

 

Sebuah contoh  dari perkara perkara yang rahasia  itu dapat dibaca pada  Wahyu 10 : 4  yang berbunyi:  Maka setelah   t u j u h   g u n t u r itu mengeluarkan suara mereka, aku sedang akan menulisnya, tetapi ku dengar sebuah suara dari langit mengatakan kepadaku, Meteraikanlah perkara-perkara itu yang diucapkan oleh tujuh  guntur itu, dan jangan menuliskannya. Karena Yahya tidak diperkenankan untuk menuliskannya, maka apa yang dimaksud dengan  suara-suara dari tujuh guntur itu tidak tersedia di dalam buku Wahyu. Itulah sebabnya, maka tidak ada yang dapat diinterpretasikan bagi kita dari hal  tujuh  guntur itu.

 

Tetapi semua yang lainnya ternyata sudah diungkapkan. Wasiat Lama adalah yang pertama sekali diungkapkan secara bertahap semenjak dari zaman Musa sampai  dengan nabi Maleakhi. Kemudian Wasiat Baru telah diungkapkan oleh para rasul dalam abad yang pertama  sampai dengan buku Wahyu  yang telah ditulis dalam tahun 96 TM. Sesudah itu oleh  datangnya masa aniaya  besar  dalam sejarah penindasan Romawi Katholik  yang lalu, dan setelah Alkitab dilenyapkan dari peredarannya selama  lebih  dari 1000 (seribu) tahun penindasan  itu, maka kembali  Alkitab itu diungkapkan pengertiannya secara bertahap oleh  para n a b i  Wasiat Baru, yang telah dipelopori oleh  Martin  Luther. Demikianlah kita kemudian sampai kepada  kedua n a b i akhir zaman, yang telah melaksanakan berbagai tugas mereka sebagaimana yang terungkap pada nubuatan  Zakharia pasal 4 di atas.

 

Kiranya jelaslah sudah, mengapa Wasiat Lama dan Wasiat Baru yang dilambangkan oleh kedua pohon Zaitun pada nubuatan Zakharia pasal 4 itu, sudah harus diinterpretasikan kembali  semenjak dari Luther, dan kemudian dihimpun kembali menjadi  Segala  Kebenaran (atau Hujan Awal)  oleh  n a b i  akhir zaman yang pertama (Nyonya Ellen G. White) di atas. Demikian pula halnya, mengapa berbagai  rahasia nubuatan  dan perumpamaan-perumpamaan Jesus itu baharu terungkap di akhir zaman, untuk dihimpun menjadi Segala perkara yang  akan datang (Hujan Akhir) oleh  perantaraan Zerubabel, yang  melambangkan  n a b i  akhir zaman yang kedua  dan terakhir  itu (Sdr.  Victor T. Houteff) ! Untuk semuanya inilah nabi Yoel menyerukan kepada kita: Bersuka-citalah, hai kamu anak-anak Sion, dan bergembiralah dalam Tuhan Allahmu, karena IA telah memberikan kepadamu hujan awal itu dengan lunaknya, maka IA akan menurunkan atas kamu h u j a n,  yaitu hujan awal  dan  hujan akhir dalam bulan yang pertama. Yoel 2 : 23. Hujan awal dan hujan akhir itu ternyata sudah turun sejak tahun 1929 yang lalu, dan kita kini sudah berada dalam bulan yang pertama itu. Itulah gabungan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 dari Houteff dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White, yang kini sedang menerangi bumi, dimulai di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh kita.

 

Di dalam  Ulangan 29 : 29  itu  juga  Musa telah memperingatkan, bahwa perkara-perkara yang diungkapkan itu  adalah  bagi  kita,  s u p a y a   kita melakukan semua perkataan dari  Hukum Torat.  Jadi,  ROH NUBUATAN itu  saja  yang akan berisikan  semua petunjuk pelaksanaan bagi kita di akhir  dunia sekarang ini,  s u p a y a  dapat kita melakukan semua perkataan dari  Hukum  Kasih  itu  selengkapnya dengan benar. Sepuluh Perintah dari  Hukum Kasih itu  baharu  hanya berisikan garis - garis besarnya  dari  berbagai tabiat Allah  yang harus ditiru dan dihayati di bumi ini.  Rincian  peraturan pelaksanaannya tersedia h a n y a   di dalam ROH NUBUATAN. Oleh sebab itu, orang yang melalaikan ROH NUBUATAN   akan kehilangan  semua jalan yang menuju ke pertobatan. Inilah dosa yang tak terampuni lagi, sebab pelakunya  tidak pernah lagi dapat  kembali bertobat.

Kenyataan  Sejarah dari Nubuatan  ini

Karena nubuatan Zakharia pasal 4 itu baru terungkap pengertiannya di akhir zaman, maka kita tak dapat tiada akan menemukan kegenapan sejarahnya di waktu ini. Semua perkataan nubuatan itu  harus digenapi di dalam Sidang Jemaat Laodikea,  karena inilah GEREJA milik Tuhan Allah yang terakhir dalam sejarah Wasiat Baru.  Ciri-ciri  umat Allah di akhir dunia  sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas ialah,  Memegang Sepuluh Perintah dari Hukum Torat  dan  Menganut Kesaksian Jesus Kristus yang disebut ROH NUBUATAN itu.  Jadi, GEREJA  Tuhan  Allah yang terakhir ini akan dikenal  pertama sekali  karena memelihara kesucian Hari Sabat  dari  Perintah Keempat  Hukum Torat.  Sekalipun kondisi kerohaniannya yang diramalkan pada nubuatan Jesaya 4 : 1  s a - m a  rendahnya dengan GEREJA-GEREJA lainnya, namun  hanya kepada  GEREJA inilah berbagai nubuatan itu telah ditawarkan bagi pertobatannya.

 

Nabi Zakharia  mengatakan:  Kemudian i a  (malaikat  dari ayat  pertama) menjawab dan mengatakan kepadaku, bunyinya:  'Inilah f i r m a n Tuhan kepada  Zerubabel, kata-Nya,  'Bukan oleh kekuatan, bukan juga oleh kekuasaan, melainkan oleh ROH-KU saja. Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.' Zakharia 4 : 6.

 

Karena Zerubabel  melambangkan seseorang  n a b i di akhir zaman di dalam GEREJA penganut Hari Sabat (kaki pelita),  maka  f i r m a n Tuhan kepadanya bukan datang langsung dari kedua pohon zaitun (Alkitab) oleh kekuatan (pribadi pendeta),  bukan  juga oleh  kekuasaan (Organisasi GEREJA),  melainkan  dari   Roh  Nubuatan  (dari  mangkok emas), yaitu  hasil interpretasi Alkitab dari  n a b i  yang  mendahuluinya. Sejarah membuktikan, bahwa jika GEREJA Protestan sejak mulanya telah dibangun moralnya oleh Martin Luther berlandaskan pada ajaran Orang Benar Hidup oleh Iman, maka GEREJA dari Sidang Jemaat Laodikea sejak mulanya dalam tahun 1844 telah dibangun moralnya  oleh Nyonya  Ellen G. White berlandaskan pada Roh Nubuatan. Di dalam Roh Nubuatan  dari Nyonya Ellen G. White itulah telah ditampung semua Kebenaran Alkitab yang telah diungkapkan sebelumnya semenjak dari zaman Luther. Ini seyogyanya dapat dimengerti, sebab sudah menjadi prinsip dalam Firman Allah, bahwa setiap Kebenaran Baru yang datang, iaitu tidak akan menghilangkan  Kebenaran-Kebenaran yang sudah ada sebelumnya. Dengan demikian, maka Roh Nubuatan itulah yang melambangkan Segala Kebenaran  atau  S u s u   atau Hujan Awal, yang masih  akan dilengkapi  lagi dengan Segala Perkara yang akan Datang, yaitu keju  atau  Hujan Akhir.  Bertolak dari Roh Nubuatan dari Nyonya White yang berisikan Segala  Kebenaran itu,  maka  Roh Kebenaran dari Yahya 16 : 13  itu kemudian menghantarkan Victor T. Houteff  kepada Segala Perkara yang akan Datang  yang kemudian telah dibukukannya bagi kita  dengan nama  Tongkat Gembala.

 

Pada waktu ini  karena dikenal  oleh  karyanya mengungkapkan semua nubuatan Wasiat Lama, nubuatan Wahyu, dan berbagai perumpamaan Jesus dari Wasiat Baru,  maka  Zerubabel  tak dapat tiada melambangkan  Victor T. Houteff  dengan buku-buku  terbitan  Tongkat Gembalanya. Semua Kebenaran dari Tongkat Gembala itu tidak meniadakan  Roh Nubuatan (dari Nyonya Ellen G. White), melainkan justru  bergabung  untuk  kemudian  menjadi apa  yang disebut   K e j u atau ROH NUBUATAN  itu.  Dengan  k e j u  atau  ROH NUBUATAN  itu Zerubabel telah meletakkan pondasi  rumah Allah  atau GEREJA di akhir dunia ini.  Demikian inilah, maka  Victor T. Houteff  menegaskan:  Karena Alkitab dan buku-buku Roh Nubuatan merupakan satu-satunya sumber dari pekabaran Tongkat Gembala,  maka apabila  Tongkat itu diajarkan, Alkitab dan Roh Nubuatan  juga  harus  diajarkan.   Fundamental Beliefs of the Davidian SDA, p. 27.  Dan kemudian Nyonya Ellen G. White juga mengatakan:  Para  p e n d e t a  harus  menyajikan  perkataan nubuatan yang pasti sebagai  l a n d a s a n  I m a n  dari Masehi Advent Hari Ketujuh.  Gospel Workers, p. 148.
 

Nyonya Ellen G. White semenjak dari masa remajanya hanya menikmati pendidikan sampai setingkat Sekolah Dasar kelas IV. Kemudian karena sebab sesuatu kecelakaan, maka  sampai  meninggal dunia dalam tahun 1915 ia tidak pernah memiliki fisik yang sehat sempurna  sebagaimana halnya dengan orang kebanyakan di waktu ini. Ia telah muncul sebagai salah seorang penerus  reformasi Luther  sejak tahun 1844.  Dan iapun dikenal sebagai salah seorang pendiri GEREJA Masehi Advent Hari Ketujuh. Sekalipun dalam keadaan yang serba kekurangan itu ia telah berhasil menerbitkan Roh Nubuatan dalam buku-buku, traktat-traktat, majalah-majalah, yang sekian banyaknya, yang telah berhasil mentobatkan berjuta-juta umat Masehi Advent Hari Ketujuh sampai kepada hari ini. Buku-Bukunya itu kini tersebar di seluruh dunia, merupakan  sesuatu karya yang belum pernah tertandingi oleh sarjana Alkitab manapun juga di zamannya sampai kepada hari ini. Manusia sekaliber  Ellen G. White  tak dapat tiada sudah lama tercatat di dalam sejarah dunia. Kita dapat saja menemukan namanya di dalam berbagai buku Encyclopedia  yang ada.

 

Kemudian  Victor T. Houteff, seorang immigran dari Bulgaria yang kemudian telah menetap dan menjadi warga negara Amerika Serikat, telah bergabung dengan  GEREJA Masehi Advent Hari Ketujuh  dalam tahun 1919.  Setelah membaca  sendiri   Alkitab dan buku-buku Roh Nubuatan, maka ia kemudian telah berhasil secara mentaajubkan mengungkapkan rahasia dari berbagai nubuatan Alkitab dan perumpamaan-perumpamaan Jesus  di dalam  buku-buku dan traktat-traktat terbitan Tongkat Gembala. Seorang anggota gereja biasa (bukan pendeta), dengan latar belakang pendidikan yang tidak tinggi, Victor T. Houteff ternyata telah menggoncangkan seluruh dunia Masehi Advent Hari Ketujuh oleh buku-bukunya  sampai kepada hari ini.  Ia telah meninggal dunia dalam tahun 1955,  namun namanya  tidak  begitu saja ikut lenyap bersamanya karena iapun telah ikut diabadikan bersama-sama dengan Ellen G. White di dalam berbagai  dokumen sejarah dunia.

 

Dengan terungkapnya nubuatan Zakharia pasal 4  itu  di antara kita, maka ingatlah selalu,  bahwa  sebagaimana firman Tuhan kepada Zerubabel  dahulu, maka demikian pula  firman Tuhan kepada masing-masing kita di waktu ini, kata-Nya,  bukan oleh kekuatan (dari pribadi pendeta), bukan juga  oleh kekuasaan (dari Organisasi GEREJA), melainkan  oleh  ROH-KU pada ROH NUBUATAN  itu saja, yang akan mengungkapkan semua permasalahan keselamatan kita di akhir dunia sekarang ini; demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Zakharia 4 : 6. Kekuatan dan Kekuasaan  yang menguasai mimbar  gereja-gereja di waktu ini ternyata tidak lagi digunakan Tuhan untuk menyampaikan Kebenaran-Nya kepada kita. Sebab mereka menyalurkannya langsung dari pohon zaitun ke kaki pelita.  Akibatnya  pelita-pelita itu tidak pernah lagi menyala. Inilah pula sebabnya, maka kepada kita diwajibkan untuk membaca sendiri dan mendengarnya langsung kepada ketujuh pipa (para penginjil, para gembala, dan guru-guru) yang menghubungkan  mangkok emas dengan kaki pelita di bawahnya. Berbahagialah d i a yang membaca, dan mereka yang mendengar (dari penginjil, gembala, guru) semua perkataan dari nubuatan ini (ROH NUBUATAN), lalu  mematuhi semua perkataan itu yang terkandung di dalamnya, karena masa itu sudah dekat.  Wahyu 1 : 3.

 

Hanya ROH NUBUATAN Yang Dapat Menyelamatkan 

 

   Dengan terungkapnya seluruh i s i Alkitab sesuai prosedur yang digariskan melalui nubuatan Zakharia pasal 4 itu, maka genaplah pula ucapan nabi Musa yang berbunyi: Semua perkara yang rahasia itu adalah milik Tuhan Allah saja, tetapi  perkara-perkara itu yang akan diungkapkan adalah  bagi  milik  kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, s u p a y a dapatlah kita melakukan semua perkataan dari hukum Torat ini. -- Ulangan 29 : 29

 

     Terbukti kini bahwa karena semua perkara-perkara itu (di dalam Alkitab) sudah terungkap seluruhnya, maka  k i t a  supaya mematuhi dan melakukan semua perkataan dari hukum Allah itu dengan benar.  Semua perkara-perkara di dalam Alkitab sudah selengkapnya diungkapkan bagi kita, di dalam mangkok emas dari Zakharia pasal 4  sebagai wadahnya. Dan itulah ROH NUBUATAN yang berisikan berbagai peraturan pelaksanaan dari hukum Torat, untuk dipatuhi dan dihayati dalam peribadatan kita di akhir zaman ini. Hanya  itulah  peraturan-peraturan pelaksanaan  yang   s e l u r u h n y a  harus dipatuhi dan dilaksanakan dalam rangka mematuhi Sepuluh Perintah dari hukum Allah di bumi ini.

 

  Di sinilah  terbukti,  bahwa  h a n y a  Kebenaran  dari  ROH NUBUATAN  yang   l e n g k a p, yang dapat menyelamatkan manusia ke dalam Kerajaan Sorga.  H a n y a  Kebenaran dari ROH NUBUATAN yang lengkap yang dapat memungkinkan kita mematuhi Sepuluh Perintah Allah itu selengkapnya, bahkan sampai kepada yang sekecil-kecilnya. Sebaliknya, setiap kelalaian untuk mematuhi berbagai peraturan pelaksanaan dari hukum Torat, sebagaimana yang telah diatur di dalam ROH NUBUATAN,  akan berarti  d o s a  atau pelanggaran hukum.  Tanpa pertobatan, maka tidak akan ada pengampunan dosa. Jesus menyelamatkan  manusia  b u k a n  d a l a m  d o s a,  melainkan  d a r i  d o s a, maka barangsiapa yang  mengasihi Dia hendaklah  menunjukkan kasihnya itu dalam penurutan. Review and Herald, vol. 6, p. 45.

 

 Oleh karena itu, hendaklah disadari bahwa sekiranya dengan Kebenaran yang tidak sepenuhnya lengkap Tuhan Allah masih mau menyelamatkan manusia ke dalam Kerajaan-Nya, maka ini berarti semua Gereja-Gereja Babil di bumi ini sudah akan dapat diselamatkan ke sorga, tanpa sepenuhnya bertobat.  Dan inilah sesuatu yang tidak mungkin, tidak masuk akal, dan  justru melanggar hukum. 

 

Dari ROH NUBUATAN itu juga akan diketahui, bahwa sebelum dapat diselamatkan ke dalam Kerajaan yang akan datang, kita harus terlebih dulu berjuang untuk masuk menjadi bagian dari kelas lima anak dara yang bijaksana itu. Kita semua perlu menyelidiki lebih dalam daripada sebelumnya akan perumpamaan tentang sepuluh anak dara itu. Lima dari mereka itu bijaksana, tetapi lima lainnya adalah  b o d o h.  Mereka yang bijaksana membawa minyak di dalam botol-botol  mereka berikut pelita-pelitanya. Inilah minyak yang  suci  itu yang dilambangkan  di  dalam  Z a - k h a r i a   (Zakharia  4 : 11 - 14). Minyak  itu diterimakan  ke  dalam botol-botol yang  telah dipersiapkan bagi minyak itu. Itulah R o h  S u c i  di dalam hati yang bekerja oleh kasih lalu membersihkan jiwa. -- EGW. Bible Commentary, Vol. 7 A, p. 189.

              

Di Dalam Kerajaan Yang Akan Datang

 

Karena buku Wahyu  kini sudah seluruhnya terungkap pengertiannya, maka ucapan rasul Yahya berikut ini tak dapat tiada akan sangat bermakna bagi kita.  Yahya mengatakan:  Lalu ku pandang, maka tiba-tiba aku tampak seekor Anak Domba  berdiri di gunung Sion,  dan bersama-sama dengannya adalah mereka yang  seratus empat puluh empat ribu itu, yang memiliki nama Bapa tertulis pada dahi-dahi mereka. Inilah mereka  itu yang tidak  tercemar  dirinya  dengan   wanita-wanita, karena  mereka  adalah  a n a k a n a k   d a r a. Inilah mereka itu yang mengikuti Anak Domba itu kemana saja Ia pergi. Mereka ini ditebus dari antara manusia, merupakan    b u a h b u a h  pertama bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. Dan di dalam mulut mereka itu tidak didapati t i p u, karena mereka adalah tanpa salah di hadapan tahta Allah. --  Wahyu 14 : 1, 4 5. 

 

Jesus yang disaksikan oleh Yahya di atas itu ternyata masih berstatus Anak Domba, yang bertugas sebagai Juru Selamat. Ini berarti bahwa peristiwa yang dinubuatkan itu tak dapat tiada akan jadi  s e b e l u m masa kasihan berakhir, sebelum Jesus menanggalkan jubah keimammatan-Nya, untuk  beralih tugas menjadi  r a j a, jauh sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali ke bumi ini.  Kemudian perihal mereka 144.000 itu, kepada kita hamba Tuhan Nyonya White mengatakan: Marilah kita berjuang dengan seluruh kekuatan yang sudah Allah karuniakan pada kita untuk masuk di antara mereka 144.000 itu. Review & Herald, March 9, 1905.

 

Karena seruan hamba Tuhan Nyonya White itu ditujukan khusus kepada umat Masehi Advent Hari Ketujuh, dan karena ternyata sampai kepada hari ini 144.000 umat kesucian itu belum juga muncul, maka seyogyanya kita menanyakan kembali kepada Yahya Pewahyu  identitas mereka 144.000 itu yang sebenarnya. Dari Wahyu 14 : 4 di atas dapatlah diketahui  sebagai berikut:

a. Mereka itu tidak tercemar dirinya dengan w a n i t a - w a n i t a, karena mereka adalah a n a k - a n a k  d a r a.  Karena kita sedang membicarakan sesuatu nubuatan, maka wanita-wanita itu tak dapat tiada melambangkan Gereja-Gereja, dan anak-anak dara itu tentunya dimaksudkan kepada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh saja. Jadi jelaslah, bahwa mereka 144.000 itu bukan berasal dari Gereja-Gereja Babil di luar, sebab mereka itu berasal dari kelas lima anak dara yang bijaksana, penganut ROH NUBUATAN, di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.

b. Mereka itu ditebus dari antara manusia, dan merupakan buah-buah pertama bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. Artinya, mereka 144.000 itu akan merupakan buah-buah dari hasil penuaian yang pertama di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh saja. Buah-buah kedua baharu akan dituai dari luar Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di seluruh dunia, di bawah kuasa dari Roh Suci Hujan Akhir yang akan datang. Dan hasilnya akan berlimpah-limpah, tak terhitung banyaknya.

c. Di dalam mulut mereka itu tidak didapati t i p u, artinya, mereka 144.000 itu sama sekali tidak terlibat dalam sesuatu dosa apapun karena menambah-nambah atau mengurang-ngurang daripada sesuatu kebenaran yang ada di dalam ROH NUBUATAN. Jadi, mereka itu tidak pernah di dapati bersalah terhadap apa yang diatur di dalam Wahyu 22 : 18, 19.

Sekalipun demikian, karena ternyata tidak semua anak dara yang bijaksana  akan masuk dalam rombongan 144.000 itu, maka tak dapat tiada akan ada sebagian dari mereka itu yang akan memiliki t i - p u di dalam mulutnya, karena terlibat dalam dosa yang diatur pada Wahyu 22 : 18, 19. Sebagian lagi akan diambil mati untuk kemudian bangkit dalam kebangkitan khusus dari Daniel 12 : 2  bersama-sama dengan Nyonya White, Sdr. Victor T. Houteff dan lain-lainnya. Memang, akan ada banyak yang terpanggil, tetapi hanya sedikit yang terpilih.

K e s i m p u l a n

 

Dari kata-kata nubuatan Zakharia itu yang berbunyi:  Inilah firman Tuhan kepada Zerubabel,  yang berbunyi: Bukan oleh kekuatan, bukan juga oleh kekuasaan, melainkan oleh R o h K u  saja, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Zakharia 4 : 6, menunjukkan bahwa sewaktu nubuatan ini terungkap, firman Tuhan yang disampaikan di dalam  gereja-gereja milik-Nya  di akhir zaman ini  sedang marak diciptakan hanya oleh kekuatan pribadi dari pendeta-pendeta dan oleh kekuasaan organisasi dari General Conference of SDA.  Ini dapat kita saksikan sendiri pada setiap Sabat, baik melalui mimbar-mimbar gereja yang ada maupun melalui buku-buku Sekolah Sabat yang terbit setiap tiga bulan sekali. 

 

Para penghotbah yang pada umumnya adalah para sarjana tamatan sekolah nabi-nabi ternyata sama sekali tidak mampu untuk mengungkapkan  i s i  Alkitab  sampai tuntas. Bahkan pada kenyataannya belum pernah ada satupun nubuatan dari Wasiat Lama atau dari buku Wahyu yang berhasil dihotbahkannya dengan memuaskan sampai kepada hari ini. Hotbah-hotbah yang diberikan selama ini melalui mimbar-mimbar ternyata lebih banyak memberitakan pribadi dari penghotbahnya sendiri daripada menghotbahkan firman Allah. Sementara itu buku-buku Sekolah Sabat hanya menyajikan pelajaran-pelajaran yang itu-itu saja dari tahun ke tahun, tanpa satupun yang baru yang menyegarkan bagi pertumbuhan kerohanian umat. Bahkan untuk seolah-olah meningkatkan mutu, maka pelajaran-pelajaran yang disajikan itu telah dilengkapi dengan komentar dari para sarjana, disertai sedikit tambahan dari Roh Nubuatan dari Nyonya White. Kesemuanya telah disusun sedemikian rupa dengan bahasa yang sangat muluk, sehingga tampaknya sangat bermutu, padahal justru makin membingungkan. Untuk semuanya ini hamba Tuhan sejak jauh-jauh hari sebelumnya telah meramalkannya sebagai berikut :

 

Ada orang-orang yang berdiri di mimbar-mimbar bagaikan gembala-gembala, yang bertugas memberi makan kawanan domba, padahal domba-domba itu sedang lapar akan roti hidup. Ada banyak hotbah yang panjang-panjang, yang kebanyakan telah dibuat dikaitkan dengan lelucon-lelucon; tetapi hati  para pendengarnya  tidak tersentuh.  P e r a s a a n sebagian orang mungkin tergerak, mereka mungkin saja mengeluarkan sedikit air mata, namun h a t i  mereka itu tidak hancur. Tuhan Jesus ternyata hadir  sewaktu mereka itu menyampaikan a p a yang disebut hotbah-hotbah, namun semua perkataan mereka itu adalah hampa akan embun dan hujan dari sorga.  Mereka itu membuktikan, bahwa keduanya yang diurapi itu yang dilukiskan oleh nabi Zakharia (lihat pasal 4) belum melayani mereka, sehingga dapat mereka melayani orang-orang lainnya. Apabila keduanya yang diurapi itu mengosongkan dirinya melalui pipa-pipa keemasan, maka minyak keemasan  dengan sendirinya mengalir keluar ke dalam mangkok-mangkok emas, untuk selanjutnya mengalir ke dalam pelita-pelita, yaitu gereja-gereja. Inilah pekerjaan dari setiap hamba yang benar dari Allah yang hidup, yang membaktikan dirinya kepada tugas. Tuhan Allah dari sorga tidak mungkin banyak merestui a p a yang dibawakan ke dalam mimbar oleh orang-orang yang bertugas membicarakan firman Allah. Mereka itu tidak menanamkan pendapat-pendapat yang akan menjadi suatu berkat bagi orang-orang yang  mendengarkannya. Adalah makanan kuda, yaitu makanan kuda yang paling kasar yang telah disajikan ke hadapan umat.  --- Testimonies to Ministers, pp. 336, 337.

                                                           

* * *