Barisan Terdepan  
 dari Buah-Buah Pertama, berikut bala tentaranya.
Siapakah mereka itu ?

 

Didalam buku “Keimmamatan dari Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh”, halaman 3, hamba Tuhan Victor T. Houteff menulis sebagai berikut :

“Nama, Davidian, berasal dari nama raja Israel kuno yang lalu, yang muncul dengan Persekutuan ini oleh alasan beberapa pendapat sebagai berikut : Pertama, ia berdedikasi kepada tugas memberitakan dan mengemukakan kembalinya kerajaan Daud itu dalam contoh saingannya  (seperti yang diramalkan di dalam Hosea 1 : 11; 3 : 5), yang di atas tahtanya Kristus ‘putera Daud’ itu akan duduk. Kedua, ia menyatakan dirinya sendiri untuk menjadi yang pertama daripada buah-buah pertama orang-orang hidup, yaitu barisan terdepan (vanguard) dari antara orang-orang keturunan Yahudi yang ada sekarang yang telah membentuk Gereja Kristen yang mula-mula. Dengan munculnya barisan terdepan (vanguard) ini berikut bala tentaranya, yaitu buah-buah pertama itu, dari mana akan dipilih masing-masing 12.000 orang dari pada kedua belas suku bangsa Yakub, yaitu “mereka yang 144.000 itu” (Wahyu 14 : 1; 7 : 2 – 8) yang akan berdiri di Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu (Wahyu 14 : 1; 7 : 2 – 8), maka dimulailah pemerintahan Daud contoh saingan itu.” – The Leviticus of The Davidian SDA, p. 3. (Bahasa Inggris).

Karena nubuatan yang mengungkapkan Kerajaan Daud berikut 144.000 warganya yang pertama yang akan datang baharu saja diungkapkan oleh Sdr. Victor T. Houteff sejak tahun 1929 yang lalu, maka mereka yang akan pertama sekali menggenapi ucapan hamba Tuhan Houteff di atas, tak dapat tiada adalah Houteff sendiri berikut semua pengikutnya di masa lalu. Houteff sebagai n a b i berikut dinas pelayanan pilihan Ilahi-nya yang lain, tak dapat tiada akan menjadi yang pertama daripada buah-buah pertama orang-orang hidup itu, sementara para pengikut mereka akan menjadi bala tentaranya. Sesuai dengan ucapannya di atas, maka baik mereka sebagai barisan terdepannya maupun para pengikutnya sebagai bala tentara, semua mereka itu tergolong pada hanya buah-buah pertama orang-orang hidup. Mereka yang bermarkas besar di Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, sebagai Pusat Pekabarannya yang permanen sampai kepada akhir masa kasihan bagi sidang jemaat Laodikea yang akan datang, ialah barisan terdepan daripada buah-buah pertama itu, sedangkan bala tentaranya akan terdapat dimana saja di seluruh Davidian di semua Gereja MAHK di dunia ini. Bala tentaranya itulah, yang dalam bahasa nubuatannya dikenal sebagai “tempat-tempat tinggal dari para gembala” di Karmel (Amos 1 : 2).

Sekalipun demikian, karena hamba Tuhan Houteff yang sederhana itu sudah tiada, dan bahkan karena markas besarnya yang berlokasi secara permanen di Pusat Karmel di Waco, Texas, itupun sudah pernah berganti tangan, dan bahkan sudah berdiri lagi beberapa markas besar tiruan lainnya di beberapa tempat di Amerika Serikat, yang sama-sama menamakan dirinya Pusat Karmel di Amerika Serikat, maka permasalahannya kini makin hari makin kabur : Siapakah sebenarnya mereka itu  di waktu ini  yang pantas secara hukum Allah untuk disebut : Barisan terdepan dari buah-buah pertama orang-orang hidup berikut bala tentaranya ?

Sesudah membahas secara lebih luas kondisi kerohanian sidang jemaat Laodikea kita sampai dengan kondisi kerohanian dari Pusat-Pusat Pergerakan Reformasi yang menamakan diri mereka “Pusat Gunung Karmel” atau General Association of Davidian SDA di Amerika Serikat, di dalam 3 (tiga) makalah kami :

 

  1. Kapan, Mengapakah Tuhan mengambil kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri,
  2. Pada Akhir Penuaian,
  3. Tidak lagi diperlukan General Conference of SDA, atau General Association of Davidian SDA, atau apapun juga yang sedemikian itu; maka semoga ketiga makalah itu sudah dapat lebih dulu dipahami dengan baik.


Untuk bertanya mengenai : “Siapakah sebenarnya mereka itu di waktu ini yang pantas secara hukum untuk disebut ‘Barisan terdepan dari buah-buah pertama orang-orang hidup berikut bala tentaranya ?”, maka kita hendaknya melihat kembali kepada nubuatan Zakharia pasal 6 : 1 – 8 yang akan menghadapkan kepada kita permasalahan yang sama untuk ditanyakan oleh masing-masing kita : “Siapakah sebenarnya mereka itu di waktu ini yang dilambangkan oleh pasangan kuda dauk (bay horses) dan siapakah bala tentaranya yang berada di dalam kereta itu ?”

Nubuatan Zakharia 6 : 1 - 8
  Sepintas Lalu

 

Nubuatan Zakharia pasal 6 sudah diungkapkan pengertiannya oleh hamba Tuhan Victor T. Houteff di dalam bukunya,”Paradoks Besar dari Segala Zaman.” (The Great Paradox of the Ages). Nubuatan itu menggambarkan ke hadapan kita adanya dua Gunung Tembaga yang besar, yang dipisahkan oleh suatu lembah yang sangat luas. Dari lembah itu telah keluar secara bergiliran empat kereta berkuda, yang masing-masing ditarik oleh satu pasang kuda. Setiap penganut Kebenaran Sekarang tak dapat tiada sudah memahami benar nubuatan ini, maka untuk lebih jelas Pembaca dipersilahkan membaca kembali nubuatan itu pada bukunya yang sudah disebut di atas.

Hamba Tuhan Houteff telah membagi sejarah dunia ini dalam tiga bagian yang utama :   Bagian pertama ialah masa emas semenjak dari Kejadian Dunia sampai kepada Air Bah. Bagian kedua ialah masa perak semenjak dari Air Bah sampai kepada saat penyaliban Jesus. Bagian ketiga ialah masa tembaga semenjak dari penyaliban Jesus sampai kepada kedatangan-Nya kembali yang kedua kali. Logam-logam itu, yang dalam nubuatan menunjukkan waktu kegenapannya, adalah sama dengan logam-logam yang membentuk patung dari Daniel pasal 2 yang juga meramalkan sejarah dunia. Jadi, dalam periode sejarah Kristenlah nubuatan Zakharia itu akan digenapi, dan kedua gunung tembaga yang besar itu akan menemukan kegenapan sejarahnya.

(1)  Gunung – Gunung Tembaga itu.
Gunung itu sendiri adalah melambangkan Gereja atau Sidang Tuhan. Karena terdiri dari logam yang sangat kuat, maka Gunung Tembaga yang pertama itu akan melambangkan Gereja atau Sidang Tuhan pada Hari Pentakosta yang pertama yang lalu, dimana umat Tuhan pada waktu itu telah dipenuhi dengan Roh Suci Hujan Awal yang melimpah. Dengan sendirinya jelas pula untuk dipahami, bahwa Gunung Tembaga yang kedua tak dapat tiada akan melambangkan Gereja atau Sidang Tuhan yang akan datang, yang setelah “disucikan, diputihkan, dan dicobai” (Daniel 12 : 10) untuk menyingkirkan dari dalamnya anak-anak dara yang bodoh, atau lalang, sekam, ikan yang jelek, kambing, dan lain-lain sejenisnya, akan pertama sekali muncul sebagai 144.000 umat kesucian dari Yang Maha Tinggi dari Kerajaan-Nya di Palestina yang akan datang. Kepada mereka akan dituangkan Roh Suci Hujan Akhir pada hari Pentakosta kedua yang akan datang di Palestina.  Dalam kekuasaan penuh dari Roh Suci Hujan Akhir yang akan datang, maka persekutuan mereka itu yang akan datang akan benar-benar kokoh dan tak terkalahkan, sehingga tepatlah untuk menggenapi lambang nubuatannya sebagai Gunung Tembaga yang kedua di atas.

(2) Kereta-kereta dan pasangan kudanya
Hamba Tuhan Houteff telah mengatakan bahwa kereta-kereta itu melambangkan anggota-anggota Gereja, yang dipimpin oleh para pemimpin mereka yang dilambangkan oleh pasangan kuda-kuda itu. Karena ada empat kereta yang ditarik oleh pasangan-pasangan kudanya, maka kegenapan mereka itu harus dicari sesudah abad yang pertama.

Kereta yang pertama ditarik oleh pasangan kuda yang berwarna merah. Warna merah menunjukkan pertumpahan darah, maka ini menunjuk kepada para pemimpin Gereja yang telah mengalami mati sahid dibawah penindasan Romawi sebelum tahun 538.

Kereta yang kedua ditarik oleh pasangan kuda yang berwarna hitam. Ini menunjuk kepada Gereja Tuhan Allah selama zaman Kegelapan Agama yang lalu di antara tahun 538 dan tahun 1798, di bawah penindasan dari Gereja Katholik Romawi dan Kepausannya.  

Kereta yang ketiga ditarik oleh pasangan kuda yang berwarna putih. Karena warna hitam itu melambangkan perhambaan (bondage), maka putih melambangkan kemerdekaan. Jadi menyusul masa perhambaan dan Kegelapan Agama yang lalu, maka sesudah tahun 1798 adalah masa kebebasan, yang telah dimanfaatkan oleh kepemimpinan Gereja di zaman William Miller sampai tahun 1844.

Kereta yang keempat ditarik khusus oleh dua pasang kuda : pasangan yang satu berwarna teji dan pasangan yang lainnya berwarna dauk. Kegenapan sejarah dari kereta yang keempat ini akan ditemukan sesudah tahun 1844 sampai kepada berdirinya Gunung Tembaga yang kedua yang akan datang. Inilah Gereja dari sidang jemaat Laodikea, yaitu Gereja milik Tuhan Allah yang terakhir di dalam sejarah wasiat baru. Dan inilah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sebagai satu-satunya badan yang terorganisir di akhir zaman ini.

(3) Kereta keempat yang ditarik oleh dua pasang kuda
Berbeda daripada Gereja-Gereja sebelumnya yang lain, Gereja yang terakhir ini tidak lagi pecah menjadi dua Gereja ataupun lebih, melainkan iaitu hanya pecah ke dalam dua kelas umat sesuai yang sudah diumpamakan sendiri oleh Jesus di dalam beberapa perumpamaan-Nya di dalam Wasiat Baru. Demikianlah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang mewakili Kerajaan Sorga di bumi ini telah dibagi ke dalam kelas lima anak dara yang bijaksana di satu pihak, dan kelas lima anak dara yang bodoh di lain pihak. Atau kelas gandum di satu pihak dan kelas lalang di lain pihak. Ataupun kelas ikan yang baik di satu pihak, dan kelas ikan yang jelek di lain pihak. Ataupun kelas domba di satu pihak dan kelas kambing di lain pihak. Dengan demikian, maka kereta yang keempat, yang melambangkan umat Masehi Advent Hari Ketujuh kini sedang ditarik oleh dua pasang kuda, yang melambangkan dua kepemimpinan sidang, yaitu General Conference of SDA di satu pihak, dan General Association of  Davidian SDA di lain pihak. Ikutilah gambarnya di bawah ini !

 

 

Siapakah mereka itu yang dilambangkan
 oleh pasangan kuda dauk (bay horses) ?

“Tetapi pasangan kuda teji itu pergi keluar menuju ke negeri selatan. Maka pasangan kuda dauk itu pergi keluar sambil berjalan sambil berkeliling di bumi : maka kata malaikat itu : Pergilah, berjalanlah berkeliling di bumi. Demikianlah mereka itu berjalan dan pergi berkeliling di seluruh bumi.” — Zakharia 6 : 6, 7.

(1) Pasangan kuda teji  
Setiap penganut Kebenaran Sekarang tak dapat tiada sudah tahu, bahwa pasangan kuda teji itulah yang melambangkan kepemimpinan sidang dari General Conference of SDA, yaitu malaikat sidang jemaat Laodikea,  yang karena sebab suam kerohaniannya, maka umat Allah terus dibawanya keluar ke negeri selatan.
Negeri selatan dalam nubuatan ini ialah Mesir, yang melambangkan kekapiran. Sebaliknya negeri utara di dalam nubuatan ini melambangkan Babil, yaitu dunia Kristen yang sudah kacau balau semenjak dari zaman Miller. Hamba Tuhan Nyonya White semenjak dari tahun 1882 telah mengeluarkan amarannya sebagai berikut :  

“Saya sangat sedih apabila kupikirkan mengenai keadaan kita sebagai suatu umat. Tuhan belum menutup sorga daripada kita, melainkan perjalanan kita sendiri yang terus menerus mundur telah memisahkan kita dari Allah. …………Sidang sudah berbalik daripada mengikuti Kristus Pemimpinnya dan sedang terus mundur ke Mesir. Namun ada sedikit yang tersentak waspada atau tercengang karena kebutuhan mereka akan kuasa rohani. Keragu-raguan, dan bahkan ketidak percayaan terhadap kesaksian-kesaksian dari Roh Allah sedang meracuni gereja-gereja kita dimana-mana. Setan menghendakinya demikian. Para pendeta yang menghotbahkan dirinya sendiri menghendakinya demikian. Tulisan-tulisan kesaksian itu tidak dibaca dan tidak disukai. Allah telah berbicara kepadamu. Terang sedang bercahaya dari firman-Nya dan dari tulisan-tulisan kesaksian, tetapi kedua-duanya telah diremehkan dan ditinggalkan. Akibatnya adalah nyata yaitu tidak adanya kemurnian dan, penyerahan diri dan kesungguhan iman di antara kita.” -- 5 Testimonies, p. 217. (1882).

Terakhir sesuai yang telah dinubuatkan, maka malaikat sidang jemaat Laodikea telah diludahkan keluar dari mulut Jesus dalam tahun 1935. Sekalipun demikian, karena nubuatan Jehezkiel pasal 9 belum digenapi, maka pasangan kuda teji itu   masih akan ada sampai kepada hari pembersihan sidang yag akan datang.

(2) Pasangan kuda dauk
Karena pasangan kuda dauk itu akan membawa kereta itu mengelilingi bumi, serta untuk mengisi kereta itu dengan lebih banyak lagi penumpangnya yang baru, maka pasangan kuda dauk itu tak dapat tiada akan melambangkan mereka 144.000 umat kesucian Allah yang akan datang.

Kini, karena ternyata mereka 144.000 umat kesucian pilihan Allah itu belum juga muncul keluar, maka kata-kata nubuatan dari Zakharia 6 : 6, 7 di atas tentunya belum sepenuhnya digenapi. Artinya, sekalipun pasangan kuda teji itu sudah diketahui jelas melambangkan malaikat sidang jemaat Laodikea dan para pendetanya, namun pasangan kuda dauk itu sampai kepada saat ini belum jelas melambangkan siapa.

Sekalipun demikian, karena kedua pasangan kuda itu masih terikat bersama-sama, sehingga belum terpisahkan satu daripada yang lainnya,  maka dapatlah dikatakan bahwa baik kereta maupun kedua pasangan kuda penariknya itu, masih tetap saja bergerak di tempat tanpa adanya sesuatu kemajuan yang dicapai.  

Pasangan kuda dauk melambangkan
 Barisan Terdepan dari buah-buah pertama 

Dari ucapan hamba Tuhan Houteff di atas, kita baca kembali tulisan itu di bawah ini sebagai berikut :

“Dengan munculnya barisan terdepan (vanguard) ini berikut bala tentaranya, yaitu buah-buah pertama itu, dari mana akan dipilih masing-masing 12.000 orang dari pada kedua belas suku bangsa Yakub, yaitu “mereka yang 144.000 itu” (Wahyu 14 : 1; 7 : 2 – 8) yang akan berdiri di Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu (Wahyu 14 : 1; 7 : 2 – 8), maka dimulailah pemerintahan Daud contoh saingan itu.”The Leviticus of The Davidian SDA, p. 3. 

Dengan munculnya barisan terdepan ini (pasangan kuda dauk) berikut bala tentaranya (di dalam kereta) semenjak dari berdirinya Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, USA dalam tahun 1935 yang lalu, maka nubuatan dari Zakharia pasal 6 itu mulai menemukan kegenapan sejarahnya. Jadi, sejak dari mulanya dalam tahun 1935 itulah, hamba Tuhan Houteff sebagai nabi berikut rekan-rekan penginjil, gembala-gembala, dan guru-guru, pilihan Ilahi mereka itu, adalah yang pertama sekali menemukan kegenapan sejarah dari pasangan kuda dauk itu. Dan para penganut Kebenaran Sekarang pengikut mereka itulah yang berada di dalam kereta.

Tetapi setelah berlalu tahun 1955 sampai kepada hari ini, dan setelah Setan berhasil mengirimkan dua kali pukulannya yang mematikan (knockout blows) terhadap dinas pelayanan pilihan Ilahi di Pusat Gunung Karmel, yang telah ditinggalkan Houteff setelah kematiannya dalam tahun 1955 itu, maka  nubuatan  dari Zakharia pasal 6 itu kemudian kembali menjadi kabur penerapannya. Akibatnya, siapa-siapa yang pantas untuk menjadi barisan terdepan dari pasangan kuda dauk, serta siapa bala tentara mereka itu yang pantas untuk berada di dalam kereta dari pasangan kuda itu, kini makin hari makin tidak lagi jelas. Baik barisan terdepannya maupun bala tentara mereka itu, dari mana 144.000 umat kesucian pilihan Allah itu akan muncul keluar, telah menjadi makin rumit dan tidak terpecahkan. Mengapakah demikian itu halnya, marilah kita menelusuri kembali salah satu amaran dari hamba Tuhan Houteff  sebagai berikut :

“Kita juga harus waspada untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang dari musuh-musuh yang secara tak terduga, sama sekali tidak dicurigai --- dari rekan-rekan penginjil yang professional, yaitu mereka yang kesetiaannya tidak kurang daripada kesetiaan para imam Jahudi di zaman Kristus. Lagi pula, terutama akan jadi, bahwa Musuh akan mempekerjakan setiap agen perantara yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah-buah pertama-Nya itu yang kini masih kabur, yaitu mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9). Musuh akan mencoba apa saja yang mungkin untuk mengacau, menggelapkan, dan untuk menutupi Kebenaran itu, khususnya mengenai permasalahan mereka 144.000 itu.” -- Pembina Gedung Putih, hal. 35.

Setelah Setan berhasil melontarkan dua kali pukulannya yang mematikan (knockout blows) terhadap para pemimpin di Pusat Karmel di Waco, Texas, maka kini Musuh benar-benar telah berhasil menguasai Pusat Gunung Karmel itu untuk selamanya. Rekan-rekan penginjil yang sama di Waco, Texas, yang kesetiaannya tidak pernah diragukan sebelumnya, kini telah berubah menjadi musuh-musuh yang akan mencoba apa saja yang mungkin untuk mengacau, menggelapkan, dan untuk menutupi Kebenaran itu, khususnya mengenai permasalahan mereka 144.000 itu.

Oleh sebab itu, maka sekalipun kini para Penguasa di Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, tampaknya memiliki kemampuan yang luar biasa untuk mengajarkan kebenaran perihal 144.000 umat kesucian pilihan Allah itu dengan sangat lincahnya, namun karena sudah terkena dua kali pukulan yang mematikan (knockout blows), maka tidak lagi jelas sampai kepada hari ini, apakah para pemimpin di Pusat Karmel itu masih layak secara hukum untuk dinyatakan sebagai Barisan Terdepan dari buah-buah pertama orang-orang hidup (pasangan kuda dauk) berikut bala tentaranya (di dalam kereta) dari mana akan terpilih keluar mereka 144.000 umat kesucian pilihan Allah yang akan datang ! Apalagi setelah diketahui bahwa “Banyak yang terpanggil” dari Matius 20 : 16 (yang terdiri dari pasangan kuda dauk dan keretanya, atau barisan terdepan dari buah-buah pertama berikut bala tentaranya), belum juga mencapai 5000 jiwa di seluruh Davidian di dunia sampai kepada hari ini. 

Perhatian !  Para Pembaca diharapkan membaca dengan teliti tulisan ini, sebab permasalahan “Banyak Yang Terpanggil, Tetapi Hanya Sedikit Yang Terpilih” dari Matius 20 : 16 itu ternyata telah banyak dibicarakan juga di tempat lain dengan menggunakan sebutan-sebutan yang berbeda. Sebagai contoh :

Banyak yang terpanggil = Barisan terdepan dari buah-buah pertama berikut bala tentaranya
Sedikit yang terpilih = Mereka 144.000 itu yang dipilih dari antara semua yang terpanggil
Pasangan kuda dauk = Barisan terdepan dari buah-buah pertama
Keretanya = Para penganut Kebenaran Sekarang atau Buah-Buah Pertama itu

Penyaringan
 menghasilkan Barisan Terdepan dari Buah-Buah Pertama
 dan Bala Tentaranya 

Sejak mulanya Kebenaran Sekarang itu sendiri telah menyaring umat Laodikea ke dalam dua kelas umat, masing-masing kelas lima anak dara yang bijaksana atau g a n d u m di satu pihak, dan kelas lima anak dara yang bodoh atau lalang di lain pihak. Hamba Tuhan Houteff bersama kelas lima anak dara yang bijaksana atau gandum telah mendirikan Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas sejak dari tahun 1935 yang lalu. Demikian itulah, maka seruan pembangunan dan reformasi yang diamanatkan oleh Nyonya White di dalam Review and Herald 25 Pebruari 1902 telah berhasil dikumandangkan ke seluruh dunia Masehi Advent Hari Ketujuh secara gemilang. Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh sebagai suatu umat telah berkembang maju di bawah hanya satu Pusat Gunung Karmel yang berlokasi di Waco, Texas.

Tetapi setelah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955, maka Musuh telah berhasil melontarkan dua kali pukulan mautnya terhadap para pemimpin di Pusat Gunung Karmel itu, sehingga berbagai kemajuan dan kemurnian yang telah dicapai sampai kepada saat itu kembali sirna. Roh Kebenaran yang telah membuat umat Tuhan sepakat, sehati-sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama, akhirnya tidak lagi dapat dipertahankan. Akibatnya telah muncul beberapa Pusat Pergerakan tandingan yang lain, yang dengan sengaja menamakan diri mereka Pusat Gunung Karmel sampai kepada hari ini. Siapakah dari antara Pusat-Pusat Gunung Karmel itu berikut para pengikut mereka,  secara hukum layak untuk menjadi Barisan Terdepan dari Buah-Buah Pertama berikut bala tentaranya, atau menjadi pasangan kuda dauk berikut keretanya ?  Tampak jelas bahwa semua mereka itu harus terlebih dulu disaring. Untuk inilah, maka sejak jauh-jauh hari sebelumnya hamba Tuhan Nyonya White telah mengatakan :

“Allah akan membangunkan umat-Nya; jika cara-cara lain gagal, maka berbagai faham yang saling bertentangan akan masuk di antara mereka, yang akan menyaring mereka itu, memisahkan  s e k a m daripada  g a n d u m. Tuhan menyerukan kepada semua yang percaya pada firman-Nya supaya bangun daripada tidur mereka. T e r a n g yang berharga s u d a h  d a t a n g, yang sesuai bagi m a s a  i n i”5 Testimonies, p. 707.

Inilah penyaringan yang kedua, yaitu penyaringan yang kini sedang berlangsung di antara k i t a umat penganut Kebenaran Sekarang dari kelas lima anak dara yang bijaksana atau kelas g a n d u m  itu.  Tuhan Allah ingin mendapatkan suatu umat dari kelas gandum yang benar-benar sudah bersih daripada berbagai sampah sekamnya. Orang-orang penganut Kebenaran Sekarang dari kelas gandum yang murni sedemikian inilah yang layak untuk menjadi Barisan Terdepan dari buah-buah pertama itu berikut bala tentaranya, atau menjadi pasangan kuda dauk berikut kereta yang ditariknya, sebab mereka itu tidak lagi terlibat dalam dosa melawan Roh Suci. Dijamin bahwa Roh Allah akan selalu mengendalikan mereka kepada semua yang benar, dan mereka akan selalu berada di bawah terang yang menyoroti segala perkara yang akan datang.

Tinggal lagi dua penyaringan yang terakhir

Kini tinggal lagi dua penyaringan yang terakhir, yaitu penyaringan yang ketiga dan keempat. Penyaringan yang ketiga itu akan membagi seluruh umat yang sudah tersaring itu ke dalam dua posisi yang tersedia, yaitu (A). Barisan terdepan (vanguard) dari buah-buah pertama itu, dan (B) Bala tentara mereka ; atau juga disebut (A) Pasangan kuda dauk dan (B) Kereta yang diitariknya. Jadi, sekalipun semua mereka itu adalah buah-buah pertama orang-orang hidup, namun mereka perlu ditempatkan kembali, masing-masing pihak sesuai statusnya. Mereka yang menduduki “Barisan Terdepan” atau yang masuk “Pasangan Kuda Dauk” itu dalam bahasa nubuatan nabi Jesaya di sebut “Hamba-Hamba dari Jesus.”  Lihat : V. T. Houteff, Amaran Sekarang, Jilid II, No. 44, hal. 60. Dan rasul Paulus menamakannya : Rasul-Rasul, Nabi-Nabi, Penginjil, Gembala, dan Guru, pilihan Ilahi. Bacalah Epesus 4 : 11 – 14.  

Setelah para penguasa General Conference of SDA sebagai malaikat sidang jemaat Laodikea tersaring keluar, maka Sdr. Victor T. Houteff dan rekan-rekan penginjil, gembala, dan guru-gurunya (sebagai hamba-hamba Allah) telah muncul sebagai Barisan Terdepan atau Pasangan kuda dauk. Tetapi setelah hamba Tuhan Houteff sendiri meninggal dunia dalam tahun 1955, dan setelah semua rekan penginjil, gembala-gembala, dan guru-gurunya juga jatuh terkena dua kali pukulan yang mematikan (knockout blows) itu, maka melalui proses penyaringan yang ketiga ini juga Tuhan Allah sudah harus mengangkat keluar suatu dinas pelayanan pilihan-Nya yang baru. Dinas pelayanan yang baru inilah Barisan Terdepan atau Pasangan kuda dauk itu, yang tak dapat tiada akan diambil dari “para penganggur di pasar.” Baca Matius 20 : 6, 7.

Perhatian :

Pasar = Sidang Tuhan
Penganggur = Orang yang tidak memegang jabatan apapun pada Organisasi  General Confrence ataupun Gen. Association of Davidian SDA                     

Bacalah kembali makalah : “BANYAK YANG TERPANGGIL, SEDIKIT YANG TERPILIH,” atau “PANGGILAN JAM KE – 11“
                                                                 
Penyaringan yang ke-empat dan terakhir akan terjadi untuk merealisasikan kedua ucapan hamba Tuhan berikut ini :

 (1)

“Dengan munculnya barisan terdepan (vanguard) ini berikut bala tentaranya, yaitu buah-buah pertama itu, dari mana akan dipilih masing-masing 12.000 orang dari pada kedua belas suku bangsa Yakub, yaitu “mereka yang 144.000 itu” (Wahyu 14 : 1; 7 : 2 – 8) yang akan berdiri di Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu (Wahyu 14 : 1; 7 : 2 – 8), maka dimulailah pemerintahan Daud contoh saingan itu.” The Leviticus of The Davidian SDA, p. 3. 

(2) 

“……….karena banyak yang terpanggil, tetapi sedikit saja yang terpilih.” Matius 20 : 16 (Bagian akhir).

Penyaringan yang ke-empat dan terakhir ini belum tampak sekarang, sebab sampai kepada hari ini ternyata b e l u m  b a n y a k yang terpanggil. Karena mereka 144.000 umat kesucian pilihan Allah yang akan datang itu akan terpilih keluar (disaring) dari antara buah-buah pertama penganut Kebenaran Sekarang, maka  barisan terdepan dari buah-buah pertama (vanguard) berikut bala tentara mereka  itu, atau pasangan kuda dauk berikut keretanya itu, seharusnya sudah tampak dimana-mana. Sebab dari antara merekalah akan terpilih keluar mereka 144.000 itu. Tetapi bagaimanakah kenyataannya di waktu ini ? Tampak jelas bahwa proses penyaringan-penyaringan itu masih terus berjalan. Belum ada satupun proses penyaringan yang selesai. Penyaringan pertama yang akan memisahkan umat penganut Kebenaran Sekarang dari bawah kekuasaan malaikat sidang jemaat Laodikea belum banyak berhasil. Penyaringan kedua yang akan memisahkan umat penganut Kebenaran Sekarang dari bawah kekuasaan Pusat Gunung Karmelnya di Waco, Texas, juga belum banyak berhasil. Demikian pula, penyaringan yang sama untuk memisahkan keluar umat penganut Kebenaran Sekarang dari para Korah, Datham dan Abiram contoh saingan di Amerika Serikat dan di tempat-tempat lainnya juga belum berhasil.

Bahkan ternyata proses penyaringan yang kedua saja pun belum banyak  tampak.  Mengapakah  demikian ?  Pemahaman  perihal “s e - k a m” atau anak-anak dara bijaksana yang memiliki tipu di mulut dari Wahyu 14 : 4, 5 itu hampir-hampir belum dibicarakan sama sekali di antara para penganut Kebenaran Sekarang di Pusat-Pusat Pergerakan Reformasi mereka di Amerika Serikat. Para pemimpin di Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, USA,  malahan mengajarkan, bahwa lambang “s e k a m” dan “l a l a n g” itu sama saja pengertiannya, yaitu melambangkan umat Masehi Advent Hari Ketujuh yang menolak Kebenaran Sekarang dari pekabaran Tongkat Gembala ajaran Houteff.

Akibatnya, hampir semua umat penganut Kebenaran Sekarang yang berada di bawah Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, sampai kepada saat ini  masih saja mengira, bahwa mereka sudah berada di dalam kereta sementara ditarik oleh pasangan kuda dauk menuju Kerajaan Daud di Palestina. Tanpa sedikitpun menyadari bahwa justru kepemipinan mereka itu adalah “s e k a m”, yaitu sesama anak dara yang bijaksana yang masih memiliki tipu di dalam mulutnya. Sementara itu para penganut Kebenaran Sekarang yang berada di bawah Pusat-Pusat Gunung Karmel tiruan lainnya di Amerika Serikat, malahan masih tetap buta terhadap kenyataan, bahwa kepemimpinan mereka itu justru adalah contoh-contoh saingan dari Korah, Dathan dan Abiram di zaman Musa. (Bacalah kembali Amaran Sekarang, Jilid 1 No. 5, hal. 81, The Timely Greetings, Vol. 1, No. 5, p.14)

Sekalipun demikian, karena Tuhan Allah masih mengakui semua umat penganut Kebenaran SekarangNya sebagai anak-anak-Nya, maka IA masih terus berusaha untuk menyaring mereka itu, setidak-tidaknya sampai mereka yang 144.000 itu berhasil ditarik keluar. Berbagai faham yang saling bertentangan sesungguhnya sudah masuk di antara mereka, yang akan menyaring mereka itu, memisahkan s e k a m daripada  g a n d u m. Tuhan menyerukan kepada semua yang percaya pada firman-Nya supaya bangun daripada tidur, supaya segera pulih kesadarannya daripada dua kali pukulan Musuh (knockout blows) yang mematikan itu.   

Proses penyaringan yang ketiga tampaknya juga sudah dimulai. Tuhan Allah tidak mungkin membiarkan begitu saja semua umat penganut Kebenaran Sekarang-Nya terlantar, setelah ditinggal mati oleh Victor T. Houteff hamba-Nya, dan setelah dinas pelayanan pilihan-Nya jatuh (knockout) tak sadarkan diri sampai kepada hari ini. Oleh sebab itu, melalui makalah-makalah yang sederhana sedemikian ini, yang kini sedang tersebar luas di seluruh Laodikea dan Davidian, maka penyaringan yang ketiga akan makin digalakkan. Barisan Terdepan dari buah-buah pertama orang-orang hidup, yaitu pasangan kuda dauk dari nubuatan Zakharia pasal 6 itu tak lama lagi akan muncul di banyak tempat. Baharu akan digenapi ucapan hamba Tuhan Nyonya White berikut ini :

“Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sama sekali berbeda daripada biasanya, dan dalam cara yang bertentangan dengan setiap rencana manusia. Akan ada orang-orang di antara kita yang selalu ingin mengontrol pekerjaan Allah, untuk mendikte sampai kepada pergerakan apa saja yang akan dibuat apabila pekerjaan itu bergerak maju di bawah pengarahan dari malaikat itu yang bergabung dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran (ROH NUBUATAN) yang akan diberikan kepada dunia. Allah akan menggunakan cara-cara dan sarana oleh mana iaitu akan tampak, bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pekerja akan terpesona oleh sarana-sarana yang sederhana yang akan digunakan-Nya untuk membuat dan memantapkan pekerjaan pembenaran-Nya.”Testimonies to Ministers, p. 300. – (dalam kurung tambahan)

Artinya, melalui proses penyaringan yang ketiga Tuhan Allah akan mengeluarkan dinas pelayanan pilihan-Nya yang baru, yang dipilih keluar dari antara para penganggur di pasar. Mereka itulah “Barisan Terdepan dari buah-buah pertama” atau “pasangan kuda dauk,” yang akan menggalakkan semua proses penyaringan-penyaringan itu sampai selesai. Para pekerja di Pusat Gunung Karmel akan terpesona apabila kelak menyaksikan sendiri bagaimana Tuhan Allah mengendalikan agen-agen pilihan-Nya untuk menggunakan sarana-sarana yang sederhana dan murah, untuk memantapkan pekerjaan pembenaran-Nya.

Penyaringan di dalam Sidang Tuhan

Penyaringan

Fungsi dari Penyaringan ini

 

Hasil - Hasilnya

Keterangan

Ke 1

Memisahkan gandum daripada lalang a t a u anak-anak dara bijaksana dari anak-anak dara bodoh

Muncul berdiri Persekutuan Umum Davidian SDA di Waco, Texas dalam tahun 1935 sebagai Barisan Terdepan dari buah-buah pertama

 

Organisasi General Conference of SDA, yang ditata kembali

Ke 2

Memisahkan gandum daripada sampah sekamnya

Muncul orang-orang dari kelas gandum murni/para anggota biasa (para penganggur di Pasar) dari dalam Pusat Karmel di Texas

 

Tidak semua mereka ini hilang kesadarannya karena knockout blow

Ke 3

Mengidentifikasikan secara jelas Barisan Terdepan dari antara seluruh bala tentara buah-buah pertamanya

Muncul Barisan Terdepan Baru dari antara para penganggur di pasar dari dalam Pusat Karmel di Texas

 

Mereka ini juga berada di INDONESIA

Ke 4

Memilih keluar mereka 144.000 umat kesucian itu dari antara seluruh Barisan Terdepan dan bala tentaranya yang akan datang

Mereka 144.000 akan muncul sebagai umat kesucian yang hidup kekal selamanya, mereka yang lainnya akan diistirahatkan di dalam kubur sampai kepada kebangkitan khusus orang mati dari Daniel 12 : 2

 

 
Banyak yang terpanggil,
tetapi hanya 144.000  yang terpilih
(Matius 20 : 16)

Karena nubuatan Jehezkiel pasal 9 perihal pembersihan Sidang Jemaat Laodikea   sudah akan digenapi pada tahun 2027 yang akan datang, sementara jumlah penganut Kebenaran Sekarang  sampai kepada hari ini belum juga mencapai 5000 jiwa, yang benar-benar sempurna pengetahuannya dan mantap kerohaniannya, maka setiap pribadi yang berakal sehat sekalipun sudah akan ragu, apakah mungkin angka bilangan umat kesucian sebesar itu yang akan diselamatkan dari Davidian dan Laodikea yang sedemikian bobrok kerohaniannya sekarang ini dapat tercapai pada waktunya ! Pengalaman semenjak dari berdirinya Sidang Jemaat Laodikea dalam tahun 1844 yang lalu sampai kepada hari ini belum pernah dapat menunjang kepikiran kita untuk meyakini sampai ke sana. Belum pernah tampak adanya sesuatu keajaiban dalam penarikan jiwa-jiwa yang dapat menunjang akal pikiran kita untuk percaya dan meyakini, bahwa semua proses penyaringan itu sudah akan menghasilkan buah-buahnya s e b e l u m tahun 2027 sesuai semua yang sudah diamanatkan di dalam ROH NUBUATAN.

Sekalipun demikian, hendaklah selalu diingat bahwa melalui berbagai bahasa nubuatan yang penuh misteri, yang dialamatkan khusus kepada umatNya  di  akhir  zaman,Tuhan Allah kini berbicara langsung kepada k i t a. Untuk itu rasul Petrus telah mengingatkan :

“Kita memiliki juga suatu perkataan nubuatan yang lebih pasti, terhadap mana hendaklah engkau mematuhinya bagaikan terhadap sesuatu terang yang bercahaya di dalam tempat yang gelap, sampai kepada fajar pagi dan bintang siang terbit di dalam hatimu : Ketahuilah dahulu ini, bahwa tidak ada satupun nubuatan dari Injil yang berasal dari pikiran sendiri. Karena nubuatan itu datang di masa lalu bukan oleh kehendak manusia, melainkan orang-orang suci dari Allah yang telah berbicara karena mereka itu dikendalikan oleh Rohulkudus.” – 2 Petrus 1 : 19 – 21.

Dan selanjutnya hamba Tuhan, nabi Yesaya juga mengingatkan :

“Karena sebagaimana halnya hujan dan salju turun dari langit, lalu tidak lagi kembali kesana, melainkan mengairi bumi, dan membuatnya mengeluarkan tunas, sehingga dapat iaitu memberikan benih bagi si penabur, dan roti kepada yang makan, maka demikianlah kelak firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku : iaitu tidak akan kembali hampa kepadaKu, melainkan iaitu akan menyelesaikan apa yang Aku berkenan, dan iaitu akan maju dalam perkara, yang untuk mana Aku telah menugaskannya.” — Yesaya 55 : 10, 11.

“Banyak yang terpanggil, tetapi hanya sedikit yang terpilih,” adalah sebuah janji Ilahi, yang tak mungkin lagi akan kembali hampa kepada Tuhan. Ini berarti apabila banyak yang terpanggil itu benar-benar dicapai, maka sejak dari saat itulah penyaringan yang ke-empat dan terakhir akan terlaksana.  Ini berarti penyaringan yang keempat dan terakhir itu masih di depan, dan iaitu akan terlaksana menjelang tahun 2027 yang akan datang. Untuk itulah kedua hamba Tuhan, baik Nyonya White maupun Sdr. Victor Houteff sama-sama telah mengungkapkannya sebagai berikut :

“Lebih dari s e r i b u“, demikian ditegaskan oleh Ilham, “akan segera bertobat dalam s e h a r i, kebanyakan dari mereka itu akan menelusuri kembali keyakinan-keyakinan mereka sewaktu pertama kali membaca berbagai penerbitan kita.”Review and Herald,  November 10, 1885.” – Amaran Sekarang, Jilid 1 No. 17 (Timely Greetings, Vol. 1, No. 17, p. 5.).

Artinya, pertobatan mereka itu akan jauh lebih cepat daripada pertobatan rata-rata para penganut Kebenaran Sekarang di waktu ini. Sebab apa ?  Sebab di samping mereka sudah pernah terkesan oleh berbagai buku-buku, selebaran-selebaran, dan penerbitan-penerbitan yang berjuta-juta banyaknya selama masa hidup Houteff yang lalu, kepada mereka sudah akan juga dituangkan sejumlah kecil volume Roh Kebenaran, yang sedikit lebih banyak daripada yang tersedia sekarang. Sekaliannya ini akan terbukti nanti apabila ucapan hamba Tuhan Nyonya White yang berikut ini kelak menjadi kenyataan, sewaktu ia mengatakan :

“……….kini waktu sudah hampir habis, maka apa yang sudah dipelajari bertahun-tahun lamanya, sekaliannya itu akan harus dipelajari dalam beberapa bulan saja. Sekaliannya itu juga akan banyak yang harus dilepaskan, dan banyak untuk dipelajari kembali.” – Early Writings, p. 67.

Waktu sudah singkat, maka apa yang anda lakukan harus dilakukan secepatnya. Bertekadlah untuk menebus itu. Janganlah mencari kepelesiranmu sendiri. Bangunkanlah dirimu. Berpeganglah pada tugas itu dengan suatu ketetapan hati. Tuhan akan membuka jalan di hadapanmu. Usahakanlah setiap kemungkinan untuk bekerja sesuai penggarisan-penggarisan Kristus, dalam lemah lembut dan kerendahan hati, sambil bargantung pada-Nya untuk kekuatan. Pahami dengan baik tugas yang Tuhan berikan kepadamu untuk dilaksanakan, dan bergantunglah pada Allah, engkau akan dimungkinkan untuk terus bertambah-tambah kekuatan demi kekuatan, kemurahan demi kemurahan. Engkau akan dibuat mampu untuk bekerja dengan rajin, tekun, bagi kaummu selagi siang hari ; karena malam akan datang dimana tidak lagi seorangpun akan dapat bekerja.” – Testimonies, Vol. 9, p. 200.

“………pergerakan-pergerakan terakhir akan merupakan pergerakan-pergerakan yang cepat.” – Testimonies, Vol. 9, p. 11.

Karena waktu itu akan habis pada tahun 2027 yang akan datang, dan karena mereka barisan terdepan (vanguard) atau pasangan kuda dauk harus sudah dapat mempersiapkan bala tentaranya atau keretanya selambat-lambatnya dalam beberapa bulan saja sebelum habis waktunya  pada tahun 2027, maka tidaklah mengherankan apabila proses penyaringan yang ke-empat dan terakhir itu tampaknya masih saja kabur untuk sekian tahun ke depan. Padahal, sedikit-dikitnya 144 hari saja atau selama-lamanya setahun “banyak yang terpanggil, tetapi hanya 144.000 yang terpilih” itu sudah akan digenapi.

 
Kesimpulan Akhir dan Penutup

Nubuatan Zakharia pasal 6 itu ternyata baharu menemukan kegenapan sejarahnya di dalam Gereja  Masehi Advent Hari Ketujuh. Adanya kedua pasang kuda, yaitu pasangan kuda dauk dan pasangan kuda teji yang sama-sama menarik kereta yang sama itu tak dapat tiada baharu mulai menemukan kegenapan sejarahnya sejak tahun 1935 yang lalu. Melihat kepada arah penarikan kereta oleh masing-masing pasangan kuda itu, maka sepintas lalu pasangan kuda dauk yang akan menarik kereta itu berkeliling ke seluruh bumi, sudah akan melambangkan mereka 144.000 umat kesucian pilihan Allah yang akan datang. Ini tentunya tidak dapat dibantah kebenarannya. Namun karena mereka 144.000 itu belum juga muncul sampai kepada hari ini, sementara pasangan kuda dauk itu masih terus bergerak di tempat, tanpa memperlihatkan sedikitpun kemajuannya, maka iaitu tak dapat tiada melambangkan Barisan Terdepan dari buah-buah pertama orang-orang hidup hasil penuaian dari dalam Sidang, yaitu Dinas Pelayanan Pilihan Ilahi di zaman sesudah  kematian Houteff sesudah tahun 1955.

Dan karena ternyata para pemimpin yang menguasai Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, kembali jatuh terkena dua kali pukulan (knockout blows) yang mematikan, tanpa sedikitpun adanya tanda-tanda akan pulih kembali kesadarannya, maka ini berarti sudah tiba waktunya bagi Tuhan Allah Pemilik Kebun Anggur (Sidang Jemaat Laodikea) untuk mengukuhkan Dinas Pelayanan Pilihan-Nya yang baru yang berasal dari para “penganggur di Pasar”. Inilah mereka itu yang di dalam perumpamaan “Panggilan Jam Ke-Sebelas” dari Matius 20 : 6, 7 disebut : Para Pekerja dari Jam Ke-Sebelas. Dan inilah mereka itu yang di dalam Buku Keimmamatan dari Davidian MAHK telah disebut : BARISAN TERDEPAN DARI BUAH-BUAH PERTAMA ORANG-ORANG HIDUP. Dari hal mereka itu hamba Tuhan Nyonya White sejak jauh-jauh hari sebelumnya telah menginformasikannya kepada kita sebagai berikut :         

“Allah hendak mengutus keluar ke dalam kebun anggurNya b a n y a k o r a n g yang belum pernah didedikasikan ke dalam dinas kependetaan oleh cara tumpangan tangan.” – The Acts of the Apostles, p. 110.

*   *   *