Bagaimana
Para Nabi Akhir Zaman
berupaya menyelamatkan k i t a





Pendahuluan

Dunia Kristen di waktu ini tidak banyak lagi mengenali para nabinya. Mereka umumnya mengira, bahwa nabi-nabi pilihan Allah itu hanya ada dalam sejarah Wasiat Lama. Dengan demikian, maka mereka sadar betul, bahwa Injil Wasiat Lama adalah khusus berisikan tulisan-tulisan dari para nabi Wasiat Lama saja. Pandangan yang sedemikian itu mungkin saja dilandaskan pada ucapan Jesus kepada salah seorang ahli hukum dari antara beberapa orang Parisi yang telah menanyakan kepada-Nya sebagai berikut :

“Kemudian salah seorang dari mereka itu, seorang ahli hukum, menanyakan kepadaNya, sambil mencobai Dia : “Guru, hukum manakah yang utama di dalam hukum Torat itu ?”

“Jawab Jesus kepadanya :
“Kamu harus mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap pikiranmu. Inilah perintah yang pertama dan terutama. Dan perintah yang kedua yang sama dengan itu. Kamu harus mengasihi sesamamu seperti akan dirimu sendiri. Pada kedua perintah ini bergantung semua hukum dan n a b i - n a b i.”Matius 22 :  35 – 40.

Jesus menjawab, bahwa : “Pada kedua perintah ini bergantung semua hukum dan n a b i - n a b i.“Matius 22 : 40.

Artinya, pada kedua perintah yang utama itu bergantung Alkitab Wasiat Lama. Alkitab Wasiat Lama itu sendiri terdiri dari Hukum Torat di satu pihak dan tulisan-tulisan dari para nabi Wasiat Lama di lain pihak. Selama Jesus melaksanakan missi-Nya di Palestina dahulu, Alkitab yang tersedia di waktu itu masih terbatas pada hanya Wasiat Lama saja. Injil Wasiat Baru itu baharu mulai ditulis setelah Jesus kembali ke sorga, sesudah Roh Suci Hujan Awal dituangkan ke bumi, dan sesudah para murid Jesus itu dipenuhi dengan Roh Kebenaran. 
 
Kita semua tahu, bahwa Jesus telah disalibkan sampai mati di bukit Golgotha dalam tahun 31. Dalam tahun yang sama itu juga Dia telah  kembali ke sorga, dan dalam tahun yang sama itu juga, yaitu pada Hari Pentakosta, Dia telah menuangkan Roh Suci Hujan Awal ke atas murid-murid-Nya dan kepada semua pengikut-Nya. Pada hari itulah telah bertobat sampai 3 ribu jiwa orang-orang Yahudi dalam sehari, yang disusul oleh banyak lagi jiwa-jiwa lainnya pada hari-hari berikutnya.

Oleh sebab itu, karena juga mengira, bahwa Alkitab itu hanya terdiri dari Wasiat Lama dan Wasiat Baru, yang penulisannya berakhir dengan buku Wahyu, yang terakhir ditulis dalam tahun 96 Tarikh Masehi yang lalu oleh hanya seorang rasul, maka kenyataan inilah yang telah mengukuhkan ketidak-tahuan Dunia Kristen pada umumnya tentang masih akan datang lagi nabi-nabi pilihan Ilahi dalam sejarah Wasiat Baru.

Sesudah Turunnya Roh Suci
Hujan Awal Pada Hari Pentakosta yang lalu

Jesus sendiri telah menegaskan, bahwa apabila Dia kelak kembali ke sorga, maka Roh Suci sudah akan datang menggantikan-Nya. Karena terhalang oleh kemanusiaan-Nya, maka selama di bumi dahulu Jesus tidak berhasil berada di mana-mana pada waktu yang sama. Oleh karena itulah, maka setelah IA kembali ke sorga, Roh Suci sudah akan datang menggantikan-Nya, maka Roh Suci akan berada dimana-mana saja di bumi ini, dan akan berada di dalam hati siapa saja yang akan dipilih-Nya. Jesus mengatakan :
 
“Aku masih lagi memiliki banyak perkara untuk dibicarakan kepadamu, tetapi kamu belum mungkin dapat menanggungnya. Tetapi apabila Dia, Roh Kebenaran itu datang, IA akan memimpin kamu ke dalam s e m u a  kebenaran : sebab IA tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu s e g a l a   p e r k a r a  yang akan datang. IA akan memuliakan Aku, sebab IA akan memberitakan kepadamu apa yang diterimaNya daripada –Ku.” --- Yahya 16 : 12 – 14.

Kepada semua umat Kristen Jesus telah menjanjikan, bahwa melalui perantaraan Roh Suci kita semua akan dibawa ke dalam : (1) Semua K e b e n a r a n, dan  :  (2)  S e g a l a   p e r k a r a   y a n g  a k a n  d a t a n g. Dan perlu sekali diingat, bahwa “Semua Kebenaran” dan “Segala Perkara Yang akan datang” itu berasal dan bersumber dari Jesus sendiri, maka itulah “Kesaksian Jesus”, yang di akhir zaman ini lebih dikenal namanya dengan ROH NUBUATAN.

Karena Roh Suci itu tidak dapat dikenal oleh pancaindera manusia : tidak tampak, tidak dapat diraba, tidak dapat didengar suaraNya, maka Tuhan Allah tak dapat tiada sudah harus memilih sendiri agen-agen pilihan-Nya dari antara umat-Nya untuk dimanfaatkan oleh Roh Suci-Nya itu bagi penyelamatan umat manusia. Untuk itulah, maka rasul Paulus mengatakan sebagai berikut :

“Maka IA (Jesus) memberikan sebagian orang, rasul-rasul ; dan sebagian orang, n a b i - n a b i; dan sebagian orang, penginjil-penginjil, dan sebagian orang,  g e m b a l a - g e m b a l a dan guru-guru, untuk menyempurnakan umat kesucian bagi tugas melayani, bagi membangun moral tubuh Kristus; sampai kita semua masuk dalam persatuan I m a n dan pengetahuan akan Anak Allah, menjadi manusia yang sempurna bagi ukuran kedewasaan Kristus. Agar supaya kemudian kelak kita jangan lagi diombang-ambingkan bagaikan anak-anak kecil oleh berbagai angin doktrin, oleh kelicikan orang-orang yang menyesatkan.” --- Epesus 4 : 11 – 14.

Dari rasul Paulus kepada kita diberitahu, bahwa akan ada suatu dinas pelayanan pilihan Ilahi, yang terdiri dari rasul-rasul, nabi-nabi, penginjil-penginjil, gembala-gembala, dan guru-guru, yang bertugas di bawah kendali dari Roh Suci untuk :

(1)    menyempurnakan umat kesucian bagi tugas melayani,
(2)    membangun moral tubuh Kristus (Gereja Kristen).

Untuk itulah, maka para rasul sudah menulis buku-buku Wasiat Baru sampai dengan buku Wahyu, yang terakhir ditulis oleh rasul Yahya dalam tahun 96 yang lalu. Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

“Di dalam buku Wahyu semua buku-buku Alkitab bertemu dan berakhir. Di sinilah terdapat pelengkap dari buku Daniel itu. Yang satu adalah sebuah nubuatan; yang lainnya sebuah ungkapan. Buku yang termeterai itu adalah bukan buku Wahyu, melainkan bagian dari nubuatan Daniel yang berkaitan dengan akhir zaman. Malaikat itu memerintahkan : “Tetapi akan dikau, hai Daniel, tutuplah semua perkataan itu, dan meteraikan buku itu, bahkan sampai di akhir zaman.“Daniel 12 : 4.” – The Acts of the Apostles, p. 585.

Karena buku Wahyu sebagai buku yang terakhir dari Wasiat Baru merupakan pelengkap dari buku nubuatan Daniel, yang baru akan terungkap pengertiannya di akhir zaman, sesudah abad ke - 18, maka dapatlah disimpulkan bahwa Wasiat Baru (tanpa buku Wahyu), baru hanya berisikan “s e m u a  k e b e n a r a n”  dari Yahya 16 : 12 – 14 di atas !  

“S e g a l a  p e r k a r a  y a n g  a k a n  d a t a n g”, yang dijanjikan oleh Jesus pada Yahya 16 : 13 di atas, tak dapat tiada baharu akan diungkapkan bagi kita di akhir zaman, sesudah abad ke - 18, sesuai janji dari malaikat Jibrail kepada nabi Daniel sebagai berikut :   

“Tetapi akan dikau, hai Daniel, tutuplah semua perkataan itu, dan meteraikan buku itu, bahkan sampai di akhir zaman. Banyak orang akan berlarian pergi datang, dan pengetahuan akan ditingkatkan.”

“Lalu katanya : Pergilah Daniel : karena semua perkara itu tertutup dan tersegel sampai di akhir zaman. Banyak orang akan disucikan, dan diputihkan, dan diuji; tetapi orang jahat akan makin melakukan kejahatan : dan tidak seorangpun dari mereka itu akan mengerti; tetapi orang yang bijaksana akan mengerti.”
Daniel 12 : 4, 9 – 10.

Artinya, di akhir zaman sekarang inilah, buku Daniel, buku Wahyu, dan semua buku-buku Alkitab yang bertemu dan berakhir di buku Wahyu sudah akan terungkap pengertiannya bagi penyelidikan semua orang. Baharulah banyak orang akan kelak disucikan, dan diputihkan, dan juga diuji kesetiannya. Tetapi sebaliknya, Setan sudah akan naik amarahnya sedemikian rupa, sehingga semua yang tidak mengerti akan makin melakukan kejahatannya, dan hanya mereka yang mengerti akan dinyatakan sebagai orang-orang yang bijaksana.

 Perkara-Perkara Rahasia
yang baru diungkapkan di akhir zaman
(Segala perkara yang akan datang -- Yahya 16 : 13)

Setelah selesai seluruh Injil Wasiat Baru yang berisikan “semua kebenaran” itu ditulis dan dibukukan oleh para rasul bagi kita pada akhir abad yang pertama yang lalu, maka tinggal lagi “segala perkara yang akan datang” yang baharu akan mulai diungkapkan semenjak dari permulaan masa akhir zaman pada abad ke - 18 yang lalu.

Justru “s e g a l a  p e r k a r a  y a n g  a k a n  d a t a n g“ yang dijanjikan oleh Jesus pada Yahya 16 : 13 itulah yang merupakan perkara-perkara rahasia, yang baharu dimulai pengungkapannya sejak permulaan masa akhir zaman yang lalu. Permasalahannya kini adalah, mengapa segala perkara yang akan datang itu dinyatakan r a h a s i a, dan mengapakah sekaliannya itu dirahasiakan sedemikian lama, semenjak dari zaman nabi-nabi Wasiat Lama yang lalu ? Hamba Tuhan Nyonya White menjelaskannya sebagai berikut :

“Buku yang termeterai itu adalah bukan buku Wahyu (dari Wasiat Baru), melainkan bagian dari nubuatan Daniel yang berkaitan dengan akhir zaman. Malaikat itu memerintahkan : “Tetapi akan dikau, hai Daniel, tutuplah semua perkataan itu, dan meteraikan buku itu, bahkan sampai di akhir zaman.“ Daniel 12 : 4.” – The Acts of the Apostles, p. 585.

Artinya, bagian dari nubuatan Daniel yang berkaitan dengan akhir zaman itulah yang dirahasiakan. Dengan demikian, maka semua nubuatan dari para nabi Wasiat Lama, yaitu : nubuatan-nubuatan Jesaya, Jeremiah, Jehezkiel, Daniel, Hosea, Joel, Amos, Obadjah, Junus, Micah, Nahum Habakkuk, Zephanyah, Haggai, Zakharia, dan Maleakhi, karena sekaliannya itu berkaitan dengan akhir zaman, maka semuanya itu baharu akan diungkapkan pengertiannya di akhir zaman, menyusul nubuatan Daniel dan buku Wahyu pelengkapnya. 

Kita mungkin kembali bertanya : Karena “s e m u a   k e b e n a r a n” itu sudah dibukukan oleh para r a s u l di dalam Alkitab Wasiat Baru, maka siapakah yang akan ditugaskan untuk mengungkapkan rahasia dari “segala perkara yang akan datang” itu, sebagaimana yang telah dinubuatkan oleh para nabi Wasiat Lama di atas ? 
 
Salah seorang dari antara nabi-nabi Wasiat Lama itu juga, yang akan menjawab pertanyaan di atas bagi kita, maka untuk itulah nabi Amos menjawabnya sebagai berikut :

“SESUNGGUHNYA TUHAN ALLAH TIDAK AKAN MELAKUKAN BARANG SESUATU PERKARA APAPUN MELAINKAN DIUNGKAPKANNYA R A H A S I A N Y A  KEPADA  PARA  HAMBANYA, YAITU  N A B I – N A B I.”  --  AMOS 3 : 7.

Artinya, Tuhan Allah sendiri yang akan mengungkapkan berbagai rahasia dari nubuatan-nubuatan para nabi Wasiat Lama itu bagi kita melalui para nabi pilihanNya di akhir zaman, baharu kemudian kita akan menyaksikan sendiri kegenapan sejarah dari nubuatan-nubuatan itu satu demi satu di akhir zaman ini sampai kepada akhir sejarah dunia yang akan datang.

Nubuatan meramalkan, maka sejarah jua yang akan membuktikan kebenaran dari semua peristiwa-peristiwa sejarahnya, yang akan digenapi di akhir zaman ini. Untuk itulah, maka kepada kita telah diingatkan, bahwa

“Pertama sekali ketahuilah ini, bahwa tidak ada satupun nubuatan dari Alkitab yang berasal dari sesuatu interpretasi pribadi kehendak sendiri. Karena nubuatan itu datang di masa lalu bukan oleh kehendak manusia : melainkan oleh orang-orang suci milik Allah, yang berbicara di bawah kendali dari Roh Suci.” 2 Petrus 1 : 20, 21. 

Nabi-nabi Wasiat Lama yang bernubuat itu adalah orang-orang suci milik Allah, yang sepenuhnya telah diilhami dalam menyampaikan berbagai nubuatan-nubuatan yang serba misterius itu di masa lalu, yang justru bagi keselamatan dan kebahagiaan kita umat akhir zaman sekarang ini. 

Nubuatan-nubuatan itu ternyata berisikan berbagai petunjuk, yang saling melengkapi, yang membentangkan di depan kita sebuah perjalanan sejarah yang panjang ke depan, yang harus ditempuh oleh semua umat Allah di akhir zaman sampai kepada kedatangan Jesus kedua kali yang akan datang.

Bagaimana
“segala perkara yang akan datang”  
  itu diungkapkan, dan dimanakah ditampung ?

Salah seorang dari para nabi Wasiat Lama itulah yang akan menjawab permasalahan ini, maka untuk itu nabi Zakhariah di dalam bukunya pasal 4  telah menubuatkannya dalam sebuah gambar bagan berikut ini.



 

                    
 

Penjelasan gambar :
 

  1. Kedua pohon zait itu = Alkitab Wasiat Lama dan Wasiat Baru.
  2. Kaki pelita emas = Sidang Jemaat di akhir zaman
  3. Dua pipa besar di kiri dan kanan = nabi-nabi akhir zaman
  4. Mangkok keemasan besar = ROH NUBUATAN
  5. Pipa-pipa kecil yang menyalurkan minyak emas ke kaki pelita emas = guru-guru / pendeta pilihan Allah, bukan pilihan organisasi.
  6. Minyak keemasan = Firman Allah yang murni yang keluar dari hamba-hamba pilihan-Nya sendiri


Catatan : Nubuatan Zakharia pasal 4 ini sudah diungkapkan tersendiri pada makalahnya, yang berjudul : BUKAN OLEH KUAT, BUKAN JUGA OLEH KUASA, MELAINKAN OLEH ROH-KU SAJA. – Zakharia pasal 4. Anda dipersilahkan membaca sendiri seluruh isi pasal 4 itu.

 * *

Karena kita kini sudah berada di akhir zaman, bahkan sudah sampai pada menjelang akhir dari akhir zaman itu sendiri, maka dapatlah kami tegaskan bahwa para n a b i akhir zaman itu sesungguhnya sudah semuanya  datang.  Nabi-nabi akhir zaman itu s u d a h mengungkapkan sampai habis semua perkara-perkara yang rahasia yang terdapat di dalam kedua pohon zait itu. Perkara-perkara yang rahasia dari buku Wahyu dan dari berbagai perumpamaan Jesus di dalam Wasiat Baru, dan perkara-perkara yang rahasia dari nubuatan-nubuatan para nabi di dalam Wasiat Lama, semuanya sudah habis diinterpretasikan dan diungkapkan ke dalam ROH NUBUATAN, yang dilambangkan oleh mangkok keemasan dari nubuatan Zakharia pasal 4 di atas.  

Bahkan para nabi akhir zaman itupun sudah semuanya meninggal dunia. Sekalipun demikian, kita tidak perlu berkecil hati, sebab Alkitab Wasiat Lama dan Wasiat Baru itu sudah seluruhnya diungkapkan pengertiannya di dalam ROH NUBUATAN, dan Tuhan Allah masih memiliki g u r u – g u r u  pilihan-Nya bagi kita yang akan bertugas sebagai berikut :
 
…… sebagai guru-guru dari Tongkat Gembala (terbitan-terbitan resmi dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh), k a m i harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat itu, bagian-bagian pekabaran (passages) yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan. Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa memiliki pemikiran yang sama, sependapat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama (1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Yesaya 52 : 8).“ – KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN DASAR DAVIDIAN MAHK, HAL. 26, 27.
 
Hamba Tuhan Victor T. Houteff adalah nabi yang terakhir hidup di antara kita umat akhir zaman. Ucapannya di atas menunjukkan, bahwa sesudah semua nabi akhir zaman meninggal dunia, maka g u r u – g u r u  Tongkat Gembala pilihan Ilahi akan meneruskan tugas dan missi dari para nabi akhir zaman itu bagi penyelamatan kita. Guru-guru itulah yang harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat Gembala bagian-bagian pekabaran yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan lebih lanjut.

Guru-guru Tongkat Gembala tidak boleh lagi menginterpretasikan Alkitab yang dilambangkan oleh kedua pohon zait itu, sebab sekaliannya itu sudah habis diinterpretasikan ke dalam ROH NUBUATAN oleh para nabi akhir zaman. Sesuai gambar bagan nubuatan di atas, dan sesuai dengan ucapan nabi Amos 3 : 7, maka hanya n a b i – n a b i yang dikuasakan oleh Tuhan Allah untuk mengungkapkan berbagai perkara rahasia dari Alkitab-Nya.

Oleh sebab itu, maka kita harus benar-benar waspada, bahwa sesudah kematian hamba Tuhan Victor T. Houteff dalam 1955, maka genaplah nubuatan Zakharia 13 : 7 itu yang berbunyi sebagai berikut :   

“Bangkitlah Hai pedang, melawan gembala-Ku, dan melawan orang itu yaitu sahabat-Ku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : tebaslah gembala itu, maka domba-dombanya akan tercerai-berai : maka Aku akan mengalihkan tangan-Ku ke atas mereka yang kecil-kecil.”Zakharia 13 : 7.    

Tuhan Allah kini sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tanganNya sendiri, maka sesuai ucapan nubuatan di atas kita sudah akan berada di bawah kendali langsung dari Tuhan Allah sendiri, dan bukan lagi melalui Pusat Organisasi-Nya di Amerika Serikat. Untuk itulah, maka sejak jauh-jauh hari sebelumnya hamba Tuhan Nyonya White telah meramalkan, bahwa,

“Allah akan mengutus keluar ke dalam kebun anggur-Nya (Sidang Jemaat Laodikea) banyak orang yang belum pernah didedikasikan ke dalam tugas kependetaan melalui tumpangan tangan.” – The Acts of the Apostles, p. 110.

Artinya, akan kelak muncul keluar banyak guru-guru Tongkat Gembala pilihan Ilahi, yang belum pernah didedikasikan melalui tumpangan tangan karena mereka itu tidak dikenal oleh Organisasi Pusat Gunung Karmel  manapun juga di Amerika Serikat.

Mengenali n a b i – n a b i
 akhir zaman itu dan fungsi kerja mereka

Sesuai ucapan malaikat Jibrail kepada nabi Daniel (Daniel 12 : 4), dapatlah diketahui, bahwa nubuatan Daniel itu hanya dirahasiakan sampai di akhir zaman. Oleh sebab itu, setelah datang akhir zaman, yang ditandai oleh ramainya lalu lintas pergi datangnya manusia di bumi, serta meningkatnya ilmu pengetahuan dan tehnologi yang begitu mentaajubkan, maka telah muncul di Amerika Serikat seseorang hamba Tuhan yang bernama William Miller. Untuk lengkapnya sejarah pergerakannya itu supaya dibaca saja di dalam buku-buku sejarah dunia / buku-buku Encyclopedia yang ada.
 
Bagian dari nubuatan Daniel yang telah diungkapkannya ialah masalah penyucian kaabah kesucian di dalam sorga, yang dimulai sejak akhir dari nubuatan 2300 hari dari Daniel 8 : 14 : “MAKA KATANYA KEPADAKU :  SAMPAI 2.300 HARI, MAKA KEMUDIAN DARIPADA ITU KAABAH KESUCIAN ITU AKAN DIBERSIHKAN.”                                
 
Sekalipun hamba Tuhan William Miller telah keliru menginterpretasikan pembersihan kaabah kesucian itu kepada kedatangan Jesus kedua kali untuk membersihkan bumi ini dengan api, namun dia telah berhasil menemukan dengan gemilang tanggal 22 Oktober 1844 sebagai waktu yang t e p a t dari saat dimulainya pembersihan kaabah kesucian  di dalam sorga melalui proses pengadilan. Tanggal 22 Oktober 1844 itu adalah akhir dari masa nubuatan 2.300 hari atau tahun, yang dimulai semenjak dari pembangunan kembali kaabah Jerusalem oleh orang-orang Jahudi dalam tahun 456 atau 457 sebelum Tarik Masehi.
 
Kekeliruan Miller itu kemudian telah dibetulkan oleh datangnya hamba Tuhan Nyonya Ellen G. White dengan pekabaran Tiga Malaikat dari Wahyu 14 : 6 – 9., yang melambangkan Roh Nubuatan-nya. Roh Nubuatan itulah yang telah mengoreksi semua kekeliruan Miller, dan memberitahukan kepada kita perihal kejatuhan dunia Protestan dalam kekacauan doktrin yang telah menggenapi pekabaran malaikat yang kedua dari Wahyu 14 : 8.  Demikianlah Nyonya White telah muncul sebagai nabi dan pendiri dari Sidang Jemaat Laodikea, yaitu Gereja MAHK sejak dari mulanya pada 22 Oktober 1844 yang lalu. 
 
Karena sampai dengan hamba Tuhan Nyonya White, berbagai nubuatan dari nabi-nabi Wasiat Lama, buku Wahyu, dan berbagai perumpamaan Jesus dari Wasiat Baru, ternyata belum seluruhnya terungkap secara terinci, maka telah datang lagi hamba Tuhan Sdr. Victor T. Houteff dengan pekabarannya yang lebih terinci di dalam buku-buku terbitan TONGKAT GEMBALA. Pekabaran inilah yang menggenapi nubuatannya pada malaikat dari Wahtyu 18 : 1, yang akan bergabung suaranya dengan malaikat yang ketiga (atau pekabaran tiga malaikat dari Nyonya White) ke dalam ROH NUBUATAN. Dan inilah ROH NUBUATAN yang dimaksud di dalam Wahyu 19 : 10 itu, yang oleh hamba Tuhan Nyonya White telah dijelaskan sebagai berikut :                    
 
“Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberikan kuasa dan dorongan kepada pekabarannya. Kuasa besar dan kemuliaan telah diberikan kepada malaikat itu, maka sementara ia turun bumi akan diterangi oleh kemuliaannya.……. Pekabaran ini tampaknya merupakan suatu tambahan kepada malaikat yang ketiga, yang bergabung dengannya bagaikan seruan tengah malam bergabung dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844.” --  Early Writings, p. 277.

Hamba Tuhan William Miller tidak meninggalkan bagi kita sesuatu dokumen tertulis dari pekabarannya. Namun semuanya itu sudah dengan sendirinya terbukukan di dalam Roh Nubuatan dari pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White. Oleh sebab itu dengan datangnya malaikat perkasa dari Wahyu 18 : 1 yang melambangkan pekabaran Tongkat Gembala dari Houteff bergabung dengan malaikat yang ketiga yang melambangkan Roh Nubuatan dari Nyonya White, maka penggabungan itulah yang kini dikenal dengan nama  R O H  N U B U A T A N.
 
Catatan : Di dalam buku Wahyu, malaikat yang bersuara melambangkan sesuatu pekabaran atau doktrin firman Allah. Malaikat yang diam melambangkan orang-orang atau para pemimpin, atau dimaksudkan kepada malaikat biasa.
 
Oleh bergabungnya kedua pekabaran itu, yaitu Tongkat Gembala dari Houteff dengan Roh Nubuatan dari Nyonya White, di dalam ROH NUBUATAN, maka bumi ini sudah akan diterangi oleh kemuliaannya. Artinya, seluruh sejarah dunia ini semenjak dari mulanya sampai kepada akhirnya yang akan datang sudah dapat terbaca dengan jelas. Bahkan sampai dengan tahun-tahun dari peristiwa-peristiwa kegenapannya yang akan datangpun sudah makin jelas tampak di depan mata.  

Oleh karena itu, maka kita hendaknya waspada bahwa karena kita kini sudah berada di akhir zaman, apa yang telah digambarkan oleh nabi Zakharia pada gambar bagan nubuatannya di atas hendaklah selalu diikuti dengan ketat. Kita sudah memiliki sebuah Alkitab yang terdiri Wasiat Lama, dan Wasiat Baru (kedua pohon zait pada sebelah kiri dan kanan gambar di atas). Bukan hanya Wasiat Lama saja yang berisikan “s e g a l a  p e r k a r a  y a n g  a k a n  d a t a n g” yang patut diinterpretasikan, melainkan juga “semua kebenaran” dari Wasiat Baru yang patut diinterpretasikan oleh p a r a   n a b i  akhir zaman itu. Dan seluruh upaya kerja mereka itu sudah akan sepenuhnya tertampung di dalam R O H   N U B U A T A N  yang dilambangkan oleh mangkok emas dari nubuatan Zakharia pasal 4 di atas.

R O H   N U B U A T A N
 Yang berisikan semua peraturan pelaksanaan
dari Undang-Undang Dasar Torat

Apabila kita merenungkan kembali ucapan Jesus pada Yahya 16 : 13 di atas, maka dapatlah dimengerti, bahwa setelah datangnya ROH SUCI  meneruskan misi Jesus di bumi ini, maka sampai dengan abad yang pertama yang lalu “Semua Kebenaran” itu sudah lengkap dibukukan di dalam Wasiat Baru. Dengan demikian, maka sampai dengan tahun 96 yang lalu sebuah Alkitab yang terdiri dari Wasiat Lama dan Wasiat Baru sudah lengkap tersedia.

Sekalipun demikian karena “Segala Perkara Yang Akan Datang” itu belum tersedia, maka kita masih harus lagi menunggu sampai ucapan malaikat Jibrail kepada nabi Daniel (Daniel 12 : 4), dan ucapan hamba Tuhan di dalam Amos 3 : 7, dan prosedur interpretasi Alkitab yang dinubuatkan oleh nabi Zakharia (baca pasal 4) digenapi di akhir zaman.

Kini, di akhir zaman sekarang ini, sesudah “segala perkara yang akan datang” itu terungkap selengkapnya di dalam ROH NUBUATAN, maka kita tak dapat tiada harus tahu, mengapakah ROH NUBUATAN itu begitu penting bagi penyelamatan umat manusia di waktu ini ? Untuk itu marilah kita menanyakan kepada nabi Musa, seorang ahli hukum dan ahli sejarah kejadian dunia itu. Nabi Musa sebagai penulis Alkitab yang pertama, dan seorang hamba Allah yang pertama sekali membukukan Sepuluh Perintah dari Hukum Dasar Kerajaan Allah itu bagi kita di bumi ini, dialah satu-satunya yang paling dapat dipercaya untuk menjawab pertanyaan itu sebagai berikut : 

“PERKARA-PERKARA YANG RAHASIA ITU ADALAH BAGI TUHAN ALLAH KITA : TETAPI PERKARA-PERKARA ITU YANG DIUNGKAPKAN ADALAH BAGI KITA DAN BAGI ANAK CUCU KITA SAMPAI SELAMA-LAMANYA, S U P A Y A  DAPAT KITA MELAKUKAN SEGALA PERKATAAN DARI HUKUM TORAT INI.” Ulangan 29 : 29.

Artinya, perkara-perkara yang diungkapkan semenjak dari buku Kejadian sampai dengan buku Wahyu, dan bahkan sampai dengan ROH NUBUATAN di akhir zaman ini, sekaliannya itu adalah s u p a y a  dapat kita melakukan dan mematuhi segala perkataan dari Hukum Torat.

Sesuai gambar bagan nubuatan dari nabi Zakharia pasal 4 di atas tampak jelas, bahwa Alkitab Wasiat Lama dan Wasiat Baru yang telah diinterpretasikan dan diungkapkan seluruhnya ke dalam ROH NUBUATAN itu adalah supaya Sepuluh Perintah dari HUKUM DASAR TORAT itu dipatuhi dan dilaksanakan oleh semua umat di akhir zaman ini.

Jadi, jelaslah bahwa ROH NUBUATAN itu sendiri tak dapat tiada berisikan berbagai peraturan pelaksanaan (the rules of implementation of the Basic Law) dari Hukum Dasar Torat.

Tetapi mengapakah ROH NUBUATAN yang sangat menentukan bagi penyelamatan umat akhir zaman itu justru tidak banyak lagi dikenal di akhir dunia sekarang ini ? Bukankah ini membuktikan, bahwa ROH SUCI yang sudah datang semenjak dari tahun 31 yang lalu, justru kini sudah banyak sekali meninggalkan umat Kristen, bukan ? Bukankah ini juga akibatnya yang sudah dinubuatkan oleh nabi Jesaya sejak jauh-jauh hari sebelumnya? Nabi Jesaya mengucapkannya sebagai berikut :

“Maka pada hari itu tujuh orang perempuan akan berpegang pada seorang laki-laki, sambil mengatakan, Kami akan makan roti kami sendiri, dan memakai pakaian kami sendiri : hanya ijinkanlah kami dipanggil dengan nama-MU, untuk membuang semua kejelekan kami.”Jesaya 4 : 1.

Perempuan = Gereja atau Sidang Jemaat. Angka “7” (tujuh) = lengkap. Semua Gereja Kristen di akhir zaman sekarang ini diramalkan dalam nubuatan dari nabi Jesaya di atas, bagaikan sedang berpegang pada Kristus untuk hanya nama “Kristen”-Nya saja. Semua roti dan pakaian yang melambangkan “Semua Kebenaran” dan “Perkara-perkara yang akan datang” dari Jesus yang dijanjikan-Nya pada Yahya 16 : 13 itu akan diciptakannya sendiri. 

Oleh karena itu, maka dapatlah dimengerti mengapa Dunia Kristen kini lebih banyak membicarakan hanya “Semua Kebenaran“ dari Alkitab Wasiat Baru, padahal “Segala Perkara Yang Akan datang” yang dinubuatkan oleh para nabi Wasiat Lama dan buku Wahyu, yang diungkapkan oleh nabi-nabi akhir zaman di dalam ROH NUBUATAN sudah tidak pernah lagi dibahas. Orang-orang yang berakal sehat tak dapat tiada sudah dapat mengerti, bahwa karena ROH NUBUATAN yang berisikan peraturan-peraturan pelaksanaan dari Hukum Dasar Torat sudah tidak lagi dikenal, maka dengan sendirinya sudah  tidak  akan ada lagi tertib hukum Kerajaan Allah di semua Gereja Kristen di akhir zaman sekarang ini. Setelah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sebagai Gereja dari Sidang Jemaat Laodikea (sidang jemaat yang ketujuh dan terakhir) ikut jatuh dalam dosa miskin, buta, dan telanjang rohani (baca Wahyu 3 : 14 – 17), maka genaplah sudah ucapan nubuatan dari nabi Jesaya di atas selengkapnya.

Sekalipun demikian, meskipun s e m u a Gereja Kristen sebagai Organisasi sudah selengkapnya jatuh, tidaklah mungkin bagi semua umat Kristen akan selengkapnya jatuh, sebab terbukti Yahya Pewahyu sudah lebih dulu meramalkannya sebagai berikut :

“Maka tiba-tiba aku tampak seekor Anak Domba berdiri di Gunung Sion, dan bersama-sama dengan-Nya ada seratus empat puluh empat ribu orang yang memiliki nama Bapa-Nya tertulis pada dahi-dahi mereka .…...

“Inilah mereka itu yang tidak tercemar dirinya dengan perempuan-perempuan (dari  Jesaya 4 : 1 itu) karena mereka adalah anak-anak dara. Inilah mereka itu yang mengikuti Anak Domba itu kemana saja Ia pergi. Mereka ini ditebus dari antara manusia, merupakan buah-buah pertama bagi Allah dan bagi Anak Domba itu ……. Dan di dalam mulut mereka itu tidak didapati t i p u : karena mereka adalah tanpa kesalahan apapun di hadapan tahta Allah.”Wahyu 14 : 1, 4, 5. (tambahan dari penulis).

Artinya, akan ada 144.000 umat Kristen pilihan yang akan datang, yang akan ditebus dari antara semua Gereja-Gereja Kristen yang sudah cemar di akhir zaman sekarang ini, karena melalaikan nabi-nabi akhir zamannya dan ROH NUBUATAN dari mereka itu. Mereka itu dinyatakan sebagai buah-buah pertama dari penuaian di dalam dunia Kristen sendiri. Sesudah itu baharu akan ada lagi buah-buah kedua sebagai hasil penuaian dari seluruh bumi, baharu akan datang Jesus pada kedatangan-Nya yang kedua kali di awan-awan, yang kelak tidak akan lagi menginjakkan kaki-Nya di tanah. Permasalahan ini akan dibicarakan lagi di lain kesempatan.

Kesimpulan dan P e n u t u p

Apabila kita mau merenungkan kembali ucapan Jesus pada Yahya 16 : 13 itu dengan saksama, maka tidak seorangpun akan berani menyangkal, bahwa “SEGALA PERKARA YANG AKAN DATANG ITU”  sesungguhnya belum pernah diketahui di dalam Gereja-Gereja Kristen di akhir zaman sekarang ini. Semua mereka itu menyadari bahwa nabi-nabi Wasiat Lama memang sudah semuanya bernubuat meramalkan segala perkara yang akan datang. Namun dengan begitu saja mereka melalaikan kenyataan, bahwa justru segala perkara yang telah dinubuatkan itu telah meramalkan nasib masing-masing kita di akhir dunia sekarang ini. 

Untuk itulah, maka nabi Jesaya perlu mengingatkan kembali kita dalam ucapan kata-kata nubuatannya yang jelas sebagai berikut :

“Karena sebagaimana hujan dan salju turun dari langit, dan tidak lagi kembali ke sana, melainkan mengairi bumi, dan membuatnya bertumbuh dan bertunas, sehingga iaitu dapat memberikan benih kepada si penabur, dan roti bagi mereka yang makan. Maka demikian itulah kelak firmanKu yang telah keluar dari mulutKu : iaitu tidak akan kembali h a m p a kepadaKu, melainkan iaitu akan menyelesaikan apa yang Aku inginkan, dan iaitu akan berhasil dalam hal kemana iaitu telah dikirim.” --- Jesaya 55 : 10 – 11.

Artinya, FIRMAN TUHAN YANG TELAH KELUAR DARI MULUT-NYA berupa berbagai perkataan nubuatan yang pasti itu tidak akan lagi kembali hampa kepada-Nya. Oleh perantaraan ROH SUCI sekaliannya itu sudah diungkapkan kepada para n a b i  a k h i r  z a m a n, dan kemudian dari mereka itu telah disampaikan kepada kita di dalam ROH NUBUATAN.

“SEMBAHLAH ALLAH : KARENA
KESAKSIAN JESUS ITU IALAH R O H  N U B U A T A N !”
(Wahyu 19 : 10)



*  *  *